Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Sabtu, 27 Agustus 2022

17 Manfaat Bersyukur Kepada Allah yang Luar Biasa

 17 Manfaat Bersyukur Kepada Allah yang Luar Biasa

 

Sebagai manusia sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu bersyukur kepada Allah Ta’ala. Yakni berterimakasih atas segala nikmat yang telah kita peroleh. Untuk  cara bersyukur menurut islam bisa dilakukan dengan perbuatan, lisan ataupun qolbu. Dengan memperbanyak rasa syukur maka insyaAllah kenikmatan dan pahala akan berlipat ganda.

Nah, berikut ini beberapa manfaat bersyukur kepada Allah:

1. Ditambahkan Nikmat

Seseorang yang selalu senantiasa mengucap syukur dengan kondisi apapun, maka Allah akan menambahkan nikmatnya. Sebaliknya orang yang banyak mengeluh dan selalu iri dengan kehidupan orang lain maka ia hidupnya akan semakin menderita.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim : 7)

2. Diampuni dosa-dosanya

Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah SAW. bersabda : “Allah SWT tidak memberi suatu nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengucapkan Alhamdulillah, kecuali Allah SWT menilai ia telah mensyukuri nikmat itu. Apabila dia mengucapkan Alhamdulillah yang kedua, maka Allah SWT akan memberinya pahala yang baru lagi. Apabila dia mengucapkan Alhamdulillah untuk yang ketiga kalinya, maka Allah SWT mengampuni dosa-dosanya.” (HR. Hakim dan Baihaqi)

3. Bersyukur adalah Hal Utama di sisi Allah Ta’ala

Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Allah SWT tidak memberikan nikmat kepada seorang hamba, kemudian ia memuji Allah SWT atas nikmat-Nya,kecuali pujiannya itu lebih utama dari nikmat itu, meskipun kenikmatan itu besar.” (HR. Tabrani)

4. Disayang Allah Ta’ala

“Jika engkau tidak mampu membalasnya maka doakan dia hingga engkau merasa bahwa engkau telah mensyukuri kebaikan tersebut, karena sesungguhnya Allah SWT sangat cinta kepada orang-orang yang bersyukur”. (HR. Abu Dawud).

5. Dilipatgandakan Pahalanya

Dari Abu Abdillah a.s, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Orang yang menyantap makanan dengan rasa syukur, maka dia diberi pahala, seperti orang yang berpuasa menjaga dirinya. Orang yang sehat yang mensyukuri kesehatannya, maka dia diberi pahala, orang yang menanggung penderitaan (jasmani)-nya dengan sabar. Dan orang yang memberikan dengan rasa syukur, maka dia mendapat pahala yang sama dengan orang yang menanggung kerugian dari menjaga diri”. (H.R Abu Hurairah dan al-Qudha’i)

6. Dihindarkan dari Cobaan

“Apabila seorang melihat orang cacat lalu berkata (tanpa didengar oleh orang tadi) :“Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhlukNya”, maka dia tidak akan terkena ujian seperti itu betapapun keadaannya.” (HR. Abu Dawud)

7. Meningkatkan Iman

Bersyukur juga bisa menjadi cara meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT . Kita ridha dengan pemberian Allah Ta’ala. Dalam urusan dunia, kita memandang orang-orang yang berada di bawah kita sehingga bisa meningkatkan rasa syukur.

“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi)

8. Membuat Hati Tenang

Seseorang yang kufur nikmat, selalu merasa hidupnya kurang dan iri dengan milik orang lain maka hatinya tidak akan tenang. Hatinya dipenuhi penyakit. Bahkan ia menjadi semakin jauh dari Allah Ta’ala. Berbeda dari orang yang senantiasa bersyukur. Susah ataupun senang ia tetap tersenyum dan ridha. Ia tidak memperdulikan omongan orang lain. Ini akan membuat hati lebih damai dan tenang.

9. Dijanjikan Surga

Orang yang saat ditimpa musibah, lantas ia menerima keadaannya dengan syukur dan sabar maka Allah menjajikan surga kepada orang tersebut. Coba bayangkan, nikmat mana yang lebih indah dari pemberian surga? Surga adalah akhir bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa

“Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kedua matanya, kemudian dia bersabar, maka aku gantikan surga baginya.” (HR. Bukhari)

10. Mendapatkan Kebaikan dari Allah Ta’ala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa mengucap subhanallah maka baginya sepuluh kebaikan. Barang siapa membaca la ilahaillallah maka baginya duapuluh kebaikan. Dan barng siapa membaca alhamdulillah baginya tiga puluh kebaikan.”

11. Meningkatkan Kesejahteraan Hidup

Seseorang yang senang bersyukur biasanya pikirannya juga lebih optimis. Walau mungkin ia mengalami kegagalan atau bangkrut, ia tetap semangat dan percaya pada Allah Ta’ala. Ia menjalani hidupnya yang berkecukupan tanpa mengeluh. Sehingga itu semua pun menjadi berkah baginya. Pernyataan ini pernah dijelasakan dalam Journal of Personality and Social Psychology tahun 2013 yang mana mengatakan bahwa banyak-banyak bersyukur dapat meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang.

12. Meningkatkan Kualitas Tidur

Rasa syukur bisa meningkatkan kualitas tidur. Seseorang yang jarang bersyukur maka hatinya tidak tenang. Hal itu membuat ia jadi terus berpikir dan sulit tidur. Sebaliknya dengan rajin bersyukur maka perasaan jadi tenang. Tidur pun akan mudah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Journal Applied Psychology: Healt and Well-Being yang mengungkapkan bahwa seseorang yang meluangkan waktu untuk bersyukur selama 15 menit setiap sebelum tidur, maka orang tersebut akan memiliki kuliatas tidur yang lebih baik. Atau dengan kata lain tidurnya nyenyak.

13. Mengurangi Risiko Penyakit Degeratif

Munculnya penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes, hipertensi atau stroke ternyata tidak hanya dipicu oleh pola makan yang buruk. Tapi juga dipengaruhi kondisi mental. Seseorang yang tertekan dan stress biasanya lebih gampang penyakitan. Menurut penelitian yang dimuat dalam American Journal of Cardiology tahun 1995, menyatakan bahwa seseorang yang punya emosi dan pikiran positif maka organ tubuhnya berfungsi lebih baik. Irama denyut jantungnya normal dan aliran darah juga lancar. Sehingga orang tersebut akan hidup lebih sehat.

14. Menimbulkan Rasa Bahagia

Bersyukur dan manfaat ucapan alhamdulillah bisa menimbulkan perasaan bahagia. Saat kita rela dengan apa yang kita miliki maka hidup jadi tentram. Tidak ada perasaan iri, dengki, kufur atau penyakit hati lainnya. Kita hanya perlu berjuang untuk menjaga apa yang telah kita punya. Berusaha dan berdoa untuk hidup lebih baik tanpa perlu memaksakan takdir.

Dalam Firman Allah:

“Dan bertasbihlah dengan memuji Rabbmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaa-Haa: 130).

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar-Ra’du: 28).

15. Hidup Jadi Lebih Berkah

Bersyukur bisa membuat hidup lebih berkah. Maksudnya walaupun mungkin rezeki kita tidak banyak tapi manfaatnya sangat terasa. Mungkin rezeki itu bermanfaat bagi orang lain, juga cukup untuk memenuhi segala kebutuhan.

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah memberikan hikmah kepada Lukman, yaitu nikmat syukur kepada Allah. Barang siapa yang bersyukur kepada Allah maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang tidak bersyukur maka Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. Luqman: 12)

16. Terhindar Dari Penyakit Hati

Manfaat bersyukur kepada Allah juga bisa menghindari diri dari penyakit hati, seperti sombong, dengki, dendam dan sebagainya. Perlu Anda tahu bahwa penyakut hati itu membuat hidup jadi sumpek. Selain itu juga meningkatkan risiko penyakit. Bahkan Allah Ta’ala pun tidka menyukai orang-orang yang menyimpan penyakit dalam hatinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah bahawa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika umaka rusaklah seluruh anggota, ketahuilah itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

17. Terlihat Awet Muda

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang hatinya rajin bersyukur maka ia cenderung awet muda. Ini dikarenakan energi positif dari pikirannya. Sehingga mempengaruhi organ dan jaringan tubuh menjadi lebih sehat.

Sebenarnya bersyukur kepada Allah Ta’ala masih memiliki banyak manfaat bagi kehidupan. Bersyukur bisa mempermudah datanganya kesuksesan, membangkitkan semangat, hidup menjadi lebih produktif, dan kepercayaan diri pun juga bertambah. Maka itu perbanyaklah bersyukur ya. Terkakang kita menganggap bahwa hidup kita yang paling menyedihkan, padahal nyatanya banyak orang-orang yang hidupnya lebih susah dari kita. Kita harus percaya dengan Allah Ta’ala bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah takdirnya dan itu pasti yang terbaik untuk kita. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam Al-Quran:

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Demikianlah info seputar manfaat bersyukur kepada Allah Ta’ala. Semoga dengan memperbanyak rasa syukur bisa membantu kita lebih mudah dalam mengamalkan

 

https://dalamislam.com

 

Pengertian Syukur dalam Islam dan Cara Melakukannya yang Dianjurkan

Pengertian Syukur dalam Islam dan Cara Melakukannya yang Dianjurkan

 

Liputan6.com, Jakarta Pengertian syukur adalah bagian dari rasa berterimakasih, lega, senang, bangga, dan masih banyak lagi. Dalam Islam, pengertian syukur adalah dekat dengan ibadah. Mulai dari terus memuji asma Allah SWT, mengingat-ingat nikmat-Nya, dan senantiasa bersujud kepada-Nya.

Allah SWT berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah ayat 152).

Abu Sai’d al-Kharraz dalam buku berjudul Dahsyatnya Energi Syukur, Istigfar, Muhasabah oleh Muhammad Azhar mengungkap pengertian syukur adalah mengakui nikmat kepada yang memberi nikmat dan menyatakannya secara rabubiyahnya.

Itulah pengertian syukur dalam Islam singkat yang bisa dipahami. Berikut Liputan6.com ulas lebih dalam tentang pengertian syukur dan cara melakukannya, Rabu (22/12/2021).

Pengertian Syukur dalam Islam

Memahami pengertian syukur adalah wujud perasaan berterimakasih yang sesungguhnya. Syukur adalah bagian dari perasaan lega, senang, bangga, dan masih banyak lagi lainnya. Secara bahasa, pengertian syukur berasal dari bahasa Arab “syakaro-yaskuru-syukron” yang artinya pujian kepada pemberi kebaikan.

Dalam buku berjudul Ajaibnya Tafakkur Dan Tasyakkur untuk Percepatan Rezeki oleh Ahmad Zainal Abidin, pengertian syukur adalah ungkapan rasa terima kasih kepada Allah SWT karena telah diberikan sebuah kenikmatan. Perilaku dari pengertian syukur, umumnya dapat digambarkan dari tindakan, aktivitas, dan wujud ketaatan seseorang kepada Tuhannya.

Abu Sai’d al-Kharraz dalam buku berjudul Dahsyatnya Energi Syukur, Istigfar, Muhasabah oleh Muhammad Azhar mengungkap pengertian syukur adalah mengakui nikmat kepada yang memberi nikmat dan menyatakannya secara rabubiyahnya. Bersyukur berarti sadar bahwa segala bentuk nikmat yang akan datang tak mungkin dari selain Allah SWT.

Bersyukur bisa dimulai dengan menyadari keberadaan anggota tubuh yang dimiliki. Mengutip dari buku berjudul Mutiara Ihya’ ‘Ulumuddin oleh Sang Hujjatul Islam, contoh perilaku yang menggambarkan pengertian syukur adalah mensyukuri kenikmatan mata untuk menutupi seluruh aib yang terlihat dan tidak menggunakannya dalam kemaksiatan.

Kemudian mensyukuri kenikmatan telinga dengan menutup aib-aib yang didengar kecuali pada hal-hal yang diperbolehkan. Itulah pengertian syukur dan contohnya yang perlu diketahui.

Bentuk-Bentuk Rasa Syukur

Ada tiga bentuk rasa syukur yang bisa dipahami seperti diungkap dalam buku berjudul Dahsyatnya Energi Syukur, Istigfar, Muhasabah oleh Muhammad Azhar. Mulai dari syukur hati, syukur lisan, dan syukur anggota badan. Ini penjelasannya:

1. Syukur Hati

Wujud dari pengertian syukur hati adalah mengingat-ingat kembali kenikmatan yang mencakup nikmat lahir maupun batin. Lalu segala yang nampak maupun tak tampak seperti iman, nafas, nyawa, darah, dan seluruh organ yang kita miliki adalah kumpulan “spare part organ tubuh” yang tak ternilai harganya.

2. Syukur Lisan

Wujud dari pengertian syuku lisan adalah memuji Sang pemberi nikmat dengan mengucapkan pujian atas nikmat yang disandang. Inilah mengapa setiap selesai melakukan sesuatu aktivitas, agama mengajarkan untuk mengucapkan pujian.

Misalnya saja setelah berpakaian kita memuji-Nya sebab betapa banyak orang yang tidak berpakaian, setiap naik kendaraan kita memuji- Nya sebab betapa banyak yang tak mempunyai kendaraan, ketika pagi kita memuji-Nya sebab betapa banyak mereka yang tak sempat menikmati pagi, dan seterusnya.

3. Syukur Anggota Badan

Wujud dari pengertian syukur anggota badan adalah senantiasa membalas nikmat sesuai dengan kewajiban masing-masing organ itu sendiri.

Cara Bersyukur dalam Islam

Ada berbagai macam cara bersyukur dalam Islam yang bisa dilakukan, sesuaikan saja dengan kemampuan. Dalam Islam, pengertian syukur adalah dekat dengan ibadah. Ini cara bersyukur dalam Islam yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber:

1. Berterima Kasih kepada Orang Lain

Salah satu cara untuk mensyukuri nikmat Tuhan adalah dengan berterima kasih kepada manusia yang telah menjadi perantara sampainya nikmat Allah pada Anda.

2. Merenungkan Nikmat-Nikmat Tuhan

Di dalam Al-Qur’an sering kali Tuhan menggugah hati manusia, bahwa ternyata banyak sekali nikmat yang dilimpahkan-Nya sejak umat manusia datang ke Bumi, agar sadar dan bersyukur kepada Allah SWT. Tuhan pun berfirman:

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl:78).

3. Qana’ah

Coba untuk selalu merasa cukup atas nikmat yang ada pada diri Anda. Hal ini akan membuat Anda selalu bersyukur kepada Allah SWT. Sebaliknya, saat Anda senantiasa merasa tidak puas, selalu merasa kekurangan, merasa Allah tidak pernah memberi kenikmatan padanya sedikitpun, maka begini Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur.” (HR. Ibnu Majah no.3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

4. Sujud Syukur

Salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur adalah dengan melakukan sujud syukur.

5. Berzikir

Merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Ada beberapa dzikir tertentu yang diajarkan oleh Rasulullah khusus mengungkapkan rasa syukur Anda kepada Allah SWT.

 

Laudia TysaraLaudia Tysara

https://hot.liputan6.com

 

Jika Tidak Memenuhi Rukun Syukur Ini, Tidak Disebut Bersyukur

Jika Tidak Memenuhi Rukun Syukur Ini, Tidak Disebut Bersyukur

 

Bagaimana cara kita bersyukur?

Dalam Mawsu’ah Nadhrah An-Na’im (6:2393) disebutkan pengertian syukur secara bahasa (lughatan). Syukur itu terdiri dari huruf syin kaaf raa’ yang menunjukkan pujian pada seseorang atas kebaikan yang ia perbuat.

Baca: Pengertian Syukur

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, “Bersyukur kepada Allah adalah memuji-Nya sebagai balasan atas nikmat yang diberikan dengan cara melakukan ketaatan kepada-Nya” (Fath Al-Qadir, 4:312).

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan,

 

الشُّكْرُ يَكُوْنُ بِالقَلْبِ وَاللِّسَانُ وَالجَوَارِحُ وَالحَمْدُ لاَ يَكُوْنُ إِلاَّ بِاللِّسَانِ

 

“Syukur haruslah dijalani dengan hati, lisan, dan anggota badan. Adapun al-hamdu hanyalah di lisan.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 11:135)

Hakikat syukur menurut Ibnul Qayyim dalam Thariq Al-Hijratain (hlm. 508) adalah,

 

الثَّنَاءُ عَلَى النِّعَمِ وَمَحَبَّتُهُ وَالعَمَلُ بِطَاعَتِهِ

 

“Memuji atas nikmat dan mencintai nikmat tersebut, serta memanfaatkan nikmat untuk ketaatan.”

Ibnul Qayyim dalam ‘Uddah Ash-Shabirin wa Dzakhirah Asy-Syakirin (hlm. 187), rukun syukur itu ada tiga:

·         Mengakui nikmat itu berasal dari Allah.

·         Memuji Allah atas nikmat tersebut.

·         Meminta tolong untuk menggapai rida Allah dengan memanfaatkan nikmat dalam ketaatan.

Rukun syukur ini jika kita jalankan itulah disebut cara bersyukur yang benar.

Ibnul Qayyim berkata, “Oleh karenanya orang yang bersyukur disebut hafizh (orang yang menjaga nikmat). Karena ia benar-benar nikmat itu terus ada dan menjaganya tidak sampai hilang.” (‘Uddah Ash-Shabirin, hal. 148)

Dalam hadits disebutkan,

 

وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ

 

“Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu Majah, no. 4022. Hadits ini adalah hadits dhaif kata Syaikh Al-Albani)

Abu Hazim juga berkata,

 

وأما مَن شكر بلسانه ولم يشكر بجميع أعضائه : فمثَلُه كمثل رجل له كساء فأخذ بطرفه ، فلم يلبسه ، فلم ينفعه ذلك من البرد ، والحر ، والثلج ، والمطر ” .

 

“Siapa saja yang bersyukur dengan lisannya, namun tidak bersyukur dengan anggota badan lainnya, itu seperti seseorang yang mengenakan pakaian. Ia ambil ujung pakaian saja, tidak ia kenakan seluruhnya. Maka pakaian tersebut tidaklah manfaat untuknya untuk melindungi dirinya dari dingin, panas, salju dan hujan.” (Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:84)

Cara bersyukur, mulailah dari yang sedikit atau kecil.

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

 

“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4:278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 667).

Jangan sampai nikmat Allah digunakan untuk bermaksiat.

Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin Katsir berkata, sebagai penduduk Hijaz berkata, Abu Hazim mengatakan,

 

كُلُّ نِعْمَةٍ لاَ تُقَرِّبُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ بَلِيَّةٌ.

 

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” (Hilyah Al- Awliya’, 1:497)

Namun, memang yang mau bersyukur dengan benar hanyalah sedikit.

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

 

“Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba’: 13).

Ibnu Katsir berkata,

 

إخبار عن الواقع

 

“Yang dikabarkan ini sesuai kenyataan.” Artinya, sedikit sekali yang mau bersyukur.

Bentuk syukur adalah dengan menyandarkan nikmat itu kepada Allah dan ucapkan di lisan bahwa itu berasal dari Allah. Misalnya, kita sukses, kita sebut, “Alhamdulillah, ini semua karena Allah.” Jangan sampai kita sebut, “Ini karena saya memang pintar mengelola bisnis.” Jangan semata-mata lantaran kita, sebutlah nama Allah ketika bersyukur.

Kesimpulan

Cara bersyukur adalah:

·         akui nikmat itu dari Allah dalam hati

·         ucapkan syukur di lisan

·         sebut nikmat itu berasal dari Allah, bukan karena diri kita

·         manfaatkan nikmat untuk ibadah

·         bersyukur bukan dengan bermaksiat

·         mulai bersyukur dengan yang sedikit

bisa jadi kita termasuk orang yang terasing dalam bersyukur, maka teruslah bersyukur

Semoga penulis dan pembaca tulisan ini menjadi hamba yang bersyukur.

 

 

Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel Rumaysho.Com

https://rumaysho.com

 

Jumat, 26 Agustus 2022

Ajaibnya Keadaan Seorang Mukmin

Ajaibnya Keadaan Seorang Mukmin

 

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

 

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Imam Al-Munawi berkata dalam Faidhul Qadir, “Keadaan seorang mukmin semuanya itu baik. Hanya didapati hal ini pada seorang mukmin. Seperti itu tidak ditemukan pada orang kafir maupun munafik. Keajaibannya adalah ketika ia diberi kesenangan berupa sehat, keselamatan, harta dan kedudukan, maka ia bersyukur pada Allah atas karunia tersebut. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersyukur. Ketika ia ditimpa musibah, ia bersabar. Ia akan dicatat termasuk orang yang bersabar.

Oleh karenanya, selama seseorang itu dibebani syari’at, maka jalan kebaikan selalu terbuka untuknya. Sehingga seorang hamba yang beriman itu berada di antara mendapatkan nikmat yang ia diperintahkan untuk mensyukurinya dan musibah yang ia diperintahkan untuk bersabar.

Semoga keadaan kita semuanya baik.

—-

Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc 

https://rumaysho.com

 

10 Manfaat Luar Biasa Ini Akan Kamu Rasakan Jika Selalu Bersyukur

10 Manfaat Luar Biasa Ini Akan Kamu Rasakan Jika Selalu Bersyukur

 

'Bersyukur' merupakan kata yang paling sering diucapkan orang-orang, baik itu untuk mengingatkan seseorang atau sebagai kalimat penenang bagi diri sendiri.

Namun, faktanya tak banyak orang yang benar-benar bisa mengimplementasikan rasa syukur itu pada dirinya. Masih banyak ditemukan orang-orang yang mudah mengeluh dan dilema pada kehidupan yang sedang dialaminya. Sehingga kata 'bersyukur' seperti suatu kalimat pengingat sementara namun tak sarat makna. Padahal jika benar-benar diterapkan dalam hidup, akan banyak mendatangkan banyak manfaat bagi diri sendiri.

Beberapa penelitian ilmiah telah menyebutkan bahwa menerapkan pola rasa syukur dapat memberi manfaat berkali-kali lipat. Nah, lalu apa saja manfaat bersyukur? Ini 10 hal yang akan kamu rasakan ketika sungguh-sungguh menerapkan rasa syukur pada diri sendiri.

1. Memberikan perasaan nyaman

Tahukah kamu, bahwa dalam hidup ini ada hukum daya tarik atau disebut juga 'law of attraction' yang dapat meningkatkan perasaan lebih nyaman dan membuat hatimu menjadi bahagia disaat kamu selalu bersyukur. Dengan bersyukur tubuh kita akan dialiri energi positif sehingga yang kembali ke diri kita juga positif. Wah, ini tentu sangat baik jika mulai kamu terapkan dari sekarang, guys!

2. Menciptakan emosi yang positif

Semakin banyak bersyukur tentu akan semakin mendatangkan perasaan positif pula. Karena kamu akan memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang positif dan akan selalu mengambil hal baik dari setiap kejadian buruk sekali pun. Karena kamu yakin tentu ada hikmah dan pelajaran baik di balik itu semua.

3. Dapat membentuk pola pikir sukses

Secara tidak disadari, rasa syukur yang selalu kamu panjatkan dapat memudahkanmu meraih apa yang kamu inginkan, karena adanya energi positif yang mengalir dalam dirimu, sehingga bisa membentuk pola pikir sukses. Semakin banyak memanjat rasa syukur pola pikir sukses akan semakin kuat dirasakan.

4. Menjadikan hatimu tenang

Dengan selalu bersyukur dalam setiap keadaan dapat mendatangkan ketenangan dalam hidup. Sehingga kamu selalu berada dalam perasaan yang selalu stabil sehingga membuat hidupmu menjadi lebih tentram dan damai.

5. Terhindar dari risiko terkena penyakit degeratif

Sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal Of Cardiology tahun 1995 mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki emosi dan pikiran positif maka organ tubuhnya berfungsi lebih baik. Sehingga membuat seseorang tersebut lebih sehat. Jadi perbanyak rasa syukur ya, guys.

6. Menjauhkan diri dari penyakit hati

Karena dengan selalu bersyukur disetiap keadaan, kamu jadi tahu bagaimana cara menciptakan kebahagiaanmu sendiri. Dengan menerapkan cara ini kamu tidak mudah diliputi penyakit hati. Seperti iri, dengki, benci, sombong dan sebagainya.

7. Hidup menjadi lebih berkah

Karena tahu cara bersyukur, meski rezeki yang kamu dapat tidak sebanyak orang lain namun manfaatnya akan sangat terasa sekali pada dirimu. Karena dari rasa syukur yang kamu panjatkan akan mendatangkan berkah tersendiri, sehingga kamu akan selalu merasa kaya meski dalam kesederhanan.

8. Menjalani hidup lebih santai

Karena tahu cara menikmati hidup yang hanya satu kali ini, sehingga kamu bisa mengolah diri kamu untuk tetap bahagia dan tetap santai dalam kondisi apapun. Maka dari itu, kamu bisa lebih rileks menjalani hari-harimu.

9. Ditambahkan nikmat oleh Yang Maha Kuasa

Tuhan telah berjanji akan memberikan nikmat lebih bagi hambanya yang senantiasa bersyukur padanya dalam kondisi apapun. Sebaliknya, jika kamu selalu mengeluh dan tidak bisa mensyukuri hidup maka kamu akan terpuruk.

10. Merasakan kesejahteraan hidup

Senantiasa bersyukur akan membuatmu gampang meraih kesejahteraan dalam hidup. Dan pikiranmu akan menjadi lebih optimis. Dengan dibarengi mindset positif yang ada dalam dirimu, akan datang sesuatu yang baik pula sehingga kamu akan selalu mempunyai harapan di segala hal.

Nah, itu tadi manfaat bersyukur yang luar biasa yang bisa kamu peroleh jika selalu hidup dengan rasa syukur. Yuk, mulai sekarang, ayo mulai kita terapkan pada diri kita.

https://www.idntimes.com

 

10 Manfaat Bersyukur bagi Kesehatan Fisik dan Mental

10 Manfaat Bersyukur bagi Kesehatan Fisik dan Mental

 

Bola.com, Jakarta - Bersyukur adalah cara berterima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan. Dengan selalu bersyukur, bisa membuat Anda merasa lebih tenang dan bahagia.

Tak bisa dimungkiri, ada banyak kenikmatan yang diberikan Tuhan sejak kita lahir hingga sekarang, seperti keluarga yang baik, makanan yang kita makan sehari-hari, tempat tinggal yang nyaman, dan sebagainya. Hal tersebut tentu patut dan harus disyukuri.

Memang terkadang susah untuk mengucapkan syukur, terutama saat sedang menghadapi masalah. Namun, selalu bersyukur sangat penting agar jiwa merasa tenang.

Jadi, bersyukur secara tidak langsung berdampak baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Maka itu, setiap manusia di dunia dianjurkan untuk selalu bersyukur.

Bukan tanpa sebab, bersyukur ternyata mendatangkan manfaat. Ada banyak manfaat bersyukur, terutama bagi kesehatan.

Berikut ini rangkuman tentang manfaat bersyukur bagi kesehatan yang perlu diketahui, seperti dilansir dari bctemas.beacukai.go.id, Kamis (10/3/2022).

1. Baik untuk Kesehatan Mental

Hasil penelitian American Psychological Association menyebutkan, remaja yang bersyukur jauh lebih berbahagia. Mereka juga memiliki pandangan positif tentang kehidupan dan berperilaku lebih baik, serta lebih penuh harapan dari rekan-rekannya yang kurang bersyukur.

2. Hidup Lebih Tenteram

Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpikiran positif akan mudah bersyukur. Jika mendapatkan sesuatu, mereka akan mensyukurinya dan membandingkannya dengan orang lain yang tak mendapatkannya.

Saat kita bersyukur maka tubuh juga akan dialiri perasaan positif. Hal inilah yang membuat hidup tenang dan tenteram.

3. Terhindar dari Dendam

Ketika dirugikan oleh orang lain, biasanya akan merasa sedih dan tidak jarang berujung pada rasa dendam. Ketika Anda merefleksikan kembali hal tersebut, pasti ada saja hal sekecil apa pun yang dapat disyukuri.

Hal ini dapat membantu Anda untuk terhindar dari rasa dendam.

5. Tidur Lebih Baik

Masalah tidur menjadi problem banyak orang, yang pada akhirnya mengganggu kesehatan. Orang yang bersyukur cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik.

Rasa syukur yang selalu ada di dalam hati membuat pikiran selalu positif dan tubuh selalu merasa relaks. Alhasil, kemudahan untuk tidur sangat mungkin dicapai.

6. Memperkuat Hubungan

Bersyukur atas apa yang dilakukan teman atau pasangan akan memperkuat hubungan di antara mereka.

7. Menyehatkan Jantung

Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu di antara faktor kesehatan jantung ada hubungannya dengan emosi positif dan apresiasi seseorang. Karena itu sikap selalu bersyukur menjadi penting bagi pengidap jantung.

8. Baik untuk Moral Tim

Penelitian menyebutkan, atlet cenderung lebih mudah terbakar emosinya, tetapi akan mengalami kepuasan hidup lebih tinggi jika bersyukur dan kepuasan itu akan merembet ke anggota timnya.

9. Berhubungan dengan Sistem Imun

Bersyukur berhubungan dengan optimisme. Pada gilirannya, sikap optimistis itu akan membangun daya tahan tubuh (imunitas) yang lebih baik.

Sebagai contoh, penelitian University of Utah menunjukkan bahwa mahasiswa hukum yang optimistis memiliki lebih banyak sel darah putih untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya ketimbang mereka yang pesimistis.

10. Melindungi Diri dari Hal Negatif dan Kurang Kontrol

Penelitian menunjukkan bahwa peristiwa negatif dapat meningkatkan rasa syukur. Kemudian rasa syukur dapat membantu meningkatkan perasaan memiliki dan menurunkan stres.

Ketika mensyukuri setiap hal kecil yang dimiliki, kita akan lebih mudah terhindar dari perasaan iri hati kepada orang lain.

 

Sumber: Bea Cukai

Faozan Tri Nugroho

https://www.bola.com

 

Kamis, 25 Agustus 2022

Penjelasan Makna Syukur Menurut Bahasa dan Alquran

 Penjelasan Makna Syukur Menurut Bahasa dan Alquran

 

 

Makna syukur menurut bahasa dan Alquran saling menguatkan.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14]: 7).

Seringkali kita mendengar ayat di atas dibacakan dalam berbagai acara keagamaan baik dalam tausiyah maupun ceramah yang mengisyaratkan perintah Alquran untuk bersyukur. Perintah dalam ayat di atas sangat jelas yaitu anjuran untuk bersyukur, jika ingin ditambah nikmat oleh Allah SWT. Karenanya, keyword dalam ayat ini ialah syukur. Apa sih syukur? Karena tidak jarang kita sering sekali mendengar nasihat, “Bersyukur aja, nanti ditambah nikmatnya,” yang sebenarnya nasihat ini terinspirasi dari Alquran surah Ibrahim ayat 7 ini. Nah, perintah bersyukur inilah yang menjadi tema sentral awal surah Ibrahim. 

Sebelumnya (di ayat 5) perintah bersyukur ini sudah ditegaskan secara khusus untuk kaum Nabi Musa AS (Bani Israil). Namun, di ayat 5 termaktub bahwa bersyukur saja tidak cukup, umat Nabi Musa (juga secara umum umat Rasulullah SAW) harus mampu menahan diri (bersabar) terhadap hal-hal yang kurang atau bahkan tidak disukai. 

Nah, kembali ke lafal syukr—yang terdiri atas kata syin, kaf, dan ra’, secara bahasa,  kata ini bermakna membuka, menampakkan, menyingkap, dan menunjukkan. 

Ahmad ibn Faris dalam karyanya Maqayis al-Lughah mengemukakan empat makna dari kata ini. Pertama, adalah pujian karena adanya kebaikan yang diperoleh seseorang. Kedua, syukr juga bermakna penuh atau lebat.

Dengan demikian, dua makna tersebut korelatif dengan sikap manusia yang ridha dan puas atas nikmat Allah SWT, baik banyak maupun sedikit.

Melalui makna dasar tersebut itulah, maka tergambar bahwa siapa yang merasa puas dengan perolehan yang sedikit setelah berusaha dengan maksimal, maka hakikatnya dia akan memeroleh nikmat yang banyak, lebat, dan subur, mengingat balasan Allah tidak selalu dalam bentuk material yang kasat mata. 

Senada dengan Ahmad ibn Faris, pakar bahasa Arab, Syekh ar-Raghib al-Ashfahani dalam Mufradat-nya berpendapat bahwa kata syukr juga berarti sebagai upaya untuk mau menampakkan nikmat-nikmat Tuhan ke permukaan (lihat pengujung surah adh-Dhuha).  

Karenanya, makna syakara adalah yang merupakan lawan dari kafara (menutup) atau tidak mau mensyukuri nikmat Allah SWT.

Dengan demikian, makna kata dasar syukr di atas dapat kita pahami dengan perasaan syukr menuntut pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan dan pengamalan/ pemanfaatan nikmat tersebut melalui anggota tubuh. Sehingga akhirnya, makna ini sangat terkait dengan kata yasykur, syakir maupun syakur. Apa perbedaan ketiganya? 

Kata yasykur (bentuk fi’l mudhari/ kegiatan yang terus menerus dilakukan) bermakna upaya sungguh-sungguh untuk mensyukuri nikmat Allah (walau sesekali khilaf dan lupa) namun tetap mengupayakannya. Sedangkan syakir, tingkatannya lebih tinggi dari yasykur— jika bersyukur semakin sering dilakukan oleh seorang hamba, maka ia memeroleh derajat syakir.

Selanjutnya, terakhir yaitu syakur, bila perasaaan mau dan sadar untuk mensyukuri nikmat Allah telah mendarah daging (baik bersyukur terhadap cobaan dari Allah) telah menjadi kepribadian seorang hamba, maka ialah yang memeroleh derajat tertinggi yakni syakur. 

Tingkatan ketiga inilah yang rasanya masih sulit dilakukan, meski tentu sangat mungkin bisa diupayakan oleh seluruh hamba, karenanya, Alquran melukiskan bahwa sangat sedikit hamba-Nya yang memeroleh derajat syakur, “Dan sedikit di antara hamba-hamba-Ku yang syakur (mau berterimakasih),” (QS Saba [34]: 13).

Semoga ulasan sederhana ini mampu menguatkan kita untuk berupaya menjadi hamba syakur, hamba yang mau dan tulus secara sadar mengucapkan terimakasih pada Tuhan yang telah memberi hidup juga memanfaatkan nikmat-nikmat tersebut kepada sesama makhluk-Nya. 

Oleh Ina Salma Febriany

https://www.republika.co.id