Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Sabtu, 21 Maret 2020

Jurus Sehat Rasulullah untuk Puasa, Kiat dari Zaidul Akbar


Jurus Sehat Rasulullah untuk Puasa, Kiat dari Zaidul Akbar


Liputan6.com, Jakarta Ramadan merupakan bulan yang sangat tepat untuk melakukan detoksifikasi terhadap tubuh. Di bulan suci ini, umat Islam diperintahkan untuk berpuasa. Dengan cara menahan lapar dan haus, diharapkan sel-sel tubuh yang rusak bisa diperbaiki.
Puasa juga merangsang proses yang disebut autofagi, yakni ketika sel membersihkan diri dan menghilangkan partikel yang rusak dan berbahaya.

Alquran mengatakan manusia diciptakan untuk menjadi khalifah. Karena itu, manusia harus menjaga tubuhnya. Namun, menurut Ustaz Zaidul Akbar, banyak manusia yang tidak paham konsep sehat.

Dokter yang juga penulis Jurus Sehat Rasulullah ini mengatakan, Rasulullah hanya dua kali sakit selama seumur hidupnya, sebelum akhirnya wafat pada usia 63 tahun. Soal pola makan Rasulullah itu dia jelaskan panjang lebar dalam saluran YouTube bertema "Ramadhan Sehat dengan Jurus Sehat Rasulullah".

Karena itu, ia menyarankan umat muslim mempelajari bagaimana cara Alquran dan Rasulullah mengajari manusia untuk makan.

“Misalnya kapan waktu makan terbaik, yakni saat mata kita melihat matahari dan sesaat ketika matahari tenggelam.”

Ia menegaskan, “Penyakit bisa diobati bila kita mengaktifkan autodetokfikasi. Misalnya sel kanker, jangan biarkan dia makan. Biarkan dia kelaparan,” ujarnya.

Zaidul mengatakan, jika kita makan makanan yang tidak dibutuhkan tubuh, maka badan akan terasa lemas. Sebab, apa yang dimakan adalah makanan sampah yang tidak dibutuhkan tubuh

Pola makan saat puasa

Untuk pola makan di bulan Ramadan, Zaidul Akbar menyarankan agar isi piring makan saat sahur dikoreksi agar tak melulu berisi karbohidrat dan miskin protein.

Ia menyarankan menu makan sahur berupa 1/3 porsi sayur dan buah, 1/3 porsi biji-bijian, dan 1/3 porsi protein.

Kemudian, untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari puasa, Zaidul Akbar menyarankan untuk mengurangi makanan yang menimbulkan masalah bagi tubuh.

“Setop masalah dengan tidak mengkonsumsi gula pasir dan turunannya, tepung dan turunannya, nasi putih, dairy product (makanan berbasis susu), serta minyak goreng dan turunannya,” ujar Zaidul Akbar.

Dengan cara ini, menurut dia, selama di bulan Ramadan, tubuh kita akan terasup dengan apa yang sebenarnya memang harus masuk.

Zaidul menekankan, “Apa yang Anda makan hari ini, akan jadi tabungan 5-10 tahun ke depan”.

Dia menyarankan untuk memakan makanan yang ditumbuhkan Allah di atas tanah dan mendapat sinar matahari. “Real food istilah sekarang,” ucapnya menegaskan.

Dalam jangka panjang, jika dilakukan dengan benar, puasa bisa meningkatkan sistem pencernaan seseorang dan metabolisme secara keseluruhan. Namun, semua itu akan sia-sia jika orang tersebut kembali ke kebiasaan makan lamanya sebelum puasa.

Untuk  berbuka puasa, Zaidul menyarankan menu berbuka puasa dengan buah dan teh rempah. Setelah tarawih, dilanjutkan makan sayur yang dikukus atau bening. Setelah itu makan kacang-kacangan.

Dengan berpuasa dan makan sesuai jurus sehat Rasulullah, Zaidul meyakinkan bahwa tubuh tak akan lemas meski berpuasa seharian. Malahan, mendapat hasil maksimal berupa kesehatan yang prima.

Fadjriah NurdiarsihFadjriah Nurdiarsih


Inilah Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi SAW


Inilah Rahasia Hidup Sehat Ala Nabi SAW


Setiap manusia pasti ingin selalu sehat. Namun, tidak setiap manusia tahu bagaimana cara untuk menjadi sehat. Dalam Islam, seorang muslim diajarkan untuk hidup sehat dengan mencontoh cara hidup sehat ala Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallamlah teladan dalam semua bidang kehidupan termasuk dalam hal kesehatan.
Rasulullah merupakan teladan terbaik. Begitupun dalam hal kesehatan Rasul Shallallahu ‘alaihi wasallam sudah meganjurkan umatnya agar senantiasa memelihara hidup sehat itu sendiri. Firman Allah dalam Surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya, “Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al-Ahzab [33]: 21).

Ada yang mengatakan sehat itu mahal. Benarkah? Ternyata sehat itu murah dalam Islam. Namun sakitlah sejatinya yang mahal. Penting bagi kita untuk melakukan tindakan pencegahan sebelum sakit. Salah satunya adalah dengan mencontoh apa-apa yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam sebuah hadis, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Seumur hidupnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam hanya pernah mengalami sakit selama dua kali. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepadanya di Madinah. Kedua, saat menjelang wafat. Dengan mencontoh pola hidup Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, seharusnya umat Islam tidak perlu khawatir akan kesehatan. Setidaknya, berikut adalah pola anjuran hidup sehat ala Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pertama, Bangun Sebelum Subuh

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat fardhu Subuh berjamaah. Agar bisa bangun di awal waktu, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menganjurkan umatnya tidak banyak berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Tentu saja jika berbincang-bincang itu bukan tentang hal penting, maka sebaiknya segera tidur.

Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian sekira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam (tahajjud).

Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Hal ini merupakan keseimbangan dalam beraktifitas.

Kedua, Menjaga Kebersihan

Hal sangat penting dalam menjaga kesehatan adalah menjaga kebersihan. Sebab tempat yang kotor menyebabkan penyakit. Islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan diri, tempat tinggal, dan juga pakaian. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri mengatakan kesucian (kebersihan) itu merupakan sebagian dari iman. Menjaga kebersihan berarti akan memberi efek positif bagi kesehatan seorang muslim.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa rapi dan bersih, tiap hari Kamis atau Juma’at beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. “Mandi pada hari Juma’at adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman.” (HR Muslim).

Ketiga, Menjaga Pola Makan

Allah telah berfirman yang artinya, “Makanlah di antara rezki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. dan Barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku, Maka Sesungguhnya binasalah ia.” (Qs. Thaha: 81).

Ayat ini menegaskan, sesunguhnya janganlah kita berlebihan dalam makan karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. Berbagai penyakit dapat muncul kalau seseorang sembarangan dan tidak mengatur pola makannya dengan baik.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq ‘Alaih).

Sebab makan adalah salah satu sarana untuk mendapatkan energi agar dapat melanjutkan aktifitas. Namun, jika seseorang makan terlampau kenyang juga tak baik untuk kesehatan, bisa menyebabkan kegemukan dan jika terlalu kenyang pun akan menjadi malas untuk melakukan aktifitas selanjutnya. Makan secukupnya sesuai dengan kadar kemampuan lambung untuk menampungnya dan memprosesnya menjadi energi. Juga sebaliknya tentu tidak baik makan terlampau sedikit karena akan cepat kehabisan energi dan akhirnya lemas saat beraktifitas.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan, hendaknya manusia menjaga keseimbangan tubuhnya, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga untuk udara. Karena itu, tindakan berlebihan dalam makan sungguh tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keempat, Berjalan Kaki (Olahraga)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berjalan kaki ke Masjid, pasar, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

Kelima, Rasulullah Sering Berpuasa

Rajin berpuasa di hari Senin dan Kamis memberikan waktu bagi lambung untuk istirahat. Bayangkan, setiap hari lambung diperintah bekerja keras untuk mencerna makanan setiap pagi, siang dan malam.

Saat berpuasa, lambung akan beristirahat dan memproses makanan yang belum tercerna sebelumnya, juga dapat menyaring racun yang mungkin tersimpan dalam tubuh karena proses pencernaan makanan yang kurang sempurna. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al Baqarah: 183)

Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kasturi.” (HR. Muslim no. 1151).

Keenam ,Tidak Pemarah

Nasihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Jangan Marah.” Diulangi sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan seorang muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.

Dalam Islam, jika seseorang sedang marah, maka setidaknya ada beberapa cara untuk meredamnya, antara lain; Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring, – Membaca Ta’awwudz, karena marah itu dari setan, – Segeralah berwudhu, – Sholat dua Rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.

Ketujuh, Berbekam

Untuk penyembuhan, atau menjaga kesehatan, Said bin Jubir berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.” (HR. Bukhari)

Kedelapan, Tidak Iri Hati

Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. Karena iri hari menimbulkan pikiran-pikiran negatif yang masuk ke dalam hati manusia, jika tidak ditanami keimanan, iri hati akan timbul stres, bahkan jatuh sakit.

Demikianlah pola hidup sehat ala Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sangat bermanfaat, wallahua’lam.(A/RS3/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)
Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA


15 Cara Hidup Sehat Rasulullah yang Harus Kita Tiru


15 Cara Hidup Sehat Rasulullah yang Harus Kita Tiru


Sebagai manusia tentunya kita menginginkan tubuh yang sehat dan kuat. Untuk mendapatkan hal tersebut tentu saja manusia perlu pola hidup dan kebiasaan yang baik. Untuk itu, menjaga kesehatan adalah bagian dari  Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , dan Konsep Manusia dalam Islam.

Masalah kesehatan ternyata sudah Islam atur dan juga contohkan melalui apa yang Rasulullah lakukan. Rasulullah SAW bukan saja mencontohkan dalam ibadah spiritual, tetapi hingga kebiasaan hidup dan gaya hidup pun telah dicontohkannya. Hal ini menunjukkan bahwa agama islam adalah agama yang rahmatan lil alamin dan membawakan banyak maslahat ataau manfaat bagi manusia.

Kesehatan bagi manusia bukan hanya berdampak pada fitnya badan, melainkan juga pada ketahanan tubuh, usia, dan tentunya kemampuan untuk beraktifitas. Semakin rendah tingkat kesehatan kita, maka akan rendah pula aktifitas yang bisa kita lakukan. Sedangkan, untuk berkarya dan memberikan manfaat yang besar bagi masayrakat, tentu saja membutuhkan kesehatan yang baik.

Sangat disayangkan jika kita tidak bisa beraktifitas dan berkarya hanya karena kita tidak bisa menjaga kesehatan diri kita dengan benar. Padahal Allah tetap menitipkan amanah tubuh ini pada manusia agar dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Mengenai masalah ini, berikut adalah 15 cara hidup sehat Rasulullah yang bisa kita contoh. Tentunya perilaku ini sangat universal dan sangat baik jika kita contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Sehat Rasulullah yang Wajib Kita Ikuti

Rasulullah SAW bukan hanya teladan dalam aspek ibadah spiritual. Beliau pun sebagai seorang Nabi, menjalankan pola hidup sehat agar tetap produktif beribadah dan berjuang untuk Islam. Berikut adalah 15 cara Rasulullah dalam menjalankan hidup sehat.

Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

“Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan”(HR Bukhari Musim).

Rasulullah menyampaikan bahwa hendaknya kita makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Dari aspek kesehatan ini sangat berarti karena makan sebelum lapar menghindarkan kita dari sakit lambung dan berhenti sebelum kenyang akan membuat kita tidak berlebihan dalam makan. Menghindari makan sebelum kenyang membuat kita jauh dari sakit pencernaan. Untuk itu, makanlah sesuai waktu dan pola yang telah kita bentuk.

Makan Secukupnya, Tidak Berlebihan

Dari Aisyah RA, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti.”

Makan secukupnya artinya Rasul memilih makan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Perintah ini mengartikan bahwa kita harus menakar kebutuhan makan kita agar tidak terjadi penumpukan, tidak habis saat makan, dan menjadi sumber penyakit jika makanan yang dimakan tidaklah sehat atau terlalu banyak.

Di zaman sekarang ini, terkadang makanan bukan hanya untuk memenuhi rasa lapar namun terkadang menjadi kebutuhan harga diri, pamer, dan menjadi kebangaan jika harus makan untuk suatu yang mahal. Padahal, intinya makanan yang dibutuhkan manusia adalah sehat dan dapat memberikan gizi seimbang bagi tubuh manusia.

“Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Hadist ini menunjukkan bahwa hendaknya manusia benar-benar bisa mengisi perutnya dengan makanan, minuman, dan udara yang seimbang. Jika perut manusia penuh dengan makanan dan minuman semua, tentunya tidak ada ruang bernafas atau ruang udara dalam perut. Tentu tidak akan sehat, akan penuh sesak, dan menimbulkan penyakit bagi tubuh kita.

Tidak Makan Makanan yang Haram

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala.” (QS. Al Maidah: 3)

Tidak makan-makanan yang haram bukan hanya perilaku yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, melainkan telah menjadi ketetapan Allah yang tidak bisa berubah. Untuk itu, Allah memerintahkan manusia agar tidak makan dan minum sesuatu yang kharam. Alasan yang paling logis dan masuk akal adalah karena makanan haram memiliki kandungan yang tidak sehat dan membuat tubuh manusia menjadi rusak jika terus mengkonsumsi hal tersebut.

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, yang adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)” (QS Al Maidah : 90-91)

Sebagaimana makanan yang haram, minuman yang haram seperti khamr pun juga dilarang. Khamr adalah minuman memabukkan dan dapat merusak otak manusia. Untuk itu, jika dilakukan maka akan mengganggu sistem tubuh manusia.

Berpuasa

“Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu” (HR Bukhari)

Selain ada perintah puasa Ramadhan, terdapat juga sunnah Rasulullah lainya mengenai puasa. Puasa sunnah seperti puasa daud, puasa muharam, puasa senin dan kamis, dan lain sebagainya dapat kita lakukan. Selain karena menjadi ibadah dan pahala bagi kita, puasa juga merupakan proses detoks bagi kita. Dari proses tersebut maka akan keluar segala racun-racun dalam tubuh, timbunan lemak, dan juga zat-zat yang tidak sehat lainnya.

Mengenai puasa juga dapat mempelajari tentang : Hukum Puasa Muharram dan Dalilnya atau Hukum Puasa 1 Muharram dan Dalilnya, Keutamaan Puasa Muharam yang Luar Biasa, Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, dan Hikmah Puasa Daud Bagi Wanita dan Manfaatnya

Tidak Tidur Setelah Ashar dan Sebelum Magrib

“Aku heran dengan orang yang terbaring dan tidur sesudah ‘Ashar.” “Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”.

Rasulullah menyarankan agar kita tidak tidur setelah ashar dan sebelum magrib. Hal ini dikarenakan waktu-waktu tersebut adalah waktu produktif untuk tetap masih bisa bekerja. Sedangkan, akal atau otak juga masih bisa digunakan sebelum waktu beristirahat. Jika digunakan beristirahat, khawatir saat malam akan sulit tidur padahal justru istirahat yang baik adalah saat malam hari.

Bangun dan Shalat di Sepertiga Malam

“Wahai orang yang berselimut, bangunlah untuk melakukan shalat di malam hari.”
Perintah ini diberikan oleh Allah untuk kita bisa melaksanakan shalat di malam hari atau shalat qiyamulail atau shalat tahajud. Shalat seperti ini tentunya membuat kita akan lebih sehat karena bangun di lebih pagi, dan udara atau kondisi di waktu ini adalah waktu-waktu terbaik.

Olahraga dengan Berkuda, Memanah dan Berenang

“Ajarkan putera-puteramu berenang dan memanah”. (HR. Ath-Thahawi).
Rasulullah juga mengajarkan kita untuk berolahraga. Olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah adalah berkuda, memanah, dan berenang. Olahraga tentunya sangat dibutuhkan dan juga tubuh membutuhkan untuk mengeluarkan segala macam zat yang tidak dibutuhkan lewat olahraga.

Tidur Miring ke Kanan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidur seperti ini disarankan oleh Rasulullah karena dengan tidur berbaring ke kanan dapat memperlancar kerja jantung dan hati. Proses metabolisme tubuh dan juga detoksifikasi saat tidur akan lebih mudah jika dilakukan dengan berbaring ke sisi kanan badan.

Tidak Tidur Tengkurap

Untuk menjaga gaya hidup sehat pula, Rasulullah tidak tidur dengan tengkurap. Rasulullah tidak tidur dengan tengkurap karena tidur tengkurap dianggap seperti tidurnya setan dan membuat pernafasan tidaklah lancar. Padahal, tidur juga membutuhkan pernafasan yang baik serta proses metabolisme tubuh yang harus lancar.

“Andaikan aku tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan menyuruh mereka bersiwak (menyikat gigi) setiap kali berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk menjaga kesehatan gigi, Rasulullah juga mencontohkan untuk bersiwak dan menyikat gigi. Tentu saja hal ini akan membuat gigi kita lebih sehat dan bersih, serta segar. Kebersihan dan kesehatan gigi lebih terawat dan tidak akan banyak kuman yang terus menempel.

Bersuci dari Hadast

Allah dan Rasulullah juga telah memberikan informasi mengenai berhadast. Dalam fiqih islam segala najis harus dihapuskan dengan cara berhadast dan tidak meninggalkan sedikipun najis dalam tubuh atau pakaian kita. Untuk itu selama shalat 5kali dalam sehari, maka kita diperintahkan untuk terus bersuci, berwudhu bahkan bertayamum jika tidak ada air.

Islam sangat memerintahkan untuk menjaga kebersihan dan kesucian. Mereka yang tidak taat ini tentu saja akan menyesal, karena kebersihan dan kesehatan bermula dari perilaku kita dalam bersuci dan berhadast.

Menjaga Kebersihan diri dan Lingkungan

Agar pola hidup sehat didapatkan, maka menjaga kebersihan diri adalah kewajiban. Bukan hanya diri sendiri namun juga lingkungan kita. Sebagaimana Rasulullah yang tidak malas mandi, membersihkan tempat tidur, dan juga memperhatikan kesehatan di lingkungan tersdekatnya.

Memotong kuku dan Bulu-Bulu atau Rambut di Bagian Tubuh

“Waktu untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan hendaknya tidak melebihi 40 hari.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

Ayat ini menunjukkan bahwa hendaknya muslim dan muslimah memperhatikan hal ini dan bisa menerapkannya dalam keseharian. Bulu-bulu yang tumbuh tentunya tidak semuanya baik dan ada yang tidak sehat jika tidak pernah dicukur dan dibiarkan. Untuk itu, menjadi kewajiban bagi kita seorang muslim untuk terus rajin memotongnya.

Semoga hal-hal diatas dapat kita laksanakan, karena sunnah Rasulullah tersebut sesuai dengan  rukun islam, rukun iman, fungsi agama islam, dan Fungsi Al-quran Bagi Umat Manusia.



Kamis, 19 Maret 2020

Hidup Sehat Ala Rasulullah


Hidup Sehat Ala Rasulullah



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan peringatan hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabi'ul Awwal atau tepatnya jatuh pada 30 November di kalender masehi. Rasulullah adalah panutan dan teladan bagi umat Islam dalam seluruh aktivitas kehidupannya.

Karena Allah SWT juga sudah menjamin bahwa Nabi Muhammad adalah manusia yang memiliki akhlak paling mulia. Ada beberapa kebiasaan sehat yang selalu diterapkan oleh Nabi Muhammad, yang di masa kini juga didukung secara ilmiah. Berikut sembilan kebiasaan sehat ala Nabi Muhammad yang patut dicontoh umat Muslim:

- Bangun tidur di pagi hari lebih awal.

Nabi Muhammad selalu tidur di malam hari lebih awal dan bangun menjelang Adzan Subuh setiap hari. Bangun pagi lebih awal secara ilmiah ternyata berkaitan dengan produktivitas yang lebih baik. Di samping itu, bangun lebih pagi juga bermanfaat bagi kesehatan mental yang lebih baik secara umum. Bangun sepagi mungkin mungkin sulit untuk dilakukan.

Namun mulailah mencobanya secara perlahan. Meskipun, jika anda baru bangun 15 menit lebih awal, mulailah dengan memperbaiki kualitas hidup anda.

- Makan sedikit atau sekedarnya.

Pola makan yang dipraktikkan Nabi Muhammad terbukti secara ilmiah bisa mencegah timbulnya penyakit. Dalam konsep Islam, makanlah dengan seimbang yakni 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air atau cairan, dan 1/3 untuk bernafas. Adzab makan ala Rasulullah ini ternyata sesuai dengan konsep makan ala 'hara hachi bu' Jepang. Yang mana, konsep itu menyebutkan agar makan hanya hingga 80 persen merasa kenyang. Artinya, tidak makan berlebihan hingga kekenyangan.

- Makan tidak tergesa-gesa.

Tubuh manusia membutuhkan waktu 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang ke otak. Karena itu, makan dengan perlahan akan membantu anda untuk makan lebih sedikit dan memperbaiki pencernaan anda. Pola makan seperti ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah.

- Cara makan yang dipenuhi dengan niat, perhatian dan kesadaran atau menikmati makanan (Mindful eating).

Salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad, berbunyi "Berkumpullah ketika makan dan bacalah nama Allah, maka Allah akan memberkahi kalian dalam makanan itu." Saat ini, makan secara berjamaah dan menikmati hidangan terbukti mampu mengurangi stres, memperbaiki hubungan dan keharmonisan keluarga, serta membangun kebiasaan makan yang sehat di dalam anak-anak.

- Tidak minum dengan sekali habis dan tidak boleh bernapas di dalam gelas.

'Tidak minum air dalam satu kali napas, tetapi minumlah dalam dua atau tiga kali napas' adalah cara Rasulullah saat meminum air. Hari ini, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa ketika seseorang minum terlalu banyak air dalam waktu singkat, mereka bisa mengalami pusing atau sakit kepala. Hal itu diakibatkan karena ketidakseimbangan kadar elektrolit dalam darah. Minum secara perlahan membantu anda menyerap cairan dan mendapatkan manfaat paling banyak.

- Berpuasa. Bukti terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya makanan yang kita makan yang memiliki dampak besar pada kesehatan. Namun, juga pemilihan waktu makan dan pola makan kita. Puasa adalah praktik rutin yang dijalankan oleh Nabi Muhammad. Tak hanya selama bulan puasa Ramadhan. Namun, Rasulullah juga kerap berpuasa hingga adzan Maghrib berkumandang setiap hari Senin dan Kamis serta pada tanggal 13,14, dan 15 setiap bulannya.

Hal ini serupa dengan praktik puasa berselang, yang terbukti mampu menyeimbangkan kadar hormon, mencegah tekanan oksidatif, dan mengurangi keseluruhan peradangan. Karenanya, semakin sedikit makanan yang anda masukkan ke dalam tubuh anda, semakin sedikit hal ini fokus pada pencernaan. Juga, semakin banyak penyembuhan pada penyakit tertentu yang diidap tubuh.

- Konsumsi buah kurma. Buah kurma adalah makanan yang sempurna untuk ta'jil atau berbuka puasa. Buah ini terbukti memiliki kandungan yang mampu menstabilkan kadar gula darah, menyeimbangkan kadar elektrolit darah, dan membantu memulai sistem pencernaan saat persiapan memproses makanan. Nabi Muhammad juga menganjurkan kurma untuk dikonsumsi menjelang kelahiran. Karena kurma terbukti bisa meningkatkan produksi oksitosin di dalam tubuh dan mempercepat persalinan.

- Tetap aktif. Tiga dari lima rukun Islam mengharuskan kaum Muslim untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Do'a itu sendiri adalah bentuk latihan yang membutuhkan pergerakkan otot dan sendi tubuh anda. Kesehatan yang baik juga diperlukan jika anda hendak berpuasa atau melaksanakan ibadah haji.

Karena itu, Nabi Muhammad sangat menganjurkan dilakukannya latihan fisik dan memerintahkan para orang tua untuk mendorong aktivitas fisik bagi anak-anak mereka. Seperti halnya kegiatan berenang, menunggang kuda, dan memanah.



Kunci Hidup Sehat Menurut Rasulullah SAW


Kunci Hidup Sehat Menurut Rasulullah SAW


Suaramuslim.net – Rasulullah SAW adalah tauladan terbaik manusia dalam segala hal, termasuk dalam berpola hidup sehat. Apakah kunci hidup sehat menurut Rasulullah SAW? Berikut ulasannya.

Rasulullah SAW sangat jarang mengalami sakit meskipun mempunyai banyak aktivitas seperti berdakwah, beribadah, dan bahkan terjun langsung dalam peperangan, serta sering menghadapi hal-hal yang sangat menekan perasaan. Selama hidupnya, Rasulullah hanya sakit dua kali. Yaitu saat menerima wahyu pertama, ketika itu beliau mengalami ketakutan yang sangat sehingga menimbulkan demam hebat, dan yang satunya lagi menjelang beliau wafat. Saat itu beliau mengalami sakit yang cukup parah, hingga akhirnya wafat. Ada pula yang menyebutkan bahwa Rasulullah mengalami sakit lebih dari dua kali termasuk ketika sakit ditenung oleh seorang Yahudi dan diracun oleh seorang wanita Yahudi setelah perang Khaibar.

Mengapa Rasulullah jarang sakit? Pertanyaan yang sangat menarik untuk dikemukakan. Secara umum, Rasulullah jarang sakit karena mampu mencegah hal-hal yang berpotensi mendatangkan penyakit. Dengan kata lain, beliau sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan. Berikut ini adalah kebiasan Rasulullah  yang menjadikan beliau sangat sehat lahir batin.

Tidur Sehat Ala Rasul

Ajaran Islam sebagai ajaran yang menyeluruh, memberikan tuntunan di segala sisi kehidupan manusia, tidak terkeculai dalam hal tidur. Sebelum tidur biasakan membersihkan diri dengan berwudhu dan bersiwak (mengosok gigi).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Rasulullah selalu mengajak umatnya agar selalu bangun sebelum waktu Subuh serta melaksanakan shalat Subuh di masjid. Selain mendapat pahala, dengan berjalan ke masjid, kita akan menghirup udara pagi yang segar yang kaya kandungan oksigen. Karena itu orang yang suka bangun pagi dan menghirup udara pagi mempunyai paru-paru yang lebih kuat dan sehat.

Di samping itu, udara pagi dapat memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan. Keuntungan yang akan diperoleh adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan lapang dan mendapatkan kebaikan di dunia akhirat. Prinsipnya, cepat tidur dan cepat bangun. Beliau tidur di awal malam dan bangun pada pertenganhan malam kedua. Biasanya Rasulullah bangun dan bersiwak, lalu berwudhu dan shalat sampai waktu diizinkan Allah.

Penelitian yang dilakukan di Jepang dan di Amerika selama enam tahun dengan responden berusia 30 sampai dengan 120 tahun menyimpulkan bahwa orang yang biasa tidur lebih dari 8 jam sehari memiliki risiko kematian yang lebih cepat. Sangat berlawanan dengan mereka yang bisa tidur 6 – 7 jam sehari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur selepas isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.

Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata, “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur Rasulullah, niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh.”

Ibnu qayyim Al Jauziyyah dalam buku Metode Pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh ke arah kanan, sambil berzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Tekadang beliau memiringkan badannya ke sebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien.
Makan Sehat Ala Rasul

Allah berfirman dalam Al Quran Surat al A’raf ayat 31, “Hai anak Adam, kenakan pakaianmu yang indah disetiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang belebih-lebihan.”

Prinsip pertama makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik). Maksudnya selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup.

Prinsip kedua seimbang, sederhana dan tak berlebihan. Rasulullah bersabda, “Anak Adam tidak memenuhkan suatu tempat yang lebih jelek dari perutnya. Cukuplah bagi mereka beberapa suap yang dapat memfungsikan tubuhnya. Kalau tidak ditemukan jalan lain, maka (ia dapat mengisi perutnya) dengan sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk pernafasan.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Rasulullah melarang untuk makan lagi sesudah kenyang. “Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak pernah kekenyangan.” (HR Bukhari Musim).

Olahraga Sehat Ala Rasul

Rasulullah menganjurkan semua muslim berolahraga secara rutin sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan kesegaran jasmani. Sabda beliau: “Ajarilah anakmu (olahraga) berenang dan memanah.” (HR. Dailami).

Dalam keseharian, bila perjalanan jarak pendek, Rasullah selalu berjalan kaki, yaitu dari rumah ke masjid, dari masjid ke pasar dan dari pasar ke rumah-rumah sahabat. Bahkan beliau berjalan kaki ketika mengunjungi makam pahlawan di Baqi sekitar tiga kilometer dari pusat kota Madinah, baik pada waktu terik matahari maupun malam.

Beliau tidak suka hidup manja. Sebab ketika berjalan kaki keringat mengalir di sekujur badan, pori-pori kulit terbuka dan peredaran darah berjalan nomal sehingga terhindar dari penyakit jantung. Ingatlah mencegah itu lebih baik daripada mengobati.

Tidak Marah dan Tidak Iri Ala Rasulullah

Tidak marah dan tidak iri hati adalah sumber kesehatan. Tidak melakukan keduanya adalah bukti keimanan. Adanya keimanan dalam diri seseorang akan memiliki sikap hidup ikhlas dan sabar. Kedua sikap hidup tersebut merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan sabar. Kedua sikap itu merupakan kunci kebahagiaan. Hilangnya rasa ikhlas dan sabar akan menyebabkan penyakit yang kita kenal dengan sebutan stres. Apabila stres telah menghinggapi seseorang maka dia akan menjadi lemah yang akhirnya mudah terserang penyakit. (muf/smn)