Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Selasa, 02 Juli 2019

Inilah Agenda Harian Seorang Muslim yang Patut Kita Amalkan


Inilah Agenda Harian Seorang Muslim yang Patut Kita Amalkan


(Panjimas.com) – Seorang Muslim hendaknya selalu melakukan aktivitasnya semaksimal mungkin meniru sunnah Rasulullah SAW. Berikut ini adalah ageda harian seorang Muslim yang patut kita tiru dan amalkan. Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal sholih yang akan memperberat timbangan kebaikan kita di yaumil akhir nanti.

1. Agenda Pada Sepertiga Malam Akhir

a. Menunaikan shalat Tahajud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya,

b. Menunaikan shalat Witir,

c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga adzan Subuh.

Rasulullah SAW bersabda :


يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ


“Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata : “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Agenda Setelah Terbit Fajar

a. Menjawab seruan adzan untuk shalat Subuh,


الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan”. (Ditashih oleh Al-Albani)

b. Menunaikan shalat sunnah Fajar di rumah dua rakaat,

Rasulullah SAW bersabda :


رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا

“Dua rakaat sunnah Fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. (HR. Muslim)


وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ

“Nabi SAW pada dua rakaat sunnah Fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad.”

c. Menunaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki,
Rasulullah SAW bersabda :


وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا


“Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh”. (Muttafaqun ‘alaih)


بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ


“Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat”. (Tirmidzi dan ibnu Majah)

d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al Qur’an hingga waktu iqamat shalat,
Rasulullah SAW bersabda :


الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. (HR. Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud)
e. Duduk di masjid bagi laki-laki/mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi,
Dalam hadits Nabi SAW disebutkan :

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ

”Nabi SAW jika selesai shalat Fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. (HR. Muslim)

Agenda prioritas : Membaca Al Qur’an. Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya waktu Fajar itu disaksikan (Malaikat). (QS. Al-Isra: 78) Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu :

– Membaca ½ hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 1 kali,

– Membaca 1 hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 2 kali,

– Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah.

3. Menunaikan Shalat Dhuha Walau Hanya Dua Rakaat

Rasulullah SAW bersabda :


يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Berangkat Kerja atau Belajar Dengan Berharap Ridho Allah

Rasulullah SAW bersabda :


مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ


“Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa Nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. (HR. Bukhari)

Dalam hadits lainnya, Nabi SAW juga bersabda :


مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. (HR. Muslim)

Menyibukkan diri dengan berdzikir sepanjang hari. Allah SWT berfirman :


أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah, maka hati akan menjadi tenang”. (QS. Ra’ad : 28)

Rasulullah SAW bersabda :

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله

“Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah”. (HR. Thabrani dan Ibnu Hibban)

5. Agenda Saat Shalat Dzuhur

a. Menjawab adzan untuk shalat Dzuhur, lalu menunaikan shalat Dzuhur berjamaah di masjid khususnya bagi laki-laki,

Menunaikan sunnah Rawatib sebelum Dzuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah Dzuhur.Rasulullah SAW bersabda :مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari, maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. (HR. Muslim)

Agenda Saat dan Setelah Shalat Ashar

a. Menjawab adzan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid,

b. Mendengarkan nasihat di masjid (jika ada),Rasulullah SAW bersabda :مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain, kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna.” (Thabrani – hasan shahih)

c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah.

Rasulullah SAW bersabda :

وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ

“Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya.”

Agenda prioritas : Membaca Alquran dan berkomitmen semampunya untuk :

– Membaca ½ hizb dari Alquran untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 1 kali,

– Membaca 1 hizb dari Alquran untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 2 kali,

– Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah.

7. Agenda Sebelum Maghrib

a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al Qur’an,

b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media,

c. Menyibukkan diri dengan doa.

Rasulullah SAW bersabda :

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah ibadah.”

8. Agenda Setelah Terbenam Matahari

a. Menjawab adzan untuk shalat Maghrib,

b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki),

c. Menunaikan shalat sunnah Rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat,

d. Membaca dzikir sore,

e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya’ lalu melangkahkan kaki menuju masjid,
Rasulullah SAW bersabda :


مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً

“Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. (HR. Muslim)

Agenda Pada Waktu Shalat Isya’a. Menjawab adzan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid,

b. Menunaikan shalat sunnah Rawatib setelah Isya – 2 rakaat,

c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturrahim,

d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid,

e. Dakwah melalui media atau lainnya,

f. Melakukan mudzakarah,

g. Menghafal Al Qur’an,Agenda prioritas : Membaca Al Qur’an dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk :

– Membaca ½ hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 1 kali,

– Membaca 1 hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 2 kali,

– Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya Allah.Apa yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu Muslim. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah kepada Allah SWT, insya Allah. Wallahu a’lam... [GA/dbs]




Senin, 01 Juli 2019

7 Cara Efektif Mengendalikan Emosi Diri Sendiri


7 Cara Efektif Mengendalikan Emosi Diri Sendiri


Beritahu saya jika Anda pernah mengalami kondisi ini. Anda sedang berkendara, tiba-tiba Anda disalip pengendara lain dengan seenak perutnya. Anda kaget dan emosi dibuatnya. Beberapa nama hewan dan sumpah serapah pun keluar dari mulut Anda.

Jika Anda akrab dengan kondisi di atas, Anda mungkin termasuk orang yang susah mengendalikan emosi. Barangkali juga Anda merasakan dampak negatif emosi tersebut seperti stres, tekanan darah tinggi, serangan jantung, gangguan tidur, stroke, atau gangguan pernapasan (asma).

Berita baiknya, Anda bisa mengendalikan emosi diri sendiri. Tujuh cara di bawah ini akan membantu Anda melakukannya.

1. Menenangkan diri

Dari perspektif manajemen marah, marah bisa dilihat sebagai sebuah siklus agresi (aggression cycle) yang terdiri dari eskalasi, eksplosi, dan pasca-eksplosi. Oleh karena itu, saat Anda marah, tenangkan diri sehingga siklus agresi Anda berantakan. Dengan pikiran tenang, Anda bisa berpikir logis dan mencari solusi.

Untuk menenangkan diri, Anda bisa melakukan cara-cara berikut:

·         Tarik napas dalam-dalam – Saat menarik napas, fokuskan pikiran Anda pada napas yang masuk ke hidung atau bayangkan pemandangan yang indah. Lakukan berulang sehingga Anda bisa menurunkan emosi sedikit demi sedikit.

·         Hitung 1 s.d 10 – Dalam hati, hitung dari satu sampai sepuluh secara perlahan untuk meredakan emosi. Jika perlu, lakukan beberapa kali.

·         Alihkan perhatian – Anda bisa mengalihkan perhatian pada hal-hal lain seperti menonton TV atau pergi ke toilet.

2. Berempati

Pemicu marah terkadang hal sepele. Untuk menghindari masalah sepele ini menjadi besar, berempatilah. Empati adalah keadaan mental yang membuat Anda merasakan keadaan atau pikiran orang lain.

Kembali kepada contoh pengendara yang menyalip Anda, berempatilah kepada dia. Mungkin dia sedang buru-buru atau memang karakternya sudah begitu. Dengan berempati, Anda tidak akan mengeluarkan sumpah serapah dan nama hewan.

Contoh lain, jika isteri Anda ngomel-ngomel, berempatilah kepada dia. Mungkin saja dia capai memasak, membereskan rumah, dan mengurus anak sehingga kondisi mentalnya tidak stabil.

Anda mungkin akan sedikit susah berempati ini karena merasa diri lebih superior. Namun, kuatkanlah melakukannya karena memang tujuan Anda adalah meredam marah.

3. Mengingat dampak negatif yang akan terjadi

Emosi yang meluap-luap biasanya membuat yang bersangkutan gelap mata. Jika sudah demikian, dia akan memukul, berteriak, memaki, atau merusak barang-barang yang ada. Nah, untuk menghindari keadaan ini, ingatlah dampak negatif yang akan terjadi jika Anda tidak bisa melawan emosi.

Sebagai contoh, Anda bertengkar hebat dengan isteri Anda. Saat amarah akan meledak (misalnya Anda akan memukul), ingat dampak negatif yang akan terjadi seperti isteri Anda akan lebam mukanya, mertua membenci Anda, atau Anda dilaporkan isteri Anda ke polisi karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

4. Menganggap hari terakhir Anda hidup

Jika Anda masih sulit mengontrol emosi, anggap hari saat Anda marah adalah hari terakhir Anda hidup. Dengan menganggap seperti itu, emosi Anda akan mereda dengan sendirinya karena Anda ingin mati dengan membawa kebaikan, bukan membawa emosi.

5. Memaafkan dan melupakan

Anda sering mengungkit-ungkit masalah lama sehingga emosi Anda meluap lagi? Mulai sekarang, maafkan mereka yang telah memberi Anda masalah (misalnya menyakiti, membohongi, merendahkan, atau menjelekkan Anda) dan lupakan.

Cara ini adalah cara favorit saya dalam menghilangkan emosi. Dengan memaafkan dan melupakan, saya bisa berfokus pada hal-hal penting yang berdampak positif pada kehidupan saya. Selain itu, saya juga terhindar dari balas dendam.

6. Membaca ta’awudz

Jika Anda beragama Islam, baca ta’awudz (a-‘udzu billahi minas syaithanir rajiim) untuk menahan diri ketika Anda sedang marah. Dengan membaca ta’awudz tersebut, Anda memohon perlindungan kepada Allah SWT dari gangguan setan yang merupakan sumber amarah.

7. Berolahraga

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi emosi adalah berolahraga seperti berjalan kaki, bermain sepak bola, lari, atau berenang. Apa pun jenisnya, olahraga bisa menstimulasi zat-zat kimia dalam otak yang membuat Anda lebih rileks dan bahagia. Selain itu, olahraga akan menguras energi Anda secara positif sehingga melenturkan ketegangan syaraf Anda.

Emosi harus dikendalikan agar tidak memberi dampak negatif pada diri sendiri atau orang lain. Cobalah Anda melakukan 7 cara di atas. Jangan heran bila Anda kesulitan menerapkannya karena memang mengendalikan emosi itu perlu waktu dan latihan. Cobalah terus menerus sehingga Anda mendapatkan cara efektif dalam mengontrol emosi Anda.




Begini Mengendalikan Emosi di Saat Pikiran Kalut


Begini Mengendalikan Emosi di Saat Pikiran Kalut



Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di BBM(Membuka di jendela yang baru)

Jangan Mudah Tersulut, Begini Mengendalikan Emosi di Saat Pikiran Kalut

Emosi yang Anda rasakan sangat memengaruhi tindakan Anda selanjutnya. Jika Anda sedang merasa senang alias emosi positif, tentu segala aktivitas Anda akan semakin ringan. Berbanding terbalik jika Anda sedang marah, kalut, dan sedih. Emosi negatif ini akan membuat hari Anda kian buruk dan akhirnya tidak bersemangat. Sebenarnya, Anda bisa kok mengendalikan emosi saat sedang kalut. Bagaimana ya?

Strategi mengendalikan emosi di kala pikiran sedang kalut

Wajar jika emosi Anda tersulut tiba-tiba usai mendengar kabar yang kurang mengenakkan. Emosi memang kerap kali datang tanpa di minta dan di waktu yang tidak diduga. Kalau sudah begini, Anda dituntut untuk tetap tenang sembari menyingkirkan pikiran-pikiran negatif tersebut.

Nah, beberapa cara mengendalikan emosi yang bisa Anda lakukan, antara lain:

1. Buang pikiran buruk jauh-jauh

kenapa saya masih jomblo
Saat sedang dilanda oleh masalah yang pelik, otak Anda akan cenderung lebih fokus memikirkan jalan keluar terbaiknya. Padahal tanpa disadari, terkadang bukan masalah yang mendorong munculnya reaksi negatif. Melainkan pikiran dan asumi buruk yang Anda ciptakan sendiri.

Maka itu, salah satu cara mengendalikan emosi bisa dilakukan dengan berhenti memikirkan kemungkinan buruk yang terus menghantui diri Anda. Terdengar klise memang, tapi menghindari diri agar tidak terlalu larut dalam masalah justru bisa meringankan beban Anda sedikit demi sedikit.

Jika Anda sedang berada di keramaian atau di tengah rapat kantor, minta sedikit waktu menenangkan diri Anda di tempat yang sepi dan nyaman. Tentunya bila kondisi tersebut memungkinkan. Mencari udara segar setidaknya dapat membantu untuk membangkitkan pikiran ke arah yang positif.

2. Hindari langsung meluapkan reaksi buruk

kekerasan emosional
Berteriak, memaki, menangis, menjerit, bahkan menghancurkan benda yang ada di sekitar, sering kali dipilih sebagai bentuk luapan emosi yang sudah tidak dapat terbendung. Namun alangkah baiknya bila Anda memikirkan matang-matang konsekuensi apa yang akan Anda terima dari perilaku ini.

Otak adalah salah satu bagian tubuh yang terlibat paling dominan saat sedang dirundung masalah. Di saat yang bersamaan, otak juga bisa kesulitan untuk membuat keputusan yang masuk akal ketika emosi sudah memuncak.

Sebab tidak menutup kemungkinan, masalah justru akan bertambah runyam karena reaksi Anda yang cenderung berlebihan. Sebagai gantinya, coba tenangkan diri dengan menarik napas dalam lalu keluarkan secara perlahan. Lakukan teknik pernapasan ini selama beberapa menit, lalu rasakan sensasi nyaman yang berbeda dari sebelumnya.

Dijamin, Anda bisa lebih berhati-hati dalam memutuskan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.

3. Pancarkan emosi positif

bahagia senang senyum wanita sehat

Membiarkan diri terpuruk dalam emosi negatif yang membelenggu tentu tidak baik. Daripada terus-menerus kepikiran cekcok dengan pasangan semalam atau omongan menyakitkan si bos tadi pagi, kenapa tidak coba cari jalan keluar yang justru bisa memunculkan aura positif Anda?

Ya, setelah sudah cukup tenang, pikirkan inti dari permasalahan yang membuat Anda uring-uringan ini. Selanjutnya, petik manfaat baik yang bisa dijadikan ‘cambuk’ positif untuk menghalau emosi buruk Anda. Anggap saja perkataan dari bos sebagai sebuah masukan baik yang akan meningkatkan kinerja Anda.

Perdebatan dengan pasangan pun bisa Anda jadikan sebagai peluang baik guna mencari kelebihan dan kekurangan demi keharmonisan hubungan ke depannya. Memang, bukan hal mudah untuk menemukan hikmah dibalik pahitnya emosi negatif. Akan tetapi di sisi lain, kemampuan melihat permasalahan dari sisi yang baik bisa jadi ajang ‘balas dendam’ untuk membantu Anda memancarkan emosi positif.

4. Coba lebih berlapang dada

mencintai diri sendiri

Setelah berjuang menghalau masalah yang kadang datang bertubi-tubi, kini saatnya Anda bangkit untuk membuktikan bahwa Anda baik-baik saja. Bukan berarti Anda harus terus menutupi kesedihan yang ada.

Hanya saja, tidak semua permasalahan harus ditunjukkan secara terang-terangan — terlebih ketika sedang berada di situasi yang mengharuskan Anda tetap bersikap profesional.

Jadi apa yang sebaiknya dilakukan? Anda perlu menerima dengan lapang dada bahwa ada beberapa hal yang tidak mungkin diubah. Tugas Anda di sini adalah mengendalikan emosi tersebut, sesulit dan seberat apapun rasanya.

Lagi-lagi, jangan terlalu terjebak dalam sisi negatif dari masalah Anda. Coba tengok sisi positifnya, yang mungkin bisa Anda ambil sebagai bentuk penyemangat diri untuk bertindak lebih baik lagi.

Oleh Karinta Ariani Setiaputri

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum



Cara Mengatasi Orang Marah dan Emosi


Cara Mengatasi Orang Marah dan Emosi



Mampu menghadapi dan mengatasi orang marah adalah satu skill krusial yang perlu kita miliki. Mengetahui teknik ini akan membuat Anda mampu menyelesaikan masalah plus tetap menjaga relasi dengan orang lain.

mengatasi orang marah

Anda sedang bersantai di sore hari sembari menyelesaikan pekerjaan terakhir dan siap – siap untuk pulang dari kantor. Tiba – tiba seorang bawahan Anda menerjang masuk dan melontarkan beberapa umpatan kasar pada Anda.

Dia menuduh Anda telah berlaku tidak adil. “Mengapa saya terus yang jadi korban? Mengapa saya harus memperbaiki kesalahan yang dilakukan orang lain” kata dia dengan setengah berteriak.

Meja Anda digebrak dengan keras (sampai kertas – kertas di atasnya beterbangan). Semua orang yang berada di kantor mendadak berhenti bekerja dan memandang ke arah kantor Anda.

Apa yang harus lakukan di saat itu? Apa yang harus Anda katakan pada kondisi krusiat tersebut?

Mungkin Anda pernah mengalami situasi seperti di atas. Tidak harus dengan bawahan, melainkan bisa saja dengan suami / istri, boss, tetangga atau bahkan orang tak dikenal yang menyerempet mobil Anda. Intinya adalah Anda menghadapi orang marah dan emosi tingkat tinggi.

Lalu Bagaimana Menghadapi Situasi Ini?

Situasi ini termasuk kondisi yang krusial. Salah menghadapinya bisa – bisa Anda malah terjerumus dalam perdebatan sengit (bisa jadi sampai adu fisik), relasi hancur berantakan dan masalah semakin bertambah besar.

Akan tetapi dengan mengetahui cara yang tepat, Anda akan bisa menyelamatkan relasi dan menyelesaikan masalah. Bahkan Anda bisa tersenyum bangga pada diri Anda sendiri mengingat seberapa tenang dan efektif Anda mengatasi situasi.

Sebelum saya bahas tentang cara mengatasi orang marah ini, yuk kita bahas terlebih dahulu kesalahan – kesalahan yang sering terjadi.

Kesalahan yang sering Dilakukan Kebanyakan Orang

1. Malah ikut marah dan emosi

Inilah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh kebanyakan orang. Mereka tidak terima dimarahi dan ikut naik pitam. Dan… BLAAARRR! bukannya masalah terselesaikan, malah justru menjadi bertambah besar.

Sadarilah bahwa Anda tidak bisa mengatasi api dengan api. Hal ini justru menimbulkan masalah – masalah baru yang sebelumnya tidak ada. Yang tersisa di akhir biasanya hanya penyesalan dari kedua belah pihak.

2. Memerintah orang yang sedang marah

Ini kesalahan yang sering terjadi pula. Menghadapi orang marah mereka lantas berkata “Tenang dulu Pak!”, “Ayo duduk dulu Bu!” atau “Ini diminum dulu Bu”.

Niatnya sih baik, supaya yang marah lebih tenang. Akan tetapi pertanyaannya: “Bisakah orang yang sedang dikuasai emosi malah diperintah?” entah itu disuruh tenang, sabar atau minum. Kebanyakan usaha mereka akhirnya gagal.

3. Mencoba langsung beradu argumentasi

Melihat orang di depan marah, mereka langsung mencoba mengeluarkan argumentasi. Entah itu menjelaskan duduk perkaranya atau mengemukakan alasan / cerita versi mereka. Intinya mereka berusaha menjelaskan dengan logika.

Nah, menurut Anda: logika vs emosi. Manakah yang menang?

Sudah tahu jawabannya kan? Orang yang sedang dikuasai emosi tidak benar – benar bisa berpikir logis. Orang yang sedang marah tidak ingin mendengarkan penjelasan atau alasan.
Pernah melihat orang melakukan kesalahan – kesalahan di atas? atau justru Anda sendiri pernah melakukannya? Cara penanganan di atas adalah cara yang kurang efektif untuk mengatasi orang marah.

Ada cara dan langkah lain yang lebih efektif untuk mengatasinya. Langsung kita simak berikut ya!

Cara dan Langkah Mengatasi Orang Marah dan Emosi

langkah-mengatasi-orang-marah

Langkah untuk tenang mengatasi orang marah

1. Cobalah untuk Tenang dan Mendengar

Biarkan orang yang marah untuk meluapkan amarahnya terlebih dahulu. Mereka butuh waktu untuk mengungkapkan perasaannya. Istilah lainnya adalah “Beri waktu supaya asapnya keluar semua dahulu”.

Dalam tahapan ini Anda hanya perlu mendengarkan apa yang mereka sampaikan. Jadilah pendengar yang baik. Sesuaikan bahasa tubuh Anda, ikutlah berdiri sambil mendengar (orang yang sedang marah hebat pasti marahnya sambil berdiri).

Anda bisa memberi respon verbal dengan berkata “Hmm….” atau “Okay…” plus sesekali menganggukkan kepala tanda benar-benar mendengarkan.

Setelah sekian waktu, pasti intensitas kemarahan akan bertambah menurun. Nggak mungkin kan orang bisa terus menerus marah dengan nada tinggi? Suatu saat pasti mereka akan merasa lelah dan kehabisan nafas.

2. Ubah state mereka

Yang dimaksud dengan state adalah kondisi dan bahasa tubuh. Orang yang sedang emosi pasti bahasa tubuhnya juga menunjukkan hal yang senada, misalkan: posisi berdiri, berkacak pinggang sambil menunjuk ke arah Anda.

Jarang ada orang marah sambil tetap duduk atau bahkan jongkok (nggak cocok kan ). Coba Anda perhatikan misal dalam sebuah meeting, ada orang tiba – tiba marah. Mereka pasti akan menggebrak meja dan langsung berdiri. Aneh rasanya jika marah sambil tetap duduk.
Oleh karena itu ketika Anda ingin menenangkan orang, ubahlah juga state mereka. Setelah selesai meluapkan emosinya, Anda bisa ajak mereka ke ruangan lain, meminta mereka duduk atau menawari mereka minum terlebih dahulu.

Perubahan state ini akan membuat kondisi mereka lebih tenang dan mempersiapkan untuk dialog lebih lanjut.

3. Tunjukkan bahwa Anda mengerti

Orang yang sedang emosi butuh untuk dimengerti. Dengan mengerti bukan berarti Anda membenarkan apa yang dia sampaikan, Anda hanya menunjukkan bahwa Anda memahami apa yang dia rasakan.

Untuk melakukan hal ini ada rumusnya. Ini dia rumus bakunya:
Saya mengerti jika Bapak / Ibu merasa [sebutkan perasaan yang dia alami]

Simpel bukan rumusnya? Berikut adalah beberapa contoh kalimatnya:
Saya mengerti jika Bapak merasa capek dengan tambahan – tambahan pekerjaan akhir – akhir ini

Saya mengerti jika Ibu merasa kecewa dengan penundaan ini

Saya mengerti jika Ibu merasa bingung karena sudah kesana kemari

Sekali lagi saya mengingatkan bahwa di sini Anda tidak membenarkan tuduhan / pernyataan / klaim mereka, di sini Anda semata menunjukkan bahwa Anda mengerti perasaan mereka.

Kalimat ini bisa menjadi kalimat ajaib yang membuat orang lebih tenang dan tidak lagi defensif.

Mengapa bisa demikian?

Karena kalimat tersebut menunjukkan bahwa Anda setuju dengan perasaan mereka. Dan bukankah susah untuk berdebat atau marah dengan orang yang setuju dengan Anda?

4. Bicarakan masalah dan cari solusinya

Setelah situasinya lebih tenang dan kondusif, barulah sekarang Anda bisa membahas masalah dan mencari jalan keluarnya. Di tahapan ini diskusi mustinya sudah bisa mulai berjalan karena emosi sudah tidak lagi mendominasi.

Pada awal – awal lebih banyaklah mengajukan pertanyaan – pertanyaan, misalnya saja:
Bisakah Bapak ceritakan dahulu kronologis kejadiannya?

Apa yang Ibu harapkan dari kondisi ini?

Apa yang sekiranya bisa saya lakukan untuk bersama – sama menyelesaikan masalahnya?
Setelah itu Anda bisa berdiskusi, mengemukakan pendapat Anda dan bersama-sama mencari jalan keluar pemecahan masalahnya. Di langkah keempat ini yang lebih berperan adalah problem solving skill, sedang communication skill banyak berperan di langkah pertama s/d ketiga.

Ingat bahwa tahap keempat (penyelesaian masalah) ini juga harus tuntas dilakukan.
Langkah pertama sampai ketiga bisa membuat orang lebih tenang dan siap diajak berdialog, tapi masalahnya juga tetap harus dipecahkan. Jika tidak terpecahkan, ya akhirnya orang juga bakal marah lagi (dan bahkan lebih besar).

Jadi sudah kita pelajari bersama langkah – langkah mengatasi orang marah dan emosi. Sekali lagi supaya tidak lupa saya ringkas langkah – langkahnya yaitu:

Cobalah untuk tenang dan mendengar

Ubah state (kondisi dan bahasa tubuh) mereka

Tunjukkan bahwa Anda mengerti

Bicarakan masalah dan cari solusinya

Silahkan mempraktekkan langkah – langkah tersebut (Eiitss.. tapi jangan sengaja membuat orang lain marah hanya demi mempraktekkan ya). Dengan menguasai skill ini maka Anda akan bisa menjaga kelanggengan relasi dan tidak sampai melakukan hal – hal yang akhirnya Anda sesali di kemudian hari.

Plus buat diri Anda bisa tersenyum bangga pada diri sendiri mengingat betapa tenang Anda bisa mengatasi situasi.