Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Sabtu, 03 Agustus 2019

Manfaat daging kambing untuk kesehatan


Manfaat daging kambing untuk kesehatan


Hari raya Iduladha identik dengan menyembelih hewan kurban, kemudian mengonsumsi dagingnya, salah satunya adalah kambing. Di Indonesia, daging kambing bisa diolah menjadi berbagai masakan, seperti satai, gulai, tengkleng atau tongseng.

Di balik kelezatannya, banyak orang khawatir makan daging kambing karena dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Benarkah makan kambing bisa sebabkan hipertensi dan apa saja manfaat yang terkandung di dalamnya?

Tunggul D. Situmorang, dokter spesialis penyakit dalam, mengatakan tidak benar makan daging kambing menyebabkan hipertensi. Menurut Tunggul, mitos makan daging kambing menyebabkan darah tinggi ini bisa dipicu proses pengolahan.

Penggunaan garam dalam mengolah daging kambing membuat sodium makin tinggi. Inilah yang menjadi penyebab utama tekanan darah tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan.

“Faktor penyebab hipertensi jelas garam. Ketika ada orang yang terkena hipertensi dan tidak diketahui penyebabnya apa, itu pasti karena konsumsi garam berlebih. Apalagi jika ada riwayat keluarga terkena hipertensi, ini dikatakan hipertensi primer. Sembilan puluh persen penderita hipertensi karena hipertensi primer," ujarnya.

Dilansir Healthline, daging kambing terdiri dari protein, tetapi juga mengandung lemak. Dalam 100 gram daging kambing panggang, mengandung 25,6 gram protein dan 16,5 gram lemak.

Daging kambing merupakan sumber protein berkualitas tinggi karena mengandung semua asam amino esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.

Jumlah lemak dalam daging kambing sebenarnya beragam, tergantung pada usia, jenis kelamin, dan pakan hewan. Kandungan lemak bisa berkisar dari 17-21 persen, terdiri dari lemak jenuh dan tak jenuh tunggal dalam jumlah yang kurang lebih sama.

Selain protein dan lemak, daging kambing juga kaya vitamin dan mineral, antara lain vitamin B12 yang penting untuk pembentukan darah dan fungsi otak dan vitamin B3 atau niasin. Kekurangan niasin telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Untuk mineral, ada zinc yang penting untuk pertumbuhan dan pembentukan hormon, seperti insulin dan testosteron. Ada juga zat besi, fosfor, dan selenium.

Selain vitamin dan mineral, daging kambing juga mengandung sejumlah nutrisi bioaktif dan antioksidan. Ada creatine sebagai sumber energi untuk otot dan taurin untuk jantung dan otot.

Makan daging kambing bisa membantu tubuh dalam pemeliharaan massa otot, terutama pada orang tua. Ini tentunya perlu bersamaan dengan gaya hidup sehat seperti olahraga yang cukup dan mengonsumsi makanan tinggi protein.

Kemudian, makan daging kambing juga bisa jadi pilihan untuk terhindar dari anemia. Sebab, orang mengalami anemia karena kekurangan zat besi. Sementara itu, daging kambing merupakan sumber zat besi.

Batas makan daging kambing

Melihat ada banyak manfaat daging kambing, maka makanan ini sebaiknya tidak dihindari. Namun, tetap perhatikan jumlah konsumsinya.

Menurut Prof. Dr. Nuri Andarwulan, Direktur SEAFAST Center, maksimal konsumsi satai kambing adalah 10 tusuk dalam sehari.

Kata ahli gizi Leona Victoria Djajadi, porsi makan harian daging kambing sama saja dengan daging merah lain, yaitu 65-90gram daging yang sudah dimasak dan boleh makan 2-3 kali seminggu.

Kolesterol akan naik jika daging kambing yang disantap juga dalam jumlah yang berlebihan serta dikonsumsi dengan olahan daging lain atau makanan berlemak jenuh lain.

Ahli gizi Dian Permatasari mengatakan bahwa siapa saja, termasuk penderita penyakit kronis masih dapat mengonsumsi daging kambing. Paling penting adalah tahu batasan dan tak boleh berlebihan.

"Sebenarnya, tidak ada orang yang terlarang makan daging kambing. Tergantung bagian mana yang dimakan. Daging tanpa lemak kan tidak terlalu berbahaya," ujarnya.

Anda juga bisa memasak daging kambing dengan pilihan yang lebih sehat. Saat akan memasak, potong sebanyak mungkin lemak. Kemudian, jangan menggoreng daging karena menambah lebih banyak lemak dan kurang sehat. Kata Dian, bagian daging tanpa lemak bisa ambil bagian paha atas dan bahu.



Jumat, 02 Agustus 2019

5 Cara Sehat Konsumsi Daging Kambing


5 Cara Sehat Konsumsi Daging Kambing



Hari Raya Idul Adha identik dengan hewan kurban. Salah satu yang paling banyak dijadikan hewan kurban adalah kambing. Daging kambing memang sangat lezat untuk dinikmati dengan berbagai macam olahan, seperti sate, gulai, tongseng, dan kari. Namun Anda harus berhati-hati saat mengonsumsi daging kambing. Jangan sampai kenikmatan mengonsumsi daging kambing malah mengganggu kesehatan Anda.

Dalam satu porsi daging kambing, terdapat protein yang cukup tinggi, yaitu 25 gram. Tetapi seporsi daging kambing juga mengandung 2,6 gram lemak dengan 0,8 gram lemak jenuh dan 64 mg kolesterol. Anda sebaiknya berhati-hati saat mengonsumsinya. Kolesterol diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Sebelum mulai memasaknya, ketahui dulu beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat daging kambing menjadi santapan yang lebih sehat, yaitu:

1. Pilih jenis daging

Saat memilih daging kambing, pilihlah bagian daging yang kandungan lemaknya paling sedikit. Setelah itu Anda bisa membuang bagian lemak yang masih tersisa sebelum mengolahnya.

2. Pilih cara mengolah yang sehat

Memasak daging kambing dengan cara dipanggang merupakan cara memasak yang lebih sehat. Dengan cara pengolahan ini, Anda tidak perlu menggunakan tambahan minyak, yang dapat menambah kandungan lemak jenuh dan kolesterol ke dalam masakan daging kambing Anda.

3. Buang kaldunya

Bila Anda ingin mengolah daging kambing menjadi sop, buanglah kaldu daging kambing yang terdapat pada air rebusan pertama. Kaldu kambing mengandung lemak yang sangat tinggi.

4. Hindari santan

Mengolah daging kambing dengan tambahan santan atau minyak, bukanlah pilihan yang tepat. Meskipun dapat membuat rasa masakan Anda menjadi lebih gurih dan lezat, namun hal tersebut  sama saja dengan menambahkan lemak dan kolesterol ke dalam daging kambing Anda.

5. Batasi

Seenak apapun masakan daging kambing yang Anda buat, tetap batasi jumlahnya saat Anda menikmatinya. Semakin banyak daging kambing yang Anda konsumsi, semakin banyak juga lemak dan kolesterol yang masuk ke dalam tubuh Anda.

Dengan mengetahui cara-cara tersebut di atas, Anda tidak perlu khawatir lagi untuk mengonsumsi daging kambing. Pada prinsipnya, selama dibatasi jumlahnya dengan pengolahan yang tepat, maka konsumsi daging kambing tidak akan membahayakan kesehatan Anda. Selain itu Anda sebaiknya mengimbangi asupan daging kambing dengan melakukan aktivitas fisik setelahnya. Aktivitas fisik diketahui dapat menghambat penyerapan kolesterol di dalam darah. Jadi tidak selamanya makan enak itu berarti tidak sehat.



Ada Berkah pada Daging Kambing


Ada Berkah pada Daging Kambing


Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suka memakan daging kambing, terutama bahagian lengan dari daging seekor kambing

Ada Berkah pada Daging Kambing

Imam Az Zuhri berkata, “Memakan daging akan menambah tujuh puluh kekuatan (tenaga).”
SELAMA Idul Adha umat Islam sering mendapatkan pembagian daging yang berlebihan. Di sisi lain, banyak berita beredar di masyarakat tentang bahaya makan daging kambing. Benarkah demikian?

Seperti diketahui, daging kambing merupakan daging merah yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Daging kambing yang awalnya dinilai merupakan makanan pokok di Timur Tengah, Afrika Utara, dan budaya Karibia kini telah merambah ke Amerika serta Eropa.  Meski lezat, banyak orang justru menghindarinya karena beredarnya mitos makan daging kambing berbahaya.

Rasulullah Suka Daging Kambing

Rasulullah adalah seorang penggembala kambing karena hewan ini dinilai banyak kebaikan dan ada keberkahan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


اتخذوا الغنم فإن فيها بركة


 Peliharalah (manfaatkan) oleh kalian kambing kerana di dalamnya terdapat barakah.” [HR Ahmad]

Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda;


ما بعث اللهُ نبيًّا إلا رعى الغنمَ . فقال أصحابُه : وأنت ؟ فقال : نعم ، كنتُ أرعاها على قراريطَ لأهلِ مكةَ

“Tidaklah seorang Nabi diutus melainkan ia menggembala kambing. Para sahabat bertanya, apakah engkau juga?”. Beliau menjawab, “iya, dahulu aku menggembala kambing penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath.”[HR. Al Bukhari, no. 2262]

Dari Abu Said berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hampir saja harta muslim yang terbaik adalah kambing yang digembala di puncak gunung dan tempat jatuhnya hujan. Dengan membawa agamanya dia lari dari beberapa fitnah (kemungkaran atau peperangan sesama muslim).” (HR. Bukhari)

Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suka memakan daging kambing, terutama bahagian lengan dari daging seekor kambing. Abu Hurairah r.a. berkata: “Suatu ketika dihidangkan ke hadapan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam semangkuk bubur dan daging. Maka beliau mengambil bahagian lengan (dari daging tersebut), dan bahagian itulah yang paling disenangi oleh Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam.” (HR. Muslim)

Dhuba’ah binti Zubair menceritakan bahwa Ia pernah menyembelih seekor kambing. Ketika utusan Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassallam menemuinya, yang tersisa dari daging kambing itu hanya lehernya, sehingga Ia malu jika harus menghadiahkan kepada beliau. Utusan Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassallam kemudian menceritakan itu kepada Beliau. Lalu Beliau bersabda “Kembalilah kepadanya dan katakan, “Antarkan saja leher tersebut, karena itu adalah penunjuk kambing. Lebih dekat kepada kebaikan dan paling jauh dari penyakit.” (HR Bukhori Muslim dan Ahmad).

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disuguhi daging. Bagian kaki (dari daging itu atau paha) diberikan kepada Beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukainya, maka beliau menggigit daging itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:


شفاء عرق النسا ألية شاة أعرابية تذاب ثم تجزأ ثلاثة أجزاء ثم يشرب على الريق في كل يوم جزء

“Obat ‘irqun nasa adalah (lemak) ekor domba pedalaman (dari Arab), kemudian ditumbuk dan direbus, dicairkan, kemudian dibagi menjadi 3 bagian. Setiap bagian diminum pagi, siang, dan sore (saat perut masih kosong).” (HR. Ibnu Majah)

Perintah Aqiqah dengan Kambing

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163)]

Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Shalalahu ‘Alaihi Wassallam bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316]

Sebagian ulama juga berpendapat dibolehkan aqiqah dengan unta, sapi, dan lain-lain. Namun pendapat ini dianggap lemah.

Memakan Daging dalam Al-Quran

Salah satu kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala adalah menciptakan hewan-hewan agar bisa dimanfaatkan bagi manusia; terutama daging, susu dan kulitnya.

Daging merupakan makanan yang sangat penting bagi manusia sepanjang zaman, baik di dunia mahupun akhirat. Allah Subhanahu Wata’ala menjelaskan dalam Al-Quran bahwa daging termasuk makanan penghuni Surga:


وَأَمۡدَدۡنَـٰهُم بِفَـٰكِهَةٍ۬ وَلَحۡمٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢٢)

“Dan Kami telah persiapkan bagi mereka dengan buah-buahan dan daging yang mereka sukai.” (Ath-Thur [52] 22)

وَأَمۡدَدۡنَـٰهُم بِفَـٰكِهَةٍ۬ وَلَحۡمٍ۬ مِّمَّا يَشۡتَہُونَ (٢٢)

“Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.” (QS: at Tur [52]: 22)

وَإِنَّ لَكُمۡ فِى ٱلۡأَنۡعَـٰمِ لَعِبۡرَةً۬‌ۖ نُّسۡقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِہَا وَلَكُمۡ فِيہَا مَنَـٰفِعُ كَثِيرَةٌ۬ وَمِنۡہَا تَأۡكُلُونَ (٢١)

“Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan [juga] pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian darinya kamu makan.” (QS: Al Mukminun: 21)

Pendapat para Ulama tentang Daging Kambing

Lewat beberapa hadist yang menerangkan sunnah menyembelih dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan, menandakan keharsan untuk aqiqah dengan kambing.

Dalam Kitab Fathul Bari’ al-Hafidz Ibnu Hajar menerangkan: “Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas, anak domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing untuk aqiqah.”

Pengarang Kitab Subulussalam, Imam Ash-Shan’ani mengatakan, lafadz syaatun (dalam hadist) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan qurban. Adapun orang yang menyamakan persyaratannya, mereka berdalil dengan qiyas.

Ibnul Qayyim juga berkata, “Daging Kambing dapat menjadikan darah yang sehat an kuat bagi siapa saja yang dapat mengunyahkan dengan baaik. Daging itu cocok bagi orang-orang yang tinggal di daerah dengan iklim dingin dan sedang, serta cocok pula bagi mereka yang suka berolahraga di tempat-tempat yang dingin atau pada musim dingin. Daging juga bermanfaat bagi mereka yang lemah daya pikirnya karena daging dapat menguatkan daya pikir dan daya hapal seseorang. Bagian daging yang paling baik adalah yang terlindung dengan tulang. Bagian sebelah kanan lebih baik dari sebelah kiri. Dan bagian depan lebih baik dari bagian belakang. Rasulullah lebih menyukai bagian depan seekor kambing. Daging bagian aas juga lebih baik dari bagian bawahnya, kecuali bagian kepala.” [Panduan Diet Ala Rasulullah, Indra Kusumah SKL, Gramedia)

Para ulama terdahulu memberikan pendapat tentang keutamaan mengambil daging. Di antaranya :

Qadhi Iyadh berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassallam gemar mengambil daging bahagian lengan disebabkan oleh kematangannya, aroma yang wangi, rasa yang lazat, manis dan jauh dari tempat-tempat yang berbahaya.”

Muhammad bin Wasi’ berkata, “Daging dapat menambahkan kekuatan penglihatan.”
Imam Az Zuhri berkata, “Memakan daging akan menambah tujuh puluh kekuatan (tenaga).”
Ali bin Abi Thalib berkata, “Makanlah daging, sesungguhnya daging dapat membuat warna menjadi jernih, membuat perut menjadi lapar dan dapat memperbaiki akhlak.”

Sementara Adz-Dzhahabi dalam Thibbun Nabawi menguraikan,  limpa dagingnya jelek dan mengakibatkan sakit empedu. Sedangkan hati yang paling bagus dimakan dengan cuka dan kazbarah (ketumbar), lalu disantap dalam kondisi dingin bersama karaaya.

Al-Farzdaq berkata, “Ambillah daging bagian depan. Hindarilah kepala dan perut, karena keduanya adalah sarang penyakit.”

Namun demikian perlu dihindari makan daging berlebihan, karena Umar bin Khaththab  RA berkata, “Hindarilah daging, karena sesungguhnya daging itu mengandung zat yang ganas seperti ganasnya khamer.” (Imam Malik dalam Al-Muwaththa).

Ahli tafsir Al-Qurthubi rahimahullah berkata,


وجعل البركة في الغنم لما فيها من اللباس والطعام والشراب وكثرة الأولاد، فإنها تلد في العام ثلاث مرات إلى ما يتبعها من السكينة، وتحمل صاحبها عليه من خفض الجناح ولين الجانب

“Allah telah menjadikan berkah pada kambing di mana kambing bisa dimanfaatkan untuk pakaian, makanan, minuman, banyaknya anak ,karena kambing beranak tiga kali dalam setahun, sehingga memberikan ketenangan bagi pemiliknya. Kambing juga membuat pemiliknya rendah hati dan lembut terhadap orang lain.” [Dalam Al-jami’ liAhkaamil-Qur’an 10/80, Darul Kutub Al-Mishriyah, Koiro, 1384 H, syamilah]

Manfaat Kesehatan

Terlepas dari rasa yang unik, daging kambing juga memiliki manfaat kesehatan. Meski diketahui daging kambing meningkatkan kadar kolesterol darah, tetapi bisa mengurangi risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Daging mereka adalah sumber yang baik dari asam linoleat terkonjugasi (CLA), yaitu asam lemak yang dapat membantu mencegah kanker dan kondisi peradangan lainnya.

Seperti dilansir laman Indiatimes, Senin (12/9/2016), daging kambing mengandung selenium, dan kolin yang bermanfaat dalam menangkal kanker.

Bahkan untuk wanita hamil, daging kambing dinilai bisa mencegah anemia, meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah ibu, dan mensuplai darah ke bayi karena mengandung jumlah tinggi zat besi sebanyak 3 mg per 100 gram daging kambing. Pada bayi dapat mengurangi risiko cacat lahir.

Bagi wanita yang nyeri saat haid, daging kambing bisa memulihkan karena mengandung zar besi. Vitamin B12 yang terkandung di dalamnya bisa membuat sehat kulit.

Direktur Chevon Agrotech Pvt. Ltd, Dr Rizwan Thakur, sebagaimana dikutip laman yahoo.health pernah mengatakan banyak manfaat daging kambing bagi kesehatan.

Menurutnya, daging kambing merupakan sumber yang baik dari asam linoleat terkonjugasi (CLA), asam lemak yang bisa membantu mencegah kanker dan kondisi peradangan lainnya. Selain itu  mengandung vitamin B, yang membantu Anda membakar lemak. Dengan jumlah tinggi protein tanpa lemak dan jumlah yang rendah lemak jenuh, hal ini membantu mengontrol berat badan dan mengurangi risiko obesitas. Daging kambing juga mengandung selenium dan kolin yang bermanfaat dalam menangkal kanker.

Meski banyak manfaat, jangan lupa, jeroan dari kambing / sapi selain meningkatkan kadar asam urat juga dapat meningkatkan kadar asam urat darah kita. Oleh karena itu juga jangan dikonsumsi secara berlebihan.

Bagi seseorang yang menderita hipertensi, kadar Kolesterol tinggi (dislipidemia), kadar asam urat tinggi (hiperuresemia), penderita kencing manis dan kegemukan, harus ekstra hati-hati dalam mengonsumsi daging kambing atau sapi selama masa hari  raya. Bisa saja konsumsi daging yang berlebihan dalam waktu singkat dapat memperburuk kondisi sakitnya. (Jangan Takut Makan Daging, Dr. Ari F. Syam Sp.Pdm Kompas.com, Rabu, 23 September 2015).

Seperti diketahui, protein sangat penting untuk memperbaiki dan membangun jaringan, produksi antibodi serta menguatkan sistem imun tubuh manusia sehingga kita tak mudah sakit. Protein juga menyusun sekitar 40 persen tubuh Anda yang menyebar pada bagian otot yang menempel pada tulang, otot pada organ, tulang, dan sebagainya. Yang terpenting, daging mengandung protein dalam jumlah besar

United State Department of Agriculture (USDA) telah mempublikasikan kajiannya  ternyata setiap berat yang sama daging kambing mengandung lebih sedikit lemak, lemak jenuh dan kolesterol dibandingkan dengan daging sapi dan bahkan lebih rendah juga dari daging ayam.

Hanya saja, terlalu banyak mengonsumsi protein juga berbahaya.  Sebab terlalu banyak makanan tinggi protein biasanya sarat akan lemak jenuh sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan pola makan tinggi protein berkontribusi pada peningkatan level Kolesterol, asam urat, dan penyakit ginjal, terutama mereka yang sudah menderita gangguan ginjal.

Jadi berhati-hati dianjurkan, namun terlalu takut memakan daging kambing juga sangat berlebih-lebihan.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar



Ini manfaat makan daging kambing untuk kesehatan


Ini manfaat makan daging kambing untuk kesehatan


Merdeka.com - daging kambing tentunya salah satu makanan yang sudah sangat familiar bagi masyarakat Indonesia. Sate kambing, gule kambing, tongseng kambing adalah beberapa jenis makanan yang diolah dari daging kambing. Di seluruh dunia, daging kambing juga salah satu jenis daging merah yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia.

Daging kambing terkadang memiliki reputasi buruk karena bisa meningkatkan kolesterol atau tekanan darah tinggi. Namun di balik itu, daging kambing memiliki beberapa manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan makan daging kambing seperti dilansir oleh Health Me Up (07/03).

- Daging kambing diklaim bisa menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Meski mengandung lemak jenuh, namun daging kambing sebenarnya bisa menurunkan risiko terkena peradangan dan membuat detak jantung lebih stabil.

- Daging kambing merupakan sumber makanan yang baik untuk mendapatkan CLA, yaitu asam lemak yang bisa mencegah kanker dan kondisi peradangan lainnya.

- Di dalam daging kambing juga terdapat vitamin B yang bisa membakar lemak. Dibandingkan daging lainnya, daging kambing mengandung protein lebih banyak dan memiliki tingkat lemak jenuh yang lebih rendah. Karena itu sebenarnya daging kambing baik untuk mengontrol berat badan dan menurunkan risiko obesitas.

- Daging kambing mengandung selenium dan choline yang baik untuk mencegah kanker.

- Wanita hamil lebih baik mengonsumsi daging kambing untuk mencegah anemia. Daging kambing akan memberikan asupan haemoglobin pada ibu dan meningkatkan suplai darah ke janin yang ada dalam kandungan.

- Masukkan daging kambing pada diet selama hamil untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada bayi.

- Daging kambing memberikan asupan zat besi bagi wanita yang mengalami menstruasi. Tak hanya itu, daging kambing juga bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri selama menstruasi.

- Karena banyaknya vitamin B12 di dalamnya, daging kambing akan menjadi makanan yang baik untuk menyehatkan kulit. Tak hanya itu, B12 juga bisa membantu meredakan stres dan depresi.

- Daging kambing juga mengandung banyak asam lemak omega-3 yang efektif untuk merawat autisme.

- Daging kambing memiliki kadar potasium dan sodium yang rendah, sehingga bisa digunakan untuk mengontrol tekanan darah, mencegah penyakit ginjal, dan stroke.

- Niacin dalam daging kambing juga membantu meningkatkan metabolisme energi. Protein di dalamnya berperan sebagai zat penekan rasa lapar yang membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Karena itu, daging kambing juga cocok untuk menjaga berat badan.

- Daging kambing mengandung banyak kalsium yang akan membantu menguatkan tulang dan gigi.

Selain manfaat di atas, daging kambing juga bisa membantu produksi sel yang akan menunda proses penuaan. Daging kambing juga membantu mengatur fungsi tiroid.

Nah, ternyata banyak manfaat yang bisa didapatkan dari mengonsumsi daging kambing bukan? Karena itu jangan ragu untuk mengonsumsinya. Namun jika Anda memiliki kecenderungan hipertensi dan kolesterol tinggi, sebaiknya batasi konsumsi daging kambing. Konsultasikan jumlah daging kambing yang diperbolehkan untuk dikonsumsi dengan dokter agar daging kambing tak memicu masalah kesehatan untuk Anda. [kun]



Kamis, 01 Agustus 2019

Ini Ayat ayat untuk Mengobati Gangguan Jiwa (Gila)


Ini Ayat ayat untuk Mengobati Gangguan Jiwa (Gila)


UBAI bin Ka’ab menceritakan, “Kami berada di sisi Rasulullah SAW, lalu seorang Badui (Arab Dusun) masuk ke tempat Nabi sambil berkata, “Aku memiliki saudara yang sakit.”
Rasululah SAW bertanya, “Sakit apa saudaramu?”

Ia menjawab, “Ia terkena semacam kegilaan (gangguan jiwa).”

Beliau berkata,” Bawalah kemari!”

Kemudian lelaki Badui iu membawa saudaranya ke hadapan Rasulullah SAW. Lalu Rasul membacakan ayat-ayat dan surah-surah di bawah ini untuk saudara Badui yang sakit tersebut dan meminta perlindungan kepada Allah SWT melalui ayat dan surah berikut ini. Surah dan ayat yang dibaca Nabi SAW ialah:

Surah Al-Fatihah dan empat ayat dari permulaan Surah Al-Baqarah, yaitu:

“Bismillahirrohamnirrohim. Aif lam mim, dzalikal kitaabu la raiba fiihi hudan lil muttaqiina. Alladziiina yu’ minuuna bil ghaibi wa yuqiimuunas salaata wa mimmaa razaqnaa hum yunfiquuna. Walladzina yu’ minuuna bima unzila ilaika wa ma unzila min qablika wa bil aakhirati hum yuuqinuun-a” (QS Al-Baqarah 1-4)


Lalu ayat:

“Wailahukum ilaahun waahidun laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiim-u.” (QS Al-Baqarah 163)

Dan Ayat Kursi:

“Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum-u. Laa ta’ khudzuhu sinatun wala naumun, lahu maa fissamaawaati wma fil ‘ardhi. Man dzalladzii yasyfa’u ‘indahu illaa bi idznihi. Ya’lamu maa baina aydihim wa ma khalfahum wa la yuhiithuuna bi syai’in min ‘ilmihi illaa bimaa syaa’a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardha wa laa ya ‘uuduhu hifdhuhuma wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim-u.” (QS Al-Baqarah 255).

Dan tiga ayat terakhir Surah Al-Baqarah, yaitu:

“Lillahi maa fis samaawaati wa maa fl ardhi wa ‘in tubduu maa fi nfusikum au tukhfuuhu yuhaasibkum bihillaahu fa yaghfiru lian yasyaa’u wayu’adz-dzibu man yasyaa u wallaahu ‘ala kulli syai’in qadiirun. Amanar rasuulu bima unzila ilaihi min rabbihi walmu’minuuna kullun ‘aamana billaahi wa malaa ‘ikatihi w kutubihi w rusulihi laa nufarriqu baina ahadin min rusulihi n wa qaaluu sami’naan wa ata’na ghuf raanaka rabbna wailakal mashiir-u. La yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa lahaa maa kasabat wa’alaihaa maktasabat rabbanaa laa tu’akhidzna in nasiina au akhtha’naa, rabbanaa walaa tahmil ‘alaina ishran kama hamaltahu ‘alalladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lana bihi wa’fu ‘annaa waghfir lanaa wahamnaa anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin-a.” (ayat 284-286)

Kemudian ayat:

“Syahidallaahu annhu laa ilaaha illa huwa wal malaa’ikatu wa uulul ‘ilmi qaaiman bil qisthi laa ilaaha illaa huwal ‘aziizul hakim-u.” (QS Ali Imran 18).

Dan ayat:

“Innaa rabbakumullaahu alladzi khalaqas samaawaati wal ardha fi sittati ayyaamin tsummas tawaa ‘akal ‘arsyi yughsyil lailan nahaara yathlubuhu hatsiitsan wasy syamsa wal aqamara wan nujuuma musakh-kharaatin bi amrihi alaa lahul khalqu wal ‘amru tabarakallaahu rabbul ‘alamiin-a.” (QS Al-A’raf 54).

Dan ayat:

“Fata’aalallaahul malikul haqqu laa ilaaha illa huwa rabbul ‘arsyil kariim-i.” (QS Al-Mu’minuun 116).

Lalu ayat:

“Wa annahu ta’aalaa jaddu rabbinaa maattakhadza shaahibatan wa laa waladan.” (QS Al-Jin 3).

Dan sepuluh ayat pertama dari Surah Ash-Shaaffaat:

“Wash-shaffaati shaffan, fazzajiraati zajraan, fattaliyaati dzikran, inna ilahaum lawaahidun, rabbus samaawaati wal ardhi wa ma bainahuma a warabbul masyaariqi, inna zayyannas sama’ ad dun-yaa bil ziinatil kawaakibi, wahifzhan min kulli syaithaanin maaridin, laa yassamma’uuna ilaal malaail a’laa wauqdzafuuna min kulli jaanibn, duhuura walahum ‘adzaabun waashibun, illa man khtathifal khathfata fa atbah’ahu syihaabun tsaaqib-un.” (QS Ash-Shaffaaat 1-10).

Lalu tiga ayat terakhir dari Surah Al-Hasyr (22-24):

“Huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwa ‘aalimul ghaibi wasy-syaaadati huwar rahmaanur rahiim-u, huwallaahulladzii laa ilaaha illaa huwal malikul qudduusus salaamul mu’minul muhaiminul ‘’aziizul jabbaarul mutakabbiru subhaanallaahi ‘amma yusyrikuun-a, huwallaahul khaaliqul baari ul mushawwirul lahul asmaaul husnaa yusabbihu lahu maa fiis samaawaati wal ardhi wahuwal ‘aziizul hakim-u.”

Selanjutnya Surah A-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Nash.

Setelah Nabi SAW membacakan berbagai surah dan ayat di atas, lelaki itu pun sadar seakan-akan dia tidak pernah sakit sebelumnya.

(Sumber : Zikir Al-Fatihah by Muhammad Alcaff)
Penulis: Aminudin      
Editor: Sudarwan


Silsilah Faedah Hadits Adab dan Akhlak Ridha Orang Tua


Silsilah Faedah Hadits Adab dan Akhlak  Ridha Orang Tua



Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).Gambar sisip 1

Kandungan hadits

Pertama: Seorang anak wajib berusaha membuat orang tuanya ridha. Dalam hadits di atas, Rasulullah menyebutkan bahwa ridha Allah bergantung pada ridha orang tua. Sama halnya dengan mencari ridha Allah yang merupakan suatu kewajiban, demikian pula dengan mencari ridha orang tua;

Kedua: Haram melakukan segala sesuatu yang memancing kemarahan kedua orang tua. Sama halnya dengan mengundang kemarahan Allah yang merupakan suatu keharaman, demikian pula dengan melakukan sesuatu yang dapat memancing kemarahan mereka;

Ketiga: Terdapat hubungan sebab-musabab. Berbakti kepada orang tua merupakan sebab. Adapun ridha Allah dan ridha orang tua merupakan musabab.

Keempat: Sebagian ulama berpendapat keridhaan orang tua wajib diprioritaskan ketimbang melakukan amalan wajib yang hukumnya fardhu kifayah seperti jihad. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin ‘Amru radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,


جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الجِهَادِ، فَقَالَ: «أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟»، قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

“Seorang pria mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta izin beliau agar diberangkatkan berjihad. Maka beliau bertanya,”Apakah kedua orang tua Anda masih hidup?” Pria tersebut menjawab,”Iya”. Maka Nabi pun berkata,”Berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.” (Shahih. HR. Bukhari :3004 dan Muslim : 5).

Kelima: Segala bentuk interaksi yang mampu mendatangkan ridha orang tua tercakup dalam pengertian berbakti kepada kedua orang tua. Demikian pula sebaliknya, segala bentuk interaksi yang mengundang kemurkaan mereka tercakup dalam tindakan durhaka kepada kedua orang tua;

Keenam: Mendatangkan keridhaan orang tua dengan cara menaati perintah mereka merupakan salah satu bentuk berbakti. Namun, hal tersebut memiliki batasan selama perintah mereka tidak bertentangan dengan perintah Allah. Apabila perintah keduanya bertentangan, maka wajib memprioritaskan ridha Allah di atas ridha makhluk;

Ketujuh: Ridha orang tua merupakan sebab terkabulnya do’a sang anak. Pelajaran ini dipetik dari kisah tabi’in, Uwais al-Qarni rahimahullah, di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda perihal diri beliau,


يَأْتِي عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ، مِنْ مُرَادٍ، ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ، كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ دِرْهَمٍ، لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ


“Seorang bernama Uwais bin ‘Amir akan mendatangi kalian bersama rombongan orang-orang Yaman. Dia berasal dari Murad, kemudian dari Qarn. Dulu dia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar keping uang satu dirham. Dia memiliki seorang ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya dia meminta kepada Allah, maka akan dikabulkan. Jika anda mampu memintanya untuk mendoakan ampunan Allah bagimu, maka lakukanlah” (Shahih. HR. Muslim : 225).

Kedelapan: Ridha dan murka merupakan sifat Allah ta’ala. Wajib bagi setiap muslim menetapkan sifat yang ditetapkan Allah bagi diri-Nya sendiri sesuai dengan kesempurnaan dan keagungan Allah.

***
Penulis: Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST.
Artikel Muslim.or.id