Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Senin, 30 Juli 2018

BERZIKIR SEKALI MENDAPAT PAHALA BERZIKIR SEPANJANG MALAM DAN SIANG HARI


BERZIKIR SEKALI MENDAPAT PAHALA BERZIKIR SEPANJANG MALAM DAN SIANG HARI

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mari kita amalkan zikir berikut ini, agar kita mendapatkan pahala yang lebih besar daripada zikir sehari semalam. Yaitu:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ
سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ

• Alhamdulillaahi ‘adada maa kholaq,
• Walhamdulillaahi mil-a maa kholaq,
• Walhamdulillaahi ‘adada maa fis-samaawaati wa maa fil ardh,
• Walhamdulillaahi ‘adada maa ahshoo kitaabuh,
• Walhamdulillaahi mil-a maa ahshoo kitaabuh,
• Walhamdulillaahi ‘adada kulli syai-in,
• Walhamdulillaahi mil-a kulli syai-in,
• Subhaanallaahi ‘adada maa kholaq,
• Wa subhaanallaahi mil-a maa kholaq,
• Wa subhaanallaahi ‘adada maa fis-samaawaati wa maa fil ardh,
• Wa subhaanallaahi ‘adada maa ahshoo kitaabuh,
• Wa subhaanallaahi mil-a maa ahshoo kitaabuh,
• Wa subhaanallaahi ‘adada kulli syai-in,
• Wa subhaanallaahi mil-a kulli syai-in.

Artinya:
• Segala puji bagi Allah sebanyak ciptaan-Nya,
• Segala puji bagi Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya,
• Segala puji bagi Allah sebanyak segala yang ada di langit dan di bumi,
• Segala puji bagi Allah sebanyak segala yang terhitung dalam Kitab-Nya,
• Segala puji bagi Allah meliputi semua yang dapat dihitung dalam Kitab-Nya,
• Segala puji bagi Allah sebanyak segala sesuatu,
• Segala puji bagi Allah meliputi segala sesuatu,
• Maha Suci Allah sebanyak ciptaan-Nya,
• Maha Suci Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya,
• Maha Suci Allah sebanyak segala yang ada di langit dan di bumi,
• Maha Suci Allah sebanyak segala yang terhitung dalam Kitab-Nya,
• Maha Suci Allah meliputi semua yang dapat dihitung dalam Kitab-Nya,
• Maha Suci Allah sebanyak segala sesuatu,
• Maha Suci Allah meliputi segala sesuatu.
[HR. Imam Nasa’i 6/50 hadis no 9994, Ibnu Khuzaimah 1/371 hadis nomor 754 dan Imam Thabrani 8/238 hadis no. 7930. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no 2615]
Suatu saat Nabi melihat Abu Umamah radhiallahu anhu menggerakkan bibirnya. Maka beliau bertanya: “Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah?” Dia menjawab: “Aku sedang berzikir kepada Allah.” Beliau mengatakan: “Maukah aku tunjukkan kepadamu, zikir yang pahalanya lebih banyak dari zikirmu selama sehari semalam?” Kemudian beliau mengajarinya: (zikir di atas), dan beliau berpesan: “Ajarkanlah zikir ini kepada orang-orang setelahmu.”
Berkata Syaikh Shalih Al Mughamisiy mengenai hadis ini:
Hendaklah kita menggiatkan diri kita dengan memerbanyak zikir di atas. Karena sekali saja kita mengucapkan zikir ini, dalam satu hari kita akan mendapatkan pahala yang tak terhingga, yaitu seakan-akan kita adalah orang yang banyak berzikir kepada Allah, sepanjang malam dan siang harinya. Apalagi jika dilakukan di bulan Suci Ramadan !!!!
Dan nasihat dariku, hendaklah kita menulisnya dalam sebuah kertas kecil, dan kita sisipkan pada mushaf kita. Maka setiap kita membuka mushaf untuk membaca Alquran, maka kita akan ingat untuk membaca zikir ini. Dan boleh jadi, dalam kita membaca Alquran lebih dari sekali. Maka setiap kita membuka mushaf, otomatis kita akan teringat akan zikir ini dan kita pun membaca zikir ini lagi.
Hadis yang indah ini merupakan salah satu harta karun, dari harta-harta karun yang terdapat dalam sunnah Nabi kita, yang telah banyak di lupakan manusia pada hari ini. Zikir yang sedikit ini akan menambah timbangan kebaikan-kebaikan kita yang tidak terhingga, dan hanya Allah sajalah yang bisa menghitungnya.
Dan dari hadis ini juga dianjurkan bagi setiap Muslim atau Muslimah untuk mengajarkan zikir ini pada anak-anaknya, atau orang-orang di sekitarnya, sehingga kita pun akan mendapatkan pahala dari amalan orang-orang yang mengerjakan zikir ini, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.
Wallahu a’lam bish-shawwab.
Sumber:



Sabtu, 28 Juli 2018

Kandungan Gizi dan Khasiat Buah-buahan Segar


Kandungan Gizi dan Khasiat Buah-buahan Segar


Kesehatan sekarang ini merupakan hal yang sangat dijaga dan sangat penting oleh semua orang. Kita sebagai manusia bisa menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung berbagai macam vitamin dan mineral, yang sudah diberikan alam kepada kita. Berikut ini adalah buah-buahan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari yang mempunyai khasiat tinggi untuk kesehatan kita.

1. Alpukat ( Lemak sehat oleat (omega9),vitamin e, zat besi, tembaga, kalium, serat,asam folat dan vitamin b6). Membantu pembentukan sel darah merah, melembutkan dan mengencangkan kulit melalui pembentukan kolagen, memcegah anemia, membentuk reaksi basa sehingga kekebalan tubuh meningkat , mengendalikan kadar kolesterol jahat dan menikan kadar kolesterol baik (HDL), membantu meringankan luka lambung dan radang usus besar.

2. Anggur ( Gula alami levilosa, magnesium, fruktosa, zat besi dan aneka antioksidan). Meningkatkan fungsi ginjal dan pencernaan, memacu proses pembuangan racun dalam hati, memperbaiki kekebalan tubuh, membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia, penyedia energi, memacu peremajaan sel.

3. Apel ( Serat dan pektin, vitamin c, kuersetin). Pembersih racun dalam usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah flu dan penyakit infeksi lainnya, menjaga kesehatan mata, mengendalikan tekanan darah dan kadar gula darah, mengurangi resiko stroke dan serangan jantung, menurunkan resiko kanker, untuk mengatasi diare maupun sembelit.

4. Jambu biji ( vitamin c, kalium, kalsium, fosfor, sulfur, klorin, pektin). Menaikan kekebalan tubuh, menggiatkan sistem limfatikdan mengatasi kanker, mencegah keropos tulang dengan cara membantu penyerapan mineral.

5. Jeruk lemon ( Bioflavonoid, terpen, limonen, kalium, magnesium, kalsium, fosfor, tembaga, zat besi, vitamin c dan vitamin b1). Menggiatkan fungsi hati dan ginjal untuk membuang racun, mengaktifkan fungsi otak, membuat rileks, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi flu dan demam, memperkecil resiko kanker.

6. Kiwi ( Vitamin c, serat dan pektin, betakoroten,vitamin e, kalium). Mengendalikan hipertensi, mengurangi resiko stroke dan jantung, meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi anemia.

7. Mangga ( Gula buah, asam lagat, vitamin c, betakaroten). Memperbaiki pencernaan, menggiatkan fungsi pemberaihan racun dalam tubuh , menyuautkan resiko stroke dan serangan jantung, meredakan bau badan.

8. Pisang ( Serat dan pektin, kalium, gula buah mudah cerna). Memperbaiki pencernaan( makanan alami bagi bakteri didalam usus besar), mengatasi sembelit dan diare serta gangguan lambung, meredakan tekanan darah tinggi, memulihkan kesehatan sehabis sakit, menyusutkan resiko stroke dan jantung.

9. Semangka ( kalium, natrium, betakaroten, sitrulin). Meningkatkan kekebalan tubuh lewat kemampuannya sebagai pembentuk basa, memacu pembuangan racun dalam tubuh, menggiatkan peremajaan sel.

10. Tomat ( vitamin c, betakaroten, lutein, likopen, asam kumarat, serat dan pektin). Meningkatkan peremajaan sel, menurunkan resiko kanker dan membantu mengatasi kanker, menggiatkan fungsi hati, dapat mengaggalkan pembentukan kerak lemak pada dinding pembulu darah.



CARA RASULULLAH SAW MENGKONSUMSI MAKANAN


CARA RASULULLAH SAW MENGKONSUMSI MAKANAN


 Saat seorang muslim mengakui kerasulan Muhammad SAW, setiap perilaku Rasulullah SAW menjadi acuan dalam berpikir, bersikap dan berbuat, termasuk cara Beliau menjaga kesehatan.  Rasulullah SAW makan dengan aturan-aturan yang luar biasa sehat, terbukti dari berbagai riset yang dilakukan ilmuwan, dari zaman dahulu hingga kini.  Setiap bahan makanan yang Beliau makan– seperti madu, cuka, kurma ajwah, air dan lain-lain– dipilih dengan baik atas pertimbangan ”Halalan Thayyiban”, yakni halal dan baik.  Bukan cuma bahan makanannya, tapi cara mengkonsumsinya pun dicontohkan dengan jelas dalam hadits-hadits Beliau.  Tulisan ini mengkaji berbagai bahan makanan pilihan Rasulullah SAW dan khasiatnya sesuai literatur medis kedokteran dan ilmu gizi.
Kata Kunci: Cara makan Rasulullah, Halalan Thayyiban.

PENDAHULUAN

Kehidupan Rasulullah SAW telah banyak menarik perhatian ilmuwan muslim maupun non muslim.  Setiap sisi kehidupan Beliau digali dan dikaji dengan sungguh-sungguh untuk menyingkap alasan ilmiah di balik hadits-hadits Beliau, baik perkataan, perbuatan maupun diamnya Beliau.

Sisi kesehatan Rasulullah SAW mulai sering dikaji setelah penelitian-penelitian di bidang kesehatan berkembang dengan pesat, karena tingginya angka gangguan kesehatan di kalangan muslim.  Hal ini diinspirasikan oleh kenyataan bahwa Rasulullah SAW dan para sahabat Beliau jarang sekali sakit.  Namun, mengapa muslim saat ini sulit mencapai tingkat kesehatan seperti mereka?

Alasan yang paling mudah adalah karena muslimin kini telah meninggalkan kebiasaan yang disarankan oleh idola dan pimpinan mereka, Nabi Muhammad SAW.  Kajian-kajian tentang kehidupan Rasulullah SAW dititik beratkan pada aspek ibadah ritual saja, meninggalkan aspek-aspek lainnya, termasuk aspek kesehatan.  Salah satu fokus pengkajian bidang kesehatan adalah tentang nutrisi dan gizi atau asupan makanan yang dicontohkan Rasulullah SAW.  Singkatnya, bagaimana cara Rasulullah SAW makan?  Apakah Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memakan jenis-jenis makanan tertentu? Adakah waktu-waktu tertentu untuk memakan makanan tertentu, misalkan saat berbuka puasa? Di samping bahan makanan, adakah anjuran untuk mengkombinasi makanan? Bagaimana aturan makan ala Rasulullah SAW? Semua pertanyaan itu mengajak para ilmuwan berfikir keras.

BAHAN MAKANAN RASULULLAH SAW  MENURUT LITERATUR ISLAM.

Dalam setiap aktifitas dan pola hidupnya, Rasulullah SAW memang sudah disiapkan untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia, termasuk dalam hal pola makan.   Salah satu faktor penting penunjang fisik prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsinya.

dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza`). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus bergantung dengan obat-obatan.

Hal-hal yang menjadi menu keseharian Rasulullah antara lain adalah:
Madu.  Lepas dari subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli (Bajri, 2008).

Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa`/matang. Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun. Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya.

Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan korma, kemudian sholat maghrib.

Beliau makan buah tin dan zaitun.  Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan keduanya. Dalam al Quran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “zaytun” di ulang sampai tujuh kali.

Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, beliau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Keduanya adalah jenis sayur-sayuran.

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah susu masak. Terkadang Beliau makan yaqthin atau labu manis. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

 PENJELASAN ILMIAH DI BALIK BAHAN MAKANAN PILIHAN RASULULLAH SAW.
KHASIAT AIR PUTIH.

Air merupakan komponen pokok dari darah yang menjadi alat transportasi dalam tubuh manusia.  Mengingat pentingnya fungsi air dalam tubuh, kecukupan air dalam tubuh harus tetap dijaga agar tidak berkurang.

Bila aliran air kurang lancar dalam tubuh, salah satunya disebabkan karena kurangnya masukan cairan ke tubuh.  Akibatnya keseimbangan kerja organ-organ tubuh akan terganggu dan penumpukan toksin akan meningkat dan menimbulkan berbagai penyakit.  Air bagi tubuh ibarat oli bagi mesin.

Bajri (2008) menerangkan bahwa cara minum yang baik dan benar adalah dengan menyesuaikan dengan karakter tubuh dan karakter air itu sendiri.  Tubuh kita membutuhkan air minimal 2 liter atau 8 gelas ukuran 250 cc.

Menurut Bajri, kita sebaiknya minum 2 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.  Kebiasaan minum saat makan atau langsung setelah makan tidaklah baik, karena mengganggu pengolahan makanan, karena makanan telah dicampur dengan air liur yang mengndung enzim amylase dan gastric juice.  Air akan me

misahkan makanan dari enzim-enzim dari air liur dan gastric juice.
Saat minum terbaik adalah langsung saat bangun tidur 2 gelas, setiap 2 jam sesudahnya atau 2 jam sebelum makan, dan 2 jam sebelum tidur.

Jika kita membiasakan minum sebelum tidur akan membuat istirahat ginjal terganggu.  Banyaknya cairan yang masuk pada malam hari akan memaksa ginjal bekerja keras, padahal ginjal telah bekerja keras di siang hari.  Di samping itu tidur kita pun terganggu, karena sering buang air kecil, padahal kualitas tidur mempengaruhi kesehatan kita juga.

2.       KHASIAT MADU.

Bajri (2008) menguraikan keajaiban madu dengan sangat rinci.  Beliau menerangkan bahwa madu dikenal sebagai “the food of God”, yaitu makanan atau minuman pemberian Tuhan karena khasiatnya yang luar biasa.  Madu merupakan pemulih stamina terbaik (best tonic) karena mampu menjaga kadar gula tetap stabil.  Madu juga menurunkan morbiditas penyakit saluran nafas pada anak, dan meningkatkan nafsu makan pada balita.  Madu juga mampu mengendalikan bakteri “jahat” karena berfungsi sebagai prebiotik.  Ada beberapa faktor yang membuat madu menjadi probiotik, antara lain:

a)   Kadar gula alami (glukosa, fruktosa dan sukrosa) yang tinggi pada madu mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bakteri.

b)   Madu bersifat asam,  mengandung asam formiat, asam malat, asam asetat, asam sitrat, asam suksinat, dengan pH 3-4 yang tidak disukai bakteri patogen.

c)   Madu mengandung senyawa radikal hydrogen peroksida yang sanggup mematikan bakteri dan berbagai mikroorganisme jahat lainnya.

d)  Madu mengandung senyawa antibakteri lainnya

a seperti inhibine dari kelompok flavonoid, glikosida, dan polyphenol.
e)   Madu mengandung senyawa 10- hidroxidecen-2-oic acid, merupakan senyawa anti bakteri yang dikandung royal jelly pada madu.

Khasiat madu bagi manusia telah dijamin oleh Allah SWT pencipta manusia, dalam al Qur’an pada surah An Nahl (lebah), yakni surah ke 16 ayat 69 yang artinya:

“ Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya.  Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….”

Cara meminum madu adalah diminum 2 sendok makan pada pagi dan malam, dapat juga dicampurkan dengan segelas air atau segelas susu.  Carilah madu yang asli, belum dicampur dengan gula atau pun bahan lain (Aydid, 1997).

KHASIAT KURMA AJWA.

Kurma mengandung banyak karbohidrat, 14 jenis asam lemak, 15 jenis garam-garaman dan mineral, 23 jenis asam amino penyusun protein, 6 jenis vitamin dan serat dalam prosentase yang cukup.  Tak heran jika kurma disebut juga buah yang berpotensi menjadi makanan terbaik di masa depan karena  walau dimakan dalam jumlah yang sedikit, kurma telah member nutrisi yang lengkap (Shahib & Marshall, 2003).

Kurma pada bentuk ruthab atau masih basah mampu mencegah perdarahan berlebihan pada wanita nifas, karena mengandung hormone oxytocine yang membantu kontraksi rahim dan memudahkan untuk menyusui.  Tekstur serat kurma yang cukup halus aman untuk kondisi gastritis dan entiritis, juga baik untuk mengatasi konstipasi.  Khusus kurma ajwa, Rasulullah SAW menekankan khasiatnya yang dapat mencegah dan mengobati gangguan jin (Anonim, 2009).

KHASIAT CUKA.

Jarvis (1986) menceritakan pengalamannya sebagai dokter di daerah Vermont, bahwa orang-orang yang berpenyakit reumatik sembuh saat mengkonsumsi cuka apel.  Konsumsi cuka terbukti baik dikonsumsi orang sehat dan penderita diabetes karena mampu menurunkan respon glukosa terhadap konsumsi karbohidrat, juga membuat kita lebih cepat kenyang (Johnston & Gaas, 2006).

 Cuka juga diduga dapat menjadi bahan penghilang lemak dan dapat menurunkan berat badan sampai 10% (Kondo, 2009).

Minyak Zaitun.

Minyak zaitun mengandung fraksi fenol, squalene dan asam lemak tak jenuh tunggal, asam oleat, yang sangat baik bagi kesehatan.  Fraksi fenolnya terdiri dari lebih dari satu kelas, bahkan 3 kelas: fenol simpel (hydroxytyrosol, tyrosol); secoiridoids (oleuropein) dan lignans [(+)-1-acetoxypinoresinol dan pinoresinol].   Ketiga jenis fenol ini memiliki potensi sebagai antioksidan pencegah kanker. Terutama kanker colon, payudara dan kanker kulit.  Juga mencegah penyakit jantung koroner dan penuaan dini.  Sebaiknya minyak zaitun dikonsumsi dalam bentuk extra virgin atau minyak yang belum dipanaskan (Owen et al, 2000).  Dengan senyawa polifenolnya ini minyak zaitun juga berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antimicrobial (Tripoli et al, 2005).

Khasiat Buah Tin.

Dikenal sebagai fig fruit, yang banyak tumbuh di mediterania.  Buah tin kaya dengan polyphenols, flavonoids, dan  anthocyanins.  Kombinasi ketiganya menghasilkan kemampuan antioksidan yang tinggi sebagai pencegah kanker (Solomon et al, 2006).

Buah tin juga mampu mengurangi lemak pada makanan tanpa mengubah rasa dan tekstur makanan, contohnya jika buah tin ditambahkan pada es krim.  Tentu hal ini akan mengurangi kadar cholesterol darah.  (Murtaza et al, 2004)

KHASIAT SANNA DAN SANUT (SAYURAN).

Suplai mineral dan vitamin untuk tubuh kita sebagian diperoleh dari sayur-sayuran.  Semakin banyak kita mengkonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah-buahan organic yang tinggi gizi dan serat, semakin sehat pula tubuh kita.  Memang tidak mudah dan tidak murah kita mendapatkan sayur dan buah organic.  Akan tetapi , setidaknya makan sayur dan buah non organic lebih baik daripada tidak memakannya sama sekali.  Asalkan sebelumnya kita cuci dahulu dengan bersih agar sisa-sisa cemaran pestisida, herbisida atau fungisida segera hilang (Bajri, 2008).

8.      KHASIAT LABU.

Biji Labu mengandung lipofilik antioxidant yang dapat mencegah efek dari radikal bebas (Fruhwith, 2008).Labu mengandung vitamin A yang tinggi sehingga berguna untuk mencegah kebutaan karena defisiensi vitamin A, juga meningkatkan daya tahan tubuh anak-anak (Faber et al, 2001).  Sebuah jurnal di Afrika meneliti bahwa campuran labu, telur dan susu dapat menaikkan kadar haemoglobin pada ibu hamil, sehingga mengurangi risiko perdarahan dan transfusi darah, sehingga akan menurunkan risiko terpapar HIV dan Hepatitis B (Olaniyan & Adeleke, 2005).

9.      KHASIAT ANGGUR.

 Buah ini mengandung komponen yang disebut resveratrol yang menghalangi pertumbuhan tumor.  Anggur juga mengandung asam elagik yang mencegah sekresi enzim buruk pemicu kanker.  Buah lain yang mengandung resveratol adalah apel, stroberi, dan raspberi.  Jadi, jika tidak suka anggur kita dapat memilih ketiga buah lainnya tersebut (Azhar, 2007).  

TATA CARA MAKAN RASULULLAH SAW.

Tata cara mengkonsumsi makanan tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. At Tuwim (2007) menulis tentang beberapa kaidah yang dicontohkan oleh Rasullah SAW adalah:

Menghindari israf, atau berlebihan. Sabda Rasulullah SAW:

“Cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, untuk menegakkan tulang rusuknya.”
“Kalaupun harus kenyang, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (al hadis).

Hadits tersebut menggunakan kata assyab`u yang berarti “kenyang”  bukan menggunakan kata al imtila` , atau “penuh”. Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya.

Tidak makan besar setelah makan besar lainnya.  Rasulullah melarang untuk idkal at tha’am ‘ala tha’am, alias makan lagi sesudah makan. Suatu hari, di masa setelah wafatnya rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “Apa yang membuatmu menangis, wahai Bunda?” tanya para sahabat.  Aisyah ra lalu menjawab, “Dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya kecuali dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”.

Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan.

Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu.
Tidak langsung tidur setelah makan malam.
Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra “Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!”. Maksudnya, janganlah sampai ayam, kambing, lembu, kerbau semuanya masuk ke dalam perut kita dalam waktu makan yang sama.

 SEBANYAK APA KITA BOLEH MAKAN?

Ibnul Qayyim, seperti yang dikutip at Tuwim (2007) membagi tingkat makanan menjadi tiga tingkatan:
Tingkat kebutuhan: yaitu seperti yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW.
“Cukuplah bagi manusia untuk mengkonsumsi beberapa suap makanan saja untuk menegakkan tulang rusuknya”.
 Jika tidak mampu menahan dirinya untuk menkonsumsi lebih maka ia berpindah ke tingkat berikutnya yaitu:
Tingkatan cukup: yaitu mengisi sepertiga perutnya untuk untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk bernafas, dan hikmah di balik itu dikarenakan perut kita mempunyai kapasitas yang sangat tebatas dan jika semuanya dipenuhi dengan makanan maka maka tidak ada tempat lagi untuk minum dan sulit bernafas
Adapun tingkat ketiga adalah tingkat berlebihan: tingkat ini bisa membahayakan dirinya tanpa ia sadari, dan hal ini banyak dialami oleh kita, dan kebanyakan orang yang terjangkit penyakit gula, depresi, kegemukan, jantungan dan stroke tidak lain adalah disebabkan karena mereka tidak mengatur pola makan mereka dengan baik, serta berlebihan dalam makan dan minum.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas kita  paham bahwa :
 Ternyata Rasulullah sangat memperhatikan masalah gizi dan menu makanan.  Walaupun di masa itu ada banyak jenis makanan, Beliau memilih makanan yang baik untuk kesehatan, mengandung unsur gizi yang dibutuhkan dan tentu saja halal.

Di samping menu, Rasulullah juga memperhatikan cara mengkonsumsinya.  Makanan yang baik jika tidak dikonsusi dengan cara yang baik tidak akan memberi banyak manfaat.

Rasulullah SAWsangat jarang sakit, hanya beberapa kali dalam hidup Beliau.  Hal ini harus menjadi spirit untuk memulai menghidupkan semangat dan kebiasaan meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan kita, untuk menyempurnakan makna syahadah “Wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah “ yang tiap hari minimal 9 kali kita dengungkan dalam shalat kita.  Sehingga kegiatan makan tidak berhenti pada hal yang mubah atau “boleh”  tapi dapat meningkat derajat menjadi “sunnah” atau “dianjurkan” karena dilakukan dengan niat meneladani kekasih kita, idola kita, yakni Rasulullah SAW.  Bayangkan betapa banyak pahala yang Allah SWT berikan bagi orang-orang yang tidak pernah bertemu Rasulullah SAW, bahkan berselang ratusan tahun dari hidup Beliau, tapi menyatakan kecintaan yang luar biasa pada setiap aspek hidup Beliau.  Mudah-mudahan Allah pertemukan dengan Beliau di yaumil akhir nanti.  Amiin.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.  (2009).  Kurma.  Rumoh PMI, edisi September 2009.
At Tuwim, Nurah.  (2007).  Cara Makan Rasulullah SAW, Maktab Dakwah dan Bimbingan Jaliyat Rabwah, Riyadh.  Retrived from www.islamichouse.com,  14 September 2009.
Aydid, Muhammad Hasan. (1997).  Sehat itu Nikmat: Telaah Hadits tentang Kesehatan.  Gema Insani Press, Jakarta.
Azhar, Tauhid Nur & Trim, Bambang.  (2007).  Jangan ke Dokter Lagi!: Keajaiban Sistem Imun dan Kiat Menghalau Penyakit.  MQ Gress, Bandung.
Bajri, Husen A.  (2008).  Tubuh Anda adalah Dokter yang Terbaik.  Hayati Qualita, Bandung.
Faber, M.et al (2001).  An integrated primary health-care and provitamin A household food-production program: Impact on food-consumption patterns, Food and Nutrition Bulletin, vol. 22, no. 4, The United Nations University.  retrieved from http://www.unu.edu/unupress/food/fnb22-4.pdf#page=24 , 15 September 2009.
Jarvis, D.C.  (1986).  Penyembuhan Reumatik secara Tradisional.  Penerbit Pionir, Bandung.
Johnston, C.S. , Gaas, C.A.  (2006).  Vinegar: Medicinal Uses and Antiglycemic Effect.  Medscape General Medicine, vol 8(2) pp 61.    Retrived from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1785201/?tool=pmcentrez, September 2009.
Kondo, T.  (2009).  Vinegar May Aid in Fat Loss.  Journal of Agricultural and Food Chemistry. July 8, 2009, retrieved from http://www.medscape.com/viewarticle/704850, September 2009.
Murtaza, M.A et al.  (2004).  Effect of Fat Replacement by Fig Addition on Ice Cream Quality, International Journal of Agriculture and Biology vol.6, No.1,  retrieved from http://www.fspublishers.org/ijab/ past-issues/ IJABVOL_6_NO_1/15.pdf.  September 2009.
Olaniyan, M.F, Adeleke, A.   (2005).  A Study of the effect of Pumpkin (Ugu- Telfaira Occidentals) Milk and Raw Egg Mixture in the Treatment of Anaemic Pregnant Women in a Rural Area.  African Journal of Traditional, Complementary and Alternative Medicine, volume 2 (3), pp 269-273
Owen, RW, et al.  (2000). Olive-oil consumption and health: the possible role of antioxidants.  Lancet Oncology, vol. 1,   pp 107-112.  Retrieved from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11905662.
Shahib, W.,  Marshall, R.J.  (2003)  The fruit of the date palm: it’s possible use as the best food for the future.  International Journal of Food Sciences and Nutrition, Volume 54, Number 4 (July 2003) 247 _/259  retrieved from http://www.noorbiotechnologies.com, September 2009.
Solomon, A, et al.  (2006).  Antioxidant Activities and Anthocyanin Content of Fresh Fruits of Common Fig (Ficus carica L.), Journal of  Agricultural Food Chemistry, vol. 54 (20), pp 7717–7723, Israel.  Retrieved from http://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jf060497h, September 2009.
Tripoli, E., et al.  (2005).  The phenolic compounds of olive oil: structure, biological activity and beneficial effects on human health, Nutrition Research Reviews,  vol. 18, pp 98-112.   Cambridge University Press.  Retrieved from http://journals.cambridge.org, September 2009.
oleh: dr.Hj.Rosaria Indah


Jumat, 27 Juli 2018

10 Amalan Kecil yang Ternyata Pahalanya Dahsyat


10 Amalan Kecil yang Ternyata Pahalanya Dahsyat

Kita mungkin tidak sadar bahwa amalan-amalan kecil yang sebenarnya mudah sekali untuk dilakukan, tetapi kita tidak menganggapnya penting. Padahal amalan-amalan kecil berikut ini ternyata pahalanya dahsyat:

1. Mendoakan Orang Lain Mendapatkan Pahala Sebanyak Orang yang Didoakan

Melakukan amalan tanpa melakukannya dengan susah payah tapi mendapatkan pahala besar adalah hal yang sangat mustahil. Mendapatkan pahala besar tanpa mengeluarkan biaya, keringat dan tenaga. Salah satu amalan yang dapat dilaksanakan adalah mendoakan orang lain.

“Barang siapa yang mendoakan mu’min laki-laki atau pun perempuan   niscaya Allah akan memberi pahala kebaikan dari setiap mu’min laki-laki dan perempuan  yang didoakannya.” (HR. al-Thabrani dan di anggap hasan oleh Albani)

Maka perbanyaklah mendoakan orang lain dalam kebaikan dan ketaqwaan. Dan janganlah kalian mendoakan mereka dalam keburukan, suatu hal yang tak mungkin terjadi, memutus silaturahim, dan  mendoakan orang kafir agar diampuni, tetapi boleh kita berdoa agar ia di beri hidayah untuk masuk ke dalam Islam. Salah satu doa yang mungkin biasa dipraktekan:
“Ya Allah, ampunilah dosa orang-orang muslim baik laki-laki maupun wanita, baik  yang masih hidup, atau yang telah meninggal dunia. Dengan rahmat-Mu  Ya Allah yang maha pengasih dan maha penyayang.”

2. Dahsyatnya Dzikir

Dzikir Lebih Banyak Daripada Dunia Dan Seisinya

Apakah ada kekayan yang lebih tinggi nilainya daripada dunia dan seisinya? Dzikir adalah salah satunya. Amalan ini ringan dan membutuhkan waktu yang singkat tapi dapat mengalahkan nilai kekayan dunia dan seisinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

.“Aku membaca: Subhaanallah wal hamdulillah walaailaaha illallahu wallahu akbar (maha suci allah, segala  puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhaq diibadahi selain Allah dan Allah maha besar). Bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apa yang dibawah sinar matahari.” (HR. Muslim)

.Maka perbanyaklah dzikir, ia adalah amalan yang ringan tapi bernilai berat di sisi Allah subhanahu wataa’la.

.Dzikir Yang Pahalanya Lebih Daripada Membebaskan Sepuluh Budak
Membebaskan seorang  budak mengeluarkan  biaya yang besar. Dan membebaskan sepuluh orang budak di zaman ini budak sudah tidak ditemukan lagi.

.Nah, amalan ini berpahala imbang dengan membebaskan sepuluh orang budak, dalam hadistnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

.“Barang siapa yang membaca: “(Tidak ada illah yang berhaq diibadahi selain Allah yang tunggal, tiada sekutu bagiunya. Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian dan dia berkuasa atas segala sesuatu), pada setiap hari seratus kali maka baginya seimbang dengan memerdekakan sepuluh budak sahaya dan tertulis baginya seratus kebaikan dan dihapus daripadanya seratus dosa dan menjadi perlindungan baginya sepanjang hari itu hingga sore hari. Dan tidak ada seorang pun yang lebih utama dari yang berbuat seperti itu atau yang lebih banyak dari pada itu.” (disepakati oleh Bukhari dan Muslim)

.Dzikir yang Pahalanya Memenuhi Timbangan Amal

Pada hari akhir nanti semua orang akan ditimbang oleh  Allah akan amal perbuatannya. Apabila lebih berat pahalanya maka ia akan dimasukan ke dalam syurga dan apabila lebih berat dosanya maka ia akan dimasukan ke dalam neraka. Na’udzubillahi min dzaalik.

.Nah amalan ini ringan tidak susah diamalkan namun berat dalam timbangan. Dari Abu Malik Al-asy’ari radhiallohu ‘anhu, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

.“Kebersihan itu separuh keimanan,dan ucapan alhamdulillah itu memenuhi timbangan amal, dan Subhaanallahi walhamdulillah itu memenuhi keduanya atau memenuhi antara langit dan bumi.” (HR. Muslim)

.Apabila kita mengucapkannya dengan keyakinan mantap maka tidaklah ringan timbangan kita di hari kiamat kelak. Insya Allah. Dan pada hadist lain:

.“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan dilisan, dicintai oleh Allah Yang Maha Penyayang, berat ditimbangan yaitu Subhaanallah wabihamdih Subhaanallahil ‘adziim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

.Dengarkan pesan ini: kunci sukses ada perhatian dan kerajinan. Tidak usah berpikir panjang lebar karena dzikir ini tidak berat.

3. Doa Masuk Pasar Untuk Mendapatkan 3 Juta Keutamaan

Hendaklah diantara  kalian mengucapkan doa sebelum masuk kedalam pasar. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang masuk kedalam pasar dengan membaca:

“(Tiada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memilii kerajaan dan pujian, yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati, ditangan-Nya segala kebaikan  dan dia maha kuasa atas segala sesuatu), niscaya Allah akan membrikan kepadanya seribu-seribu (sejuta) kebaikan dan menghapus seribu-seribu (sejuta) keburukan serta diangkat kedudukannya seribu-seribu (sejuta) derajat. Dalam riwayat lain dikatakan: Niscaya Allah akan membangunkan rumah di dalam syurga.” (HR.Tirmidzi dan Albani menganggapnya hasan).

Oleh karena itu jangan kalian lupa untuk membaca doa tersebut karena di dalamya terdapat 3 juta keutamaan. Dan Allah menetapkan kepadanya sejuta kebaikan, menghapus sejuta kesalahan, dan meninggikan baginya sejuta derajat. Bagi kamu yang belum melakukannya. Maka cepat hafalkan doa nya.

4. Memberi Kelonggaran bagi yang Berhutang akan Mendapatkan Pahala Sedekah Dua Kali Lipat

Sudahkah kalian merasakan betapa beratnya bersedekah. Mengeluarkan uang yang menurut kita sangat berarti bagi kita.Kan tetapi ada juga amalan yang menyumbang secara tidak sengaja. Dalam hadist berikut ini, Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang memberi tempo kepada seorang belum mampu membayar hutang maka setiap hari ia memiliki sedekah sampai hutang itu jatuh tempo. Jika jatuh tempo dan orang itu belum mampu membayar hutangnya kemudian ia memberi kelonggaran lagi, maka setiap hari ia bersedekah dua kali lipat dari harta yang dipinjamkannya.” (dianggap shahih oleh Hakim dan disepakati oleh Al-Bani)

Amalan ini dapat kita lakukan  dengan cara memberi tempo kepada orang yang belum mampu membayar hutang kepada kita. Kita tida berinfak kepada orang lain tetapi hanya memberi kelonggaran terhadap orang yang berhutang tetapi kita akan mendapatkan pahala berinfak.

5. Menjenguk Orang Sakit Didoakan oleh 70.000 Malaikat

Malaikat adalah makhluk yang maksum. Dalam artian malaikat adalah makhluk yang tidak memiliki dosa dan salah. Oleh karena itu doa para malaikat akan mudah dikabulkan oleh Allah subhanahu wata’ala. Dan sangat bagus kalau kita bisa didoakan oleh malaikat. Tips berikut yang diajarkan oleh Rasulullah agar kita bisa didoakn oleh  para malaikat.

“Tiada seorang muslim yang menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan dia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga sore hari. Dan ia menjenguk pada sore hari maka ia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga pagi harinya. Dan akan mendapatkan jaminan buah-buahan yang siap dipetik di dalam surga.” (HR. Tirmidzi dan dia berkata hasan dianggap shahih oleh Al-Bani)

Menjenguk orang sakit mudah dilakukan sambil kita mempererat tali silaturahim dan kekerabatan. Apalagi menjenguk orang sakit adalah salah satu kewajiban muslim terhadap muslim lainnya.

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda: ”haq seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Dikatakan kepada beliau, apa itu Yaa Rasulullah?? Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ”engkau hendaknya memberi salam ketika bertemu kepadanya, menghadirinya undangannya, memberi nasihat ketika ia meminta, mendoakannya ketika ia bersin jika ia memuji Allah, dan menjenguknya ketika ia sakit, dan engkau selenggarakan jenazahnya jika ia meninggal dunia.” (HR. Muslim)

6. Membaca Satu Huruf dari Al-qur’an Mendapat Sepuluh Pahala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-qur’an maka ia mendapat satu kebaikan dan setiap kebaikan mempunyai sepuluh kelipatan pahala. Aku tidak mengatakan Aliflaammim itu satu huruf, tapi aliif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Membaca Al-Qur’an sangat mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bisa kita lakukan dengan murojaah, dalam shalat dan lain-lain. Al-Qur’an adalah bacaan yang mulia oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk membacanya, terlebih lagi kalau kita menghafal, mentadaburi, mengamalkan, dan mendakwahkannya.

Berapa besar pahala yang kita dapatkan. Terlebih lagi apabila kita membacanya hingga khatam. Belum lagi termasuk doa-doa yang kita baca dalam Al-Qur’an, selain kita mendapatkan pahala kita juga dapat berdoa untuk diri kita dan banyak manfaat lain dalam membaca Al-Qur’an.

7. Belajar di Masjid atau Membaca Al-Qur’an Pahalanya Lebih Besar daripada Mendapat Unta Dua Ekor

Pernahkah dari kalian mendapatkan seekor unta. Unta di negeri kita tidak dapat ditemukan. Adapun jika pergi ke dataran Arab unta termasuk binatang yang sangat mahal harganya.

Dengan membaca al-Qur’an di masjid atau sekadar untuk belajar saja maka kita setara dengan memiliki dua ekor unta tanpa harus pergi untuk membeli ke dataran Arab dan tidak mengeluarkan uang sedikit pun.

Dan juga masih banyak keutamaan lainya jika kamu mengerjakan amalan yang bermanfaat di dalam masjid. Seperti mendengarkan kajian dan lain-lain. Rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam bersabda:

“Siapakah diantara kalian yang pergi buthaah atau al-‘aqiiq kemudian ia pulang dengan membawa dua ekor unta yang bagus-bagus tanpa berbuat dosa atau memutuskan tali persaudaraan? Kami menjawab, “kami semua menginginkan“. Rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam bersabda: ”Mengapa kamu tidak pergi ke masjid kemudian kamu belajar di sana atau membaca dua ayat dari kitab Allah subhaanahu wa ta’ala maka itu lebih baik daripada dua ekor unta dan bila belajar atau membaca tiga atau empat ayat maka lebih baik dari tiga atau empat unta dan selanjutnya setiap hitungan sama dengan hitungan  unta.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Oleh karena itu marilah kita berlomba-lomba untuk mendapatkan unta sebanyak-banyaknya.

8. Muadzin atau Tukang Adzan Mendapat Pahala Sebanyak Orang Sholat Bersamanya dan Wajib Masuk Surga

Pahala Sebanyak Pahala Orang Sholat Bersamanya

“Muadzin (tukan adzan) itu akan diampuni dosa-dosanya sesuai dengan panjangnya suara adzan dan pahala seperti orang-orang yang shalat bersamanya.” (HR.Al-Thabrani.Dianggap shahih ole al-Bani)

.Dalam hadist ini berisikan terdapat dua pahala bagi seorang muadzin yaitu:

Dihapus dosa-dosanya. Berapakah dosa yang terhapus? Dosa yang terhapus sesuai dengan panjangnya suara jangkauan adzannya. Artinya semakin besar dan panjang jangkauannya maka semakin banyak pahala yang akan terhapus. wallahu a’lam bisshawaab.

Seoarang muadzin mendapat pahala sebanyak orang yang shalat bersamanya. Jika semakin banyak orang yang pergi shalat ke masjid karena mendengar seruan adzan darinya maka artinya ia mengajak orang lain dalam kebaikan dan ketaqwaan. Termasuk pekerjaan yang mulia bukan?

Wajib Masuk Syurga

“Barang siapa yang mengumandangkan adzan selama dua belas tahun maka ia wajib masuk surga. Sekali adzan pada tiap hari ia memperoleh enam puluh kebaikan dan setiap iqamah memperoleh tiga puluh kebaikan.” (HR. Ibnu Majah dan Dianggap shahih oleh al-Bani)

.Subhaanallah besar sekali bukan ganjaran yang Allah berikan kepada seorang muadzin. Karena menjadi seorang muadzin adalah pekerjaan yang sangat mulia yaitu mengajak muslim atau muslimah untuk mengingat Allah.

.Seorang muadzin akan masuk surga jika ia menjadi seorang muadzin selama dua belas tahun secara berturu-turut. Apabila dari kalian tertarik ingin menjadi seorang muadzin, maka hadist ini insyaallah akan menguatkan niat kalian untuk menjadi seoprang muadzin. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

.“Sesungguhya hamba Allah pilihan adalah orang yang memperhatikan matahari, bulan, bintang ,dan bayangan,untuk mengingat alloh ‘azza  wajalla.” (As-shilsilah as-Shohihah: vi/1299)

.Hadist ini menjelaskan keutamaan bagi para muadzin yang ikhlas. Hadist ini disampaikan agar seorang seorang muslim berhasrat kuat untuk menjadi bagian dari mereka, atau turut bersama mereka-walau sesekali dalam memperoleh kebaikan yang dikabarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

9. Puasa Arafah Penghapus Dosa Dua Tahun dan Puasa Syawal Seperti Dengan Berpuasa Satu Tahun

Puasa Arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah tahun Hijriyyah. Dinamakan Puasa Arafah karena para jamaah haji sedang wukuf di padang Arafah.

Puasa ini disunnahkan oleh para muslim dan muslimah yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa ini hanya terdapat sekali dalam setahun. Oleh karena itu kita wajib untuk memburunya. Ganjaran bagi kalian yang melaksanakan puasa tersebut adalah dengan dihapusnya dosa-dosa satu tahun yang akan datang dan satu tahun setelahnya. Oleh karena itu momen ini sangat berharga bagi kamu. Dalam hadistnya:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Arafah maka beliau menjawab, ”Ia (puasa Arafah) dapat menghapus dosa-dosa pada tahun yang lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang.” (HR. Muslim)

Namun dalam puasa ini hanya dapat menghapus dosa-dosa kecil saja. Karena dosa-dosa besar hanya dapat dihapus dengan taubat dan meminta ampunan kepada-Nya.

Adapun puasa Syawal, adalah puasa di bulan Syawal selama enam hari. Ini dia hadist yang berisikan tentang pauasa Syawal:

“Barang siapa puasa pada bulan Ramadhan  kemudian diikuti dengan puasa enam hari dibulan syawal maka akan seperti berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim)

Besar sekali bukan lipatan ganda ganjaran yang diberikan Allah bagi orang melakukan puasa Syawal. Karena Allah akan selau melipat gandakan sepuluh kali lipat bagi para hamba-hambanya yang selalu mengerjakan amalan kebaikan. Simak dalilnya dalam Al-Qur’an yang berbunyi:

“Barangsiapa yang membawa amalan yang baik maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya, dan bagi siapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-An’am: 160)

Oleh karena itu tunggu apalagi untuk tidak melakuakan puasa syawal. Puasa Syawal dapat dilakukan dengan berpuasa selama 6 hari berturut-turut dibulan syawal. Namun bisa  juga dilakukan dengan tidak berturut-turut asalkan berjumlah enam hari.

10. Besarnya Pahala Bersegera dan Menanti Shalat Jum’at

Menanti shalat jum’at tiap langkah pahalanya sebesar setahun puasa dan shalat malamnya. Adapun jika bersegera mendatangi shalat jum’at maka bagi mereka seperti berkurban seekor unta. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barang siapa yang mandi sebagaimana mandi janabah pada hari jum’at kemudian pergi (pagi-pagi) ke masjid dengan berjalan kaki, tidak naik kendaraan, duduk dekat imam untuk mendengarkan Khutbah dan tidak berbicara pada setiap langkahnnya ia memperoleh pahala satu tahun pahala puasa dan shalat.” (HR. Ibnu Majah dan dianggap shahih oleh Al-Bani)

Jadi syarat bagi kaum laki-laki yang ingin pergi shalat jum’at dengan membawa pahala sebesar satu tahun puasa dan shalat malamnya adalah: mandi sebelum berangkat sholat jum’at, pagi-pagi tanpa menggunakan kendaraan, duduk dekat imam, dan tidak berbicara saat khotib sedang berkhutbah.

Semoga Bermanfaat.
Sumber: annida-online.com