Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Rabu, 15 Februari 2023

5 Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

5 Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

 

Selain bekerja, setiap Muslim juga disunahkan memanjatkan doa pembuka rezeki dari segala penjuru.

Dream – Doa pembuka rezeki dari segala penjuru adalah amalan yang dilakukan agar Allah SWT melancarkan kita dalam mencari penghidupan. Kita memerlukan sandang, pangan dan papan untuk mepertahankan hidup. Tak hanya materi, kehidupan juga butuh rasa kasih sayang dan saling peduli.

Setiap hari manusia membanting tulang untuk menjemput rezeki. Tak ayal, kadang rezeki seret dan membuat hidup jadi terasa sulit. Namun sebagai Muslim sudah semestinya menganggap kondisi itu sebagai cobaan.

Deretan Doa Agar Anak Sukses Dunia Akhirat, Amalan untuk Kebaikan Buah Hati

Apapun rintangannya, kita dianjurkan terus bekerja keras. Selain bekerja, setiap Muslim juga disunahkan memanjatkan doa pembuka rezeki dari segala penjuru. Doa ini merupakan bentuk ikhtiar batin agar selalu diberi kelancaran dalam menjemput rezeki sehari-hari.

Berikut bacaan doa pembuka rezeki dari segala penjuru yang bisa diamalkan setiap hari:

1. Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

Terdapat banyak doa untuk membukapintu rezeki dari segala arah. Doa-doa pembuka rezeki dari segala penjuru tidak ada yang baku. Semuanya dapat kamu amalkan sebagai permohonan kepada Allah agar kehidupanmu dilimpahi rezeki yang berkah dan manfaat.

Ini dia bacaan doa pembuka rezeki dari segala penjuru yang pertama:

 

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ اَسْئَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِيْ رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ

 

Innaka 'ala kulli ta'bin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin wa laa nashobin rizqan halalan wasi'an thoyyiban min ghairin, allahumma innii as'aluka an-tarzuqani syai-in qadir.

Artinya:

“ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memerolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu."

2. Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

Selain bacaan doa pembuka rezeki dari segala penjuru di atas, kamu juga bisa memanjatkan doa lain di bawah ini. Bacaan doa ini bersumber dari Surat Al-Maidah ayat 114.

Rabbana anzil 'alaina ma'idatam minas sama'i takunu lana 'idal li' awwalina wa akhirina wa ayatam minka warzuqna wa anta khairur raziqin.

Artinya:

" Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu, berikanlah kami rezeki dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama."

3. Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru Lainnya

Sebenarnya masih banyak bacaan doa pembuka rezeki dari segala penjuru lainnya. Berikut doa-doa lain yang dapat kamu amalkan setaip hari usai sholat fardhu agar rezeki semakin lancar dan berkah:

 

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ رَزَقَنِىْ هذَا مِنْ خَيْرِ حَوْلٍ مِنِّى وَلاَقُوَّةٍ، اَللهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ

 

Doa Rezeki saat Sedang Seret, Berikut Amalannya yang Bisa Melancarkan

Alhamdulillahil ladzii razaqanii haadzaa min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin, Allahumma baarik fiihi.

Artinya:

“ Segala puji bagi Allah, yang telah memberi rezeki kepadaku dengan tidak ada daya dan kekuatan bagiku, ya Allah semoga Engkau berkahi pada rezekiku.”

4. Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

 

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

 

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atika wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

Artinya:

“ Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

5. Doa Pembuka Rezeki dari Segala Penjuru

 

اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 

Doa Mengubah Segala Sesuatu Menjadi Takdir Baik dan Cara-Caranya yang Penting Diketahui

Allahummak-finii bihalaalika ‘an haraamika, wa ‘aghninii bifadhlika ‘amman shiwaaka.

Artinya:

“ Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR Tirmidzi)

 

Demikian itulah kumpulan doa pembuka rezeki dari segala penjuru. Amalkan setiap hari dengan penuh harap kepada Allah SWT. Dengan begitu, Dia akan mengabulkan doa-doamu. Namun jangan lupa untuk mengimbanginya dengan memperbanyak kebajikan dan ibadah. Karena doa tanpa usaha adalah kosong, sedangkan usaha tanpa doa itu sombong.

 

Reporter : Arini Saadah

https://www.dream.co.id

 

Jumat, 10 Februari 2023

Keutamaan Bulan Rajab

Keutamaan Bulan Rajab

 

Keutamaan Bulan Rajab, ia merupakan salah satu dari bulan haram. Di mana bulan haram ini adalah bulan yang dimuliakan. Bulan ini adalah yang dilarang keras melakukan maksiat, serta diperintahkan bagi kita untuk beramal sholih.

Bulan Rajab adalah Bulan Haram

Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadal Akhiroh dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah Ta’ala berfirman,

 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

 

”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)

Ibnu Rajab mengatakan, ”Allah Ta’ala menjelaskan bahwa sejak penciptaan langit dan bumi, penciptaan malam dan siang, keduanya akan berputar di orbitnya. Allah pun menciptakan matahari, bulan dan bintang lalu menjadikan matahari dan bulan berputar pada orbitnya. Dari situ muncullah cahaya matahari dan juga rembulan. Sejak itu, Allah menjadikan satu tahun menjadi dua belas bulan sesuai dengan munculnya hilal. Satu tahun dalam syariat Islam dihitung berdasarkan perpuataran dan munculnya bulan, bukan dihitung berdasarkan perputaran matahari sebagaimana yang dilakukan oleh Ahli Kitab.” (Latho-if Al Ma’arif, 202)

Mengenai empat bulan yang dimaksud disebutkan dalam hadits dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

 

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

 

”Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679). Jadi, empat bulan suci tersebut adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3) Muharram; dan (4) Rajab.

Apa Maksud Bulan Haram?

Al Qodhi Abu Ya’la rahimahullah berkata, ”Dinamakan bulan haram karena dua makna:

Pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orang Jahiliyyah pun meyakini demikian.

Pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan itu. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat Zaadul Masiir, tafsir surat At Taubah ayat 36)

Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan, sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram. Sufyan Ats Tsauri mengatakan, ”Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.” Bahkan Ibnu ’Umar, Al Hasan Al Bashri dan Abu Ishaq As Sa’ibi melakukan puasa pada seluruh bulan haram, bukan hanya bulan Rajab atau salah satu dari bulan haram lainnya. Lihat Latho-if Al Ma’arif, 214. Ulama Hambali memakruhkan berpuasa pada bulan Rajab saja, tidak pada bulan haram lainya. Lihat Latho-if Al Ma’arif, 215.

Namun sekali lagi, jika dianjurkan, bukan berarti mesti mengkhususkan puasa atau amalan lainnya di hari-hari tertentu dari bulan Rajab karena menganjurkan seperti ini butuh dalil. Sedangkan tidak ada dalil yang mendukungnya. Lihat bahasan Muslim.Or.Id sebelumnya: Adakah Anjuran Puasa di Bulan Rajab?

Ibnu Rajab Al Hambali berkata, ”Hadits yang membicarakan keutamaan puasa Rajab secara khusus tidaklah shahih dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, begitu pula dari sahabatnya.” (Latho-if Al Ma’arif, 213).

Hati-Hati dengan Maksiat di Bulan Haram

Ibnu ’Abbas mengatakan, ”Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (Latho-if Al Ma’arif, 207)

Bulan Haram Mana yang Lebih Utama?

Para ulama berselisih pendapat tentang manakah di antara bulan-bulan haram tersebut yang lebih utama. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Rajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah. Namun Imam Nawawi (salah satu ulama besar Syafi’iyah) dan ulama Syafi’iyah lainnya melemahkan pendapat ini. Ada yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Muharram, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri dan pendapat ini dikuatkan oleh Imam Nawawi. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Dzulhijjah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Jubair dan lainnya, juga dinilai kuat oleh penulis Latho-if Al Ma’arif (hal. 203), yaitu Ibnu Rajab Al Hambali.

Itulah penjelasan tentang keutamaan bulan Rajab. Semoga bulan Rajab menjadi ladang bagi kita untuk beramal sholih.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, MSc

Artikel: Muslim.or.id

https://muslim.or.id

 

Doa Pendek Pembuka Pintu Rezeki , Mendatangkan Rezeki dari Segala Penjuru

Doa Pendek Pembuka Pintu Rezeki , Mendatangkan Rezeki dari Segala Penjuru

 

TRIBUNPEKANBARU.COM-  Inilah doa pendek pembuka rezeki yang baik dibaca setiap pagi hari .

Doa untuk mendatangkan rezeki yang baik . Doa-doa pendek yang mudah dibaca dan tentu sja juga mudah dihapal .

Dengan membaca doa-doa pendek ini Insyallah akan terbuka pintu rezeki dari segala penjuru .

Tentu saja diamanlakn dnegan keyakinan yang penuh dan dengan permintaan yang benar-benar tulus dan ikhlas .

Doa Dibukakan Pintu Rezeki

Rezeki dan maut sudah ada yang mengatur. Namun sebagai umat manusia kita tetaplah berusaha untuk meraihnya.

Berputus asa justru akan menjadikan kita tidak mampu keluar dari permasalahan.

Termasuk soal rezeki yang sudah dijamin oleh Allah .

Selama ini kita berusaha tentu akan ada jalan keluarnya.

Namun doa juga dipanjatkan sebagai rasa syukur terhadap yang Maha Esa

Doa Dimudahkan Mendapat Rezeki

Allahumma Inni As-Aluka an Tarzquqanii Rizqah Halaalan Waasi'an Thayyiban min Gahiuri T'bin Wa laa Masyaqqatin wa Laadhairin wa laa nashabin Innaka' alaa Kulli Syai-in Qadir

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada MU agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Seungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

Doa  Mohon Rezeki Melimpah

Allahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baashithu yaa kariimu yaa wahhaabu yaa dzattahauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa 'aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii'us samaaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati kahirin tughninii ' amman siwaaka

Ya Allah wahai zat yang Maha Esa, tiada terbagi-bag, wahai zat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai zzat yang maujud, wahai zat yang maha pemurah, wahai zat yang maha pembagi, wahai zat yang maha mulia, wahai zat yang maha pemberi, wahai zat yang maha memiliki anugerah, wahai zat yang maha kaya, wahai zat yang maha pemberi, wahai zat yang maha pembuka pintu rezeki, wahai zat yang maha mengetahui, wahai zat yang maha hidup, wahai zat yang maha pengasih, wahai zat yang maha penyayang, wahai zat yang maha pemberi anugerah limpahkalha rezeki dari Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian sesiapapun selain Engkau.

Doa Mohon Selalu Diberi Nikmat

Allahumma inni a'udzubika min zawaali ni'matika wa tahawwala 'aafiyatika wa fujaa- ati niqmatika wa jamii'i sakhatika

Ya Allah, aku berlindung kepada MU dari hilangnya nikmat yang telah Engkau anugerahkan dan lunturnya keselamatan yang telah engkau berikan kepadaku, dan aku berlindung kepada MU dari datangnya musibah dan segala murka Mu yang datang secara tiba-tiba.

Doa Mohon Rizqi

Allahumma robbana anzil ‘alaina maa’idatan minas samaa’, takuunu lana ‘iidan liawwalina wa aakhirina wa aayatan minka warzuqna wa anta khoirur roziqin

Artinya:

"Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang pada hari turunnya hidangan itu akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orangorang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rizki, dan Engkaulah Pemberi rizki yang paling utama." (OS. Al-Maidah: 114).

Doa Pembuka Rizqi dari Setiap Penjuru

Allaahumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadin 'adada anwaa'ir rizqi wal futuuhaati yaa baasutholladzi yabsuthur rizqo liman yasyaa-u bi ghoirihisaabin ubsuth 'alayya rizqon katsiiron min kulli jihatin min khozaaini rizqika bi ghoiri minnati makhluuqin bi fadhlika wa karomika wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.

Artinya:

"Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau."

Doa Untuk Mendapatkan Rezeki yang Halal

Allahumma yaa ghaniyyu ya hamiidu ya mubdi'u yaa mu'iidu ya rahiimu, ya waduuduaghninii bi halaalika'an haraamika wakfinii bi fadhlika 'amman siwaaka wa shallallahu 'alaa muhammadin wa aalihi wa sallama.

Artinya:

"Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau."

 

Semoag bermanfaat dan menjadi berkah bagi yang membaca dan mengamalkannya . (*)

( Tribunpekanbaru.com / Budi R )

https://www.msn.com

 

10 Keutamaan Bulan Rajab dan Dalilnya Dalam Al Quran dan Hadits

 10 Keutamaan Bulan Rajab dan Dalilnya Dalam Al Quran dan Hadits

 

JAKARTA, iNews.id - Bulan Rajab merupakan satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah. Ada banyak keutamaan Bulan Rajab yang harus dimanfaatkan Muslim dengan melakukan amalan ibadah seperti menjalankan puasa sunnah, memperbanyak istighfar, memanjatkan doa dan sedekah.

Keutamaan Bulan Rajab ini disebutkan dalam Alquran, Surat At Taubah ayat 36. Allah SWT berfirman:

 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

 

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram. (QS. At-Taubah:36).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, yang dimaksud empat bulan haram adalah bulan Dzul Qa’dah, Dzulhijjah, Muharram (tiga bulan ini berurutan), dan Rajab. Di dalam empat bulan itu, Allah menciptakan langit dan bumi dan melarang manusia untuk menganiaya diri sendiri maupun orang lain.

10 Keutamaan Bulan Rajab dan Dalilnya

1. Bulan Haram yang Dimuliakan Allah

Keutamaan Bulan Rajab merupakan satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran

 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

 

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS. at-Taubah/9:36).

2. Bulan Cucuran Rahmat

Keutamaan Bulan Rajab beruktnya adalah bulan cucuran rahmat Allah Ta’ala kepada umat-Nya. Bulan Rajab adalah bulan “istigfar,” maka perbanyaklah istigfar di bulan ini. Pendek kata, bulan Rajab adalah bulan mulia yang banyak keistimewaan di dalamnya.

3. Larangan Berperang

Keutamaan Bulan Rajab selanjutnya yakni bulan dilarang untuk berperang. Aturan larangan berperang ini sebelumnya sudah dimaklumatkan bangsa Arab sebelum kedatangan Islam. Hal itu kemudian dikuatkan setelah Islam datang dengan turunnya larangan berperang di bulan-bulan haram termasuk Bulan Rajab.

Dalam Al Quran, Surat Al Baqarah ayat 217 Allah berfirman:

 

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا وَمَنْ  يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduknya dari sekitarnya lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh." Mereka tidak henti-hentinya memerangi kalian sampai mereka (dapat) mengembalikan kalian dari agama kalian (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al Baqarah: 217)

4. Disunnahkan Puasa di Bulan Rajab

Keutamaan Bulan Rajab selanjutnya yakni disunnahkannya melaksanakan puasa sunnah. Jumhur ulama telah mengelompokkan puasa di Bulan Rajab dalam golongan puasa sunnah.

Di antara dalil dibolehkannya berpuasa Rajab adalah :

 

عَنْ مُجِيْبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيْهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ : أَتَى رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَمَا تَعْرِفُنِيْ. قَالَ وَمَنْ أَنْتَ قَالَ أَنَا الْبَاهِلِيِّ الَّذِيْ جِئْتُكَ عَامَ اْلأَوَّلِ قَالَ فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ. ثُمَّ قَالَ صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ قَالَ زِدْنِيْ فَإِنَّ بِيْ قُوَّةً قَالَ صُمْ يَوْمَيْنِ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَ زِدْنِيْ قَالَ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا. -رواه أبو داود-

 

“Dari Mujibah Al-Bahiliah dari ayahnya atau pamannya sesungguhnya ia (ayah atau paman) datang kepada Rosulullah SAW kemudian berpisah dan kemudian datang lagi kepada Rosulullah setelah setahun dalam keadaan tubuh yang berubah (kurus), dia berkata : Yaa Rosulullah apakah engkau tidak mengenalku? Rasulullah SAW menjawab : Siapa Engkau? Dia pun berkata : Aku Al-Bahili yang pernah menemuimu setahun yang lalu. Rosulullah SAW bertanya : Apa yang membuatmu berubah sedangkan dulu keadaanmu baik-baik saja (segar-bugar), Ia menjawab : Aku tidak makan kecuali pada malam hari (yakni berpuasa) semenjak berpisah denganmu, maka Rosulullah SAW bersabda : Mengapa engkau menyiksa dirimu, berpuasalah di bulan sabar dan sehari di setiap bulan, lalu ia berkata : Tambah lagi (yaa Rosulullah) sesungguhnya aku masih kuat. Rosulullah SAW berkata : Berpuasalah 2 hari (setiap bulan), dia pun berkata : Tambah lagi ya Rosulullah. Rosulullah SAW berkata : berpuasalah 3 hari (setiap bulan), ia pun berkata: Tambah lagi (Yaa Rosulullah), Rosulullah SAW bersabda : Jika engkau menghendaki berpuasalah engkau di bulan-bulan haram (Rojab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharrom) dan jika engkau menghendaki maka tinggalkanlah, beliau mengatakan hal itu tiga kali sambil menggenggam 3 jarinya kemudian membukanya.” (HR. Abu Daud).

5. Bulan kebaikan

Rajab biasa juga disebut Al-Ashabb ((الأصب yang berarti “yang mengucur atau menetes. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

6. Bulan Damai

Bulan Rajab bisa juga dikenal dengan sebutan Al-Ashamm ((الأصم atau yang tuli karena tidak terdengar gemerincing senjata pasukan perang pada bulan ini.

7. Bulan Keberkahan

Bulan Rajab merupakan bulan dimulainya persiapan jasmani, rohani dan ekonomi menuju ibadah di bulan Ramadlan, sehingga Rasulullah SAW berdoa:

 

أللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَان

 

Latin: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya'baana wa ballighnaa ramadhoon

“Ya Allah berilah kami keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan.”

8. Malam Mustajab

Di antara keutamaan bulan Rajab bahwa malam satu Rajab adalah salah satu malam yang mustajab bagi doa sebagaimana hal itu ditegaskan oleh Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm: 

 

 بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ: فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ 

 

Maknanya: “Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesunguhnya doa dikabulkan pada lima malam: malam Jumat, malam hari raya Idul Adlha, malam hari raya Idul Fithri, malam pertama bulan Rajab dan malam nishfu Sya’ban.”

9. Bulan Ibadah

Pada bulan Rajab ini, dianjurkan untuk memperbanyak amal-amal kebaikan dan ketaatan. Salah satunya adalah memperbanyak puasa. Disunnahkan untuk memperbanyak puasa di bulan Rajab seperti halnya juga disunnahkan untuk memperbanyak puasa di tiga bulan haram yang lain, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.

10. Diwajibkannya Shalat 5 Waktu dalam Isra Miraj

Bulan Rajab adalah bulan yang di dalamnya ada peristiwa penting, yaitu Isra dan Miraj Rasulullah SAW serta perintah ibadah shalat fardlu lima waktu yg diterima langsung oleh Rasulullah SAW langsung dari Allah SWT, tanpa melalui Malaikat Jibril AS.

Itulah 10 keutamaan Bulan Rajab dan dalilnya

Editor : Kastolani Marzuki

https://www.inews.id

https://www.inews.id/apps

 

 

Rabu, 08 Februari 2023

6 Doa Pembuka Rezeki yang Paling Mustajab

6 Doa Pembuka Rezeki yang Paling Mustajab

 

Suara.com - Datangnya rezeki memang sudah diatur oleh Allah SWT dan kita sebagai umatnya hanya bisa berusaha serta mengiringi dengan doa untuk mendapat yang terbaik dari-Nya. Lantas adakah doa pembuka rezeki mustajab yang bisa dipanjatkan?

Beberapa doa bahkan dipercaya dapat membuka pintu rezeki umat muslim yang berasal dari Allah semata.

Berikut beberapa doa pembuka rezeki yang mustajab umat muslim:

Doa Pembuka Rezeki Pertama

“Yaa awwalal awwaliin wa yaa aakhiral aakhiriina wa yaa dzal quwwatil matiin wa raahimal masakiin wa yaa arhamar raahimiin.”

Artinya:

"Wahai Yang Maha Awal di antara mereka yang awal, wahai Yang Maha Akhir di antara mereka yang akhir, Wahai Yang Memiliki Kekuatan, wahai Yang Menyayangi orang-orang miskin, wahai Yang Maha Pengasih di antara mereka yang pengasih." (HR. Abu Dawud)

Doa Pembuka Rezeki Kedua

“Allaahumma innii a’udzubika minal faqri, wal qillati, wadz dzillati, wa a’uudzubika min an adzhlima aw udzhlaama”

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan, kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu jangan sampai aku mendzalimi atau didzalimi.” (HR. Ahmad 8053, Abu Daud 1546 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Doa Pembuka Rezeki Ketiga

“Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqan thayyibaa, wa ‘amalan mutaqabbalaa.”

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no.925 dan Ahmad 6: 305)

Doa Pembuka Rezeki Keempat

"Allahumak-finii bi halaalika ‘an haraamik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak."

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Doa Pembuka Rezeki Kelima

“Allahumma ya ghaniyyu yaa mughnii aghninii ghinan abadan wa yaa 'aziizu yaa mu'izzu a'izzanii bi i'zaazi 'izzati qudratika wa yaa muyassiral umuuri yassirlii umuuraddunyaa wad diini yaa khaira man yurjaa yaa allaahu.”

Artinya:

“Ya Allah, Dzat yang Maha Kaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan kepadaku yang abadi. Wahai Dzat yang Maha Mulia yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling baik, ya Allah”

Doa Pembuka Rezeki Keenam

"Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii."

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

Di samping doa-doa tersebut, Rasulullah SAW juga mengajarkan untuk membaca tasbih serta dzikir saat pagi dan petang untuk memohon rezeki kebaikan dari-Nya:

Subhanallah wa bihamdih“; seratus kali tidak ada seorangpun di hari kiamat yang datang membawa suatu kebaikan yang lebih baik darinya, kecuali orang yang mengucapkan hal yang sama atau lebih dari itu." (HR Muslim)

Itulah 6 doa pembuka rezeki yang mustajab untuk membuka pintu rezeki dari Allah SWT untuk umat muslim.

 

Farah Nabilla

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

https://www.suara.com

 

5 Keutamaan Bulan Rajab, Banyak Doa yang Dikabulkan

5 Keutamaan Bulan Rajab, Banyak Doa yang Dikabulkan

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Bulan Rajab menjadi salah satu bulan penuh kemuliaan yang dinanti-nantikan umat Islam. Tahun ini, bulan Rajab dimulai pada 23 Januari dan akan berakhir pada 21 Februari.

Sepanjang bulan Rajab, berbagai amalan bisa dilakukan untuk meraih berkah dan pahala yang berlimpah. Ada berbagai keutamaan bulan Rajab yang harus diketahui umat Islam.

1. Bulan haram

Ada empat bulan yang dianggap sebagai bulan haram atau bulan yang mulia dalam kalender Islam. Keempat bulan itu yakni, Muharam, Zulkaidah, Zulhijah, dan Rajab.

Saat bulan haram berlangsung, amalan saleh akan dilipatgandakan pahalanya. Sebaliknya, amalan buruk akan diberi hukuman besar.

2. Isra Mi'raj

Salah satu peristiwa penting dalam Islam juga terjadi di bulan Rajab. Peristiwa itu adalah Isra Mi'raj, saat Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT ke langit ke-7.

Saat Isra Mi'raj ini juga-lah, titah untuk melaksanakan salat lima waktu dikeluarkan.

Isra Mi'raj menjadi salah satu keutamaan bulan Rajab yang dimuliakan ini.

3. Bulan pertobatan

Sepanjang bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk bertobat. Disebutkan bahwa Allah SWT akan mengabulkan semua doa umat Muslim, termasuk permohonan ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan.

4. Dekat dengan Ramadan

Bulan Rajab juga jadi pertanda datangnya Ramadan yang hanya tinggal beberapa puluh hari saja. Hanya berselang setelah bulan Syaban, setelah itu Ramadan tiba.

Bulan Ramadan jadi salah satu bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam.

5. Malam Rajab, malam yang mustajab

Mengutip NU Online, jika Anda berdoa di malam pertama bulan Rajab, maka semua doanya akan dikabulkan. Hal ini juga ditegaskan oleh Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm, yakni sebagai berikut:

 

بَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمْسِ لَيَالٍ: فِي لَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةِ الْأَضْحَى، وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ

 

Artinya:

Telah sampai berita pada kami bahwa dulu pernah dikatakan: Sesungguhnya doa dikabulkan pada 5 malam: malam Jumat, malam hari raya Iduladha, malam hari raya Idulfitri, malam pertama bulan Rajab dan malam nisfu Syaban.

Itulah lima keutamaan bulan Rajab. Perbanyak beribadah dan berdoa agar mendapat syafaat dan pahala yang berlimpah.

 

https://www.cnnindonesia.com

https://app.cnnindonesia.com/

 

3 Doa agar Diberi Kelancaran Rezeki

 3 Doa agar Diberi Kelancaran Rezeki

 

Jakarta - Rezeki bukan melulu perkara materi atau finansial. Rezeki dalam Islam juga memiliki dimensi yang luas. Rezeki dapat berarti diberikan nikmat sehat, keberkahan umur, mudah jodoh hingga terhindar dari segala marabahaya.

Doa agar dimudahkan rezekinya dapat dibaca saat hendak memulai hari ataupun dibaca setiap selesai sholat fardhu. Rezeki yang berlimpah dan berkah tentu menjadi dambaan setiap orang. Selain usaha, sebagai hamba Allah SWT kesuksesan juga harus diiringi dengan doa.

Irwan Kurniawan dalam bukunya Mengetuk Pintu Rezeki disebutkan ada dua macam rezeki yang diberikan kepada manusia. Pertama, rezeki lahiriah yang berkaitan dengan badan (berupa materi) seperti kesehatan. Kedua, rezeki batiniah yang berkaitan dengan hati seperti kebahagiaan dan pengetahuan.

Allah SWT berfirman dalam surat Saba ayat 36:

 

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

 

Qul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdiru wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụn

Artinya: Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui".

Berikut beberapa doa agar diberikan kelancaran rezeki yang dilansir dalam buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki oleh KH. Sulaeman Bin Muhammad Bahri:

1. Doa Diberi Kemudahan Mendapat Rezeki

 

Artinya: "Ya Allah, aku minta kepada-Mu akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tanpa repot, dan kemelaratan dan tanpa keberatan dan sesungguhnya Engkau maha atas segala sesuatu."

2. Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Berkah

 

Artinya: "Ya Allah, berilah aku rezeki yang cukup dan baik, serta cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku."

3. Doa Pembuka Rezeki dan Kekayaan

 

"Allahumma yaa ghaniyyu yaa mughnii aghninii ghinan abadan wa yaa 'aziizu yaa mu'izzu a'izzanii bi i'zaazi 'izzati qudratika wa yaa muyassiral umuuri yassirlii umuuraddunyaa wad diini ya khaira manyurjaa yaa allahu."

Artinya: "Ya Allah, Dzat yang Maha Kaya dan memberikan kekayaan berilah kekayaan kepadaku yang abadi. Wahai Dzat yang Maha Mulia yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling baik, ya Allah."

Ketiga doa rezeki di atas dapat dibaca setelah sholat fardhu, sholat hajat dan sholat tahajud sebanyak 3 kali.

 

https://www.detik.com

https://apps.detik.com

Lusiana Mustinda - detikHikmah