Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2022

" BERBAGI RIZKI, RAIH KEBERKAHAN "

" BERBAGI RIZKI, RAIH KEBERKAHAN " 


Membantu Fakir Miskin yang membutuhkan di Bantaran Sungai Code
Alhamdulillah Pada Bulan Agustus 2022 Allah masih memberi kita semua kenikamatan yang sangat besar. berupa kesehatan, ketercukupan dan keimanan. 

Rumah Sajada telah menyalurkan bantuan bapak dan ibu untuk kaum dhuafa dan anak Yatim sampai Maret 2022 sudah dilaksanakan di 19 lokasi, yang tersebar di Gunungkidul, Kota Yogya, Bantul, Kulonprogo dan Sleman. Sebanyak 2852 paket sembako sudah kita bagikan.
Pada bulan Agustus 2022 Rumah Sajada bersama Tim Relawan akan menyelenggarakan Program :  " BERBAGI RIZKI, RAIH KEBERKAHAN " Session # 3. 

Penyaluran bantuan akan diberikan kepada Fakir miskin dan anak anak yatim yang berada di pemukiman Bantaran Sungai Code tepatnya di Mushola Baitus Salam rt 44 rw 13 Jogoyudan, Gowongan, Yogyakarta. 

Mari bersama sama membantu mereka yang membutuhkan....
Kegiatan Berbagi Rizki akan dilaksanakan pada:  *Hari Ahad 21 Agustus 2022  M / 23 Muharrah 1444 H
Jam : 09.00 s/d 10.30
Tempat : Mushola Baitus Salam rt 44 rw 11 
kp Jogoyudan JT III/768 Gowongan kap Jetis
 Membagi 70 paket sembako untuk Kaum dhuafa dan *15 paket sembako untuk Anak Yatim

 Mereka membutuhkan uluran tangan kita.
Hanya dengan Rp 60.000/ paket sembako, anda telah membantu meringankan kebutuhan mereka.
Saatnya kita saling menolong, berbagi rezki untuk meraih keberkahan.
 Jika kalian menolong agama Alloh, Alloh pun menolongmu

Membangun generasi Qur’ani dan mandiri.

PROGRAM SANTUNAN ANAK-ANAK YATIM dan DHUAFA

Saat ini Panti Asuhan dan Ponpes Rumah Sajada, mengasuh, mendidik dan membiayai sebanyak 50 anak yang mukim. Mereka tinggal di Rumah Sajada untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an. Dimulai dari jenjang setara SD, SMP dan SMA
Sedangkan untuk anak-anak2 yang menjadi santunan, sekarang lebih dari 225 anak yang tersebar di Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Yogykarta. Mereka masih bersama keluarganya namun mendapatkan santunan setiap bulan untuk membantu kehidupan mereka serta biaya sekolah.

 Bapak dan ibu yang akan beramal sholih untuk membantu anak-anak Yatim dan Dhuafa dan menyalurkan ke :
Bank Syariah Mandiri/ BSM / BSI
An. Yayasan Sajada 01
Nomor rekening: 71134 66 043

Alamat : Wirokraman RT 04/13 Sidokarto Godean Sleman

Kontak person : 
P Ayi Sudarisman ( 0851 0600 5057)
Ustadz Wahyu Setyawan S.Pd ( 0813-7005-6300).

Senin, 21 Juni 2021

6 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad yang Patut Disyukuri

 6 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad yang Patut Disyukuri

 

Umat terbaik di dunia adalah mereka yang mengajak kebaikan, mencegah kemungkaran dan senantiasa beriman kepada Allah. Foto ilustrasi sholat Id/Ist

Beruntunglah menjadi umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat lain di dunia. Allah Ta'ala memuji umat Nabi Muhammad sebagai umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

Berikut firman-Nya diabadikan dalam Al-Qur'an yang mulia:

 

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

 

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Ali Imran: 110)

Syekh Muhammad bin Shalih asy-Syawi dalam Tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah menjelaskan, keutamaan yang diberikan Allah kepada umat Rasulullah SAW adalah menjadikan mereka istimewa dan unggul di atas seluruh umat. Mereka adalah sebaik-baik manusia untuk manusia.

Umat Nabi Muhammad memiliki cinta kepada kebaikan, dakwah, pengajaran, dan perintah kepada kebaikan dan larangan dari kemungkaran. Mereka menyatukan kesempurnaan akhlak dalam memberikan manfaat kepada seluruh manusia.

Dalam tafsir Kemenag dijelaskan, umat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam sifat, yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada Allah. Semua sifat itu dimiliki oleh kaum Muslimin pada masa Nabi dan telah mendarah daging dalam diri mereka sehingga mereka menjadi kuat dan berjaya.

Tak heran dalam waktu singkat mereka menjadikan seluruh tanah Arab tunduk di bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan, padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah-belah.

Secara fisik memang umat Nabi Muhammad terlihat lemah, berbadan kecil, hidup seadanya. Tetapi kondisi ini justru membuat mereka mulia di sisi Allah. Inilah keistimewaan umat Muslim yang wajib kita syukuri.

Allah‎ memuliakan umat Nabi Muhammad dengan 6 perkara:

1. Allah menjadikan mereka lemah sehingga mereka tidak sombong.

2. Allah menjadikan mereka berbadan kecil sehingga nafkah mereka tidak berat.

3. Allah menjadikan mereka berumur pendek sehingga dosa mereka sedikit.

4. Allah menjadikan mereka miskin sehingga hisab mereka ringan di Hari Kiamat.

5. Allah menjadikan mereka umat akhir zaman sehingga tempo mereka tinggal di alam kubur tidak lama.

6. Allah menjadikan mereka umat terakhir sehingga kesalahan yang mereka lakukan tidak diejek-ejek oleh umat lain.

Selain 6 keistimewaan di atas, Allah juga memuliakan umat Nabi Muhammad dengan hal-hal berikut:

1. Umat yang pertama masuk Surga. (HR Muslim)

2. Allah memaafkan mereka dikala terlupa atau tersalah (tak sengaja). (HR Al-Baihaqi)

3. Diberi pahala 2 kali lipat atau lebih (HR Al-Bukhari, Muslim)

4. Mendapat syafaat 'uzhma (agung) dari Nabi Muhammad. (HR Ibnu Majah)

5. Dapat memberi syafa'at kepada orang lain atas izin Allah. (HR Muslim)

6. Memiliki wajah berseri-seri di Hari Kiamat karena bekas air wudhunya. (HR Al-Bukhari)

Demikian kemuliaan umat Nabi Muhammad yang wajib kita syukuri. Dalam Al-Qur'an, Allah mengingatkan kaum mukmin: "...Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya. Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS Ali Imran: 102)

Sebagai wujud syukur atas dipilihnya kita sebagai umat Nabi Muhammad, maka sepatutnya pula kita memperbanyak sholawat kepada Nabi, meneladani akhlak beliau dan menghidupkan sunnahnya. Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung.

 

Wallahu A'lam

Rusman H Siregar

https://kalam.sindonews.com

 

Rabu, 31 Maret 2021

Open Donasi Buka Puasa dan Sahur Rumah Sajada

 


┏﷽☘☘☘☘☘☘☘☘━┓
Kesempatan Istimewa, di Bulan Istimewa

Ramadhan ibarat hadiah Allah untuk kaum muslimin; pahala ‘diobral’ dan pintu ampunanpun terbuka begitu lebar.

Allah telah mendesainnya untuk menjadi musim kebaikan, sehingga manusia termotivasi untuk bergiat dalam beramal dan memantaskan
pribadinya sehingga mendapat hasil yang optimal. 

Kesempatan berharga ini terlalu mewah untuk dilewatkan begitu saja, kita perlu mengerahkan segala macam daya dan upaya agar taqwa semakin mengokoh di dada.
--------------------------------------------
📋 Kesempatan istimewa untuk Anda.
Rumah Sajada membuka kesempatan amal shalih di bulan Ramadhan nan istimewa, dengan program-program yang semoga mendatangkan rahmat dan barokah dari Allah Ta'ala: Membuka donasi Ramadhan di Rumah Sajada
---------------------------------------------
---------------------------------------------

🍒 Total Kebutuhan anggaran:
Rp. 54.000.000,-

📌 Target buka dan sahur untuk 75 porsi/hari selama bulan Ramadhan

---------------------------------------------
---------------------------------------------
💳 Dengan transfer ke BSM/BSI
No. Rek: 71134 66 043
Nama. : Yayasan Sajada 01
.
Mohon diikhlaskan untuk menyertakan nominal 9 dibelakang jumlah nominal yang ditransfer,
💳 misal: Rp 500.009,00 untuk kode donasi Puasa #Ramadhan
---------------------------------------------
---------------------------------------------

Info dan Konfirmasi: kontak kami via WA/SMS ke wa.me/6281370056300 atau ayi 085106005057
.
Semoga Allah meridhai, memberkahi, dan memudahkan kita untuk meraih berkah Ramadhan. Aamiin yaa rabbal A'lamin
---------------------------------------------
Official Account:
---------------------------------------------
📷 IG. @rumah_sajada
📮 t.me/rumahsajada
🎥 Youtube Rumah Sajada
🐦 Twitter @SajadaRumah
.
Supported by.
🏠 @sajadastore
💞 @hubbdistro
🍯Madu Sajada
☕ Kopi Sajada
.
🌱🌱💐💐💐🌱🌱

Sabtu, 30 Januari 2021

Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

 

POSBELITUNG.CO - Zikir merupakan sebuah aktivitas ibadah umat muslim untuk mengingat Allah SWT.

Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah SWT, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam Al quran.

Dikutip dari berbagai sumber menjelaskan, diantara zikir yang dikenal adalah kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir

Artinya : "Cukuplah ALLAH sebagai penolong kami, dan ALLAH adalah sebaik-baik pelindung"

Zikir ini pendek, tapi mengandung makna yang sangat luar biasa. Seperti diketahui bahwa manusia seringkali merasakan suka dan duka yang silih berganti.

Dijelaskan dalam Al-Quran bahwa manusia itu akan diuji dengan perasaan gelisah, orang-orang yang beriman akan tetap percaya kalau Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu bersamanya sehingga perasaan galau dan gelisah dapat teratasi.

Kepasrahan mereka menerima takdir Allah SWT, membuat jiwa lebih sabar dan tenteram dalam menghadapi cobaan kerasnya kehidupan.

Bacaan zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir adalah zikir pilihan untuk seluruh umat Muslim.

Dengan selalu membacanya maka hati akan senantiasa dekat dengan sang Pencipta, memiliki perasaan yang sangat peka terhadap keadaan sekitar.

Sehingga terhindar dari berbagai kemungkinan buruk dan kejahatan yang akan dilakukan orang lain terhadapnya. Allah Ta’ala menceritakan mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,

 

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

 

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab“. (QS. Ali Imron: 173)

Sahabat Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata, bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakil” adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau akan dilempar dalam api yang membara.

Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)

Sejarah mencatat, Bahwa zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir adalah salah satu bacaan yang kerap diucapkan oleh para nabi dan ulama salaf, baik dalam keadaan lapang maupun saat menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat.

Kekuatan zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang mukmin.

Yaitu bahwa hanya kepada Allah SWT sajalah tempat untuk berserah diri, dan pengakuan bahwa semua makhluk ciptaan-Nya adalah lemah atau tidak abadi.

Bahkan, zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir merupakan untaian ayat Al-Quran dengan makna yang terkandung hikmah agung di dalamnya.

Dengan mempelajarinya, maka menjadi tahu arti, makna, hikmah, keutamaan, dan kelebihannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sekaligus meminta perlindungan hanya kepada-Nya.

Kedahsyatan zikir hasbunallah wanikmal wakil

1. Membaca zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir adalah salah satu bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bentuk dan rasa tawakal kita kepada Allah SWT dengan sepenuhnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan kalimat ini, menyerahkan segenap jiwa dan raga kepada Allah, menyerahkan segala urusan, beban, dan masalah kepada Allah karena Allah lah sebaik-baiknya wakil. Tawakal dan ikhlas menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah SWT.

2. Pada saat dihimpit berbagai problematika kehidupan dunia yang begitu menyesakkan, dirundung duka dan derita, serta masalah-masalah yang berkecamuk, termasuk kesulitan hidup, maka hendaknya mengucapkan ayat hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir.

Selain itu, merupakan wujud ketergantungan (dependen) manusia kepada Allah SWT, manifestasi permohonan tolong kepada Allah SWT, dan bentuk tawakal untuk mengembalikan segala urusan kepada-Nya.

3. Adapun makna hasbunallah wani'mal wakil secara implisit (tersirat) menegaskan tentang ke-esaan Allah SWT, yakni sebagai satu-satunya zat yang patut kita untuk menyerahkan semua urusan, meminta pertolongan, dan memohon perlindungan dari segala gangguan.

Karena Dia lah sebaik-baiknya zat yang patut disembah dan dimintai pertolongan.

Kedahsyatan zikir hasbunallah wanikmal wakil yang memiliki arti dan makna sangat mendalam atas kedekatan dan rasa tawakal kita kepada Allah sebagai Tuhan Sang Pencipta yang Maha Kuasa.

Berikut adalah berbagai kisah tentang kedahsyatan zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir.

Kisah-kisah kedahsyatan zikir Hasbunallah wani'mal wakil :

1. Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tungku api, Jibril bertanya kepada beliau –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’ Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.

“Hasbunallah wa ni’mal wakil” itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim alaihissalaam ketika akan dilempar ke kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa dan raganya sepenuhnya kepada Allah SWT, maka Allah SWTberfirman “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah SWT menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar. Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil” Cukuplah Allah SWT menjadi penolong kami dan Allah SWT adalah sebaik-baik pelindung.

2. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam juga diriwayatkan menyebut kalimah Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam perang Badar, sehingga Allah SWT memberikan kememangan kepada baginda.

3. Pernah ada suatu cerita tentang seorang pedagang yang hendak meminjam wang untuk modal usaha kepada seorang mukmin. Sang mukmin bertanya kepada sang pedagang “apa jaminan darimu, agar dapat membayar pinjamanmu?” sang pedagang menjawab “Allah SWT”, maka sang mukmin berkata” jika itu yang jadi jaminanmu, maka aku percaya”. Lalu bersepakatlah jadual pelunasan hutang.

Si pedagang pun menggunakan uang itu untuk berdagang. Ketika menjelang tempoh pembayaran hutang, si pedagang dengan membawa hasil keuntungan dagangannya pergi untuk melunasi hutangnya kepada sang mukmin. Akan tetapi setiba di seberang lautan tak ada satupun perahu yang dapat membawa dia ke tempat tujuan. Dia khawatir akan lewat jatuh tempoh kesepakatan yang telah dibuat dengan si mukmin. Lalu dia mengambil sebuah kayu dan melubangi kayu itu, lalu ia masukkan uang dan sebuah surat kedalam ke kayu. Sang pedagang kemudian menaruh kayu itu ke laut, dan berdoa kepada Allah semoga uang dapat sampai ke tangan si mukmin.

Keesokan harinya, akhirnya sang pedagang dapat menyebrang dengan membawa uang penganti yang lain, kemudian datang menyerahkan kepada si mukmin. Sang mukmin menjawab dengan tersenyum “uang pinjamanmu sudah ku terima kemarin”"ketika aku sedang menunggumu. Aku menemukan sebuah kayu lalu kubawa pulang untuk kujadikan kayu bakar, pada saat aku membelahnya ada uang beserta surat darimu”sang pedagangpun tersenyum dan bersyukur kepada Allah SWT.

4. Berkaitan dengan doa kepasarahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa istirahat yang cukup.

Tiba-tiba saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil menunggu proses pengadilan.

Dalam pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun.

Pada malam menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia dua puluhan tahun dan baru masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong.

Namun, ia tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, saya tuliskan Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah SWT adalah Pelindung Yang Terbaik).

Saya tambahkan juga doa ni’mal maula wani’man nashir (Tuhan Maha Penolong dan Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal 8:40, al-haj 22:78). Ia baca doa itu sepanjang malam sambil menangis karena teringat orangtuanya di Indonesia yang tidak tahu menahu kejadian itu.

Esok harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir itu, ia dibebaskan dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong. Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penuntut juga bersungut-sungut dengan keputusan hakim.

Subhanallah, Allahu Akbar, Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh: Hasbunallah wanikmal wakil, ni’mal maula wani’man nashir.

Inilah kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali dzikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke Mahakuasaan Allah SWTdalam menolong hamba-Nya.

Kita hadapi semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Pasrahkan semua masalah yang Anda hadapi kepada Allah SWT sepenuhnya, Allah SWTpasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir untuk mengambil alih semua masalahmu!.”(bangkapos.com)

 

https://belitung.tribunnews.com

Editor: Rusmiadi

 

Rabu, 02 Desember 2020

17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar 1

17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar  1

 

KHAZANAH ISLAM - Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam memerintahkan umatnya agar menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal saleh. Nabi berpesan bahwa celaka orang yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.

Untuk meraih keutamaan Ramadhan, ada baiknya kita mengerjakan amalan saleh meskipun sedikit dan ringan namun berkesinambungan (istiqamah). Berikut 17 amalan yang mudah dan ringan, namun memiliki pahala besar di sisi Allah berdasarkan hadis Nabi.

1). Membaca "Subhaanallahi wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim".

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat ditimbangan: (yaitu bacaan) "subhaanallahi wa bihamdihi subhaanallaahil 'adzim" artinya Mahasuci Allah dan dengan memujiNya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung. (Sahih, HR Al-Bukhari)

2). Wudhu dengan Sempurna dan Membaca Doa.

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

 

"Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’ (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.) kecuali Allah akan bukakan untuknya delapan pintu langit yang bisa dia masuki dari pintu-pintu mana saja." (HR Muslim)

3). Menghadiri Salat Jumat di Awal Waktu dengan Memperhatikan Adabnya.

Dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membasuh (kepalanya) dan mencuci (seluruh tubuhnya) di hari Jumat (mandi besar), lalu berangkat ke masjid pagi-pagi, dan dia mendapatkan khutbah dari awal, dia berjalan dan tidak naik kendaraan, dia (duduk) mendekat ke khatib, konsentrasi mendengarkan khutbah dan tidak berbicara maka setiap langkahnya (dinilai) sebagaimana pahala puasa dan salat malam selama setahun." (Shahiih, HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)

4). Salat Dhuha 2 Rakaat.

Dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah, amar ma’ruf nahi munkar bernilai sedekah, dan semua kewajiban sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat salat dhuha." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

5). Berzikir dan Menunggu Syuruq di Masjid Setelah Salat Shubuh.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang salat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian salat 2 rakaat (shalat sunnah Syuruq) maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna."

(Hasan, HR. At-Tirmidzi)

6). Membaca Al-Qur'an.

Dari Abdullah bin Mas'ud, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali lipat…." (Shahih, HR. At-Tirmidzi, At-Thabrani)

7). Membaca Zikir Ketika Masuk Pasar atau Tempat Keramaian.

Dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: 'Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir' (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah seluruh kerajaan. Dan milik-Nyalah seluruh pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahahidup dan tidak mati, di TanganNyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu) maka Allah catat untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat." (Hasan, HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim)

8). Salat Berjamaah di Masjid.

Dari Abu Umamah, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan salat berjama'ah maka pahalanya seperti pahala orang yang sedang haji dalam keadaan ihram." (Hasan: HR. Abu Dawud)

9). Berzikir Saat Terbangun dari Tidur.

Dari Ubadah bin Shaamit, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang terbangun ketika tidur malam kemudian dia membaca: "Laa

ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir. Alhamdulillah, wa subhanallah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah" (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh kerajaan, milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji milik Allah, Mahasuci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) kemudian dia beristighfar atau berdoa maka akan dikabulkan. Jika dia berwudhu kemudian salat dua rakaat maka salatnya diterima." (HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud).

https://unpak.ac.id

 

Senin, 06 Mei 2019

Beda Shalat Tarawih dan Tahajud


Beda Shalat Tarawih dan Tahajud


REPUBLIKA.CO.ID, Assalamualaikum wr wb.

Apa bedanya shalat Tarawih dan shalat Tahajud? Yang kita lakukan selama ini di masjid-masjid apakah shalat Tarawih atau shalat Lail?

Imran H- Pekalongan

Waalaikumussalam wr wb.

Shalat di malam hari dinamakan qiyamul lail dan dinamakan juga Tahajud. Allah berfirman, “Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS al-Isra [17]: 79).

Pada ayat lain, “Wahai orang yang berselimut (Muhammad)! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu.” (QS al-Muzzammil [73]: 1-4).

Kata qiyamul lail (shalat Lail/malam) artinya bangun melaksanakan ibadah (shalat) kepada Allah di malam hari setelah shalat Isya.

Setiap shalat yang dilakukan setelah Isya sampai azan Subuh terhitung sebagai qiyamul lail. Pada Ramadhan, qiyamul lail sangat dianjurkan berdasarkan sabda Nabi SAW, “Barang siapa melakukan qiyamul lail dengan penuh keimanan dan ketulusan akan diampuni semua dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari-Muslim).

Tradisi shalat malam setelah Isya secara berjamaah pada Ramadhan oleh masyarakat umum dikenal dengan istilah shalat Tarawih. Tambahan di luar itu, terutama yang dilakukan di tengah malam atau akhir malam, dinamakan shalat Tahajud.

Kata tarawih adalah bentuk tunggal (single/mufrad) dari tarwiihah yang berarti raahah (rehat/istirahat), seperti kata tasliimah yang berarti salaam.

Shalat malam pada Ramadhan dinamakan Tarawih bermula dari istirahat yang dilakukan oleh para sahabat di sela-sela qiyamul lail (Fath al-Bari, 6/288).

Pada mulanya, Rasulullah melakukan shalat malam, baik saat Ramadhan maupun di luar itu, sebanyak 11 rakaat dengan bacaan yang sangat panjang.

Ketika pertama kali menetapkan shalat Qiyamul Lail secara berjamaah, Umar bin Khattab menetapkan bilangan rakaatnya sebanyak 20 rakaat ditambah Witir tiga rakaat dengan bacaan yang sebenarnya cukup panjang, namun tidak sepanjang bacaan Nabi.

Selain itu, para sahabat di Makkah, di sela-sela qiyamul lail itu, setiap empat rakaat beristirahat dengan melakukan thawaf di Ka’bah.

Istirahat yang dimaksud adalah mengganti aktivitas, dari yang semula berdiri lama karena bacaan imam yang panjang kepada gerakan dalam thawaf.

Setelah bergerak sebanyak tujuh putaran, mereka merasa fresh kembali untuk kemudian melanjutkan shalat dengan bacaan yang cukup panjang.

Karena tidak ingin kalah pahala, para sahabat di Madinah yang tidak dapat melakukan thawaf di sela-sela qiyamul lail mengganti thawaf  yang dilakukan oleh sahabat di Makkah dengan menambah bilangan rakaat shalat mereka.

Setiap thawaf mereka ganti dengan empat rakaat sehingga Tarawih mereka menjadi 36 rakaat ditambah tiga rakaat Witir. Begitulah para sahabat dan al-salaf al-shalih berlomba-lomba dalam kebaikan dengan memperbanyak ibadah sunah.

Kata tahajjud sendiri secara bahasa bermakna meninggalkan tidur. Kata itu terambil dari hajada yang berarti tidur. Penambahan huruf ta di awal kata mengandung pengertian menegasikan makna (ta’ al-salb) sehingga tahajjud maknanya meninggalkan tidur.

Seseorang yang semula tidur, kemudian bangun untuk melaksanakan shalat disebut tahajjud karena meninggalkan tidur.

Semua itu, Tarawih dan Tahajud, dapat dikatakan sebagai qiyamul lail karena bangun pada malam hari untuk melakukan shalat beribadah kepada Allah. Wallahua’lam bish shawab.

Dr M Muchlis Hanafi MA