Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Tampilkan postingan dengan label kegiatan Yayasan Sajada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan Yayasan Sajada. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2019

7 Sunnah Harian Rasulullah SAW


7 Sunnah Harian Rasulullah SAW



Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun,” (HR Ibnu Majah: 209).

HADISTS yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.

Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia).”

Nah, apa saja sunnah harian Rasulullah itu?

Pertama: Shalat tahajjud, Semua rasul, Nabi, kekasih Allah (auliya”) dan para ulama salaf tidak meninggalkan shalat tahajud. Ini merupakan ciri orang saleh dan ikhlas. Dalam rangkai sahabat Ali Bin Thalib menyatakan bahwa, salah satu dari obatnya hati adalah shalat malam dan tahajud. Dan Allah S.W.T berfirman : “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah mudahan Tuhan Mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,” ( Al-Israa’:79).

Kedua: Membaca Al-Quran dengan Terjemahannya, Al-Quran merupakan petunjuk dan sumber mata kehidupan. Al Qur’an merupakan pedoman muslim untuk hidup dan menjalani kehidupan. Maka membaca atau tadarus Al-Quran itu penting sekali, kita tidak hanya disuruh membaca, tetapi juga memahami dan menghayati artinya serta dilanjutkan dengan mengamalkan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya.

Ketiga: Memakmurkan masjid/shalat subuh di mesjid. Masjid adalah rumah nya Allah. Mesjid adalah sebuah tempat suci bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan dirinya secara lahir maupun batin. Masjid merupakan tempat untuk menggembleng pengalaman-pengalaman ruhani/spiritual, mengokokohkan iman dan tauhid. Masjid juga sebagai tempat tinggal landas bagi mi’rajnya orang-orang beriman. Dalam artian ini, masjid sebagai tempat menginternalisasikan nilai-nilai Ilahiyah ke dalam dirinya sebagai modal utama dalam kehidupan, baik secara individu, dalam lingkup rumah tangga, masyarkat dan bangsa bahkan dalam lingkup dunia global.

Keempat: Shalat Dhuha. Salah satu rahasia Shalat dhuha adalah karena Shalat Dhuha adalah sedekah.Shalat dhuha adalah ibadah sunnah yang senantiasa dilakukan Rasullah Saw.

Setiap amal ibadah yang diperintahkan ataupun dianjurkan Allah dan Rasul- Nya pasti ada rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Memang kadang kemampuan akal kita tak dapat menjangkau/memahaminya. Tapi yang pasti semuanya itu adalah demi kemasalahatan dan kemanfaatan kita, manusia. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedakah setiap harinya mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah,” (HR. Bukhari dan Muslim).



Senin, 21 Mei 2018

pengajian firsijhi


Kamis, 17 Mei 2018

WAKAF PEMBANGUNAN


Senin, 11 Desember 2017

kajian halal haram

*HATI-HATI KALAU JAJAN DIWARUNG2*
*Makin Marak Warung Haram, dari 'B2' Sampai 'Scoo Be Doo'*

daging anjing

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Masyarakat harus hati-hati dengan makin maraknya warung yang menjual menu makanan yang tidak halal di Yogyakarta. Banyak penjual makanan yang hanya mau untung besar.

"Karena makanan yang dikonsumsi masuk ke dalam tubuh. Dan, setiap daging (bagian tubuh) yang tumbuh dari barang yang haram, maka api nerakalah baginya," kata Direktur Halal Center UGM dan Dosen Pasca-Sarjana Fakultas Peternakan UGM Nanung Danardono. Hal itu ia sampaikan pada acara Tabligh Akbar Ngaji Halal Haram di Sekitar Kita, yang diselenggarakan oleh Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Rumah Sajada bekerjasama dengan Takmir Masjid Ar- Rahmah, Krapyak Sidoarum, Godean, di Masjid Ar Rahmah, Ahad (10/12).

Ia mengungkapkan di Yogyakarta sekarang amat sangat banyak warung haram yang menjual daging haram seperti anjing, tikus, ular, burung gagak, dan lain-lain. Ada istilah yang sering dipakai untuk masakan dengan daging anjing dan kadang masyarakat tidak mengetahuinya yakni: B1 (special B1, sate B1, bakmi B1), kambing balap, kijang kota, Scoo be Doo, Tongseng (Seng-su, Tongseng Jamu). Bahkan kalau di Klaten ke arah timur sampai Sragen di sebut rica-rica.

Kalau di Yogyakarta ada rica-rica ayam, enthok itu dagingnya ya terbuat dari ayam atau enthok. "Sedangkan istilah makanan yang sering dipakai untuk menyebut masakah dengan daging babi adalah B2," ungkapnya. Menurut Nanung, masakan dari daging anjing tampaknya di Yogyakarta semakin banyak.

Dari hasil yang diketahuinya setidaknya ada di 15 lokasi antara lain: di Jlagran, Lempuyangan, Pasar Terban, dekat Panti Rapih, Terminal Condong Catur, Timur Purosani, dekat SMAN Depok, dekat Janti, Imogiri Timur, Mejing. Pusat penyembelihannya di Bambanglipuro Bantul dekat Gereja Ganjuran.

Dikatakannya, dari informasi yang diperolehnya di DIY dalam sepekan ada 300 ekor anjing yang dijual ke warung-warung. Berarti dalam sehari ada sekitar 40-50 ekor anjing yang disembelih untuk dijual dagingnya.

Lebih lanjut Nanung mengatakan ada sebelas potensi pencemaran daging haram di wilayah kota Yogyakarta yakni:

1.Daging sapi dioplos daging babi (B2)
2.Penggilingan daging sapi campur daging babi
3.Daging anjing (B1), tikus, ular dan lain-lain
4.Daging ayam dan sapi bangkai
5.Daging yang dioles bumbu dengan kuas bulu babi
6.Daging yang tidak disembelih menurut Syariat Islam
7.Daging yang direndam arah sebelum dipanggang
8.Daging impor non-halal dari luar negeri
9.Daging sapi gelonggong
10.Krecek (gudeg, sambal goreng dan lain-lain) dari daging babi
11.Daging sampah (rumah makan, hotel, dan lain-lain).

Sementara itu Ketua Yayasan Rumah Sajada Fajriyanto mengatakan dari hasil surveinya sendiri ternyata ada beberapa pedagang yang masih menggunakan kuas yang terbuat dari bulu babi. Padahal, kalau kuas dari bulu babi itu dalam keadaaan basah digunakan untuk menguas ayam, lele, roti, ikan menjadikan makanan itu najis. "Dan, itu dikonsumsi setiap hari oleh ribuan dan bahkan ratusan orang yang berada di samping kanan kiri kita," ujarnya.

republika.co.id
Dec 10, 2017 6:21 PM


Sabtu, 09 Desember 2017

Undangan pengajian

FORUM SILATURRAHIM JAMAAH HAJI
( FORSIJHI ) SLEMAN BARAT
Sekretariat : Wirokraman RT04 RW13 Sidokarto,Godean,Sleman,Yogyakarta 085106005057


Kepada Yth. Bapak dan Ibu :

 Jamaah pengajian forsijhi
                    


Assalamu’alaikum wr.wb.

Bersama ini kami beritahukan bahwa Forum Silaturrahim Jamaah Haji (FORSIJHI) merupakan wadah bagi jamaah haji untuk meningkatkan kualitas ketaqwaan kepada Alloh Swt. dan menjaga kemabruran jamaah haji khususnya warga  wilayah Sleman Barat.
Mengingat betapa pentingnya makna kemabruran haji, FORSIJHI bermaksud menyelenggarakan Pengajian Rutin setiap Bulan Minggu ke 2 dengan menghadirkan pembicara-pembicara yang berkualitas.
Untuk itu, bersama ini kami mengundang bapak/ibu/saudara untuk hadir pada :

Hari                 : Ahad Pagi
Tanggal           : 10 Desember 2017
Jam                 : 07.00 WIB – 08.30 WIB.
Tempat           : Masjid Al-Furqon (Komplek Kalurahan Sidoarum)
Jl. Godean KM 6.
Acara              : Pengajian Jamaah Haji
Ustadz            : Drs, H. Bakri Maas
              
Kami berharap bapak/ibu dapat hadir pada acara tersebut. Semoga bapak/ibu termasuk haji yang mabrur.  Atas perhatiannya kami mengucapkan banyak terimakasih.
Waalaikumsalam wrwb


Yogyakarta, 04 12 – 2017
Hormat kami,




Ir.H.Fajriyanto, MT
Ketua