Senin, 15 Agustus 2022
" BERBAGI RIZKI, RAIH KEBERKAHAN "
Senin, 21 Juni 2021
6 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad yang Patut Disyukuri
6 Keistimewaan Umat Nabi Muhammad yang Patut Disyukuri
Umat terbaik di dunia adalah mereka yang mengajak
kebaikan, mencegah kemungkaran dan senantiasa beriman kepada Allah. Foto
ilustrasi sholat Id/Ist
Beruntunglah menjadi umat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi
wasallam karena memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki umat lain di dunia.
Allah Ta'ala memuji umat Nabi Muhammad sebagai umat terbaik yang dilahirkan
untuk manusia.
Berikut firman-Nya diabadikan dalam Al-Qur'an yang mulia:
كُنْتُمْ
خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ
لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Kamu
adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli
kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang
beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Ali
Imran: 110)
Syekh
Muhammad bin Shalih asy-Syawi dalam Tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah menjelaskan,
keutamaan yang diberikan Allah kepada umat Rasulullah SAW adalah menjadikan
mereka istimewa dan unggul di atas seluruh umat. Mereka adalah sebaik-baik
manusia untuk manusia.
Umat Nabi
Muhammad memiliki cinta kepada kebaikan, dakwah, pengajaran, dan perintah
kepada kebaikan dan larangan dari kemungkaran. Mereka menyatukan kesempurnaan
akhlak dalam memberikan manfaat kepada seluruh manusia.
Dalam
tafsir Kemenag dijelaskan, umat yang paling baik di dunia adalah umat yang
mempunyai dua macam sifat, yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran,
dan senantiasa beriman kepada Allah. Semua sifat itu dimiliki oleh kaum
Muslimin pada masa Nabi dan telah mendarah daging dalam diri mereka sehingga
mereka menjadi kuat dan berjaya.
Tak heran
dalam waktu singkat mereka menjadikan seluruh tanah Arab tunduk di bawah
naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan, padahal
mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah-belah.
Secara
fisik memang umat Nabi Muhammad terlihat lemah, berbadan kecil, hidup seadanya.
Tetapi kondisi ini justru membuat mereka mulia di sisi Allah. Inilah
keistimewaan umat Muslim yang wajib kita syukuri.
Allah memuliakan
umat Nabi Muhammad dengan 6 perkara:
1. Allah
menjadikan mereka lemah sehingga mereka tidak sombong.
2. Allah
menjadikan mereka berbadan kecil sehingga nafkah mereka tidak berat.
3. Allah
menjadikan mereka berumur pendek sehingga dosa mereka sedikit.
4. Allah
menjadikan mereka miskin sehingga hisab mereka ringan di Hari Kiamat.
5. Allah
menjadikan mereka umat akhir zaman sehingga tempo mereka tinggal di alam kubur
tidak lama.
6. Allah
menjadikan mereka umat terakhir sehingga kesalahan yang mereka lakukan tidak
diejek-ejek oleh umat lain.
Selain 6
keistimewaan di atas, Allah juga memuliakan umat Nabi Muhammad dengan hal-hal
berikut:
1. Umat
yang pertama masuk Surga. (HR Muslim)
2. Allah
memaafkan mereka dikala terlupa atau tersalah (tak sengaja). (HR Al-Baihaqi)
3. Diberi
pahala 2 kali lipat atau lebih (HR Al-Bukhari, Muslim)
4. Mendapat
syafaat 'uzhma (agung) dari Nabi Muhammad. (HR Ibnu Majah)
5. Dapat
memberi syafa'at kepada orang lain atas izin Allah. (HR Muslim)
6. Memiliki
wajah berseri-seri di Hari Kiamat karena bekas air wudhunya. (HR Al-Bukhari)
Demikian
kemuliaan umat Nabi Muhammad yang wajib kita syukuri. Dalam Al-Qur'an, Allah
mengingatkan kaum mukmin: "...Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa
kepada-Nya. Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS Ali
Imran: 102)
Sebagai
wujud syukur atas dipilihnya kita sebagai umat Nabi Muhammad, maka sepatutnya
pula kita memperbanyak sholawat kepada Nabi, meneladani akhlak beliau dan
menghidupkan sunnahnya. Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung.
Wallahu
A'lam
Rusman H Siregar
Rabu, 31 Maret 2021
Open Donasi Buka Puasa dan Sahur Rumah Sajada
Sabtu, 30 Januari 2021
Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir
Kedahsyatan Kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal
Maula Wanikman Nasir
POSBELITUNG.CO - Zikir merupakan sebuah aktivitas ibadah
umat muslim untuk mengingat Allah SWT.
Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah SWT,
dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam Al quran.
Dikutip dari berbagai sumber menjelaskan, diantara zikir
yang dikenal adalah kalimah Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman
Nasir
Artinya : "Cukuplah ALLAH sebagai penolong kami, dan
ALLAH adalah sebaik-baik pelindung"
Zikir ini pendek, tapi mengandung makna yang sangat luar
biasa. Seperti diketahui bahwa manusia seringkali merasakan suka dan duka yang
silih berganti.
Dijelaskan dalam Al-Quran bahwa manusia itu akan diuji
dengan perasaan gelisah, orang-orang yang beriman akan tetap percaya kalau
Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu bersamanya sehingga perasaan galau dan gelisah
dapat teratasi.
Kepasrahan mereka menerima takdir Allah SWT, membuat jiwa
lebih sabar dan tenteram dalam menghadapi cobaan kerasnya kehidupan.
Bacaan zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula
Wani'man Nasir adalah zikir pilihan untuk seluruh umat Muslim.
Dengan selalu membacanya maka hati akan senantiasa dekat
dengan sang Pencipta, memiliki perasaan yang sangat peka terhadap keadaan sekitar.
Sehingga terhindar dari berbagai kemungkinan buruk dan
kejahatan yang akan dilakukan orang lain terhadapnya. Allah Ta’ala menceritakan
mengenai Rasul dan sahabatnya dalam firman-Nya,
الَّذِينَ
قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ
فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
“(Yaitu)
orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang
yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk
menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah
keimanan mereka dan mereka menjawab“. (QS. Ali Imron: 173)
Sahabat
Abdullah bin ‘Abbas pernah berkata, bahwa “hasbunallah wa ni’mal wakil” adalah
doa yang dipanjatkan oleh Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau akan
dilempar dalam api yang membara.
Sedangkan
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam
ayat, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu,
karena itu takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka
dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah
sebaik-baik Pelindung”. (HR. Bukhari no. 4563)
Sejarah
mencatat, Bahwa zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir
adalah salah satu bacaan yang kerap diucapkan oleh para nabi dan ulama salaf,
baik dalam keadaan lapang maupun saat menghadapi cobaan besar ataupun fitnah
yang berat.
Kekuatan
zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir melebihi kekuatan
apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang mukmin.
Yaitu bahwa
hanya kepada Allah SWT sajalah tempat untuk berserah diri, dan pengakuan bahwa
semua makhluk ciptaan-Nya adalah lemah atau tidak abadi.
Bahkan,
zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir merupakan untaian
ayat Al-Quran dengan makna yang terkandung hikmah agung di dalamnya.
Dengan
mempelajarinya, maka menjadi tahu arti, makna, hikmah, keutamaan, dan
kelebihannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala sekaligus meminta perlindungan hanya kepada-Nya.
Kedahsyatan
zikir hasbunallah wanikmal wakil
1. Membaca
zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir adalah salah satu
bentuk ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bentuk dan rasa tawakal kita kepada
Allah SWT dengan sepenuhnya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan
kalimat ini, menyerahkan segenap jiwa dan raga kepada Allah, menyerahkan segala
urusan, beban, dan masalah kepada Allah karena Allah lah sebaik-baiknya wakil.
Tawakal dan ikhlas menyerahkan sepenuhnya urusan kepada Allah SWT.
2. Pada
saat dihimpit berbagai problematika kehidupan dunia yang begitu menyesakkan,
dirundung duka dan derita, serta masalah-masalah yang berkecamuk, termasuk
kesulitan hidup, maka hendaknya mengucapkan ayat hasbunallah wanikmal wakil
nikmal maula wanikman nasir.
Selain itu,
merupakan wujud ketergantungan (dependen) manusia kepada Allah SWT, manifestasi
permohonan tolong kepada Allah SWT, dan bentuk tawakal untuk mengembalikan
segala urusan kepada-Nya.
3. Adapun
makna hasbunallah wani'mal wakil secara implisit (tersirat) menegaskan tentang
ke-esaan Allah SWT, yakni sebagai satu-satunya zat yang patut kita untuk
menyerahkan semua urusan, meminta pertolongan, dan memohon perlindungan dari
segala gangguan.
Karena Dia
lah sebaik-baiknya zat yang patut disembah dan dimintai pertolongan.
Kedahsyatan
zikir hasbunallah wanikmal wakil yang memiliki arti dan makna sangat mendalam
atas kedekatan dan rasa tawakal kita kepada Allah sebagai Tuhan Sang Pencipta
yang Maha Kuasa.
Berikut
adalah berbagai kisah tentang kedahsyatan zikir Hasbunallah Wani'mal Wakil
Ni'mal Maula Wani'man Nasir.
Kisah-kisah
kedahsyatan zikir Hasbunallah wani'mal wakil :
1.
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Ibrahim diletakkan di atas tungku api, Jibril
bertanya kepada beliau –Apakah engkau memerlukan sesuatu pertolongan dariku?’
Nabi Ibrahim lantas menjawab – “Aku tidak memerlukan apa-apa pertolongan
darimu. Aku hanya memerlukan pertolongan dari Allah”.
“Hasbunallah
wa ni’mal wakil” itulah kalimat yang dikatakan oleh Nabi Ibrahim alaihissalaam
ketika akan dilempar ke kobaran api. Nabi Ibrahim mempercayakan seluruh jiwa
dan raganya sepenuhnya kepada Allah SWT, maka Allah SWTberfirman “Hai api
menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim”. Allah SWT
menjadikan api yang panas itu dingin seketika. Dan Ibrahim pun tidak terbakar.
Demikian halnya dengan Rasulullah dan para sahabat ketika menghadapi ancaman
dari pasukan kafir, mereka juga mengucapkan “Hasbunallah wa ni’mal wakil”
Cukuplah Allah SWT menjadi penolong kami dan Allah SWT adalah sebaik-baik
pelindung.
2. Nabi
Muhammad Shallallahu alaihi wasallam juga diriwayatkan menyebut kalimah
Hasbunallah wa ni’mal wakil ketika di dalam perang Badar, sehingga Allah SWT
memberikan kememangan kepada baginda.
3. Pernah
ada suatu cerita tentang seorang pedagang yang hendak meminjam wang untuk modal
usaha kepada seorang mukmin. Sang mukmin bertanya kepada sang pedagang “apa
jaminan darimu, agar dapat membayar pinjamanmu?” sang pedagang menjawab “Allah
SWT”, maka sang mukmin berkata” jika itu yang jadi jaminanmu, maka aku
percaya”. Lalu bersepakatlah jadual pelunasan hutang.
Si pedagang
pun menggunakan uang itu untuk berdagang. Ketika menjelang tempoh pembayaran
hutang, si pedagang dengan membawa hasil keuntungan dagangannya pergi untuk
melunasi hutangnya kepada sang mukmin. Akan tetapi setiba di seberang lautan
tak ada satupun perahu yang dapat membawa dia ke tempat tujuan. Dia khawatir
akan lewat jatuh tempoh kesepakatan yang telah dibuat dengan si mukmin. Lalu
dia mengambil sebuah kayu dan melubangi kayu itu, lalu ia masukkan uang dan
sebuah surat kedalam ke kayu. Sang pedagang kemudian menaruh kayu itu ke laut,
dan berdoa kepada Allah semoga uang dapat sampai ke tangan si mukmin.
Keesokan
harinya, akhirnya sang pedagang dapat menyebrang dengan membawa uang penganti
yang lain, kemudian datang menyerahkan kepada si mukmin. Sang mukmin menjawab
dengan tersenyum “uang pinjamanmu sudah ku terima kemarin”"ketika aku
sedang menunggumu. Aku menemukan sebuah kayu lalu kubawa pulang untuk kujadikan
kayu bakar, pada saat aku membelahnya ada uang beserta surat darimu”sang
pedagangpun tersenyum dan bersyukur kepada Allah SWT.
4.
Berkaitan dengan doa kepasarahan di atas, pada tahun 2007, seorang TKW (Tenaga
Kerja Wanita) Indonesia di Hong Kong didakwa membunuh bayi majikan. Pekerja
asal Malang itu mengaku saat itu sangat lelah setelah kerja beberapa hari tanpa
istirahat yang cukup.
Tiba-tiba
saja bayi dalam gendongannya jatuh dan mati dalam perjalanan ke rumah sakit. Ia
ditangkap polisi dan dimasukkan dalam tahanan dengan dakwaan pembunuhan sambil
menunggu proses pengadilan.
Dalam
pengadilan yang berlangsung beberapa kali dengan didampingi pembela dari KJRI
(Konsulat Jenderal Republik Indonesia), ia dituntut penjara tujuh tahun.
Pada malam
menjelang sidang esok harinya, perempuan berusia dua puluhan tahun dan baru
masuk Islam itu pamit untuk menjalani hukuman yang sudah pasti dijalani
berdasar beberapa pengalaman serupa dalam pengadilan di Hong Kong.
Namun, ia
tetap meminta doa selamat. Sekalipun belum bisa membaca dengan lancar, saya
tuliskan Hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan
Allah SWT adalah Pelindung Yang Terbaik).
Saya
tambahkan juga doa ni’mal maula wani’man nashir (Tuhan Maha Penolong dan
Pemberi kemenangan. QS. Al-Anfal 8:40, al-haj 22:78). Ia baca doa itu sepanjang
malam sambil menangis karena teringat orangtuanya di Indonesia yang tidak tahu
menahu kejadian itu.
Esok
harinya, sebuah keajaiban terjadi. Dalam sidang terakhir itu, ia dibebaskan
dari semua tuduhan, tapi dalam waktu 48 jam harus meninggalkan Hong Kong.
Pengacaranya terheran-heran karena hampir tidak masuk akal. Jaksa penuntut juga
bersungut-sungut dengan keputusan hakim.
Subhanallah,
Allahu Akbar, Kita tidak perlu takut dengan segala tantangan, karena kita telah
memiliki kekuatan besar: keimanan, dan senjata ampuh: Hasbunallah wanikmal
wakil, ni’mal maula wani’man nashir.
Inilah
kehebatan kita sebagai seorang mukmin: tidak cengeng, waswas, gelisah, pesimis
menghadapai suatu masalah. Kita baca berulangkali dzikir Hasbunallah Wani'mal
Wakil Ni'mal Maula Wani'man Nasir sambil merenungkan Ke-Mahaperkasaan dan ke
Mahakuasaan Allah SWTdalam menolong hamba-Nya.
Kita hadapi
semua tantangan dengan penuh iman dan percaya diri, lalu kita serahkan
sepenuhnya kepada Allah SWT. Pasrahkan semua masalah yang Anda hadapi kepada
Allah SWT sepenuhnya, Allah SWTpasti hadir dan berkata, “Tenanglah, Aku hadir
untuk mengambil alih semua masalahmu!.”(bangkapos.com)
https://belitung.tribunnews.com
Editor: Rusmiadi
Rabu, 02 Desember 2020
17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar 1
17 Amalan Ringan
yang Memiliki Pahala Besar 1
KHAZANAH ISLAM - Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam
memerintahkan umatnya agar menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal saleh. Nabi
berpesan bahwa celaka orang yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan
berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.
Untuk meraih keutamaan Ramadhan, ada baiknya kita
mengerjakan amalan saleh meskipun sedikit dan ringan namun berkesinambungan
(istiqamah). Berikut 17 amalan yang mudah dan ringan, namun memiliki pahala
besar di sisi Allah berdasarkan hadis Nabi.
1). Membaca "Subhaanallahi wa Bihamdihi
Subhaanallaahil 'Adzim".
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan
berat ditimbangan: (yaitu bacaan) "subhaanallahi wa bihamdihi
subhaanallaahil 'adzim" artinya Mahasuci Allah dan dengan memujiNya,
Mahasuci Allah Yang Mahaagung. (Sahih, HR Al-Bukhari)
2). Wudhu dengan Sempurna dan Membaca Doa.
Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَا
مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ
الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
"Tidaklah
salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian
mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa
asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’ (Aku bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.) kecuali Allah
akan bukakan untuknya delapan pintu langit yang bisa dia masuki dari
pintu-pintu mana saja." (HR Muslim)
3).
Menghadiri Salat Jumat di Awal Waktu dengan Memperhatikan Adabnya.
Dari Aus
bin Aus Ats-Tsaqafi, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang membasuh (kepalanya) dan mencuci (seluruh tubuhnya) di
hari Jumat (mandi besar), lalu berangkat ke masjid pagi-pagi, dan dia
mendapatkan khutbah dari awal, dia berjalan dan tidak naik kendaraan, dia
(duduk) mendekat ke khatib, konsentrasi mendengarkan khutbah dan tidak
berbicara maka setiap langkahnya (dinilai) sebagaimana pahala puasa dan salat
malam selama setahun." (Shahiih, HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah,
Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)
4). Salat
Dhuha 2 Rakaat.
Dari Abu
Dzar radhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid,
tahlil, dan takbir bernilai sedekah, amar ma’ruf nahi munkar bernilai sedekah,
dan semua kewajiban sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat salat
dhuha." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
5).
Berzikir dan Menunggu Syuruq di Masjid Setelah Salat Shubuh.
Dari Anas
bin Malik, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang
salat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari,
kemudian salat 2 rakaat (shalat sunnah Syuruq) maka dia mendapat pahala haji
dan umrah, sempurna, sempurna."
(Hasan, HR.
At-Tirmidzi)
6). Membaca
Al-Qur'an.
Dari
Abdullah bin Mas'ud, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka dia mendapat satu
pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali
lipat…." (Shahih, HR. At-Tirmidzi, At-Thabrani)
7). Membaca
Zikir Ketika Masuk Pasar atau Tempat Keramaian.
Dari
Abdullah bin Amr bin al-'Ash, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: 'Laa ilaha illallahu
wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa
hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir' (tiada
sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya,
milik-Nyalah seluruh kerajaan. Dan milik-Nyalah seluruh pujian, Dia
menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahahidup dan tidak mati, di TanganNyalah
segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu) maka Allah catat
untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat
untuknya satu juta derajat." (Hasan, HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim)
8). Salat
Berjamaah di Masjid.
Dari Abu
Umamah, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang
keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan salat berjama'ah
maka pahalanya seperti pahala orang yang sedang haji dalam keadaan ihram."
(Hasan: HR. Abu Dawud)
9).
Berzikir Saat Terbangun dari Tidur.
Dari Ubadah
bin Shaamit, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa
yang terbangun ketika tidur malam kemudian dia membaca: "Laa
ilaha
illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli
syai'in qadiir. Alhamdulillah, wa subhanallah, wa laa ilaha illallah wallahu
akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah" (tiada sesembahan yang
berhak disembah selain Allah semata tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh
kerajaan, milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Segala puji milik Allah, Mahasuci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah
selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah)
kemudian dia beristighfar atau berdoa maka akan dikabulkan. Jika dia berwudhu
kemudian salat dua rakaat maka salatnya diterima." (HR. Al-Bukhari dan Abu
Dawud).
Senin, 06 Mei 2019
Beda Shalat Tarawih dan Tahajud







