Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Jumat, 04 Februari 2022

10 Cara menahan marah dengan mengendalikan emosi dalam Islam

 10 Cara menahan marah dengan mengendalikan emosi dalam Islam


Semua cara ini sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad

Brilio.net - Setiap manusia terlahir dengan dibekali emosi untuk merasakan suatu hal, ketika sedih maka manusia akan menangis dan ketika ada sesuatu yang tidak ia kehendaki, maka ia akan marah karena tingkat emosi yang sedang naik.

Emosi merupakan perasaan yang lazim dimiliki oleh setiap manusia. Biasanya manusia dapat merasakan emosi karena dipengaruhi oleh suasana hati. Suasana hati yang sedang sedih, marah, dan gembira merupakan contoh dari macam-macam emosi.

Namun biasanya emosi identik dengan munculnya rasa marah oleh seseorang. Hal ini dikarenakan emosi yang tidak dapat dikendalikan dengan baik. Kemarahan yang tidak dapat dikendalikan dapat berdampak buruk bukan hanya pada psikis namun juga berdampak bagi kesehatan fisik.

Amarah yang dirasakan oleh manusia adalah wajar sebagai salah satu wujud emosi yang tampak ketika hati kita merasa diperlakukan tidak adil, atau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita maupun tidak sesuai dengan aturan, serta nilai yang berlaku yang telah disepakati bersama. Penyebab marah bisa beragam dan umumnya disebabkan oleh frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, curiga, dan ancaman.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Selasa (11/8), emosi yang tidak terkendalikan dan menimbulkan rasa marah bisa saja memunculkan perkelahian yang berujung pada permusuhan di antara orang yang sedang berseteru. Berkaitan dengan hal tersebut, dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda:

"Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridloi, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridloi." (HR. Ahmad)

Cara menahan rasa marah menurut ajaran Islam.

1. Membaca doa istiadzah untuk menutup pintu masuk setan.

Dengan membaca doa istiadzah, maka setan akan menyingkir dan lari sehingga ia tidak mampu lagi mengobarkan bara api amarah di hati kita.

A'uudzu billahi minas syaithanir rajiim

Artinya:

"Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk"

Doa tersebut berdasarkan dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:

"Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, 'Auudzubillahi minasy syaitaanir rajiim', niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

2. Membaca doa ketika marah.

Rasulullah mengajarkan umatnya untuk membaca doa ketika marah. Dengan hati yang ingat kepada Allah, maka kemarahan yang tadinya meluap menjadi reda. Rasa kesal dan jengkel yang tadinya menguasai hati menjadi sirna, dan pikiran yang tadinya kacau menjadi terkontrol.

Allahummaghfirli dzanbi, wa adzhib ghaizha qalbi, wa ajirni minas syaithani

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."

3. Menjaga lisan dengan diam.

Biasanya ketika sedang emosi, hal yang paling sulit untuk dikendalikan adalah perkataan. Oleh karena itu, apabila merasa emosi atau marah, sebaiknya lekaslah diam agar perkataan yang keluar dari mulut ketika sedang emosi tidak melukai hati orang lain. Dari Ibnu Abbas Ra, Rasulullah Saw bersabda:

"Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad)

4. Merubah posisi ketika marah.

Ketika sedang emosi atau marah, maka sebaiknya mengambil posisi yang lebih rendah. Ketika marah dengan posisi berdiri, maka duduklah. Dan jika marah dengan posisi duduk, maka berbaringlah. Hal ini sesuai hadits dari Abu Dzar Ra, Rasulullah Saw menasihatkan:

"Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

5. Mengucap istighfar.

Ketika marah, perbanyaklah mengucap kalimat istighfar karena amalan istighfar dapat menenangkan hati dan pikiran sebagai alternatif cara mengendalikan emosi menurut Islam.

6. Berwudhu.

Ketika marah, maka berwudhulah. Hal ini dikarenakan salah satu fungsi air adalah untuk mematikan api, termasuk api setan yang berkobar dalam hati kita dan berwujud dalam rasa amarah. Dalam sebuah hadis dari Urwah As-Sa'di radhiyallahu 'anhu yang artinya:

"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

7. Berdzikir.

Berdzikir merupakan amalan yang sangat dianjurkan kepada umat islam untuk dikerjakan kapanpun. Berdzikir ketika sedang emosi dapat membuat hati menjadi tenang. Dengan hati yang tenang, maka emosi pun dapat dikendalikan.

8. Mengingat keutamaan menjaga emosi.

Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:

"Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang dia kehendaki." (HR. Abu Daud, Tirmidzi)

Keutamaan menjaga emosi yaitu disenangi banyak orang, mudah dalam bergaul sesuai ajaran Islam, tidak mudah dipengaruhi atau dihasut, serta fisik dan mental menjadi lebih sehat. Ketika seseorang dapat mengingat keutamaan-keutamaan tersebut maka ia akan lebih bisa mengontrol emosinya.

9. Memaafkan.

Ketika marah dengan seseorang karena dikecewakan, disakiti dan lain sebagainya maka cara paling ampuh untuk mengurangi rasa marah tersebut yaitu dengan belajar memaafkan kesalahan orang lain yang dapat memicu emosi. Dalam Alquran surat Asy-Syuura ayat 37, Allah berfirman:

Wallaziina yajtanibuna kabaa'iral-ismi wal-fawaahisya wa izaa maa gadibu hum yagfirun

Artinya:

"Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf."

10. Introspeksi diri dan berpikir positif.

Introspeksi diri berarti merenungkan setiap perbuatan dan perkataan yang telah dilakukan. Selain intropeksi diri, selalu berpikir positif dalam menghadapi persoalan dan masalah juga menjadikan pikiran tenang. Sehingga dengan membiasakan diri melakukan intropeksi dan berpikir positif, akan menghindarkan diri dari perasaan mudah marah.

 

(brl/gib)

Shofia Nida

https://www.brilio.net

 

Kamis, 03 Februari 2022

Doa Minta Rezeki untuk Mendapatkan Keberkahan!

 Doa Minta Rezeki untuk Mendapatkan Keberkahan!

 

Ada pernyataan bahwa menikah atau memiliki anak akan membuka rezeki bagi seseorang. Padahal sebenarnya setiap orang masing-masing telah diberi rezeki oleh Allah SWT. Ada yang bisa merasakannya langsung, tapi ada juga yang harus ditambahkan dengan doa minta rezeki.

Namun, rezeki tidak hanya berupa materi. Rezeki bisa berupa keluarga yang shaleh, kesehatan yang baik, teman-teman yang hangat, dan sebagainya. Rezeki adalah segala sesuatu yang bermanfaat dan dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup. Doa minta rezeki adalah bukti bahwa manusia bergantung pada tuhannya.

Berikut ini beberapa doa minta rezeki yang bisa diamalkan agar Allah SWT mempermudah datangnya rezeki bagi yang memanjatkannya.

1. Doa Minta Rezeki yang Halal

“Alloohumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi’an thoyyiban min ghoiri ta’abin wa laa masyaqqotin wa laa dhoirin innaka ‘alaa kulli syai-in qodiir.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesunggunya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

2. Doa Minta Rezeki yang Berkah

“Alloohumma ashlihli lii diinii wa wassi’lii daarii wa baarik lii fii rizqii.”

Artinya: “Ya Allah perbaikilah agamaku (yang menjadi pokok urusanku) lapangkanlah tempat tinggalku, dan berikanlah keberkahan pada rezekiku.”

3. Doa Minta Dibukakan Pintu Rezeki

“Allaahummaftah alaina abwaabal khoiri wa abwaa bal barokati wa abwaaban ni’mati wa abwaabar rizki wa abwaabal Quwwati wa abwaabash shih haati wa abwaabas salaamati wa abwaabal jannah,

Allaahumma aafinaa mingkulli balaa’id dunyaa wa adzaabil aakhirah, Wash rif annaa bihaqqil Qur’anil adhiim wa nabiyyikal kariim syarraddunyaa wa syarral aakhiroh, Ghofarollaahu lanaa wa lahum birahmaatika yaa arhamar raahimiin.”

Artinya: “Ya Allah ya tuhanku, bukankanlah untuk hamba pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu kekuatan, pintu rizki, pintu kesehatan, pintu keselamatan, dan pintu surga. Ya Allah tuhanku, hindarkanlah diriku dari bala’i dunia dan bala’i akhirat, jauhkan dariku.

Sesungguh-sungguhnya Alquran yang agung dan nabimu yang mulia dari kejahatan dunia dan kejahatan akhirat. Semoga Allah mengampuni diriku semua dan mereka (muslim/muslimat) oleh rahmatmu yang asih.”

4. Doa Minta Rezeki Lancar

“Alloohumma yaa ghoniyyu yaa mughnii aghninii ginan abadan wa yaa ‘aziizu yaa mu’izzu a’izzani bi-i’zaazin ‘izzatia qudrotika, wa yaa muyassirol umuuri yassir lii umuurod dun-yaa waddiini yaa khoiro man yurjaa yaa allooh."

Artinya: “Ya Allah, Dzat Yang Mahakaya dan memberikan kekayaan, berilah kekayaan yang abadi kepadaku. Wahai Dzat Yang Mahamulia dan yang memberikan kemuliaan, berilah kemuliaan kepadaku dengan kemuliaan kekuasaan-Mu. Wahai Dzat yang mempermudah semua urusan, berilah kemudahan kepadaku di dalam semua urusan dunia dan agama, wahai Dzat yang paling diharapkan, ya Allah.”

5. Doa Minta Rezeki yang Terus Bertambah

“Alloohumma zidnaa wa laa tanqushnaa wa akrimnaa wa laa tuuhinaa wa a’athinaa wa laa tahrimnaa wa aatsirnaa wa laa tu’tsir ‘alainaa wa ardhinaa wardhoo ‘annaa.”

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah rezeki kepada kami, jangan Engkau kurangi. Muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan kami. Berilah kami dan jangan Engkau halangi kami. Pilihlah kami dan jangan Engkau tinggalkan kami, dan janganlah Engkau cegah kami.”

6. Doa Minta Rezeki yang Tidak Disangka

“Robbanaa anzil ‘alainaa maa-idatan minas samaa-i takuunu lanaa ‘iidan li awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatan minka warzuqnaa wa anta khoirur rooziqiin.”

Artinya: “Ya Tuhan kami, turunkahlah kepada kami suatu hidangan dari langit (yang turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkau pemberi rezeki yang paling utama.”

Saat memanjatkan doa minta rezeki di ata, jangan lupa untuk selalu menanamkan adab saat berdoa. Hal ini agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Adapun adab berdoa di antaranya:

Niat yang ikhlas. Berdoa dengan kerelaan hati mengharap ridha Allah SWT dengan iklah serta menyerahkan keputusannya kepada Allah SWT.

Menghindari dosa. Banyak dosa yang secara tidak sadar telah dilakukan, misalnya bergosip atau menyebar hoax. Perbanyak amal ibadah lain agar bisa menghindarkan diri dari dosa.

Miliki keyakinan yang kuat. Saat berdoa, seseorang harus memiliki keyakinan bahwa doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, karena Allah SWT Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.

Mengkonsumsi makanan halal. Setiap orang harus memperhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Sebab, ada kalanya makanan yang tidak halal tanpa disadari ikut mempengaruhi kebersihan hati. Dan hati yang kotor akan sulit untuk ikhlas.

Berdoa di waktu mustajab. Misalnya setiap selesai shalat, waktu antara adzan dan iqomah, dan waktu-waktu yang lainnya.

Bersyukur. Ini juga bisa menjadi salah satu cara agar rezeki terus bertambah. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim: 7).

Selain memanjatkan doa minta rezeki yang diiringi dengan usaha, ada beberapa amalan agar mendapatkan rezeki yang lancar. Di antaranya:

1. Sholat Wajib Berjamaah

Sholat adalah tiang agama. Orang muslim yang sholat wajibnya tidak pernah ditinggalkan dan selalu berjamaah, maka Allah SWT akan memudahkannya dalam berbagai urusan. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya sholat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Shubuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, maka sungguh mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Membaca Istighfar

Bacaan istighfar adalah bacaan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Membaca istighfar merupakan hal yang sangat baik dan sangat dianjurkan untuk dilakukan kapan aja dan di mana saja, dan juga menjadi amalan pembuka pintu rezeki.

Bacaan istighfar yakni: ‘Astaghfirullôhal ‘azhîm alladzî lâ ilâha illâ huwal hayyul qoyyûm wa atûbu ilaih.’ Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Aku mohon ampunan Allah, Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya’,sebanyak tiga kali.

Maka, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya walaupun ia seumpama busa lautan, walaupun ia (seperti) pasir yang bertumpuk- tumpuk, dan walaupun ia (seperti) bilangan hari-hari dunia.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

3. Perbanyak Sedekah

Semakin banyak bersedekah, maka rezeki dari Allah SWT akan semakin dimudahkan. Bersedekah bukan hanya dengan harta atau uang, bersedekah bisa juga dengan tenaga atau ilmu. Dalam hal ini yang paling penting adalah usaha dalam meringankan beban orang lain.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rezeki untukmu.”

Menambahkan adab dan amalan saat memanjatkan doa minta rezeki akan menambah keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Aamiin.

https://www.orami.co.id

 

Dengan Baca Tasbih Allah Berikan Rizki Sebelum Diminta

Dengan Baca Tasbih  Allah Berikan Rizki Sebelum Diminta

 

Sebelum wafat, Nabi Nuh berwasiat kepada anak-anaknya, “Aku memerintahkan kepadamu dua hal dan aku melarangmu dua hal. Pertama, aku memerintahkan kepadamu selalu membaca kalimat Laailaha Illallah. Sungguh seandainya ada dua timbangan, lalu di timbangan yang satu diletakkan seluruh isi langit dan bumi dan timbangan yang satunya lagi diletakkan kalimat Lailaaha Illallah, maka yang lebih berat kalimat Laailaaha Illallah.

“Kalimat ini lebih berat daripada dunia dan seisinya,” kata Dr. Amir Faishal Fath di hadapan jamaah Shalat Dhuhur, Masjid Daaruttaqwa, Wisma Antara, Jakarta.

Menurutnya, ada seorang mengaku muslim, tapi kalimat Laailaaha Illallah tidak dipahami dengan benar, sehingga jarang diucapkan. Ia tidak memaknai dengan benar kalimat Laailaaha Illallah. Ini berarti dalam kesehariannya dia lebih banyak mengutamakan untuk kepentingan memenuhi nafsunya daripada untuk kepentingan Allah. Dia tidak merasa berdosa.

Ada juga orang yang suka membaca kalimat Laailaaha Illallah, tapi saat disuruh berkurban untuk Allah (berzakat/bersedekah), dia tidak mau mengeluarkan. Bahkan berusaha untuk menghindar. Tapi untuk urusan dunia, seperti investasi miliaran rupiah, dia bersedia mengeluarkan. Padahal kalau ingin kaya caranya mudah. Untuk bisa kaya ada dua cara. Pertama, dia menjadi pegawai. Kedua, investasi bisnis atau property. Tapi ada investasi yang sangat hebat, yaitu investasi untuk Allah.

Allah akan menjamin hidupnya orang yang berinvestasi untuk Allah. Dalam Al-Qur’an disebutkan, “Orang yang berinvestasi untuk Allah, dijamin keuntungannya. Kalau dia investasi sebuah biji, dia pasti untung tujuh kali lipat. Setiap kelipatan pertama, langsung ditumbuhi 700 buah.”

“Ini pasti. Sekali lagi ini pasti, tapi orang jarang investasi untuk Allah, karena bacaaan kalimat Laailaaha Illallahnya tidak maksimal, ragu dengan Allah. Padahal banyak orang yang mengalami kerugian saat investasi dengan manusia . Sampai ada orang yang mengatakan, kalau takut rugi, jangan invstasi. Berarti investasi dengan manusia, banyak ruginya. Tapi anehnya kalau investasi untuk Allah, mencari uang receh, seribu rupiah, ”tegasnya.    

Nasihat Nabi Nuh yang kedua, isilah hidupmu dengan selalu membaca tasbih (subhanallah wabihamdih). Hendaknya membaca tasbih pagi dan sore setiap hari. Nabi bersabda, “Jika seseorang tidak sempat meminta kepada Allah karena sibuk membaca tasbih, maka Allah akan memberi apa yang dia butuhkan sebelum dia minta.”

Bacaan tasbih merupakan bacaan semua makhluk. Dengan membaca tasbih, makhluk Allah tersebut diberikan rizki. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Semua makhluk yang ada di bumi dan di langit bertasbih kepada Allah. Pepohonan, batu-batu, dan benda lainnya tak henti-hentinya bertasbih kepada Allah,” tambahnya.

Suatu hari ketika masuk ke Gua Hiro, Nabi Muhammad mendengar ucapan salam. Bacaannya cukup fasih. Tapi tidak ada seorang pun yang terlihat di sekitarnya. Begitu kedatangan Malaikat Jibril, Nabi Muhammad bertanya,

“Ya, Jibril, setiap kali masuk ke sini, aku selalu mendengar ucapan salam: Assalamualaikum, ya Rasulullah. Siapakah dia?”

“Itu salamnya batu-batu,” jawabnya.

Dengan demikian, kata Amir Faishol, batu-batu dan pepohonan benar-benar membaca tasbih kepada Allah. Hanya manusia tidak mengerti ucapannya. Apa pun kesibukan yang dihdapi sehari-hari. Jalan buntu apa pun yang dihadapi, harus selalu bertasbih, maka Allah akan memberikan jalan keluar.

Nabi Muhammad setiap harinya tidak pernah tidak membaca tasbih. Sampai pada suatu hari, ada salah seorang shahabatnya, Mu’awiyah tidur di depan pintu Nabi. Setiap kali aku bangun, aku mendengar dari ruang dalam rumah Nabi ucapan, Subhana ya Robbi (Maha Suci ya, Tuhanku) sampai terbit fajar. Berarti, katanya, Nabi Muhammad bertasbih sepanjang malam. Ini berarti pula pesan Nabi Nuh bertasbih menjadi pesan semua nabi.

Aku juga melarang kamu dua hal. Pertama, jangan sampai kamu berbuat syirik (mensekutukan Allah). Syirik ada dua: Syirik akbar (besar seperti menyembah patung dan makhluk). Kedua, Syirik asgor (kecil) seperti riya’ (ingin dipuji orang). Orang yang beramal dengan susah payah, maka akan sia-sia di hadapan Allah kalau hanya ingin dipuji orang.      

Larangan Nabi Nuh yang kedua, sombong. Jangan sampai dalam hati seseorang ada kesombongan sekecil apa pun. Ketika seseorang merasa sombong, dia merasa lebih tinggi dan hebat daripada orang lain. “Kita harus ingat, semua yang kita punya dari Allah. Kita tidak punya apa-apa. Kita akan kembali kepada Allah.”

“Yang berhak sombong, kata Allah, hanya Aku. Siapa yang punya perasaan sombong dalam hatinya sekalipun hanya sekecil atum, maka akan Aku masukkan ke dalam neraka.” Orang yang sombong, menurut Amir, dia memposisikan dirinya seperti Allah. Iblis dilaknat oleh Allah, karena dia sombong.    

Nasehat Nabi Nuh ini penting di saat umat Islam saat ini lebih banyak memikirkan pada hal-hal yang bersifat materialisme, tidak bisa khusu’ dalam melakukan shalat melainkan merasa sebagai beban, dan tidak merasa nikmat saat membaca Al-Qur’an. Para orangtua juga yang dipikirkan terhadap anak-anaknya agar dia bisa mencari uang. Soal bisa membaca Al-Qur’an, dianggap tidak penting.

Begitu anaknya sudah bejat, baru orangtuanya sadar perlunya mendatangkan ustadz sebagai guru ngajinya. Dulu semasa masih kecil, anak-anaknya hanya didatangkan guru matematika, bahasa Inggris, dan pengetahuan umum lainnya. Dulu orangtuanya menganggap tidak pentting pelajaran agama, nanti kalau sudah besar akan bisa dengan sendirinya. Akhirnya sang orangtua menyesal setelah menyaksikan anaknya sudah rusak dan bejat.       

 

https://www.kompasiana.com

Kreator: Mohamad Sholihan

https://www.kompasiana.com

 

Doa Dimudahkan Rezeki dan Urusan

 Doa Dimudahkan Rezeki dan Urusan

 

BICARABERITA - Masa-masa sekarang ini memang sedang sulit. Karenanya, kita harus selalu berdoa agar dimudahkan rezekinya.

 Doa dimudahkan rezeki dan urusan sebenarnya sudah ada dalam al-quran. Kita hanya perlu membaca dan mengamalkannya.

 Perlu diketahui terlebih dahulu, berdoa merupakan cara berserah diri kepada Allah.

 Dengan berdoa, berarti kita mengakui bahwa diri kita ini sangat lemah dan tidak bisa apa-apa tanpa bantuan Allah.

 Ketika seorang hamba berdoa, tentu ia akan merendah dan memohon agar hajatnya bisa dikabulkan.

 Sebenarnya Doa yang setiap hari kita panjatkan itu telah didengar sama Allah kok.

 Hanya saja, Allah ingin melihat perjuanganmu terhadap apa yang kamu inginkan.

 Percuma saja dong kalau hanya berdoa tanpa ada usaha sama sekali. Pasti akan sangat sulit untuk dikabulkan.

 Oleh karena itu, cara terbaik agar hajat bisa terkabul adalah dengan selalu berdoa, menggantungkan diri pada Allah, dan berusaha.

 Kita diperintahkan untuk berusaha, semua hasil kita pasrahkan pada Allah. Dengan begitu, apa yang menjadi cita-cita bisa cepat tercapai.

 Nah pada kesempatan kali ini, kami akan menyajikan doa yang dapat memudahkan rezeki dan urusan.

 Doa ini kami kutip dari Al-quran, kamu bisa mengamalkannya sendiri di rumah.

 1. Doa dimudahkan rezeki dari surat Al Baqarah.

 

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

“Robbanaa laa tuaa khidznaa innasiinaa au akhtho’na, robbanaa walaa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘ala al ladziina min qoblinaa, robbana walaa tuhammilnaa maa laa thoo qatalanabih, wa’ fuanna waghfirlanaa warhamnaa, anta maulana fansurnaa ‘ala al qaumilkaafiriin,”

 Artinya : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (Qs Al Baqarah ayat 286)

 2. Doa dimudahkan rezeki dari surat Al Kahfi.

 

رَبَّنَا ءَاتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

 

Latin: "Robbanaa aatinaa minladunka rohmataw wahayya lanaa min amrinaa rosyada,"

 Artinya : “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (Q.S. Al-kahfi : 10).

 3. Doa Nabi Musa AS yang diambil dari Al-quran surat At Thaha.

 

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

 

Latin: "Robbisyrokhlii shodrii wayassirlii amrii wahlul ‘uqdatam millisaanii yahqohuu qoulii,"

 Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (Qs At Thaha 25-28)

 Nah demikianlah doa dimudahkan rezeki dan urusan. Semoga bisa membantu kamu yang tengah bingung mencari doa terbaik.

 Karena sumbernya dari Al-quran, jadi doa tersebut lebih mustajab asalkan diimbangi dengan pasrah kepada Allah dan usaha semaksimal mungkin.

 

Editor: Yanuarius Edison Janur

Muhamad Jafarull Afan

https://www.bicaraberita.com

 

Rabu, 02 Februari 2022

Jangan Remehkan Dosa Kecil

Jangan Remehkan Dosa Kecil

 

DOSA dibagi menjadi dua macam; yaitu dosa besar dan dosa kecil. Telah pula dibahas definisi dosa besar, yaitu dosa-dosa yang ada had di dunia, atau ancaman di neraka, atau disebut sebagai kekufuran.

Jika telah memahami definisi dosa besar, maka dosa kecil adalah dosa yang tidak ada hukuman (had) di dunia, tidak dilaknat oleh Allah dan RasulNya, dan tidak ada pernyataan bukan mukmin.

Contoh dosa kecil, adalah zina mata, zina hati; sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)

Hadits tersebut di atas menyebutkan muqadimah zina. Orang yang melakukannya berarti telah mendekati zina. Namun bagi orang yang memandang wanita bukan mahram, bersalaman atau menyentuh, di dunia tidak ada hukumannya, juga tidak dilaknat oleh Allah dan rasulNya saw. Dosa semacam inilah yang dikategorikan sebagai dosa kecil.

Jangan remehkan dosa kecil

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Ketika seorang mukmin berbuat suatu dosa, dosa itu menjadi sebuah noda hitam pada hatinya. Jika ia menyesalinya (memohon ampunan) hilanglah noda itu. Jika ia tidak menyesali perbuatan itu maka noda itu akan membesar dan membesar sehingga menutupi seluruh hatinya.”

Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutupi hati mereka“ (Al-Muthaffifin:14).

hadits di atas tidak membedakan apakah dosa yang dilakukan besar atau kecil. Setiap dosa

Yang perlu diwaspadai, dosa kecil tidak selamanya kecil. Dalam kondisi tertentu dosa kecil ini akan menjadi dosa besar. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mengubah dosa kecil menjadi dosa besar;

1. Terus-menerus dalam melakukannya

“Tak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus dan tak ada dosa besar jika diiringi istighfar. “

Ucapan ini dinisbatkan kepada Ibnu Abbas ra berdasarkan atsar yang saling menguatkan satu dengan yang lain.

2. Anggapan remeh atas dosa tersebut

Rasulullah saw telah bersabda:

“Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” (HR ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath).

Suatu ketika shahabat Anas ra pernah berkata kepada sebagian tabi’in:

“Sesungguhnya kalian semua melakukan suatu perbuatan yang kalian pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan. “(HR Al-Bukhari).

3. Merasa senang dan bangga dengan dosa

Kadang-kadang ada orang yang membanggakan kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Misalnya seorang bercerita, bagaimana ia bisa mengolok-olok orang lain, atau bagaimana ia membanggakan koleksi gambar-gambar yang terlarang..

Orang yang bangga dengan dosa berarti sudah begitu lupa dengan bahaya dosa sehingga malah senang tatkala dapat melampiaskan keinginannya yang terlarang. Dan perasaan senang terhadap suatu kemaksiatan menunjukkan adanya keinginan untuk melakukannya, dan tidak ada keinginan untuk bertaubat.

4. Membongkar dan menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah

“Seluruh umatku akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (al mujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: “Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!” (HR Muslim)

6. Jika pelakunya adalah orang alim yang jadi panutan atau dikenal keshalihannya

Yang demikian apabila ia melakukan dosa itu dengan sengaja, disertai kesombongan atau dengan mempertentangkan antara nash yang satu dengan yang lain maka dosa kecilnya bisa berubah menjadi besar. Tetapi lain halnya jika melakukannya karena kesalahan dalam ijtihad, marah atau yang semisalnya maka tentunya itu dimaafkan.

Agar dosa Kecil terampuni

Dipandang dari segi terhapusnya dosa, dosa kecil lebih mudah terhapus. Pada umumnya dosa terhapus jika pelakunya melakukan taubat nasuha, taubat yang tulus dan sungguh-sungguh. Tetapi pada dosa kecil kadang-kadang akan terhapus tanpa melalui taubat. Dosa kecil bisa terhapus dengan amal shaleh yang dilakukan oleh seseorang. []

https://www.islampos.com

 

 

DOSA dibagi menjadi dua macam; yaitu dosa besar dan dosa kecil. Telah pula dibahas definisi dosa besar, yaitu dosa-dosa yang ada had di dunia, atau ancaman di neraka, atau disebut sebagai kekufuran.

Jika telah memahami definisi dosa besar, maka dosa kecil adalah dosa yang tidak ada hukuman (had) di dunia, tidak dilaknat oleh Allah dan RasulNya, dan tidak ada pernyataan bukan mukmin.

Contoh dosa kecil, adalah zina mata, zina hati; sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah

“Sesungguhnya Allah telah menetapkan terhadap anak-anak Adam bagian dari zina yang bisa jadi ia mengalaminya dan hal itu tidaklah mustahil. Zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah perkataan dimana diri ini menginginkan dan menyukai serta kemaluan membenarkan itu semua atau mendustainya.” (HR. Bukhori)

Hadits tersebut di atas menyebutkan muqadimah zina. Orang yang melakukannya berarti telah mendekati zina. Namun bagi orang yang memandang wanita bukan mahram, bersalaman atau menyentuh, di dunia tidak ada hukumannya, juga tidak dilaknat oleh Allah dan rasulNya saw. Dosa semacam inilah yang dikategorikan sebagai dosa kecil.

Jangan remehkan dosa kecil

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Ketika seorang mukmin berbuat suatu dosa, dosa itu menjadi sebuah noda hitam pada hatinya. Jika ia menyesalinya (memohon ampunan) hilanglah noda itu. Jika ia tidak menyesali perbuatan itu maka noda itu akan membesar dan membesar sehingga menutupi seluruh hatinya.”

Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutupi hati mereka“ (Al-Muthaffifin:14).

hadits di atas tidak membedakan apakah dosa yang dilakukan besar atau kecil. Setiap dosa

Yang perlu diwaspadai, dosa kecil tidak selamanya kecil. Dalam kondisi tertentu dosa kecil ini akan menjadi dosa besar. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mengubah dosa kecil menjadi dosa besar;

1. Terus-menerus dalam melakukannya

“Tak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus dan tak ada dosa besar jika diiringi istighfar. “

Ucapan ini dinisbatkan kepada Ibnu Abbas ra berdasarkan atsar yang saling menguatkan satu dengan yang lain.

2. Anggapan remeh atas dosa tersebut

Rasulullah saw telah bersabda:

“Berhati-hatilah kalian terhadap dosa kecil, sebab jika ia berkumpul dalam diri seseorang akan dapat membinasakannya.” (HR ahmad dan Thabrani dalam Al Awsath).

Suatu ketika shahabat Anas ra pernah berkata kepada sebagian tabi’in:

“Sesungguhnya kalian semua melakukan suatu perbuatan yang kalian pandang lebih kecil dari pada biji gandum padahal di masa Nabi saw kami menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat membinasakan. “(HR Al-Bukhari).

3. Merasa senang dan bangga dengan dosa

Kadang-kadang ada orang yang membanggakan kemaksiatan yang pernah dilakukannya. Misalnya seorang bercerita, bagaimana ia bisa mengolok-olok orang lain, atau bagaimana ia membanggakan koleksi gambar-gambar yang terlarang..

Orang yang bangga dengan dosa berarti sudah begitu lupa dengan bahaya dosa sehingga malah senang tatkala dapat melampiaskan keinginannya yang terlarang. Dan perasaan senang terhadap suatu kemaksiatan menunjukkan adanya keinginan untuk melakukannya, dan tidak ada keinginan untuk bertaubat.

4. Membongkar dan menceritakan dosa yang telah ditutupi oleh Allah

“Seluruh umatku akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (al mujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: “Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!” (HR Muslim)

6. Jika pelakunya adalah orang alim yang jadi panutan atau dikenal keshalihannya

Yang demikian apabila ia melakukan dosa itu dengan sengaja, disertai kesombongan atau dengan mempertentangkan antara nash yang satu dengan yang lain maka dosa kecilnya bisa berubah menjadi besar. Tetapi lain halnya jika melakukannya karena kesalahan dalam ijtihad, marah atau yang semisalnya maka tentunya itu dimaafkan.

Agar dosa Kecil terampuni

Dipandang dari segi terhapusnya dosa, dosa kecil lebih mudah terhapus. Pada umumnya dosa terhapus jika pelakunya melakukan taubat nasuha, taubat yang tulus dan sungguh-sungguh. Tetapi pada dosa kecil kadang-kadang akan terhapus tanpa melalui taubat. Dosa kecil bisa terhapus dengan amal shaleh yang dilakukan oleh seseorang. []

https://www.islampos.com

 

Allah Maha Menerima Tobat

 Allah Maha Menerima Tobat

 

Akhir-akhir ini negeri kita dipenuhi oleh berita kriminal, mulai dari tindak korupsi, hamil di luar nikah, tawuran, perampokan, hingga pembunuhan. Khusus kasus korupsi, tampaknya menjadi suatu kasus yang kian runyam.

Masalah utamanya cukup sederhana, tidak ada pihak yang berani terbuka mengakui perbuatannya. Padahal, jika pelaku korupsi itu mau bertobat, Allah pasti akan mengampuninya dan sejarah hidupnya akan menjadi inspirasi generasi yang akan datang. Mengapa harus malu kepada manusia, bukankah kepada Allah semata kita seharusnya malu?

Dalam kitab Al-Firasah karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, yang diterjemahkan menjadi 'Keajaiban Firasat', ada satu peristiwa yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i yang patut kita renungkan, yakni bagaimana seorang pelaku dosa seketika diampuni oleh Allah dan rasul-Nya.

Pernah ada seorang wanita yang telah diperkosa oleh seorang laki-laki di kegelapan malam menjelang masuknya waktu Subuh. Tak lama berselang, melintas pula laki-laki lain dan mendapati wanita itu tengah meminta pertolongan, hingga ia pun berusaha menolongnya. Pemerkosa wanita tadi telah kabur.

Pada saat lelaki itu hendak mendekati, melintas pula sekelompok laki-laki lain dan mendengar wanita itu minta tolong kepada mereka. Kemudian, mereka menangkap lelaki yang hendak menolong wanita itu, sedangkan lelaki yang memperkosa wanita itu terlewatkan oleh mereka.

Maka, dibawalah laki-laki itu kepada Rasulullah dan mengabarkan kepada Beliau bahwa ia telah memperkosa wanita tersebut. Dan, mereka mengabarkan bahwa laki-laki itu ditangkapnya dengan susah payah.

Tetapi, lelaki itu menyangkal seraya berkata, "Justru aku hendak menolongnya, tetapi mereka salah orang. Mereka akhirnya mengejar dan menangkapku. Wanita itu berkata, "Dusta, dialah yang telah memperkosaku."

Rasulullah kemudian berkata, "Bawalah ia dan rajamlah." Tetapi, datang seorang lelaki lain dan berkata, "Jangan rajam ia, rajamlah aku. Karena, akulah yang telah melakukan pemerkosaan terhadapnya." Lalu, ia mengakui dan menceritakan semua perbuatannya.

Kemudian, Rasulullah berkata kepada wanita yang diperkosa, "Engkau telah diampuni." Kepada orang yang hendak menolong, Beliau hanya menasihatinya. Kemudian, Umar RA berkata, "Rajamlah orang yang telah berbuat zina." Akan tetapi, Rasulullah menolaknya dan berkata, "Tidak perlu, karena ia telah bertobat."

Imam Ahmad meriwayatkan, "Lalu mereka berkata, 'Wahai Rasulullah, rajamlah ia'!" Beliau menjawab, "Ia telah melakukan tobat, yang seandainya penduduk Madinah melakukannya, pasti Allah akan menerima tobat mereka."

Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang bertobat dan pasti akan mengampuni dosa orang-orang yang mau bertobat. Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba mukmin yang terjerumus dosa, tetapi bertobat." (HR Ahmad).

Siapa pun di antara anak Adam pasti pernah melakukan perbuatan dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu, pada bulan Ramadhan ini, mari kita membiasakan diri untuk senantiasa bertobat kepada Allah SWT agar dosa-dosa kita diampuni oleh-Nya.

Wallahu a'lam.

 

Oleh Dr Abdul Mannan

Red: Siwi Tri Puji B

https://www.republika.co.id

 

Allah Maha Pengampun

Allah Maha Pengampun

 

TAFSIR Al Mishbah episode kali ini membahas Alquran Surah Az-Zumar ayat 53-59. Intinya menceritakan saat Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar umat senantiasa berserah diri meski berlumuran dosa. Semua dosa bisa diampuni Allah.

Disebutkan, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ayat ini oleh ulama dinilai sebagai ayat yang paling memberikan ketenangan dan harapan kepada umat manusia. Pasalnya, tidak ada manusia yang tidak berdosa. Tidak ada pula yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah.

llah sendiri menyatakan, hamba-hamba-Nya yang sudah melampaui batas dalam dosa masih bisa diampuni. Beragam jenis orang berdosa. Ada yang berdosa tapi masih tidak terlalu buruk dosanya. Ada yang memiliki dosa kecil dan dosa besar.

Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyampaikan kepada hamba-hamba Allah dengan memberi kesan atau menunjukkan rahmat dan kasih sayang Allah, betapapun berdosanya seseorang. Yang ditekankan ialah agar kita jangan berputus asa dari rahmat Allah karena Allah mengampuni semua dosa. Tidak ada dosa yang tidak diampuni-Nya jika seseorang mau bertobat.

Kita harus ketahui, ada dosa yang diampuni setelah manusia bertobat. Tetapi ada juga dosa yang diampuni walau seseorang tidak bertobat. Ada dosa yang Allah ampuni walaupun seseorang tidak melakukan kebaikan. Ada dosa yang walaupun dibawa mati, tetap diampuni Allah.

Itu karena Allah suka mengampuni. Allah senang memberi ampun, maka Tuhan Maha Pengampun atas aneka kesalahan. Ayat-ayat dalam Surah Az-Zumar ini memberi harapan yang sangat besar. Ini menandakan Tuhan berlaku adil.

Pada dasarnya, Tuhan itu pemberi rahmat. Karena itu, Allah patut dicintai atas sifatnya yang pemberi rahmat dan keadilan.

Dalam surah ini dikatakan, "Kembalilah, kepada Tuhanmu." Kembali itu berarti kita pernah pada satu posisi meninggalkan Allah. Misalnya kita menjauh dari Allah. Dia meminta kita untuk berserah diri. Seperti firman-Nya, "Serahkan dirimu kepada-Ku."

Itulah Islam yang pemberi rahmat. Allah banyak memberikan nikmat kepada kita. Sudah semestinya kita mengabdi kepada Allah dengan sempurna dan kita kembali menyerahkan diri kepada Allah.

Tetapi, Allah juga mengingatkan tidak ada yang dapat menolong kita dari siksa neraka selain Allah. Karena itu, ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang terbaik yang diturunkan Allah.

Allah juga memberi tuntunan, jika ada yang berbuat jahat kepada kita, balasan kejahatan itu akan setimpal. Akan tetapi, Allah juga mengatakan jika kita bisa memaafkan, akan lebih baik. Yang lebih tinggi lagi dari memaafkan ialah memberi. Berilah kebaikan bagi orang yang berbuat salah kepada kita, karena memberi lebih baik dari sekedar memaafkan. (Dhk/H-2)

https://mediaindonesia.com

 

TAFSIR Al Mishbah episode kali ini membahas Alquran Surah Az-Zumar ayat 53-59. Intinya menceritakan saat Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad SAW agar umat senantiasa berserah diri meski berlumuran dosa. Semua dosa bisa diampuni Allah.

Disebutkan, "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ayat ini oleh ulama dinilai sebagai ayat yang paling memberikan ketenangan dan harapan kepada umat manusia. Pasalnya, tidak ada manusia yang tidak berdosa. Tidak ada pula yang bisa mengampuni dosa kecuali Allah.

llah sendiri menyatakan, hamba-hamba-Nya yang sudah melampaui batas dalam dosa masih bisa diampuni. Beragam jenis orang berdosa. Ada yang berdosa tapi masih tidak terlalu buruk dosanya. Ada yang memiliki dosa kecil dan dosa besar.

Nabi Muhammad diperintahkan untuk menyampaikan kepada hamba-hamba Allah dengan memberi kesan atau menunjukkan rahmat dan kasih sayang Allah, betapapun berdosanya seseorang. Yang ditekankan ialah agar kita jangan berputus asa dari rahmat Allah karena Allah mengampuni semua dosa. Tidak ada dosa yang tidak diampuni-Nya jika seseorang mau bertobat.

Kita harus ketahui, ada dosa yang diampuni setelah manusia bertobat. Tetapi ada juga dosa yang diampuni walau seseorang tidak bertobat. Ada dosa yang Allah ampuni walaupun seseorang tidak melakukan kebaikan. Ada dosa yang walaupun dibawa mati, tetap diampuni Allah.

Itu karena Allah suka mengampuni. Allah senang memberi ampun, maka Tuhan Maha Pengampun atas aneka kesalahan. Ayat-ayat dalam Surah Az-Zumar ini memberi harapan yang sangat besar. Ini menandakan Tuhan berlaku adil.

Pada dasarnya, Tuhan itu pemberi rahmat. Karena itu, Allah patut dicintai atas sifatnya yang pemberi rahmat dan keadilan.

Dalam surah ini dikatakan, "Kembalilah, kepada Tuhanmu." Kembali itu berarti kita pernah pada satu posisi meninggalkan Allah. Misalnya kita menjauh dari Allah. Dia meminta kita untuk berserah diri. Seperti firman-Nya, "Serahkan dirimu kepada-Ku."

Itulah Islam yang pemberi rahmat. Allah banyak memberikan nikmat kepada kita. Sudah semestinya kita mengabdi kepada Allah dengan sempurna dan kita kembali menyerahkan diri kepada Allah.

Tetapi, Allah juga mengingatkan tidak ada yang dapat menolong kita dari siksa neraka selain Allah. Karena itu, ikutilah dengan sungguh-sungguh apa yang terbaik yang diturunkan Allah.

Allah juga memberi tuntunan, jika ada yang berbuat jahat kepada kita, balasan kejahatan itu akan setimpal. Akan tetapi, Allah juga mengatakan jika kita bisa memaafkan, akan lebih baik. Yang lebih tinggi lagi dari memaafkan ialah memberi. Berilah kebaikan bagi orang yang berbuat salah kepada kita, karena memberi lebih baik dari sekedar memaafkan. (Dhk/H-2)

https://mediaindonesia.com