Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Tampilkan postingan dengan label Tips Sajada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Sajada. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Maret 2019

Fakta Keajaiban Dalam Tubuh Manusia

Fakta Keajaiban Dalam Tubuh Manusia


1. Manusia kehilangan 45-60 helai rambut setiap hari, tetapi kerana manusia memiliki 125.000 helai rambut baru setiap hari kita sebagai manusia tidak menyadari hal tersebut.

2. Otak manusia mempunyai 10 milyar sel saraf, yang mempunyai kemampuan merekam lebih dari 86 juta bite  (lebih kurang 11juta huruf) / perhari atau jika dikalkulasikan memori manusia selama hidupnya mencapai 100 triliun bite  (sekitar 12,5 triliun huruf) Amazing!

 3. Sel darah merah di dalam manusia yang mempunyai masa hidup sekitar 4 bulan menempuh perjalanan sekitar 1.600 km di dalam tubuh kita selama masa hidupnya

 4. Rangkaian saraf otak manusia yang kini baru sebahagian dipetakan oleh ahli saraf, mempunyai daya kompleks 1400 kali lebih kompleks jika dibandingkan dengan rangkaian telepon saat ini

 5. Setiap inci persegi tubuh manusia dihuni rata-rata 32 juta bakteria sehingga bakteria yang ada di seluruh tubuh manusia mencapai 100 milyar bakteria atau 20 kali  berbanding dengan jumlah populasi manusia saat ini.

 6. Jantung setiap hari menghabiskan tenaga yang besarnya cukup untuk mengangkat beban seberat hampir 1 ton ke ketinggian 13 meter. Maka sebagai contoh, jantung manusia yang telah berumur 50 tahun telah melakukan kerja yang sama dengan mengangkat beban 18.000 ton ke ketinggian 230 km atau boleh dikatakan berat itu sendiri beberapa kali lebih berat berbanding muatan terberat yang pernah ditempatkan di orbit bumi, Subhanallah

 7. Pada saat anda berbaring tubuh anda menuntut agar anda menghirup udara sekitar 8 quart (1 quart = 0,9463 Liter) tiap menit. Jika anda bangun dari tidur (sit-up) = 16 quart, berjalan 24 quart, berlari 50 quart. Bayangkan berapa liter banyaknya oksigen yang telah kita hirup setiap hari, bagaimana jika seluruh penduduk dunia? Bagaimana jika dijual? Subhanallah

 8. Pada saat ini juga di otak anda setiap detiknya, kira-kira 100,000 reaksi kimia yang berlainan.

 9. Impuls saraf dari saraf ke saraf di dalam otak berkecepatan sampai 400km/jam

 10. Jika manusia melakukan aktivititas hubungan badan, setiap pasangan jika ditukar ke dalam tenaga elektrik dapat membangkitkan tenaga tidak kurang dari 3.000 watt yang cukup untuk menyalakan televisi, kulkas, Air Conditioner dan elektronik yang lain.

– sumber dari Buku Pintar karangan H.M. Iwan GayoSort

Senin, 18 Maret 2019

MENGHAFAL AL QURAN UNTUK KESEHATAN OTAK


MENGHAFAL AL QURAN UNTUK KESEHATAN OTAK


Al-Quran yang ada dalam hati menjadikan suatu zaman, zaman ini, zaman kita, atau zaman kapan pun, tak berjarak dari zaman Rasulullah Saw. Seorang mufassir dari kalangan tabiin dari Madinah, Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi (w. 108 H.) mengatakan: “Barangsiapa yang membaca Al-Quran maka seakan-akan telah melihat Nabi Saw.” Al-Quran yang dalam hati juga sebabkan hati tak berjarak dengan Allah Swt. Ia selalu ingar Allah (dzikir). Hati yang selalu berdzikir inilah hati yang sehat. Dia buta dari kebaikan dirinya. Dan buta dari keburukan orang selainnya. Orang yang hatinya demikian adalah orang yang seluruh tubuhnya sehat.

Dalam Al-Quran misalnya surah al-Nahl ayat 70, manusia, kendati diberikan usia yang panjang dan sehat sepanjang hayatnya, maka tetap akan kembali kepada pase usia Ardzal al-‘Umur. Atau, secara harfiyyah, artinya umur terhina. Yaitu usia pikun yang menyebabkan tak mengetahui lagi apa yang sebelumnya telah diketahuinya. Dalam surah al-Tin ayat 5 disebut Asfala Safilin. Yakni seriring dengan melemahnya fisik, melemah pula akalnya. Keadaanya menjadi kembali seperti bayi sebagaimana dijelaskan dalam surah Yasin ayat 68. Bukan karena sakit, tapi karena usianya yang sudah lanjut. Namun, orang yang hafal Al-Quran, akalnya tidak akan pikun. Ini menunjukan betapa sehatnya orang yang hafal Al-Quran. Yakni, dengan kata lain, jangankan sakit pada fisiknya, akalnya saja tak termakan usia.

Ibnu Abi Syaibah (w. 235 H.) dalam kitab al-Mushannaf nomor 29956 meriwayatkan dari gurunya yang bernama Abu Khalid al-Ahmar, dari gurunya yang bernama Abu Usamah, dari gurunya yang bernama al-Hakam bin Hisyam, dari gurunya yang bernama Abdul Malik bin ‘Umair. Dia berkata, bahwa ada yang mengatakan: “Orang yang paling kekal akalnya adalah para penghafal Al-Qur’an.”

Lalu, masih dalam al-Mushannaf nomor 29957, tapi kali ini Ibn Abi Syaibah (w. 235 H.) meriwayatkan dari gurunya yang bernama Abu al-Ahwash, dari gurunya yang bernama Ikrimah, murid sekaligus mantan budak Ibnu Abbas. Dia, yakni Ikrimah, berkata: “Barangsiapa yang membaca Al-Quran maka tidak akan dikembalikan kepada umur terhina (ardzalil umur).”

Menurut sebuah penelitian sebagaimana penulis mendengar langsung penjelasannya dari dr. A. M. Iqbal Basri, dokter spesialis saraf dan dosen FK Unhas Makassar saat bersama-sama menjadi narasumber pada Seminar Kesehatan di Unhas yang bertemakan Al-Quran sebagai Pondasi Kesehatan, “orang yang mendengarkan Al-Quran 15 menit secara rutin setiap hari kecerdasan otaknya akan meningkat.” Berarti otaknya sehat. Tampaknya inilah di antara rahmat yang diberikan Allah bagi yang mendengarkan Al-Qur’an dengan tekun dan memperhatikannya dengan saksama saat Al-Quran dibacakan kepadanya. Dalam surah al-A’raf ayat 204, proses mendengarkan Al-Quran yang meningkatkan kecerdasan otak dan mendatangkan rahmat disebut istima’ dan inshat.

Dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim, ketika membahas hal-hal yang meningkatkan hafalan, disebutkan bahwa membaca Al-Quran dapat meningkatkan hafalan. Bahkan dikatakan: “Tidak ada yang lebih meningkatkan hafalan selain membaca Al-Quran.” Kemudian disebutkan bahwa membaca Al-Quran sambil melihat tulisannya lebih utama karena ada keterangan yang dinisbatkan oleh pengarang kitab Ta’lim sebagai hadits. Yaitu Rasulullah Saw bersabda: “Sebesar-besar amal umatku adalah membaca Al-Quran dengan melihat tulisannya.” Dikisahkan, Syadad bin Hakim bermimpi melihat sebagian temannya lalu bertanya: “Apa yang paling bermanfaat bagimu?” Dia menjawab: “Membaca Al-Quran sambil melihat tulisannya.”

Penulis sering ditanya tentang wirid yang memudahkan menghafal Al-Quran. Jawaban penulis tidak pernah berubah. Hanya satu. Yaitu, wirid yang paling bermanfaat untuk menghafal Al-Quran adalah membaca Al-Quran itu sendiri. Bagaimana tidak sedang membaca Al-Quran dapat meningkatkan kecerdasan otak dan memudahkan hafalan-hafalan ilmu yang lain. Yakni, menghafal ilmu-ilmu yang lain menjadi mudah dan meningkat kekuatannya karena membaca Al-Quran. Sudah barang tentu ilmu yang paling dimudahkan oleh membaca Al-Quran adalah hafalan Al-Quran. Oleh karenanya, misalnya, jika ada orang mengatakan, harus baca wirid ini atau wirid itu sebanyak 10 kali atau 100 kali sebelum menghafal Al-Quran, maka menurut penulis lebih baik membaca ayat yang hendak dihafal sebanyak 10 kali atau 100 kali sebagai wiridnya. Tidak membaca wirid yang lain.

Jika penghafal Al-Quran masih bergantung kepada selain Al-Quran dalam proses menghafal Al-Quran maka akan menyebabkan kegiatan menghafal Al-Quran tidak terasa nikmat melainkan serasa obat yang sangat pahit yang tidak bisa menghindar kecuali harus ditelan. Bahkan bisa jadi terus menerus bertahan dalam rasa itu seperti orang sakit yang ketergantungan kepada obat. Menyetop obat sama dengan mengundang kematian, tapi bertahan dengan obat berarti selamanya menelan pahit. Menghafal Al-Quran yang seperti ini biasanya membuat kepala pusing dan badan panas, sama seperti menghafal teks-teks yang bukan Al-Quran. Adakalanya pula fisik tidak kuat lalu jatuh sakit. Karena over dosis ayat atau efek samping obat ayat.

Silahkan saja menghafal Al-Quran dengan model ini. Asalkan kuat bertahan sampai Allah memberikan kesembuhan pada hafalannya. Tapi, resikonya, tidak akan merasakan nikmatnya menghafal dan perlu waktu yang cukup lama. Untuk merasakan kenikmatannya harus mencari bacaan lain seperti nasehat-nasehat para ulama tentang menghafal Al-Qur’an, buku-buku menghafal Al-Quran, membaca status-status para motivator tahfizh terkemuka di akun-akun media sosial mereka, atau mengikuti pelatihan dan seminar menghafal Al-Quran. Itu pun tak bisa bertahan lama. Bahkan adalakanya kenikmatannya hanya hadir ketika atau beberapa saat setelah mendengarkannya atau membacanya. Lalu, ketika kembali memulai mengafal, maka pahit lagi. Mungkin tulisan saya ini bisa dibaca berulang-ulang untuk dapat mersakan nikmatnya menghafal Al-Quran terus menerus.

Jika penghafal Al-Quran sudah tak bergantung kepada selain Al-Quran dalam proses menghafalnya maka kegiatan menghafal Al-Quran akan terasa sangat nikmat dan menyenangkan. Bahkan lebih nikmat dari hafalnya. Tak perlu motivasi dari nasehat-nasehat, buku-buku, dan status-status motivator di akun media sosial untuk bisa tetap dan bertambah semangat. Karena ayat yang sedang dihafalnya lebih memotivasi dari segala motivasi. Ia lebih menyentuh hati dibanding kata-kata bijak terindah siapapun. Tak perlu lagi lirik lagu dan irama musik. Karena daya tarik hafalannya lebih dari itu. Sekali melihatnya langsung hafal karena penuh kesan pada pandangan pertama. Semakin jauh hafalannya semakin mudah karena hafalan lama selalu menyinari hafalan barunya. Hafalan baru tidak putus hubungan dengan hafalan lama. Bahkan murojaah hafalan lama jadi wirid bagi hafalan baru.

Tidak akan resah, gelisah, dan galau. Justru dapat menolak galau. Tidak akan pusing, panas, atau jatuh sakit. Apalagi dikalahkan rasa malas. Tapi justru menyehatkan dan memeberi semangat. Juga memudahkan menghafalkan ilmu-ilmu yang lain. Badan yang lelah setelah seharian bekerja pun misalnya menjadi segar dan rileks kembali dengan menghafal Al-Quran yang memakai model ini. Mungkin, singkatnya, hanya dua hal yang harus dilakukan agar menghafal Al-Quran terasa nikmat. Yaitu:

1. Faham Keayatan Ayat

Yang dimaksud faham di sini bukan faham terhadap maknanya, terjemahnya, atau tafsirnya. Karena yang tahu dan faham maknanya tak menjamin bisa merasakan nikmatnya menghafal Al-Quran. Kalau faham kepada maknanya menjamin merasakan nikmatnya menghafal Al-Quran maka semua lulusan pesantren atau sarjana-sarjana syariah dan tafsir akan hafal Al-Quran semua. Tapi faktanya tidak. Bahkan sangat sedikit sekali para pengkaji makna Al-Quran yang hafal Al-Quran. Bisa jadi malah dokter atau orang awam yang belum mengerti maknanya hafal.

Yang dimaksud faham adalah benar-benar mengerti bahwa yang sedang dibaca dan dihafalkannya adalah betul-betul firman Allah. Yakin. Sampai mengerti bahwa ayat-ayat yang sedang dihafal adalah satu-satunya alasan kebahagiaan dan keselamatannya di dunia dan akhirat. Inilah yang penulis maksud dengan faham keayatan ayat. Setiap kali membaca ayat, hatinya bergetar. Yang bertambah duluan adalah imannya sebelum hafalannya. Dia sangat mengerti dan merasakan bahwa yang sedang dikumpulkannya dalam hati adalah yang apabila diturunkan kepada gunung maka gunung akan khusyuk dan terbelah karena takut kepada Allah.

2. Menghemat Ayat

Yakni sedikit-sedikit. Pelan-pelan. Tidak tergesa-gesa. Tidak langsung tancap gas. Hilangkan keinginan hafal banyak. Tapi kuatkan keimanan kepada yang sedang dihafal. Walau satu ayat. Atau setengah ayat. Tidak apa-apa. Bahkan, berdasarkan penelitian ilmiah, menghafal selama 30 menit lebih baik hasilnya dari mengafal selama 1 jam. Bukankah hafal satu ayat dengan iman lebih berarti dari pada hafal seluruh ayat tanpa iman. Dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim disebutkan: “Hafal dua huruf lebih baik dari membaca dua muatan unta, dan faham dua huruf lebih baik dari hafal dua muatan unta.” Tentu mengimani dua huruf lebih baik dari memahami dua muatan unta.

Jika mencari ayat dalam Al-Quran tentang metode menghafal Al-Quran maka hanya akan ditemukan satu metode saja. Yaitu “jangan tergesa-gesa.” Hanya itu. Tidak ada cara yang lain. Karena inilah cara menghafal para nabi dan kemudian para ulama pewaris para nabi. Mungkin kita mengira cara ini akan menyebabkan menghafal Al-Quran jadi lama. Ini salah. Justru menghafal dengan cara ini menjadikan cepat hafal. Sebaliknya, menghafal dengan tidak menghemat ayat, dibanyak-banyakin, dan biburu-buruin akan menyebabkan menghafal semakin lama.

Juga perlu diketahui lebih mendalam bahwa hafalan Al-Quran itu beda dengan hafalan-hafalan yang lain. Jika hafalan-hafalan lain membutuhkan otak maka hafalan Al-Quran dibutuhkan otak. Jika ilmu-ilmu adalah buku-buku yang disimpan di rak-rak perpustakaan maka hafalan Al-Quran bukanlah salah satu buku di rak-rak itu. Melainkan cahaya di perpustakaan itu yang menyebabkan semua buku terbaca. Jika hafalan Al-Quran disusun di rak-rak perpustakaan bersama buku-buku yang lain maka menjadi sama saja dengan yang lain. Ketahui perbedaan itu. Sehingga kegiatan menghafal Al-Quran menjadi sebuah kegiatan meningkatkan kecerdasan otak dan kesehatan seluruh tubuh, lahir dan batin.

Wallahu A’lam
Makassar, 2 Desember 2017
Seminar Kesehatan Fakultas Kedokteran Unhas: Al-Quran sebagai Pondasi Kesehatan.
Oleh: Deden Muhammad Makhyaruddin


Kekuatan penyembuhan dengan Al Quran berdasarkan penelitian ilmiah


Kekuatan penyembuhan dengan Al Quran berdasarkan penelitian ilmiah



(Arrahmah.com) – Ada banyak penyakit setiap hari yang sembuh dengan membaca Al-Quran. Kita tidak dapat membantah hal itu karena kesembuhan memang terjadi. Hal itu terjadi pada saya (Abduldaem Al-Kaheel – penyusun artikel) ketika saya membaca ayat-ayat tertentu untuk khusus penyakit dan penyakit itu sembuh!  (atas izin Allah).

Penyembuhan dengan Al-Quran adalah isu yang kritis yang tidak banyak ada studi atau penelitian tentangnya, jadi saya rasa untuk memulai perjalanan ini dan memohon kepada Allah untuk membimbing saya, memberikan saya ilmu yang bermanfaat, menunjukkan kepada saya kebenaran dan menolong saya untuk melakukannya, dan menunjukkan kepada saya kesalahan dan menolong saya untuk menjauhinya. Salah satu buah terpenting dari penelitian ini, yang berlangsung selama bertahun-tahun, yaitu bahwa saya datang dengan hasil yang penting: Allah telah menempatkan dalam setiap ayat Al-Quran sebuah kekuatan penyembuhan untuk penyakit tertentu jika ayat ini dibaca dalam jumlah tertentu berkali-kali.

Permulaan

Ketika kita merenungkan alam semesta di sekeliling kita, kita melihat bahwa setiap atom bergetar dalam frekuensi tertentu, apakah atom ini bagian dari logam, air, sel atau apapun. Sehingga setiap benda di dalam alam semesta ini bergetar, hal ini memberikan fakta ilmiah.
Struktur dasar alam semesta ini adalah atom, dan struktur dasar tubuh kita adalah sel; setiap sel terbuat dari milyaran atom dan setiap atom terbuat dari nukleus positif dan elektron negatif yang berotasi di sekitarnya; karena rotasi ini sebuah medan elektromagnetik dihasilkan serupa dengan medan-medan yang dihasilkan oleh sebuah mesin.

atom

Gambar 1: Atom adalah struktur dasar di dalam alam semesta ini dan di dalam tubuh kita; ini terus-menerus bergetar, yang artinya setiap benda bergetar sesuai degan sebuah sistem yang teliti.

Rahasia yang membuat otak kita berpikir adalah sebuah program akurat yang ada dalam sel-sel otak; program yang berada di dalam setiap sel ini mengerjakan tugasnya dengan teliti; kerusakan sekecil apapun dalam pekerjaannya akan menyebabkan ketidakseimbangan dan penyakit di beberapa bagian tubuh; pengobatan terbaik untuk ketidakseimbangan ini adalah dengan mengembalikan keseimbangan pada tubuh. Para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel tubuh dipengaruhi oleh berbagai getaran seperti gelombang cahaya, gelombang radio, gelombang suara, dll. Tetapi apa itu suara?

Gambar 2: Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini bisa menimbulkan penyakit pada beberapa bagian tubuh. Itulah mengapa sel-sel yang rusak harus digetarkan untuk mengembalikan keseimbangannya.

Kita tahu bahwa suara terbuat dari gelombang atau getaran yang bergerak di udara pada sekitar 340m/detik. Setiap suara memiliki frekuensinya sendiri, dan manusia bisa mendengar dari frekuensi 20 per detik hingga frekuensi 20000 per detik (1).

Gelombang-gelombang ini menyebar di udara dan kemudian ditangkap oleh telinga, kemudian berubah menjadi sinyal elektrik dan bergerak melalui saraf suara menuju kulit accoustic bark pada otak; sel-sel terkait dengan gelombang-gelombang tersebut dan bergerak ke dalam berbagai bagian otak, terutama di bagian depan; semua bagian ini bekerja sama sesuai dengan sinyal-sinyal tersebut dan menerjemahkan mereka ke dalam bahasa yang dipahami oleh manusia. Dengan demikian, otak menganalisa sinyal-sinyal tersebut dan memberikan perintah-perintahnya ke berbagai bagian tubuh untuk terhubung dengan sinyal-sinyal itu.

Gambar 3: Suara terdiri dari getaran mekanik yang mencapai telinga kemudian sel-sel otak yang terhubung dengan getaran-getaran itu dan mengubah getaran-getarannya sendiri; itulah mengapa suara dianggap sebuah kekuatan penyembuhan yang efektif, tergantung pada sifat suara dan frekuensinya. Kita temukan kekuatan penyembuhan itu di dalam Al-Quran karena ini adalah kitab Allah.

Dari sini muncul terapi suara; suara tersebut adalah sebuah getaran, sel-sel tubuh bergetar, kemudian suara tersebut mempengaruhi sel-sel tubuh. Ini adalah hal yang ditemukan oleh para pengamat baru-baru ini.

Di universitas Washington pada abad dua puluh satu belakangan ini, para ilmuwan menemukan bahwa tugas sebuah sel otak tidak hanya mentransfer informasi, setiap sel adalah sebuah komputer kecil yang bekerja mengumpulkan informasi, memprosesnya, dan memberikan perintah terus-menerus siang-malam 24 jam.

Ellen Covey, seorang peneliti di Washington University, mengatakan bawa ini adalah pertama kalinya kita menyadarai bahwa otak tidak bekerja sebagai komputer yang besar, tetapi otak berisi sejumlah besar komputer yang bekerja dengan cara kooperatif, ada sebuah komputer kecil dalam setiap sel, dan ada komputer-komputer yang dipengaruhi oleh getaran di sekitarnya, terutama suara (2).

Gambar 3: Eksperimen (percobaan) menunjukkan bahwa di dalam setiap sel di dalam otak ada sebuah komputer yang Allah tanamkan padanya sebuah program akurat yang mengarahkan sel dan mengontrol kerjanya. Itu juga menunjukkan bahwa suara mempengaruhi sel tersebut; gambar di atas adalah gambar sel yang terkena pengaruh oleh sebuah suara dan medan elektromagetik yang terbentuk di sekitarnya.

Dengan begitu, kita bisa mengatakan bahwa sel-sel di setiap bagian tubuh bergetar dalam frekuensi tertetu, dan membentuk sebuah sistem yang rumit dan terkoordinasi yang terpengaruh oleh setiap suara di sekitarnya. Sehingga, setiap penyakit yang melanda semua bagian tubuh akan menyebabkan sebuah perubahan dalam getaran pada bagian sel ini dan oleh karena itu menyebabkannya menyimpang dari sistem tubuh yang umum yang mempegaruhi seluruh tubuh. Inilah mengapa, ketika tubuh ini terkena suara tertentu, suara ini mempengaruhi sistem getaran tubuh dan terutama pada bagian yang tidak beraturan; bagian ini akan merespon suara tertentu untuk mengembalikan sistem getaran asli, atau dengan kata lain untuk mengembalikan kondisi kesehatannya. Para ilmuwan menemukan hasil ini belum lama ini. Bagaimana kisah ilmiah ilmu pengetahuan (terapi suara) ini?

Cerita tentang terapi suara

Alfred Tomatis, seorang dokter Perancis, membuat eksperimen selama lima puluh tahun mengenai indera manusia dan muncul dengan hasil bahwa indera pendengaran adalah indera yang paling penting! Dia menemukan bahwa telinga mengontrol seluruh tubuh, mengatur operasi-operasi vitalnya dan keseimbangan serta koordinasi gerakan-gerakannya ia juga menemukan bahwa telinga mengontrol susunan saraf!

Selama eskperimennya, ia menemukan bahwa saraf pendengaran terhubung dengan seluruh otot tubuh dan ini adalah alasan mengapa keseimbangan dan fleksibilitas tubuh serta indera penglihatan itu terpengaruh oleh suara. Telinga dalam terhubung dengan seluruh bagian tubuh seperti jantung, paru-paru, hati, perut dan usus; hal ini menjelaskan mengapa frekuensi suara mempengaruhi seluruh tubuh (3).

Pada 1960, ilmuwan Swiss Hans Jenny menemukan bahwa suara mempengaruhi berbagai material dan memperbarui partikular-partikularnya, dan bahwa setiap sel tubuh memiliki suaranya sendiri dan akan terpengaruh oleh pembaruan suara serta material di dalamnya (4). Pada 1974, para peneliti Fabien Maman dan Sternheimer mengumumkan penemuan yang sangat mengejutkan; Mereka menemukan bahwa setiap bagian dari tubuh memiliki sistem getaran sendiri, sesuai dengan hukum fisika. Beberapa tahun kemudian, Fabien dan Grimal, peneliti lainnya, menemukan bahwa suara mempengaruhi sel-sel terutama sel-sel kanker, dan bahwa suara-suara tertentu memiliki pengaruh yag kuat; hal yang ajaib yang ditemukan oleh kedua peneliti tersebut adalah suara yang memiliki efek yang paling kuat terhadap sel-sel tubuh adalah suara manusia itu sendiri!!

Gambar 4: Suara bergerak dari telinga ke otak dan mempengaruhi sel-sel otak; para ilmuwan baru-baru ini menemukan bahwa suara memiliki kekuatan penyembuh yang ajaib dan efek yang menakjubkan dari sel-sel otak yang mengembalikan keseimbangan ke seluruh tubuh! Membaca Al-Quran memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap sel-sel otak dan mampu mengembalikan keseimbangannya; otak adalah organ yang mengontrol tubuh dan dari sini perintah-perintah dikirim kepada seluruh organ tubuh terutama sistem kekebalan tubuh.

Fabien, seorang ilmuwan sekaligus musisi, menempatkan sel-sel dari tubuh yang sehat dan mengenakannya kepada berbagai suara; Dia menemukan bahwa setiap not skala musik mempengaruhi medan elektromagnetik dari sel tersebut; ketika memotret sel ini dengan kamera Kirlian, ia menemukan bahwa bentuk dan nilai medan elektormagnetik dari sel itu berubah sesuai frekuensi suara dan tipe suara pembaca.

Kemudian ia melakukan eksperimen lainnya dengan mengambil setetes darah dari salah satu pasein; dan kemudian memonitor tetesan darah tersebut dengan kamera Kirlian dan meminta pasien itu untuk mengeluarkan berbagai nada. Dia menemukan, setelah memproses gambarnya, bahwa nada tertentu dalam tetesan darah itu mengubah medan elektromagnetiknya dan sepenuhnya bergetar merespon pemiliknya. Dia kemudian menyimpulkan bahwa ada nada-nada tertentu yang mempengaruhi sel-sel tubuh dan membuatnya lebih vital dan aktif, bahkan memperbaharuinya. Dia muncul dengan hasil yang penting bahwa suara manusia memiliki pengaruh kuat dan unik terhadap sel-sel tubuh; pengaruh ini tidak ditemukan pada instrumen lainnya. Peneliti ini mengatakan secara harfiah:

“Suara manusia memiliki dering khusus yang membuatnya menjadi alat pengobatan yang paling kuat (5). Fabien menemukan bahwa beberapa suara dengan mudah menghancurkan sel kanker, dan pada saat yang sama mengaktifkan sel sehat. Suara mempengaruhi sel darah manusia yang mentransfer frekuensi suara ini ke seluruh tubuh melalui peredaran darah.”

Gambar 5: Sebuah sel kanker hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja!! Itulah mengapa membaca Al-Quran memiliki dampak hebat dalam perawatan kanker paling berbahaya sekalipun dan penyakit-penyakit yang menurut medis tidak dapat disembuhkan!
Tetapi apakah pengaruh ini terbatas hanya untuk sel-sel tubuh? Jelaslah bahwa suara mempengaruhi apapun di sekitar kita. Inilah yang Masaru Emoto, seorang ilmuwan Jepang, buktikan dalam eksperimennya terhadap air; Dia menemukan bahwa medan elektromagnetik pada molekul-molekul air sangat terpengaruh oleh suara, dan bahwa ada nada-nada tertentu yang berpengaruh pada molekul-molekul ini dan membuatnya menjadi lebih teratur. Jika kita mengingat bahwa tubuh manusia 70 persennya terdiri dari air, maka suara yang manusia dengar mempengaruhi keteraturan pada molekul-molekul air di dalam sel-sel dan dengan cara ini molekul-molekul itu bergetar.

Gambar 7: Bentuk molekul-molekul air berubah ketika terkena suara; dengan demikian, suara sangat mempengaruhi air yang kita minum. Jika kita membacakan ayat-ayat Al-Quran pada air, sifat-sifatnya akan berubah dan akan membawa pengaruh ayat-ayat Al-Quran ke setiap sel di dalam tubuh, menyebabkannya dapat menyembuhkan! (insya Allah). Pada gambar di atas, kita melihat sebuah molekul air yang beku; medan elektromagnetik di sekitar molekul ini berubah secara kontinyu akibat efek suara.

Bagaimana ayat-ayat Al-Quran bisa menyembuhkan?

Sekarang, mari menanyakan pertanyaan penting: apa yang terjadi di dalam sel-sel tubuh dan bagaimana suara menyembuhkan? Bagaimana suara ini mempengaruhi sel-sel yang rusak dan mengembalikan keseimbangannya? Dengan kata lain, bagaimana mekanisme penyembuhannya?

Para dokter terus mencari cara untuk menghancurkan beberapa virus; jika kita memikirkan tentang mekanisme virus ini, apa yang membuatnya bergerak dan menemukan jalannya kepada sel? Siapa yang memberikan virus itu informasi yang tersimpan di dalam, yang memungkinkannya untuk menyerang sel-sel dan berkembang biak di dalamnya? Apa yang menggerakkan sel-sel itu melawan virus ini untuk menghancurkannya sementara berdiri tak berdaya di depan virus lainnya?

Gambar 8: Virus dan kuman juga bergetar dan sangat terpengaruh oleh getaran suara terutama suara lantunan ayat-ayat Al-Quran, suara ini menghentikan virus dan kuman dan pada saat yang sama meningkatkan aktifitas sel-sel sehat dan membangkitkan program yang terganggu yang berada di dalam untuk menjadi siap melawan virus dan kuman.

Lantunan ayat suci Al-Quran menciptakan sekelompok frekuensi yang mencapai telinga kemudian bergerak ke sel-sel otak dan mempengaruhinya melalui medan-medan elektromagnetik frekuensi ini yang dihasilkan dalam sel-sel ini. Sel-sel itu akan merespon medan-medan tersebut dan memodifikasi getaran-getarannya, perubahan pada getaran ini adalah apa yang kita rasakan dan pahami setelah mengalami dan mengulang.

Ini adalah sistem alami yang Allah ciptakan pada sel-sel otak, ini adalah sistem keseimbangan alami; ini adalah apa yang Allah firmankan kepada kita di dalam Kitab Suci Al-Quran:

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama [Allah]; [tetaplah atas] fithrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. [Itulah] agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Ar-Rum: 30)

Gambar 9: Gambar di atas adalah gambaran nyata sebuah sel darah yang terkena suara dan mulai mengubah medan elektromagnetik di sekitarnya; suara lantutan ayat suci Al-Quran mengubah informasi sel ini, membawa dan membuatnya lebih mampu melawan virus dan kerusakan yang diakibatkan oleh penyakit-penyakit ganas.

Ayat-ayat mana yang dapat menjadi terapi penyembuhan?

Setiap ayat Al-Quran memiliki kekuatan penyembuh yang luar biasa (atas izin Allah) untuk penyakit-penyakit tertentu; di antara surat yang biasanya dilantunkan untuk meruqyah adalah Al-Fatiha, ayat Kursi (ayat ke-255 di surat Al-Baqarah), dua ayat terakhir surat Al-Baqarah (285-286), dan tiga surat terakhir dalam Al-Quran (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) sebagaimana yang diberitahukan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Tetapi, pada dasarnya semua ayat Al-Quran dapat menjadi terapi penyembuhan dan pencegahan dari berbagai penyakit, insya Allah.

Nabi paling mulia shalallahu ‘alaihi wa sallam setiap hari membiasakan diri membaca ayat-ayat dan doa serta dzikir lainnya –selain mengkonsumsi makanan dan minuman alami yang sehat dengan adab-adab makan yang sehat- untuk perlindungan dari berbagai penyakit, baik fisik maupun psikis. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam berdoa kepada Allah untuk melindunginya dari gangguan setan, termasuk dari berbagai penyakit.

Pengobatan dengan ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam terbukti secara medis dapat menyembuhkan dari berbagai penyakit, apakah itu penyakit psikologis ataupun penyakit fisik (rohani ataupun jasmani), insya Allah.

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang dzalim selain kerugian.” (Al-Isra’: 82)

Sumber:
Frekuensi suara diukur dengan satuan Hertz, yang berarti pengukuran satu getaran setiap satu detik; frekuensi suara ini berbeda dari satu orang dengan orang lainnya dan berdasarkan apa yang dikatakan oleh manusia.
Joel Schwarz, How little gray cells process sound: they’re really a series of computers, University ofWashington, Nov. 21, 1997.
Tomatis Alfred, The Conscious Ear, Station Hill Press, New York, 1991.
Jenny Hans, Cymatics, Basilius Presse AG, Basel, 1974.
Maman Fabien, The Role of Music in the Twenty-First Century, Tama-Do Press, California, 1997.
Emoto Masaru. The Message from Water,HADO Kyoikusha. Tokyo, 1999.
Keys Laurel Elizabeth, Toning the Creative Power of the Voice, DeVorss and Co. California, 1973.
Simon Heather, The Healing Power of Sound, www.positivehealth.com.
Kara Gavin, University of Michigan researchers publish new findings on the brain’s response to costly mistakes, University of Michigan, April 12, 2006.
Brain Scans as Lie Detectors: Ready for Court Use?, Malcolm Ritter, www.livescience.com, 29 January 2006.
Carl T. Hall, Chronicle Science Writer, Fib detector Study shows brain scan detects patterns of neural activity when someone lies, www.sfgate.com, November 26, 2001.
Diterjemahkan dari www.kaheel7.com dengan sedikit editan dan tambahan penerjemah.

(siraaj/arrahmah.com)
Oleh Siraaj  Pada 21/03/2013 11:22


Selasa, 12 Maret 2019

Metode dan Cara Menghafal AlQuran Dengan Cepat Mudah dan Lancar


Metode dan Cara Menghafal AlQuran Dengan Cepat Mudah dan Lancar



Cara Menghafal Al-Qur’an – Menghafal Al-Qur’an adalah impian semua orang yang memahami keutamaan bagi orang-orang yang menghafal Al-Qur’an. Dan menghafal Al-Qur’an itu, karena Allah sendiri yang mengatakan bahwa Al-Qur’an itu mudah. Ini berlaku bagi siapa pun, termasuk anda.

Meskipun Allah telah menjamin bahwa menghafal Al-Qur’an itu mudah, nyatanya banyak juga orang yang sangat sulit untuk menghafal Al-Qur’an. Bahkan untuk mengahfal satu ayat saja, mereka membutuhkan waktu yang sangat lama, dan setelah hafal juga cepat lupa.

Nah, bagi anda yang merasa termasuk salah dari mereka yang kesulitan menghafal Al-Qur’an, bergembiralah karena pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan dengan rinci cara menghafal Al-Qur’an dengan sangat mudah. Dengan mempraktekkan poin-poin pada tulisan ini, anda akan bisa menghafal Al-Qur’an 30 juz dengan cepat dan mudah.

Cara Menghafal Al-Qur’an Dengan Mudah dan Cepat

cara menghafal alquran

Saat anda menghafal Al-Qur’an dan merasa kesulitan mengahafal ayat demi ayat, ketahuilah bahwa bukan ayatnya yang susah, tapi mungkin cara anda menghafal yang mesti dirubah. Tidak ada ayat yang sulit, ini telah diterangkan langsung oleh Allah dalam Al-Qur’an bahwa Al-Qur’an itu mudah.

Berikut ini beberapa cara mengahfal Al-Qur’an dengan mudah, cepat dan lancar:

1. Niat Ikhlas Karena Allah

cara cepat menghafal al quran
Sumber: pinterest.com
Sebelum memulai menghafal Al-Qur’an, niat harus menjadi perhatian utama. Untuk apa anda menghafal Al-Qur’an? Apakah anda menghafal Al-Qur’an karena ingin dikatakan Hafizh? ataukah anda ingin menghafal Al-Qur’an agar bisa mendapatkan pekerjaan atau melanjutkan pendidikan dengan mudah? Apakah anda ingin mengahafal Al-Qur’an semata-mata untuk menyenangkan hati orangtua?

Bila niat anda menghafal Al-Qur’an karena hal-hal tersebut, maka sangat wajar bila anda merasakan kesulitan dalam menghafal. Dalam menghafal Al-Qur’an, niat harus benar-benar murni karena ingin mendapatkan ridho Allah Ta’ala. Ada pun nikmat dunia, insya Allah akan berikan kepada para penghafal Al-Qur’an.

Kemudian bila anda merasa telah ikhlas semata karena anda menghafal, lalu masih merasa kesulitan, bersabarlah. Mungkin beberapa waktu kemudian anda akan benar-benar merasakan kemudahan dalam menghafal, atau Allah menghendaki pahala yang banyak kepada Anda dengan terus mengulangi ayat demi ayat Al-Qur’an.

2. Mulai Dari Sekarang

cara menghafal cepat al quran

Kalau anda tidak segera mulai menghafal, kapan anda dapat menyelesaikan hafalan tiga juz. Tidak perlu menunggu momen yang tepat. Mulailah menghafal sedikit demi sedikit dari sekarang. Menunda-nunda waktu akan membuat semangat anda untuk khatam 30 juz perlahan akan luntur.

3. Menghafal Dari Satu Cetakan Mushaf

cara menghafal alquran

Menghafal Al-Qur’an dari cetakan yang sama akan sangat berpengaruh pada kecepatan menghafal anda. Hafalan akan lebih mudah lengket dalam memori anda, bila mushaf yang anda gunakan dari satu cetakan yang sama. Sangat tidak disarankan bergonta-ganti mushaf dalam menghafal, karena sangat mempengaruhi kecepatan hafalan, maupun kekuatan hafalan.

elain Cetakan yang sama, gunakan Al-Qur’an yang lebih mudah anda baca. Anda bisa membeli Al-Qur’an dari cetakan-cetakan yang terkenal lalu konsisten menggunakan mushaf tersebut, baik saat masih menghafal maupun setelah anda selesai menghafal dan mulai masuk apda tahap murojaah.

3. Baca Berulang-Ulang

cara menghafal quran

Tidak orang yang bisa menghafal banyak ayat-ayat Al-Qur’an bila malas membaca dan mengulang-ulang ayat tersebut. Ketahuilah mereka yang terkenal cepat hafalannya, kesungguhannya mengulang-ulang ayat yang mereka hafal itulah kuncinya. Semakin sering anda mengulangi satu ayat, akan lebih mudah ayat tersebut lengket diingatan anda.

4. Menyetorkan Hafalan Dihadapan Qori Yang Lebih Mahir

cara mudah menghafal alquran

Berapa pun ayat yang anda hafal, setorkan kepada orang yang bacaannya bagus dan faham ilmu tajwid. seperti imam-imam masjid, guru tahfiz, guru ngaji di mana pun. Usahakan menyetorkan hafalan Al-Qur’an minimal satu kali setiap hari. Agar anda bisa lebih cepat menyelesaikan hafalan tiga puluh juz sempurna, disiplinlah dalam menyetorkan hafalan, jangan lewat satu hari tanpa menyetorkan hafalan.

Untuk menyetor hafalan Al-Qur’an, tidak mesti menunggu sampai satu lembar atau satu halaman baru menyetorkannya. Kalau dalam satu hari cuma bisa hafal satu ayat, setorkan yang telah anda dapat hafal hari itu. Dengan menyetorkan hafalan, motivasi untuk menambah hafalan baru akan lebih meningkat.

cara-menghafal-al-quran

Setorkan hafalan anda pada orang yang memang bacaannya bagus dan faham ilmu tajwid. Jangan setorkan hafalan kepada orang yang bacaannya tidak baik, apalagi kalau dia tidak faham ilmu tajwid. Ini akan sangat berpengaruh pada bagus tidaknya hafalan anda. Bila anda menyetorkan hafalan kepada orang yang tidak ahli, boleh jadi dia melewatkan kesalahan yang anda lakukan dalam menghafal, dan anda pun tetap dalam kesalahan tersebut.

5. Menghafal Pada Waktu Terbaik untuk Menghafal

cara menghafal alquran dengan mudah
Secara umum, waktu terbaik untuk menghafal adalah sebelum dan setelah fajar. Pada waktu ini, otak masih segar dan keadaan juga tenang, sehingga hafalan akan lebih cepat masuk saat menghafal pada waktu-waktu tersebut.

Bukan berarti anda hanya menghafal pada itu saja, karena sebagian orang merasa hafalannya lebih mudah masuk pada waktu dhuha, yang lain mengatakan lebih suka menghafal setelah zuhur, sebagian mengatakan hafalannya lebih cepat masuk setelah asar, atau magrib, atau setelah isya. Setiap orang memang memiliki perbedaan dalam hal ini.

6. Tidak Menghafal banyak sekaligus

cara mudah menghafal quran
Sumber: isalmicwisdom.net
Saat baru mulai menghafal, jangan paksakan diri anda menghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang banyak sekaligus. menghafal sedikit demi sedikit secara konsisten jauh lebih baik.
Anda boleh-boleh saja menghafal dan menyetorkan hafalan setiap hari dengan jumlah yang banyak, misal seperempat juz, namun hal itu harus diimbangi dengan waktu murojaah yang lebih banyak pula. Hal ini untuk tetap menjaga kekokohan hafalan anda.

7. Mengutamakan Durasi

cara mudah menghafal al quran
Komitmenlah pada durasi waktu anda mengahfal, bukan pada jumlah ayat yang harus anda hafal. Bila anda biasanya menghafal selama dua jam setiap hari, komitmenlah dengan dua jam tersebut. Berapa ayat pun yang anda hafal, yang terpenting anda harus mengahfal selama dua jam.

8. Menghafal Dengan Metode Yang Paling Cocok Dengan Anda

hafalan alquran
Setiap orang punya cara yang lebih mudah untuk meghafal. Jangan paksakan mengikuti suatu metode menghafal hanya karena orang lain bisa menghafal cepat dengan metode tersebut. Anda boleh mencobanya, bila sesuai, ikuti. Bila tidak sesuai, sebaiknya pakai metode yang lain.

9. Mengulangi Hafalan Setiap Waktu Sholat

menghafal al quran
Manfaatkan waktu sebelum atau sesudah sholat wajib lima waktu untuk menghafal atau mengulangi hafalan. Sisihkan waktu minimal 15 menit dan konsistenlah. Anda bisa manfaatkan waktu menunggu waktu sholat sambil mengulangi hafalan. Dengan demikian, anda juga bisa sholat tepat waktu lima kali sehari.

Bila anda konsisten mengulangi hafalan 15 atau 20 menit sebelum atau sesudah sholat wajib lima kali sehari, maka insya Allah hafalan anda bisa tetap terjaga tanpa memberatkan anda terkait dengan waktu mengahfal.

10. Meluangkan Waktu Khusus Untuk Mengulang Hafalan

menghafal al quran sendiri
Selain waktu sholat wajib 5 kali sehari, anda juga harus meluangkan waktu khusus setiap ahri untuk murojaah hafalan. Ini demi kelancaran dan kekokohan hafalan anda. Semakin banyak hafalan anda, semakin banyak pula waktu yang harus anda alokasikan untuk mengulang.

11. Mengurangi Makan, Berbicara, dan Tidur

tips menghafal al quran
Tanpa disadari, hal-hal diatas sangat berpengaruh pada kecepatan hafalan dan kemampuan mengingat hafalan. Banyak tidur, makan, dan berbicara akan membuat otak menjadi lemah dalam menghafal, terutama dalam menghafal Al-Qur’an.

12. Menghafal Untuk Setia, Bukan Untuk Khatam

metode menghafal al quran
Saat mulai menghafal, niatkan untuk menghafal bukan untuk khatam tapi untuk setia dengan Al-Qur’an, agar setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, anda tidak meninggalkan Al-Qur’an dan tetap semangat mengulang hafalan. Tetap menjaga metode dalam Cara Menghafal Al-Qur’an yang kamu sukai karen dengan demikian akan lebih membuat kamu senang dengan Al-Qur’an.

13. Banyak Berdoa

cara cepat menghafal alquran
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha Cara Menghafal Al-Qur’an, Allah yang menentukan dengan kehendaknya. Karena itu, perbanyaklah doa memohon kekuatan hafalan. Gunakan waktu-waktu doa mustajab untuk memohon agar Allah memberikan anda semagat dan kemudahan dalam menghafal kitabNya.


Kesimpulan

Dalam cara menghafal Al-Qur’an bagi seorang muslim merupakan suatu amalan yang akan sangat baik bagi dirinya dan untuk orang lain. Tidak hanya itu. mulai mempelajari membaca Al-Qur’an sejak dini kepada anak dan diri sendiri juga menjadi hal yang sangat baik. Jadilah orang-orang yang disenangi oleh Allah karena kecintaan kalian  kepada Al-Qu’ran