Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Jumat, 02 Oktober 2020

Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir! Ini Manfaat dan Keutamaan Kalimat Thayyibah

 Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir! Ini Manfaat dan Keutamaan Kalimat Thayyibah

 

POS-KUPANG.COM - Bacaan tasbih atau kalimat tasbih disebut juga dengan kalimat thayyibah.

Bacaan tasbih ini juga merupakan salah satu bacaan yang digunakan untuk berdzikir, sebab itulah disebut juga dengan kalimat dzikir.

Bacaan tasbih atau kalimat tasbih memiliki arti ‘menyucikan’, yang dimaksud adalah menyucikan Allah.

Dalam fungsinya, bacaan tasbih digunakan untuk berdzikir dengan menyucikan Allah.

Dzikir dengan bacaan tasbih ini sekaligus sebagai pengakuan pada diri kita yang penuh berlumuran dosa dan bahwa hanya Allah lah dzat yang maha suci.

Sudah seharusnya, sebagai seorang Mu’min ucapan yang keluar dari mulutnya merupakan kalimat thayyibah.

Ucapan yang dicintai Allah, yang mengalirkan pahala dan memberikan kesejukan bagi yang mendengarnya.

Kalau dihitung-hitung, berapa ribu kata dalam sehari yang kita ucapkan, dari ribuan kata itu, berapa persen kira-kira ucapan yang bermanfaat.

Berapa persen ucapan yang mengalirkan pahala dan berapa persen ucapan yang meleburkan dosa.

Atau justru sebaliknya, dari ribuan kata itu justru penuh madharat, tanpa pahala dan justru menambah dosa.

Bacaan Dzikir Sehari-hari untuk Menolak Bala’ dan Mendulang Pahala

Setelah mengkalkulasi perbandingan ucapan yang bermanfaat dan yang tidak.

Bagaimana jika ternyata ada satu ucapan atau dua ucapan, yang hanya butuh waktu satu detik untuk mengucapkannya namun keutamaannya melebihi seluruh kata yang kita ucapkan.

Maukah kita mengamalkannya?

Berikut adalah penjelasannya:

Dzikir dengan Bacaan Tasbih, Tahmid dan Takbir

 

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

 

“Barang siapa menyucikan Allah (bertasbih) 33x setelah selesai sholat, memuji Allah (bertahmid) 33x, dan mengagungkan kebesaran Allah (bertakbir) 33x, yang mana hal itu menjadi 99 bilangan,

lalu menyempurnakannya menjadi 100 dengan bacaan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, maka diampuni kesalahannya meskipun menyerupai buih di lautan.” (HR. Muslim no. 597).

Itulah sebabnya di kalangan warga NU membiasakan dzikir setelah sholat salah satunya dengan membaca dzikir di atas.

Dalam hadits yang lain juga disebutkan:

 

معقبات لا يخيب قائلهن أو فاعلهن دبر كل صلاة مكتوبة ثلاث وثلاثون تسبيحة وثلاث وثلاثون تحميدة وأربع وثلاثون تكبيرة

 

“Ada beberapa penyerta (dzikir) setelah selesai sholat yang tidak akan merugi bagi yang mengucapkan atau melakukannya, yaitu bertasbih 33x, bertahmid 33x, dan bertakbir 34x.” (HR. Muslim no. 596).

Keutamaan Bacaan Tasbih

Bacaan tasbih merupakan kalimat thayyibah yang ringan diucapkan, namun besar sekali keutamaannya.

Banyak sekali keterangan yang menyebutkan keutamaan dzikir dengan bacaan tasbih ini.

1. Diampuni Dosanya

 

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (من قال : سبحان الله و بحمده مائة مرة حطت عنه خطاياه و ان كانت مثل زبد البحر) متفق عليه

 

Dari Abu Hurairoh r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda; Barangsiapa membaca‘Subhanallah wa bihamdih’ seratus kali, maka dilebur dosanya meskipun menyerupai buih laut. (Muttafaqun ‘Alaih).

Termasuk Al Baaqiyaatus Shaalihaat

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri disebutkan:

 

عن ابي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (الباقيات الصالحات . لااله الاالله . و سبحان الله . و الله اكبر . و الحمد لله . ولاحول ولاقوة الا بالله) اخرجه النسائ , وصححه ابن حبان و الحاكم

 

Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda (Beberapa amalan shalih yang tetap pahalanya,

yaitu Laa_ilaaha_illallaah , Subhanallaah , Allaahu_akbar , Alhamdulillaah , Laa haula walaa quwwata illaa billaah). (HR. An-Nasa’i, dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

2. Ucapan yang Dicintai oleh Allah dan Terjaga dari Marabahaya

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Samuroh bin Jundab r.a;

 

وعن سمرة بن جندب رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم (أحب الكلام الى الله اربع , لا يضرك بأيهن بدأت : سبحان الله , والحمد لله , ولااله الا الله , والله اكبر) اخرجه مسلم

 

Dari Samuroh bin Jundab Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda (Ucapan yang paling dicintai Allah adalah empat, yang tiada sesuatu apapun yang membahayakanmu jika kamu awali dengan empat kalimat itu, yaitu: Subhanallaah, Alhamdulillaah, Laa_ilaaha_illallaah, Allaahu_akbar). (HR. Muslim).

3. Ringan Diucapkan Namun Berat dalam Mizan

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Syaikhoni (Imam Bukhari & Imam Muslim) berikut:

 

واخرج الشيخان عن ابي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : كلمتان حبيبتان الى الرحمن , خفيفتان على اللسان , ثقيلتان في الميزان : سبحان الله وبحمده , سبحان الله العظيم

 

Diriwayatkan oleh Syaikhoni, dari Abu Hurairoh Radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah SAW bersabda (Dua kalimat yang dicintai oleh Dzat yang Maha Welas Asih, ringan diucapkan oleh lisan dan berat dalam timbangan (Mizan), yaitu: Subhanallahi Wa_bihamdih , Subhanallaahil_’adziim).

 

Renungan

Setelah mengetahui keutamaan bacaan tasbih di atas, barulah kita menyadari bahwa satu ucapan dan waktu satu detik pun ternyata bisa bernilai sangat luar biasa.

Lantas, masihkah kita akan menyia-nyiakan anugerah yang diberikan Allah ini.

Selagi lisan masih bisa berucap, anggota tubuh masih bisa beramal, dan waktu amal masih diberlakukan untuk kita.

Marilah berdzikir dan bertasbih menyucikan Allah dengan bacaan tasbih.

Subhaanallaah, Wal_hamdulillaah, Wa laa_ilaaha_illallaah, Wallaahu_akbar.

 

https://kupang.tribunnews.com

Editor: Hasyim Ashari

 

8 Macam Dzikir Setelah Sholat, Raih Ketenangan Melalui Lisan

8 Macam Dzikir Setelah Sholat, Raih Ketenangan Melalui Lisan

 

 

Merdeka.com - Setelah selesai melaksanakan ibadah sholat, jangan buru-buru beranjak dari tempat sholat Anda. Duduk sejenak untuk berdzikir dan juga berdoa kepada Allah SWT. Karena waktu setelah sholat adalah salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa.

Namun sebelum berdoa, akan lebih baik jika Anda mengawalinya dengan bacaan dzikir terlebih dahulu. Selain membuat hati kita menjadi tenang dan damai, dzikir juga menjadi sarana bagi kita untuk mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Allah berfirman dalam Alquran:

"Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu," (QS. Al-Baqarah: 152).

Ada banyak bacaan dzikir yang bisa Anda ucapkan setelah selesai mengerjakan ibadah sholat. Berikut ini macam dzikir setelah sholat yang bisa Anda baca setiap selesai menunaikan ibadah sholat wajib ataupun sunnah.

Istighfar 3x dan Membaca Doa

Macam dzikir setelah sholat yang pertama adalah dengan beristighfar 3 kali dan dilanjutkan dengan membaca doa.

Dari Tsauban radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ketika selesai shalat, beliau beristighfar 3x, lalu membaca doa: “Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom.

(Ya Allah Engkau-lah as salam, dan keselamatan hanya dari-Mu, Maha Suci Engkau wahai Dzat yang memiliki semua keagungan dan kemulian),” (HR. Muslim).

Membaca Tahlil dan Doa

Macam dzikir setelah sholat yang kedua adalah dengan membaca tahlil yang dilanjutkan dengan membaca doa.

Dari Al Mughirah bin Syu’bah radhiallahu’anhu, ia berkata:

“Aku mendengar Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam setelah shalat beliau berdoa: “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Allahumma laa maani’a lima a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.

(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan (bagi pemiliknya). Dari Engkau-lah semua kekayaan dan kemuliaan)”. (HR. Bukhari, Muslim).

Membaca Doa Ini

Macam dzikir setelah sholat yang ketiga yaitu dengan membaca doa sebagaimana riwayat dari Abdullah bin Zubair radhiallahu’anhu:

Biasanya (Abdullah) bin Zubair di ujung shalat, ketika selesai salam beliau membaca:

“Laa ilaha illalloohu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Laa ilaha illallooh wa laa na’budu illa iyyaah. Lahun ni’matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasanu. Laa ilaha illallooh mukhlishiina lahud diin wa lau karihal kaafiruun."

(Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Segala pujian dan kerajaan adalah milik Allah. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Semua nikmat, anugerah dan pujian yang baik adalah milik Allah. Tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir tidak menyukainya)”. (HR. Muslim).

Membaca Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil

Macam dzikir setelah sholat yang keempat yaitu dengan membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil. Dalam membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil setelah shalat, ada 4 bentuk yang shahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yaitu:

• Tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 33x, tahlil 1x, total 100 dzikir

Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang berdzikir setelah selesai shalat dengan dzikir Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x). Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir”, Maka akan diampuni semua kesalahannya walaupun sebanyak buih di lautan” (HR. Muslim).

• Tasbih 33x, tahmid 33x, takbir 34x, total 100 dzikir

Sebagaimana riwayat dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

“Dzikir-dzikir yang tidak akan merugi orang yang mengucapkannya setelah shalat wajib: yaitu 33x tasbih, 33x tahmid, 34 takbir” (HR. Muslim).

• Tasbih 25x, tahmid 25x, takbir 25x, tahlil 25x, total 100 dzikir

Sebagaimana riwayat dari Zaid bin Tsabit radhiallahu’anhu, ia berkata:

“Mereka (para sahabat) diperintahkan untuk bertasbih selepas shalat sebanyak 33x, bertahmid 33x, bertakbir 34x. Lalu seorang lelaki dari Anshar bermimpi dan dikatakan kepadanya: Apakah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah memerintahkan kalian untuk bertasbih sebanyak 33x, bertahmid 33x, bertakbir 34x? Ia menjawab: benar.

Orang yang ada di dalam mimpi mengatakan: jadikanlah semua itu 25x saja dan tambahkan tahlil. Ketika ia bangun di pagi hari, lelaki Anshar ini menemui Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan menceritakan mimpinya. Nabi bersabda: hendaknya kalian jadikan demikian!” (HR. An Nasa-i, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

• Tasbih 10x, tahmid 10x, takbir 10x, total 30 dzikir

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Ada 2 perbuatan yang jika dijaga oleh seorang hamba Muslim maka pasti ia akan masuk surga. Keduanya mudah namun sedikit yang mengamalkan. Yaitu (pertama) bertasbih disetiap selepas shalat sebanyak 10x, bertahmid 10x, bertakbir 10x, maka itulah 150x dzikir di lisan (dalam 5 shalat waktu) namun 1500x di timbangan mizan. Dan (kedua) bertakbir 34x ketika hendak tidur, bertahmid 33x, dan bertasbih 33x, maka itulah 100x dzikir di lisan namun 1000x di timbangan mizan” (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Membaca Ayat Kursi

Macam dzikir setelah sholat yang kelima yaitu dengan membaca ayat kursi. Pendapat ini didukung dengan adanya hadist dari Abu Umamah Al Bahili radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Barangsiapa membaca ayat kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang bisa menghalanginya untuk masuk surga kecuali kematian” (HR. An Nasa-i, Ath Thabrani, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas

Macam dzikir setelah sholat yang ke enam adalah dengan membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Naas.

“Uqbah bin ‘Amir radhiallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku untuk membaca al mu’awwidzar (an naas, al falaq, al ikhlas) di penghujung setiap shalat” (HR. Abu Daud, dishahikan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Membaca doa "Allahumma inni as-aluka ilman naafian"

Macam dzikir setelah sholat yang ketujuh yaitu dengan membaca doa seperti yang diriwayatkan dari Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah radhiallahu’anha, ia berkata:

“Biasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika shalat subuh, ketika setelah salam beliau membaca doa: Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.

(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik dan amalan yang diterima)”. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Membaca doa "Allahumma ainni ala dzikrika"

Macam dzikir setelah sholat yang kedelapan adalah dengan membaca doa seperti yang sudah diriwayatkan dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu’anhu, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menarik tanganku sambil berkata: wahai Mu’adz, Demi Allah aku mencintaimu sungguh aku mencintaimu. Aku wasiatkan engkau wahai Muadz, hendaknya jangan engkau tinggalkan di setiap akhir shalat untuk berdoa: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika.

(Ya Allah, tolonglah aku agar bisa berdzikir kepada-Mu, dan bersyukur kepada-Mu, serta beribadah kepada-Mu dengan baik)”. (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

[ank]

Reporter : Andre Kurniawan

https://www.merdeka.com

 

5 Bacaan Dzikir yang Dianjurkan Dibaca 100 Kali Setiap Harinya Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad SAW

 5 Bacaan Dzikir yang Dianjurkan Dibaca 100 Kali Setiap Harinya Sesuai Petunjuk Nabi Muhammad SAW

 

 

TRIBUNJAMBI.COM - 5 dzikir yang dianjurkan dibaca 100 kali setiap harinya sesuai petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Bagi umat muslim, aktifitas dzikir (mengingat) kepada Allah SWT, dianjurkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya.

Dengan kata lain dzikir baik dilakukan setiap hari bahkan setiap saat agar  umat muslim selalu mengingat Allah SWT.

Namun, terkandang banyak yang masih bingung dzikir apa yang sebaiknya dibaca setiap saat.

 Seperti yang dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu (24/11/2018) ada beberapa bacaan dzikir yang bisa kalian lantunkan setiap hari.

Bahkan dianjurkan dzikir tersebut bisa dilantunkan hingga 100 kali menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Setidaknya ada 5 kalimat dzikir mulia yang bagus untuk diamalkan berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW.

Dimana dzikir tersebut bisa dilantunkan setiap hari dan dibaca seratus kali.

Berikut 5 dzikir yang bagus dan baik dibaca 100 kali setiap harinya.

1. LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH saratus kali.

 

قال النبي صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ كُلَّ يَوْمٍ لا إلٰهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُولُ الله مَائَةَ مَرَّة جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالقَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ

 

Nabi saww. bersabda: “Barangsiapa setiap hari membaca LAA ILAAHA ILLALLAHU MUHAMMADUR RASUULULLAAH (Tiadak ada Tuhan selain Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah) sebanyak seratus (100) kali, maka ia datang pada hari kiamat mukanya bagaikan bulan purnama”. (Kitab Lubabul Hadits)

2. LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR seratus kali.

 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

 

Telah bercerita kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Sumayya, maula Abu Bak dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang membaca laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariika lahuu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodir (Tidak ada ilah (yang berhaq disembah) selain Allah Yang Maha Tunggal tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh orang budak, ditetapkan baginya seratus hasanah (kebaikan) dan dijauhkan darinya seratus keburukan dan baginya ada perlindungan dari (godaan) setan pada hari itu hingga petang dan tidak ada orang yang lebih baik amalnya dari orang yang membaca doa ini kecuali seseorang yang dapat lebih banyak mengamalkan (membaca) dzikir ini”. (HR. Bukhori No.3050 dan No.5924, Ibnumajah No.3799)

3. LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN seratus kali sehabis sholat subuh atau sholat dzuhur.

 

والخطيب وأبو نعيم وابن عبد البرّ: من قال في يومه مائة مرة لا اله إلا الله الملك الحق المبين كان له أماناً من الفقر وأنساً من وحشة القبر، وفتحت له أبواب الجنة

 

Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa membaca pada pagi hari seratus (100) kali LAA ILAAHA ILLALLAAHUL MALIKUL HAQQUL MUBIIN, maka akan merupakan jaminan aman dari kemiskinan, akan menjadi kesenangan dalam kuburnya dan terbuka baginya pintu-pintu surga. (HR. Al Khatib, Abu Naimdan Ibn Abdul Bar, Didalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrasyad => Asy Syaikh Zainuddin Al Malibariy)

4. SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI seratus kali.

 

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

 

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Sumay dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan ‘SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya)’ sehari seratus kali, maka kesalahan-kesalahannya (dosa) akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR.Bukhori No.5926, Muslim No.4857, At Tirmidzi No.3388, Ahmad N0.10266 dan No.7667, Ibnumajah No.3802, dan Imam Malik No.438)

 

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

 

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abu Asy Syawarib telah menceritakan kepada kami Abdul ‘Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail bin Abu Shalih dari Sumayy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Barang siapa yang pada pagi dan sore hari mengucapkan; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali maka tidak ada orang yang datang pada Hari Kiamat yang membawa sesuatu yang lebih baik dari apa yang ia bawa kecuali orang yang mengucapkan seperti apa yang ia ucapkan atau lebih banyak lagi darinya.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib. (HR. At Tirmidzi No.3391)

 

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الْأُمَوِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ الْمُخْتَارِ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ سُمَيٍّ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلَّا أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ

 

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin ‘Abdul Malik Al Umawi telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Al Mukhtar dari Suhail dari Sumayya dari Abu Shalih dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barang siapa, ketika pagi dan sore, membaca doa; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak seratus kali, maka pada hari kiamat tidak ada orang lain yang melebihi pahalanya kecuali orang yang juga pernah mengucapkan bacaan seperti itu atau lebih dari itu.'” (HR. Muslim No.4858)

 

حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ مُوسَى الْكُوفِيُّ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ عَنْ مَطَرٍ الْوَرَّاقِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ لِأَصْحَابِهِ قُولُوا سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ مَنْ قَالَهَا مَرَّةً كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا وَمَنْ قَالَهَا عَشْرًا كُتِبَتْ لَهُ مِائَةً وَمَنْ قَالَهَا مِائَةً كُتِبَتْ لَهُ أَلْفًا وَمَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ وَمَنْ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ غَفَرَ لَهُ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

 

Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Musa Al Kufi telah menceritakan kepada kami Daud bin Az Zibriqan dari Mathar Al Warraq dari Nafi’ dari Ibnu Umar, ia berkata; Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda pada suatu hari kepada para sahabatnya: “Ucapkanlah; SUBHAANALLAAHI WA BIHAMDIHI (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) seratus kali, barang siapa yang mengucapkannya satu kali maka dicatat baginya sepuluh kali dan barang siapa yang mengucapkannya sepuluh kali maka dicatat baginya seratus kali, dan barang siapa yang mengucapkannya seratus kali maka dicatat baginya seribu kali, dan barang siapa yang menambah maka Allah menambahnya dan barang siapa yang memohon ampunan kepada Allah maka Allah akan mengampuninya.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan gharib. (HR. At Tirmidzi No.3392)

 

من قال سبحان الله وبحمده غرست له نخلة فى الجنة ومن قالها مائة مرة كتبت له الف حسنة و حطت عنه الف خطيئة

 

Nabi Muhammad SAW bersabda : Man qoola Subhaanallaahi wabihamdihi ghurisat lahu nakhlatun fil jannati, wa man qoolahaa mi-atan marrotin kutibat lahu alfu hasanatin, wa huththot ‘anhu alfu khothii-atin.

Artinya : Barangsiapa mengucap SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI sekali, akan ditanamkan baginya suatu pohon disurga, dan barangsiapa mengucapkannya seratus kali, dicatat baginya seribu kebajikan dan digugurkan daripadanya seribu kejahatan (Kitab An Nashaih Ad Diniyah – Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad)

5. Bershalawat setiap hari minimal seratus kali

 

والطبراني: مَنْ صَلّى عَلَيَّ وَاحِدةً صَلّى الله عَلَيْه عَشْراً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ عَشْراً صَلّى الله عَلَيْهِ مائَةً، وَمَنْ صَلّى عَلَيَّ مائَة كَتَبَ الله لَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ بَرَاءةً مِنَ النِّفَاقِ وَبَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَأَسْكَنَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ مَعَ الشّهَدَاءِ

 

Nabi Muhammad saww. bersabda : Man sholla ‘alayya wahidatan shallallaahu ‘alaihi ‘asyron wa man sholla ‘alayya ‘asyron shallallaahu ‘alaihi mi-atan wa man sholla ‘alayya mi-atan kataballaahu lahu baina ‘ainaihi baro-atan minan nifaaqi wa baroo-atan minan naari wa askanahu yaumal qiyaamati ma’asy syuhadaa-i.

Artinya : “Barangsiapa yang membaca shalawat untukku satu kali, maka Allah bershalawat untuknya sepuluh kali, dan barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali, maka Allah bershalawat untuknya seratus kali, dan barangsiapa bershalawat untukku seratus kali, maka Allah menulis diantara kedua matanya kebebasan dari nifak, dan kebebasan dari neraka dan ditempatkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mati syahid.”(HR. At Thabarani, di dalam Kitab Irsyadul ‘Ibad Ilasabilirrosyad)

 

(Tribunstyle.com/Candra Isriadhi)

https://manado.tribunnews.com

 

Kamis, 01 Oktober 2020

Inilah Kalimat Dzikir yang Paling Dicintai Allah

 Inilah Kalimat Dzikir yang Paling Dicintai Allah

 

Dzikir adalah kunci ketenangan dan kebahagiaan hidup di dunia serta kesejahteraan di akhirat kelak. Saking pentingnya dzikir, tujuan utama dari perintah shalat adalah mengingat Allah Ta’ala ketika berdiri, rukuk, duduk, sujud, dan dalam kehidupan selepas salam. Sedangkan shalat merupakan amal yang pertama dihisab di akhirat kelak.

Berdizikir hendaknya menjadi kebiasaan seorang hamba yang beriman. Jangan lalai apalagi enggan. Upayakan. Prioritaskan. Tak ada yang lebih penting di dunia ini selain mengabdi kepada Allah Ta’ala, salah satunya dengan selalu mengingat nama-Nya di setiap jenak kehidupan.

Ada begitu banyak kalimat dzikir yang disunnahkan. Namun, ada di antaranya yang menjadi kalimat-kalimat yang paling disukai Allah Ta’ala.

Dua Kalimat

Sebagaimana disebutkan dalam al-Adzkar, Imam an-Nawawi mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr al-Ghifari, “Maukah engkau kuberitahu kalimat yang paling dicintai Allah Ta’ala?”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya ucapan yang paling disukai Allah Ta’ala adalah سبحان الله وبحمد ه (Subhanallahi wa bihamdihi-Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi-Nya).”

Empat Kalimat

Empat kalimat ini amat masyhur di kalangan kaum Muslimin pecinta dzikir. Bisa diucapkan dalam satu kalimat utuh, dipisah-pisah, dan bisa dibaca sesuai kondisi seseorang.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Samurah bin Jundab, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kalimat yang paling dicintai Allah Ta’ala ada empat.”

Ialah; سبحان الله (Subhanallah-Mahasuci Allah), والحمدلله (Alhamdulillah-Segala puji bagi Allah), ولااله الاالله (Laa ilaha ilallah-Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), والله اكبر (Allahu akbar-Allah Mahabesar).

Di akhir riwayat yang dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan petunjuk, “Tidak ada salahnya bagimu untuk memulai (membacanya)nya dari kalimat yang mana.”

Paling Utama

Diriwayatkan secara hasan oleh Imam at-Tirmidzi, Jabir bin ‘Abdillah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dzikir yang paling utama adalah لااله الاالله (Laa ilaha ilallah-Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah).”

Ya Allah, bantulah kami untuk senantiasa mengingat nama-Mu, mudahkan dan istiqamahkan kami untuk mensyukuri semua nikmat-Mu, dan kuatkan kamu untuk membaguskan kualitas ibadah kepada-Mu. [Pirman/BersamaDakwah]

Oleh Pirman Bahagia 2

https://bersamadakwah.net

 

15 Kebiasaan Nabi Muhammad Yang bisa kita teladani

 15 Kebiasaan Nabi Muhammad Yang bisa kita teladani

 

 

 

15 Kebiasaan Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari yang bisa kita teladani

Blogger Kediri- Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi akhir Zaman, dimana tidak ada Nabi lagi yang di utus kepada umat manusia setelah kepergian Nabi Muhammad SAW. Sosok yang sangat mulia di mata umatnya dengan kepribadian yang sangat baik dan bisa diteladani menjadikan Nabi Muhammad sebagai kekasih Allah SWT.

Sikap dan kebiasaan yang dimiliki oleh Nabi Muhammad sering dijadikan contoh yang baik bagi umatnya

Seperti yang kita ketahui, segala hal atau ketentuan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW merupakan sunnah Nabi. Apabila anda menjalankannya, maka anda akan mendapatkan pahala. Jika tidak menjalankan sunnah Nabi, anda pun tidak akan berdosa. Amalan-amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW harus diteladani oleh umat muslim.

Aktivitas dalam kehidupan sehari-hari anda biasanya kurang bermakna dan menimbulkan banyak mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain. Biasanya hal itu disebabkan karena suatu tindakan yang kurang baik misal terbiasa bangun kesiangan sehingga melalaikan sholat subuh, makan kekenyangan sehingga menjadikan tubuh terasa malas untuk melakukan berbagai hal serta kebiasaan buruk lain.

Jika anda mengamalkan kebiasaan Rasulullah SAW, kehidupan anda akan menjadi lebih baik dan bermakna. Selain mendapatkan amal kebaikan , meneladani kebiasaan Nabi Muhammad juga mendatangkan rezeki dan menjaga kesehatan jasmani maupun rohani

Berikut ini adalah kebiasaan Nabi Muhammad SAWdalam kesehariannya yang bisa anda teladani

1. Jujur

Kejujuran merupakan salah satu sifat teladan yang dimiliki oleh Nabi Muhammada SAW. Sifat tauladan yang satu ini harus melekat di hati semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Dimanapun Nabi Muhammad SAW berada, beliau tidak pernah berbohong sekalipun.

Kejujuran menjadi kunci dari kesuksesan untuk menggapai apapun. Jika seseorang tidak jujur dalam mengatakan kebenaran pada seseorang, maka dosa yang besar akan menantinya

2. Takut Terhadap Allah

Rasa takut kepada Allah menjadikan Nabi Muhammad SAW selalu patuh dan taat kepada Nya. Beliau selalu mengingat Allah sebelum melakukan tindakan apapun, sehingga kebiasaan ini akan mencegah anda dari perbuatan dosa

3. Tidak Sombong

Salah satu sifat teladan Nabi Muhammad SAW yang harus anda ikuti adalah tidak sombong. Apapun yang menjadi keunggulan diri anda sebaiknya digunakan untuk hal yang bermanfaat dan tidak digunakan untuk menyombongkan disertai maksud merendahkan orang lain.

Seperti halnya Nabi Muhammad SAW yang memiliki banyak kelebihan, tetapi beliau tidak sombong dengan kelebihan yang dimilikinya.

Kesombongan menjadikan kehidupan anda jauh dari rasa syukur dan mematikan hati nurani. Apalagi dalam kehidupan akhirat nantinya, pastinya anda diminta untuk mempertanggung jawabkan segala kelebihan yang diberikan kepad anda didunia baik itu kelebihan harta maupun kelebihan ilmu.

Apabila kelebihan harta yang didapat didunia hanya untuk ditimbun berarti anda termasuk orang yang pelit seperti Qarun . Saya yakin masyarakat cenderung mengucilkan orang yang sombong

4. Sopan Santun

Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupannya selalu bersikap sopan dan santun terhadap orang lain. Beliau selalu menyapa orang yang lebih tua ketika sedang berjalan di depannya. Bahkan ketika beliau bertindak pun sangat lemah lembut terutama saat berbicara.

Sikap seperti itu harus anda tiru dalam kehidupan sehari-hari. Sopan dan santun merupakan sifat Nabi Muhammad SAW yang membuatnya sangat disegani dan justru terlihat lebih berwibawa.

Dimana sifat ini sangat dihargai dan dijunjung tinggi oleh orang lain. Sebab itulah mengapa sifat sopan santun wajib diajarkan oleh orang tua kepada anak sedini mungkin untuk membangun karakter yang baik.

Kesombongan tidak menjadikan anda di hormati oleh orang lain, sebaliknya sikap sopan dan lemah lembut membuat anda terlihat begitu mulia

5. Beribadah

Nabi Muhammad SAW juga memiliki keteladanan yang sangat mulia yaitu dalam hal menjalankan ibadah. Nabi Muhammad SAW tidak pernah lalai dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Setiap hari beliau terus beribadah kepada Allah SWT dan menjadikannya panutan bagi umatnya.

Shalat menjadi salah satu kunci ibadah yang wajib dijalankan umat Islam untuk menuju ke surga Allah. Nabi Muhammad SAW mencontohkan cara beribadah kepada Allah SWT supaya umatnya sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah SWT.

6. Tidak Tertuju Hanya Pada Dunia

Keteladanan yang ada pada Nabi Muhammad SAW selanjutnya adalah bagaimana dirinya dalam menjalankan hidup sehari-harinya. Yang diutamakan bukanlah kehidupan dunia semata, melainkan kehidupan akhirat sebagai tolak ukur di kehidupan akhir nanti. Baginya kehidupan di dunia hanyalah sementara, berbeda ketika hidup di akhirat yang nantinya akan kekal selamanya.

Apabila di dunia yang dicari hanyalah kemewahan dan keindahannya saja, kehidupan akhirat anda tidak akan baik nantinya. Anda harus mengumpulkan bekal ilmu dan ibadah yang banyak supaya bisa hidup dengan tenang di akhirat nanti.

7. Berdo’a Sebelum Melakukan Apapun

Apakah anda selalu berdo’a sebelum melakukan aktivitas apapun? Tidak semuanya pasti, ada hal yang terlewatkan terutama saat sedang terburu-buru. Do’a merupakan harapan yang dipanjatkan kepada Allah SWT agar segala aktivitas yang dilakukan mendapat ridho dari NYA. Tanpa berdoa maka hasilnya kurang berkah

Begitu juga dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Beliau selalu berdo’a sebelum melakukan tindakan apapun. Seperti halnya ketika beliau ingin makan, maka beliau brdo’a terlebih dahulu dan baru memakan makanan yang sudah disediakan. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW juga akan membacakan do’a setelah makan sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan.

8. Menghormati Kedua Orang Tua

Ridho orang tua merupakan ridho Allah SWT, murka orang tua juga merupakan murka Allah SWT. Meskipun nasib Nabi Muhammad SAW yang tidak memiliki kedua orang tua disaat sudah besar, beliau tetap mengajarkan kepada umatnya supaya menghormati orang tua.

Bentuk menghormati kedua orang tua ada banyak hal yang bisa anda lakukan, misalnya ketika masuk ke dalam rumah, anda mengucapkan salam dan mencium tangan orang tua, merawat orang tua ketika sakit dengan sepenuh hati, dan lain-lain. Dengan begitu, kehidupan anda akan menjadi lebih baik.

9. Mempunyai ahklak yang bagus

Hal lain yang harus anda pelajari dari Nabi Muhammad Saw adalah akhlaknya yang baik.

Apalagi seperti yang sudah kita ketahui bahwa Nabi Muhammad diutus ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia yang saat itu berada pada masa-masa kebodohan

Selain moral yang rusak, akidah pun juga menyimpang jauh dari kebenaran

Bahkan terdapat hadis dari Nabi Muhammad yang inti dari hadis tersebut yaitu orang mukmin yang paling sempurna imannya itu adalah mereka yang mempunyai akhlak yang baik bahkan ditegaskan dengan kata “paling baik akhlaknya”

Akhlak yang baik terdapat disemua elemen yang ada di dunia ini, mulai dari menjaga lisan supaya tidak menyakiti hati orang lain, berhati-hati dalam bertindak, menyenangkan orang lain dan sebagainya.

10. Tidak pernah kasar terhadap istri

Nabi Muhammad Saw. mempunyai akhlah yang baik bahkan kepada istrinya sendiri. Beliau tidak pernah sekalipun bersikap kasar hingga memukul istrinya sendiri

Jangankan memukul istrinya sendiri, bahkan terdapat sebuah hadis yang pada intinya menyebutkan bahwa Nabi Muhammad sendiri tidak pernah memukul pembantu dan orang lain.

11. Amanah

Rasulullah dalam hal apapun selalu amanah, sehingga bukan jadi hal yang aneh apabila mendapat gelar Al-Amin alias orang yang dapat dipercaya.

Nabi Muhammad Saw selalu berusaha menjaga amanah yang diberikan, jika sebuah urusan dipercayakan kepada Rasul maka Rasulullah akan melakukannya sebaik mungkin.

Menjunjung tinggi sifat amanah dalam kehidupan dapat membuat orang-orang merasa nyaman mempercayakan urusan tertentu kepada anda

Contohnya saat anda berjualan pasti pembeli akan menanyakan hal-hal seputar spesifikasi barang tersebut apakah masuk dalam kriteria mereka atau tidak, jika anda berbohong misal mengatakan bawang KW sebagai asli pasti membuat pembeli anda merasa kecewa

12. Membahagiakan istri

Rasulullah merupakan orang yang sangat romantis, baik, dan perhatian terhadap istrinya sehingga jika anda mendengar mengenai cerita-cerita mengenai tingkah Rasul kepada istrinya pasti anda akan kagum dan bahagia.

Banyak sekali hal baik yang dilakukan Rasul kepada istrinya, bahkan sebagian besar dianggap sebagai hal yang sangat romantis bagi kalangan muda saat ini yang memang sedang usia yang jatuh cinta sehingga tak jarang menjadi sedikit baper terhadap Rasulullah.

Beberapa hal yang dilakukan Rasul untuk membahagiakan istrinya seperti :

- Makan berdua bersama istri

Rasulullah sering makan berdua bersama istri, bukan hanya sekedar makan bersama seperti yang sering dilakukan saat ini namun makan bersama tersebut yaitu satu piring berdua bahkan satu gelas.

Hal itu juga terdapat pada salahsatu hadis dari Ibnu Hibban yang intinya yaitu Rasulullah meminum air pada sebuah gelas dimana gelas tersebut adalah gelas bekas istrinya. Tidak hanya itu saja, bahkan Rasul meletakkan bibirnya tepat pada bekas bibir istrinya.

Kejadian seperti itu sangatlah romantis dan dapat membahagiakan istrinya.

- Memuji istri

Semua orang memang akan merasa senang jika dipuji apalagi jika dipuji oleh orang yang disayangnya. Hal itu diterapkan oleh Rasulullah kepada istrinya yaitu dengan memujinya.

Dari hal tersebut pastinya kita sudah mengetahui bahwa terkadang untuk membahagiakan seorang istri tidak usah terlalu banyak beraneka macam. Dengna memujinya, istri pasti sudah akan merasa senang namun tetap jangan melupakan hal yang lainnya.

- Mencium istri

Jika kamu sekarang sudah menikah, pastikan kamu sering mencium istri atau dicium oleh suami karena memang dengan hal tersebut hubungan akan semakin lebih harmonis dan bahagia.

Dengan mencium istri pastilah istri akan semakin merasa tenang dan nyaman berada didekatmu.

Contohlah Rasulullah yang sering mencium istrinya sehingga keadaan rumah tangga akan semakin harmonis dan pastinya hubunganpun akan semakin mesra.

13. Makan menggunakan tangan kanan

Jika kamu ingin mulai membiasakan diri untuk menerapkan sedikit demi sedikit yang dilakukan oleh Rasul, maka kamu harus melakukan hal yang sangat sepele ini.

Kamu harus makan menggunakan tangan kanan, tidak hanya makan saja namun juga minum karena memang itulah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw.

Tidak hanya makan dengan tangan kanan saja, namun Rasulullah juga sangat berhati-hati dalam makan. Beliau menggunakan suapan yang kecil dan berusaha menjaga makanan supaya tidak ada yang terjatuh.

Dari situ saja pasti kamu sudah tau apa yang harus kamu lakukan. Kamu sebisa mungkin jangan menyisakan makanan. Untuk memudahkannya kamu harus mengambil makanan secukupnya saja dan jangan berlebihan.

14. Tidak berlebihan dalam marah

Saat kamu sedang marah, pastinya kamu akan merasa sangat jengkel apalagi kita sebagai manusia biasa.

Nah, sebenarnya jika kamu ingin mengikuti sifat dari Nabi Muhammad Saw. kamu harus bisa menjaga diri dari yang namanya marah berlebihan karena Rasulullah tidak akan marah jika tidak ada penyebabnya.

Kemarahan Rasul sendiri juga merupakan sebuah kebenaran karena biasanya disebabkan oleh perkara yang tidak diharapkannya entah menyalahi dari kebenaran maupun menyimpan dari ajaran Agama itu sendiri.

Selain itu, Nabi Muhammad Saw. saat marah tidaklah berkata kasar seperti kebanyakan manusia saat ini. Namun sebaliknya, beliau malah mendoakan orang yang sedang dimarahinya dan itulah akhlak yang sangat terpuji.

15. Menerapkan adab tidur

Tidur yang merupakan hal yang sepele bagi kalangan manusia saat ini ternyata dulunya Rasulullah sangat memperhatikannya bahkan saat mau tidur pun beliau menyiapkan hal-hal didalamnya.

Rasulullah selalu berdoa terlebih dahulu sebelum tidur dan saat hendak tidur pun Rasul meletakkan tangan kanannya menjadi dibawah pipi sebelah kanan alias tidurnya Nabi miring ke kanan.

Selain itu, saat beliau bangun tidur tidaklah langsung melakukan pekerjaan. Namun, beliau juga membaca doa selepas bangun tidur.

Hal ini pastinya bisa kamu terapkan dengan mudah mulai hari ini untuk menjaga adab tidur kita karena Nabi Muhammad Saw. sangat memperhatikan bagaimana tidur beliau dan pastinya sangat bagus untuk kita contoh ssaat ini.

Banyak sekali kebiasaan Nabi Muhammad Saw. yang pastinya tidak akan muat untuk disebutkan satu persatu pada artikel kali ini. Namun, dari beberapa hal diatas saja sudah bisa kamu terapkan secara bertahap.

Namun, pastinya kamu saat menerapkannya jangan lupa untuk tetap istiqomah karena yang istiqomahlah yang akan mendapatkan kemenangan. Oleh sebab itu, kamu harus bisa merasakan kenikmatan saat mulai mengikuti kebiasan-kebiasan abi Muhammad Saw.

Itulah beberapa keteladanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, dimana anda harus mengikuti ajaran yang dicontohkan dan disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan begitu, kehidupan anda akan menjadi lebih baik.

 

Oleh Blog Orang IT

Helmy Kurniawan

https://medium.com

 

7 Keutamaan Dahsyatnya Dzikir Laa Ilaaha Illaallah Yang Jarang Diketahui

 7 Keutamaan Dahsyatnya Dzikir Laa Ilaaha Illaallah Yang Jarang Diketahui

 

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengatakan, “Kalimat tauhid (Laa ilaaha illallah) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.” Tapi kebanyakan kita tidak tahu keutamaan kalimat tauhid atau tahlil ini.

Berikut adalah beberapa keutamaan kalimat tahlil “Laa ilaaha illallah.”

1.    Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ merupakan harga surga. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘laa ilaaha illallah,’ maka dia akan masuk surga,” (HR. Abu Dawud no. 1621).

2.    Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ adalah kebaikan yang paling utama, Abu Dzar berkata,”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, “Wahai Rasulullah, apakah ‘laa ilaaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.”

3.    Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ adalah dzikir yang paling utama. Dari Jabir rodhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Dzikir yang paling utama adalah laa ilaaha illallah, dan doa yang paling utama adalah alhamdulillah,” (HR. Ibnu Majah, An Nasa’I Shohih Targhib wa Tarhib: 1526 ).

4.    Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ adalah pelindung api neraka. Dari Umar radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sungguh aku akan mengajarkan sebuah kalimat, tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan benar dari hatinya, lalu ia mati diatas keyakinan itu, kecuali (Allah) mengharamkan tubuhnya dari api neraka. Yaitu kalimat laa ilaaha illallah,” (HR. Hakim-Shohih Targhib wa Tarhib: 1528).

Suatu saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam mendengar muadzin mengucapkan ‘Asyhadu allaa ilaaha illallah.’ Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi, “Engkau terbebas dari neraka,” (HR. Muslim no. 873).

1.    Kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ adalah dzikir dan perantara doa. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda, Musa berkata: Wahai Tuhanku ajarkanlah kepadaku sesuatu, yang aku akan berdzikir dan berdoa kepadaMu dengannya. Allah berfirman: Wahai Musa ucapkanlah Laa ilaaha illallah. Musa berkata: Wahai Tuhanku seluruh hambaMu mengucapkan kalimat ini. Allah berfirman: Wahai Musa! Seandainya langit tingkat tujuh dan apa yang ada didalamnya serta bumi tingkat tujuh selain Aku diletakkan di suatu timbangan, dan laa ilaaha illallah diletakkan di timbangan yang lain, maka akan berat timbangan laa ilaaha illallah,” (HR. Ibnu Hibban, Hakim-Fathul Bari: 11/28).

2.    Kalimat ‘Laa ilaaha ilallah’ menunda kiamat. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak akan terjadi kiamat (apabila) masih ada orang yang menyebut laa ilaaha illallah,” (HR. Ibnu Hibban, Ta’liqotul Hisan: 6809, Ash Shohihah: 3016).

3.    Dzikir Laa ilaaha illallah pahalanya paling banyak. Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairoh radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa mengucapkan ‘laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syay-in qodiir’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu,” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018).

Dan masih banyak lagi keagungan–keagungan dzikir tahlil “Laa ilaaha illaallah.” Marilah kita berdzikir “laa ilaaha illaallah” sebanyak–banyaknya dengan hati yang tulus ikhlas diwaktu pagi dan petang, sebagaimana firman Allah “Wahai orang–orang beriman, berdzikirlah kepada Allah, sebanyak–banyaknya,” (Al- Ahdzab: 41). []

By Yudi

https://www.inspiradata.com