Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Selasa, 05 Maret 2019

Hubungan kakak dan adik dalam Islam telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.


Hubungan kakak dan adik dalam Islam telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.


Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda (HR. Imam Ahmad dan ath-Thabrani)

Poin penting yang bisa kita ambil dari peringatan Nabi SAW. di atas adalah:

Hak seorang kakak adalah mendapatkan penghormatan adiknya dan kewajiban kakak terhadap adiknya adalah mencurahkan kasih sayang.

Saling membantu dalam kesusahan dan saling mengingatkan tentang kebaikan.
Memberikan support karena berasal dari ayah dan ibu yang sama.

Sama dengan kewajiban anak berbakti kepada orangtua, saudara sekandung pun harus saling menghormati dan menyayangi.

Sehingga, terbentuklah keluarga harmonis yang hangat, akrab, saling memahami dan mendukung satu sama lain.

Sayangnya, perjalanan orangtua dalam mendidik anak-anaknya tidak selalu dilimpahi kemudahan.

Ada saja ulah adik dan kakak atau perilaku kita yang tidak terkontrol hingga sulit menciptakan keakraban diantara anak-anak.

Dan, sekarang Anda sedang berada di halaman yang tepat.

Kita akan belajar bersama-sama tentang pentingnya membina hubungan harmonis antar saudara, langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai keharmonisan tersebut dan bagaimana menyelesaikan masalah yang terjadi antara adik dan kakak.

1 hal yang perlu orangtua ketahui . .

Tidak ada hubungan kakak dan adik yang berjalan mulus.

Setiap anggota keluarga pasti pernah mengalami konflik.

Jadi, jangan terlalu khawatir apabila anak-anak sering bertengkar, memperebutkan sesuatu dan saling adu pendapat.

Yang perlu Anda perhatikan adalah sikap mereka setelah berkonflik.

Apakah mereka mampu introspeksi diri?

Apakah mereka berani mengakui kesalahan?

Apakah mereka berani meminta maaf dan memaafkan?

Apakah mereka bisa memanfaatkan konflik untuk memperbaiki diri?

Apakah mereka mampu menggunakan konflik untuk belajar mengatasi masalah?

Di sinilah peran orangtua berlaku.

Memanfaatkan konflik untuk membangun karakter anak-anak dan membina hubungan harmonis diantara mereka.

Pentingnya Menjaga Hubungan Adik dan Kakak

Dalam hadits yang kami sisipkan di atas, dijelaskan peran kakak terhadap adik adalah mencurahkan kasih sayang dan melakukan penjagaan.

Inilah salah satu manfaat pentingnya menjaga hubungan adik dan kakak, yakni melatih sikap tanggung jawab dan belajar menyayangi orang lain.

Selain itu, ada beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan apabila Anda mengajarkan untuk saling menyayangi antar saudara kandung.

Berikut pembahasan detilnya.

1. Mengajarkan tanggung jawab pada anak

Manfaat utamanya adalah menanamkan tanggung jawab pada anak, khususnya kakak (anak yang lebih besar dari segi usia).

Anda bisa melibatkan kakak untuk menjaga dan mengurus adik.

Pada umumnya, orangtua malah menghindarkan kakak dari adiknya.

Karena takut kakak akan mengganggu atau mengusili adik.

Justru, pemikiran orangtua inilah yang menimbulkan sifat iri hati terhadap saudara kandung.
Orangtua cenderung membela anak yang lebih kecil karena menganggap adik lebih membutuhkan bantuan.

Lakukanlah yang sebaliknya, dekatkan kakak pada adiknya.
Sebagai contoh, meminta kakak memilihkan baju yang cocok dipakai adik atau meminta kakak membalurkan bedak di tubuh adik.

2. Mengajarkan kepemimpinan

Seorang adik biasanya mengidolakan kakaknya.
Apapun yang dilakukan kakak atau barang apa yang dimiliki kakak, biasanya adik juga ingin memilikinya.

Anda bisa memanfaatkan hal ini untuk mengajarkan kepemimpinan pada anak yang lebih dewasa.

Misalnya dengan mengingatkan kakak, “kak, adikmu sayang banget lho sama kamu. Dia ingin jadi seperti kamu. Coba deh kakak perhatikan mainan, baju dan sikapnya. Jadi, kakak adalah contoh bagi adik.”

Seseorang yang diidolakan dan dicontoh oleh orang lain pasti merasa bangga.
Nah, rasa bangga inilah yang akan mendorong kakak untuk memperbaiki diri.
Dia pasti tak ingin terlihat buruk di depan adiknya.

Dia pun akan senantiasa menjaga dan membimbing adiknya.

3. Dukungan dan kasih sayang yang takkan pernah putus

Berbeda dengan teman yang mudah datang dan pergi.

Berbeda dengan teman yang datang karena ada maksud dan tujuan.

Saudara sekandung adalah dukungan dan kasih sayang yang takkan pernah putus.

Saat orangtua mampu membina hubungan baik diantara anak-anaknya, maka saat kita mulai menua nanti, mereka akan saling mendukung untuk menjaga dan merawat kita.

Tidak hanya itu, saat anak mengalami masalah, mereka bisa mengandalkan saudaranya untuk mendapatkan bantuan.

4. Melatih kemampuan berinteraksi

Seperti kata pepatah, ‘darah lebih kental daripada air’.

Kita memiliki hubungan yang dalam dan dekat dengan saudara kita.

Orangtua harus memanfaatkan hal ini untuk melatih kemampuan anak dalam berinteraksi.
Karena teman pertama bagi anak adalah saudaranya.

Hubungan pertama anak dengan manusia adalah bersama orangtuanya.

Setelah itu, mereka akan mengenal saudara (kakak atau adik) sebelum keluar dari lingkungan rumah.

Hubungan antara adik dan kakak adalah wadah tepat untuk melatih kemampuan berinteraksi.

5. Menumbuhkan rasa kasih sayang dan perhatian

Saat dewasa nanti, anak-anak akan sibuk mencari jati diri dan membangun karir masing-masing.

Hubungan dalam dan hangat sewaktu kita masih kecil akan menjadi kenangan manis yang selalu kita rindukan.

Ikatan saudara mengingatkan kita tentang ‘siapa diri kita sebenarnya dan darimana kita berasal’.

Jadi, penting bagi orangtua untuk menumbuhkan rasa saling mencintai agar kehangatan itu tak berakhir setelah sibuk menjalani hidup masing-masing.

Cara Membangun Hubungan Kakak dan Adik dalam Islam

Banyak orangtua yang bingung dan salah langkah dalam menyikapi konflik diantara anak-anaknya.

Meskipun konflik itu disebabkan oleh masalah sepele, seperti, rebutan mainan atau kakak yang tidak ingin diganggu oleh adiknya.

Orangtua pun jarang memberikan pengarahan pada adik yang harus menghormati kakaknya dan kakak yang harus membimbing adiknya.

Kita cenderung membiarkan hubungan mereka tumbuh alami.

Karena kita menganggap, meminta anak memanggil saudaranya ‘adik’ atau ‘kakak’ saja sudah cukup.

Nah, untuk menguatkan ikatan antara adik dan kakak serta menjadikan hubungan itu sebagai wadah membangun kepribadian baik, Anda tidak bisa cuek.

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda terapkan untuk membina hubungan kakak dan adik dalam islam.

#1 Berlaku adil dan tidak pilih kasih

Pola asuh yang cenderung pilih kasih bisa menimbulkan cemburu dan rasa iri pada sesama saudara.

Sebagai contoh, adik menangis saat bermain dengan kakaknya.

Tanpa mencari tahu penyebab adik menangis, orangtua biasanya langsung menghardik anak yang lebih besar.

Kakak, jangan nakal ya. Jangan ganggu adik. Jangan bikin adik nangis.

Padahal, belum tentu kakak yang membuat ulah. Bisa jadi adik yang memulai pertengkaran lebih dulu.

Anda melakukan ini karena menganggap adik masih kecil dan lebih membutuhkan bantuan.
Tapi, respon kurang tepat seperti ini membuat kakak cemburu dan merasa disisihkan oleh adiknya.

Bukannya semakin sayang, justru ia makin benci dengan adiknya.

Nabi Muhammad SAW. berpesan . .

Bertakwalah kalian kepada Allah SWT. dan bersikaplah adil kepada anak-anak kalian.
Dalam riwayat lain, Nabi SAW. juga mengingatkan kita untuk memberikan sesuatu secara adil agar kelak anak-anak bisa berlaku adil dalam kebaikan dan kelembutan dalam merawat orangtuanya.

Betapa bahayanya dampak yang ditimbulkan dari sikap tidak adil ini.

Rasa cemburu dan iri hati pada saudara sendiri bisa berujung pada permusuhan serta putusnya tali persaudaraan.

Jadi, curahkan kasih sayang seimbang untuk anak-anak Anda.

Jika konflik menghampiri mereka, kenalkan pada ‘pemecahan masalah’.

Hindari menghardik dan menyalahkan tanpa mencari tahu penyebab masalahnya.

#2 Menjadi contoh bagi anak-anak

Anak adalah cerminan dari orangtuanya.

Hanya dengan melihat seorang anak, Anda bisa ‘membaca’ pendidikan dan pengasuhan dari orangtuanya.

Ya, perilaku orangtua adalah pembelajaran yang mampu memberikan pengaruh paling kuat untuk anak.

Contoh yang bisa Anda tunjukkan pada anak-anak adalah menjaga silaturahmi Anda dengan saudara-saudara sekandung.

Ajak anak-anak untuk berkunjung ke rumah saudara-saudara Anda dengan membawakan buah tangan sebagai rasa cinta dan perhatian.

Setelah sampai di rumah saudara, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Diantaranya;
Menanyakan kabar

Menanyakan pekerjaan atau usahanya

Apakah hidupnya berjalan lancar atau tidak

Menanyakan apakah ia membutuhkan bantuan

Mengajak bercanda atau menceritakan masa kecil bersama orangtua dulu, dll.

Libatkan anak-anak dalam percakapan Anda dan saudara.

Serta, dekatkan mereka dengan anak-anak dari saudara Anda.

Apabila tempat tinggal saudara sekandung Anda di luar kota atau luar pulau dan Anda kesulitan mengunjungi mereka, Anda tetap bisa menjalin silaturahmi melalui media sosial atau telepon.

#3 Memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga hubungan dengan saudara

Tidak hanya melalui perilaku.

Pendidikan harus diimbangi dengan pemahaman teori.

Bahwa dibalik sikap Anda yang memperhatikan saudara dan adil terhadap anak-anak, ada perintah Tuhan yang harus dipatuhi.

Dalam bersikap, Anda harus senantiasa memberikan pengertian pada anak.

Misalnya, saat Anda memandikan dan merawat dengan baik bayi yang baru lahir.

Katakan pada kakaknya . .

Kak, dulu sewaktu kamu masih bayi, ibu juga melakukan hal ini. Ibu mandiin kamu pakai air hangat, mengelus tubuhmu dengan hati-hati, memeluk dan menjagamu sepanjang malam
Setelah anak mulai baligh, Anda bisa memberikan pemahaman dengan menggunakan dalil-dalil
.
Misalnya, Anda mengajak kakak dan adik mengambil Al Quran terjemahan. Kemudian, membacanya bersama.

Bahwa Tuhan mengingatkan kita untuk menghargai orang yang lebih dewasa dan menyayangi yang lebih muda.

Jelaskan peran masing-masing. Bagaimana kakak harus membimbing dan menjaga adik.
Serta, adik yang harus membalas bimbingan kakak dengan perhatian dan cinta kasih.

#4 Senantiasa memberikan nasihat

Saat anak-anak berkelahi, Anda tidak bisa langsung memberikan nasihat.
Pada kondisi seperti itu, mereka sedang dalam emosi yang tidak stabil, sehingga sulit menerima masukan.

Jadi, ijinkan mereka tenang dan menyendiri terlebih dahulu.

Saat Anda mendapati waktu yang tepat, barulah Anda bisa memberikan nasihat.
Siapapun itu akan mudah menerima masukan apabila sedang dalam keadaan tenang.
Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW . .

yakni, memberikan nasihat saat berjalan-jalan atau di atas kendaraan, sewaktu makan bersama atau saat anak sedang sakit.

#5 Senantiasa mendoakan anak-anak

Tidak ada kekuatan yang lebih dahsyat selain doa orangtua untuk anaknya.
Tanpa diminta, tanpa mengenal waktu dan kondisi, orangtua pasti akan selalu menyertai anak-anaknya dalam doa.

Hal ini pula yang dilakukan Rasulullah SAW. yang berdoa untuk cucunya, “Ya Allah, sungguh aku mencintai Al-Hasan.”

Melalui doa sederhana itu, Allah SWT. pun membalasnya dengan mencurahkan cinta untuk Al-Hasan.

Al Ghazali melalui Ihya Ulumuddin mengungkapkan . .

Hati anak-anak masih suci bagaikan tambang asli yang bersih dari segala corak dan warna. Ia siap dibentuk dan dijadikan apa saja tergantung keinginan pembentuknya. Jika dibiasakan melakukan kebaikan, ia akan menjadi baik. Orangtua, guru dan pendidiknya pun akan menuai kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya, jika dibiasakan dengan keburukan dan diabaikan pembinaannya layaknya binatang ternak, maka buruk dan rugilah ia. Orangtua, guru dan pendidik akan turut menanggung dosanya.

Ungkapan dari tokoh terkemuka di bidang filsafat dan tasawuf ini mengingatkan kita untuk senantiasa memberikan kebaikan pada anak-anak melalui perkataan, perilaku dan doa.

Membangun hubungan kakak dan adik dalam Islam memang tidak mudah.

Orangtua membutuhkan kesabaran dan konsistensi dalam menjalankannya.

Jangan khawatir, karena Allah SWT. yang memberikan perintah pada kita, pasti IA akan bertanggung jawab dalam memberikan pertolongan.

Kita sudah belajar tentang dasar-dasar membangun hubungan kakak dan adik dalam Islam.
Pada materi berikutnya, kita akan membahas tentang ‘cara mengatasi anak yang iri dengan adiknya’.

Jika Anda mendapatkan manfaat dari tulisan ini, segera bagikan tulisan ini kepada keluarga, teman atau kerabat Anda, agar mereka juga mendapat manfaat yang sama.



Dahsyatnya Ikatan Persaudaraan menurut Al Qur’an


Dahsyatnya Ikatan Persaudaraan menurut Al Qur’an
 


khazanahalquran.com – Kita akan temukan hal yang menarik ketika kita mengkaji makna “persaudaraan” didalam Al-Qur’an.

Disaat kita lebih dalam menggali kisah-kisahnya, akan kita temukan bahwa “saudara” memiliki posisi yang penting di mata Al-Qur’an. Dalam posisi-posisi yang sulit akan kita temukan “saudara” sebagai orang yang paling bisa kita percaya dan siap hadir untuk membantu kita.

Sebutlah kisah bayi Musa as ketika dihanyutkan oleh ibunda beliau diatas sungai. Di posisi genting semacam itu, ibunda Musa memerintahkan anak perempuannya (saudari Musa) untuk mengikuti dan memantau keadaan bayi tersebut.


وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ


“Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, “Ikutilah dia (Musa).” Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS.Al-Qashash:11)

Begitupula ketika Nabi Musa as telah dewasa, Allah menguatkan beliau dengan mengutus Harun untuk mendampingi perjuangan beliau.


قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ


Dia (Allah) berfirman, “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu.” (QS.Al-Qashash:35)

Dari dua kisah ini kita melihat bahwa ikatan persaudaraan adalah ikatan yang begitu kuat menurut kacamata Al-Qur’an. Ketika berbicara tentang hubungan kaum muslimin, Allah tidak menyebut mereka seperti ayah dan anak atau hubungan-hubungan lainnya. Tapi mereka adalah saudara !


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ


“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih).” (QS.Al-Hujurat:10)

Karena itu hal yang paling ditakutkan oleh musuh Islam adalah kesadaran bahwa kaum muslimin memiliki ikatan persaudaraan yang lebih kuat bahkan dari saudara kandung sekalipun.

Bayangkan apa yang akan terjadi bila setiap muslim melihat wajah muslim yang lain dengan pandangan rahmat dan kasih sayang persaudaraan. Maka tentu masyarakat Islam akan menjadi contoh umat yang damai, solid dan saling memperhatikan kondisi saudaranya. Tidak ada lagi muslim yang kelaparan, kesusahan dan menderita. Karena banyak saudara yang siap memikul bebannya bersama-sama.

Dan yang perlu kita perhatikan, bahwa akar perusak persaudaraan itu adalah sifat iri dan dengki. Yang dengan gamblang digambarkan oleh Al-Qur’an dalam kisah saudara Yusuf as yang tega menjerumuskan saudaranya sendiri dalam jurang karena didorong kecemburuan yang jahat.


إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ


Ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata. (QS.Yusuf:8)

Semoga bermanfaat…



Senin, 04 Maret 2019

Sebab Perbanyak Shalawat, Pria Ini Rasakan Keberkahan dalam Hidupnya


Sebab Perbanyak Shalawat, Pria Ini Rasakan Keberkahan dalam Hidupnya



gomuslim.co.id-  Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. merupakan suatu anjuran yang bernilai ibadah dalam Islam. Variasi bacaan salawat pun bermacam-macam, ada yang hanya shallallah ‘ala Muhammad, ada juga allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad, dan lain sebagainya. Bahkan anjuran membaca salawat pun dicatat dalam Alquran. Allah Swt. berfirman, “Allah dan para malaikatnya itu selalu bersalawat untuk Nabi Muhammad. (Karena itu), wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian juga membaca salawat dan salam untuk Nabi” (QS Al-Azab: 56).

Karena anjuran itu, Pak Achmad Kaflani bertekad untuk istikamah membaca salawat sejak belasan tahun silam. Sebelumnya, pria berusia 53 tahun ini merasakan ketidaktenangan batin, dan bahkan ia kerap mempercayai hal-hal mistis yang tampaknya irasional. “Mungkin kalau sekarang-sekarang ini sama seperti fenomena Dimas Kanjeng. Dulu saya kerap percaya hal-hal mistis yang dilakukan orang-orang yang polanya sama seperti pemilik padepokan itu,” ungkap pria asal Pemalang ini pada gomuslim.

Sekitar tahun 2001, pria yang akrab disapa Afan ini bertemu dengan salah satu temannya yang dianggapnya lebih saleh dan alim. Temannya itu bernama Syaikhu. “Gus Syaikhu, aku njaluk amalane kanggo istikamahan (Gus Syaikhu, saya minta amalan bacaan untuk diistikamahkan),” pinta Pak Afan pada temannya itu.

Setelah meminta berkali-kali dengan serius, akhirnya Afan diberikan amalan berupa bacaan salawat sebanyak 5000 kali dalam sehari. Bacaan salawatnya pun ringan, hanya shallallah ‘ala Muhammad. Akhirnya Pak Afan pun mengistikamahkan bacaan salawat itu dengan niat tobat, mendekatkan diri pada Allah Swt. dan mengharapkan syafaat Rasulullah Saw.

Setelah mengistikamahkan membaca salawat puluhan tahun, Pak Afan pun merasakan ketenangan batin. Walaupun hidup ala kadarnya, namun keempat anaknya dapat mengenyam pendidikan di pesantren. Semuanya nyantri di pesantren tanpa dipaksa-paksa dan alhamdulillah sampai selesai. “Paling tidak kalau anak saya dititipkan di pesantren, nanti kalau saya sudah meninggal mereka mendoakan kedua orangtuanya,” cerita pria alumni Pesantren Salafiyah Pemalang ini.

Selain merasakan ketenangan batin dan anak-anaknya penurut, Pak Afan juga merasakan selalu dicukupkan rezekinya, walaupun harus hutang terlebih dulu. “Dipermudah menghutang ke orang lain itu juga bagian dari rezeki. Alhamdulillah membayar hutangnya juga dipermudah,” tutur pria yang kini bekerja di salah satu notaris di Jakarta ini.

Menurut Pak Afan, membaca shalawat itu sekalipun terdapat perasaan ria dalam hati, maka pembacanya tetap mendapat ganjaran. Ini berbeda dengan ibadah lain. Apabila dilakukan dengan ria, maka pahala ibadah itu tidak tercatat di sisi Allah Swt.

Selain itu, Pak Afan juga menyebutkan bahwa seorang yang membiasakan istikamah baca shalawat itu dijembarkan rezekinya dan dicukupkan kebutuhan hidupnya. “Alhamdulillah Gusti Allah maringi keberkahan sebab membaca shalawat. Apalagi kalau kita berdoa sungguh-sungguh sambil mengucurkan air mata. Bahasa Jawanyandepe-ndepe,” pungkas Pak Afan. (ihs)



6 Obat Diabetes Alami yang Terbukti Bisa Menurunkan Gula Darah


6 Obat Diabetes Alami yang Terbukti Bisa Menurunkan Gula Darah


196Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)196Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi pada Tumblr(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi via Google+(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Linkedln(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di Line new(Membuka di jendela yang baru)Klik untuk berbagi di BBM(Membuka di jendela yang baru)

6 Obat Diabetes Alami yang Terbukti Bisa Menurunkan Gula Darah

Penyakit diabetes dikenal sebagai penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan menjadi penyebab dari penyakit kronis lainnya. Oleh karena itu, orang yang mengalami diabetes mellitus sebaiknya menerapkan pola hidup yang sehat serta menjauhi hal-hal yang dapat membuat kadar gula darah naik. Sebab kunci dari hidup dengan diabetes adalah dengan mengendalikan jumlah gula darah. Berikut adalah obat diabetes alami yang dapat dikonsumsi oleh para penderita untuk mengontrol glukosa dalam darahnya.

1. Kunyit, obat diabetes alami yang sangat mudah ditemukan

Tak hanya menjadi bumbu dasar masakan saja, tetapi kunyit dianggap bisa meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes dengan cara membantu kendalikan glukosa dalam darah. Kunyit mengandung zat antioksidan dan zat yang mempunyai efek anti-diabetes. Beberapa penelitian telah membuktikan kunyit adalah obat diabetes alami.

Sebuah studi yang menemukan bahwa penderita diabetes mengalami penurunan kadar gula darah hampir 18% hanya karena mengonsumsi 300 mg per hari. Studi lain menunjukkan 1,5 gram kunyit yang dikonsumsi setiap hari selama 9 bulan membuat fungsi sel beta dan mencegah penyakit diabetes tipe 2 terjadi pada orang yang mengalami prediabetes. Selain itu kunyit juga terbukti dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes.

2. Jahe, rempah yang bisa diandalkan bagi penderita diabetes

Jahe termasuk jenis rempah-rempah yang populer, karena kegunaannya yang banyak, entah itu untuk masakan atau obat. Manfaat jahe sebagai obat diabetes alami disebutkan dalam sebuah penelitian mampu mengurangi kadar gula darah puasa dan kadar HbA1c pada 88 penderita diabetes yang mengonsumsi 3 gram jahe setiap hari selama delapan minggu.

Tidak sekadar itu saja, jahe diketahui mengandung zat anti-inflamasi sehingga dapat mencegah peradangan yang dapat menyebabkan komplikasi mata, serta penyakit jantung.

3. Kayu manis, obat diabetes alami yang dapat mencegah resistensi insulin

Kayu manis sebagai obat diabetes alami, dipercaya mampu menurunkan tingkat resistensi insulin, menurunkan penyerapan glukosa setelah makan, serta melawan peradangan. Meskipun begitu masih banyak penelitian yang hasilnya saling bertolak belakang, antara tidak memberikan efek apapun pada gula darah atau menurunkan kadar gula darah. Oleh karena itu masih dibuthkan penelitian lebih lanjut untuk membenarkan bahwa kayu manis bisa diandalkan sebagai obat diabetes alami.

4. Bawang merah, bumbu dapur yang ampuh menurunkan glukosa darah

Hampir semua masakan, khususnya Indonesia, pasti menggunakan bawang merah sebagai bahan  dasarnya. Studi yang melaporkan manfaat bawang merah terhadap kadar gula darah sampai saat ini belum terlalu banyak. Tetapi salah satu studi yang melibatkan penderita diabetes tipe 1 dan 2 menunjukkan bahwa makan bawang merah mentah 100 gram per hari dapat menurunkan tingkat gula  darah yang tinggi pada kedua tipe diabetes tersebut. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa bawang merah memang mampu untuk menurunkan kada glukosa darah setelah makan.

5. Jintan hitam, alternatif agar gula darah turun dengan cepat

Tidak seperti jintan putih yang sering digunakan untuk campuran bumbu opor atau gulai, jinten hitam dari awal kemunculannya memang digunakan untuk obat-obatan, salah satunya obat diabetes. Penelitian yang dilakukan pada hewan membuktikan bahwa jinten hitam mempunyai kemampuan untuk melawan peradangan, menurunkan kadar lemak darah, serta menjaga kesehatan jantung dan hati. Sedangkan 23 penelitian yang melibatkan kurang lebih 1.500 peserta menemukan bahwa mengonsumsi jinten hitam secara signifikan dapat menurunkan jumlah gula darah puasa dan HbA1c.

6. Lidah buaya, tanaman hias yang juga bisa digunakan sebagai obat diabetes

Manfaat lidah buaya yang paling umum dan sering disebut-sebut adalah untuk menjaga kesehatan rambut. Tetapi ternyata tidak hanya baik untuk kesehatan rambut saja, ulasan studi terbaru menunjukkan bahwa lidah buaya justru sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena dapat mengurangi kadar gula darah puasa. Meskipun begitu, sampai saat ini belum diketahui apa dampak yang akan muncul apabila mengonsumsi ekstrak lidah buaya dalam waktu yang lama, sehingga diperlukan penelitian yang lebih banyak lagi.

Oleh Nimas Mita Etika M