Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Kamis, 27 Januari 2022

5 Amalan Sederhana Penghapus Dosa Kecil dan Besar Bagi Seorang Muslim

5 Amalan Sederhana Penghapus Dosa Kecil dan Besar Bagi Seorang Muslim

 

TRIBUNSTYLE.COM - Berikut 5 amalan sederhana yang bisa hapus dosa kecil dan besar seorang muslim, bisa dilakukan setiap saat.

Manusia tidak akan pernah luput dari dosa, baik melakukan dosa kecil maupun besar.

Setiap harinya, manusia mungkin melakukan dosa baik yang disengaja ataupun tidak sengaja.

Saat melakukan dosa, maka ada bagian dari hati kita yang tidak tenang.

Kita akan merasa tidak nyaman jika melakukan tindakan tersebut.

Untuk membersihkan dosa, maka kita bisa melakukan sejumlah amalan agar mendapat ampunan Allah SWT.

1. Bertaubat

Seorang muslim dianjurkan untuk segera bertobat sesaat setelah menyadari yang dilakukan adalah perbuatan dosa.

Muslim tersebut harus menyadari jika perbuatannya adalah salah dan berjanji untuk tidak mengulangi kembali.

Dalil bertaubat atas kesalahan yang kita lakukan adalah sebagai berikut

 

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

 

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)

Allah Ta’ala juga berfirman,

 

أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

 

“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?” (QS. At Taubah: 104)

Muslim dapat melakukan sholat tobat agar diampuni segala kesalahannya.

2. Berdzikir

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadist riwayat Bukhari, berdzikir dapat menjadi penghapus dosa sebanyak buih di lautan.

Dzikir tersebut dapat dibaca kapan saja untuk meleburkan dosa.

"Barang siapa yang berkata subhanallah wa bihamdihi (Maha Suci Allah dan dengan segala pujian bagi-Nya), sebanyak 100 kali maka akan dihapus dosa-dosanya sekalipun sebanyak buih lautan."

3. Berwudhu

Amalan yang menjadi kewajiban sebelum menunaikan sholat ini sebenarnya bisa menggugurkan dosa-dosa seorang hamba. Rasulullah SAW bersabda,

 

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ

 

“Barangsiapa yang berwudhu, kemudian memperbagus wudhunya, maka dosa-dosanya akan berguguran dari jasadnya sampai keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari Utsman bin ‘Affan RA)

4. Sholat lima waktu

Sholat merupakan ibadah yang wajib dilakukan umat Islam setiap harinya.

Walaupun begitu, ibadah ini dapat menghapus dosa besar dan kecil yang dimiliki umat manusia.

Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadist riwayat Muslim, di antara salat lima waktu, hari Jumat dengan Jumat berikutnya, hingga Ramadhan dan Ramadhan selanjutnya ada waktu pengampunan dosa yang diberikan oleh Allah SWT.

"Antara shalat yang lima waktu, antara jumat yang satu dan jumat berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar."

5. Berbuat baik

Berbuat baik dapat menjadi amalan penghapus dosa. Hal itu sesuai dengan riwayat Al-Tirmidzi, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

"Iringi lah perbuatan dosa dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya."

Allah SWT dalam Quran surat Hud ayat 114 juga berfirman mengenai perbuatan baik dapat menghapus dosa. Contoh perbuatan baik yang bisa dilakukan dengan melaksanakan salat.

 

 وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذَّاكِرِيْنَ

 

wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-laīl, innal-ḥasanāti yuż-hibnas-sayyi`āt, żālika żikrā liż-żākirīn

Artinya: Dan laksanakan lah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

 

(TribunStyle.com / Triroessita Intan)

Reporter : Triroessita Intan Pertiwi

https://today.line.me

 

JANGAN CAMPUR-ADUKKAN YANG BENAR DENGAN YANG BATIL

JANGAN CAMPUR-ADUKKAN YANG BENAR DENGAN YANG BATIL

 

 

 

*Tadabbur QS. Al Baqarah : 42*

Allah swt berfirman,

 

42. وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Melalui ayat ini Allah swt memerintahkan agar kita: *Tidak mencampur adukkan yang benar dengan yang batil*

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 

الْحَلَالُ بَيِّنٌ وَالْحَرَامُ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتبِهَاتٌ

 

“Sesungguhnya perkara halal itu sudah jelas dan perkara haram itu sudah jelas. Dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang samar”. (Muttafaqun ‘alaih)

Ketika yang benar itu jelas dan yang batil itu jelas, maka jangan campur adukkan keduanya.

*Ketika kita mengharapkan keberkahan dalam "walimah" (resepsi) misalnya baik pernikahan atau khitanan atau acara selamatan/syukuran lainnya, maka acara tilawah al Qur'an, dzikir tahlil, ceramah agama dan do'a, janganlah kita campur adukkan dengan dentuman musik pengundang setan, remic/dangdut dengan penyanyi yang sengaja mengumbar auratnya. Padahal undangan yang hadir di acara walimah yang kita adakan telah berpakaian yang Islami dengan peci dan kerudungnya yang rapi.*

Allah swt berfirman,

 

42. وَلا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 

Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

 

اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه وأرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه

 

"Ya Allah, tampakkanlah kepada kami yang benar itu sebuah kebenaran dan berikan rizki kepada kami untuk mengikutinya. Dan tampakkanlah kepada kami yang batil itu sebuah kebatilan dan berikan rizki kepada kami agar dapat menjauhinya."

 

Penulis : Muttaqin Anang Toha

http://tarbiyahsyamilah.blogspot.com

 

Kumpulan Doa Pembuka Pintu Rezeki

Kumpulan Doa Pembuka Pintu Rezeki

 

Ada beberapa doa yang moga bisa menjadi pembuka pintu rezeki. Doanya mudah dan semoga mudah pula mendapatkan berkah.

Pertama:

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca do’a berikut,

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

 

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Kedua:

Do’a dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut,

 

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:

“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Ketiga:

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

 

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

Artinya:

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

Dari Thoriq bin Asy-yam –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata,

 

كَانَ الرَّجُلُ إِذَا أسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبيُّ – صلى الله عليه وسلم – الصَّلاَةَ ثُمَّ أمَرَهُ أنْ يَدْعُوَ بِهؤلاَءِ الكَلِمَاتِ : (( اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي )) .

 

“Jika seseorang baru masuk Islam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan pada beliau shalat, lalu beliau memerintahkannya untuk membaca do’a berikut: “Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.” (HR. Muslim no. 35, 2697)

Dalam riwayat lain, dari Thariq, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –dan ketika itu beliau didatangi seorang laki-laki-, lalu laki-laki tersebut berkata,

 

يَا رسول اللهِ ، كَيْفَ أقُولُ حِيْنَ أسْأَلُ رَبِّي ؟ قَالَ : (( قُلْ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَعَافِني ، وارْزُقْنِي ، فإنَّ هؤلاَءِ تَجْمَعُ لَكَ دُنْيَاكَ وَآخِرَتَكَ )) .

 

“Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan ketika aku ingin memohon pada Rabbku?” Beliau bersabda, “Katakanlah: Allahummaghfir lii, warhamnii, wa ‘aafinii, warzuqnii”, karena do’a ini telah mencakup dunia dan akhiratmu. (HR. Muslim no. 36, 2697)

* Do’a di atas seperti kandungan dalam do’a duduk antara dua sujud dalam shalat.

Dalam hadits Ibnu ‘Abbas disebutkan do’a duduk antara dua sujud yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 

رَبِّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاجْبُرْنِي ، وَارْفَعْنِي ، وَارْزُقْنِي ، وَاهْدِنِي.

 

“Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii (artinya: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).” (HR. Ahmad 1: 371. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Keempat:

 

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

 

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.”

Artinya:

“Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

https://rumaysho.com

https://id-id.facebook.com

 

Rabu, 26 Januari 2022

Keutamaan Membaca Al Quran

Keutamaan Membaca Al Quran

 

Terdapat banyak dalil yang berisi motivasi untuk membaca Al-Qur’an, merenungi makna dan mengamalkannya. Allah Ta’ala berfirman,

 

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

 

“Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran” (QS. Shaad [38]: 29).

Bukanlah tujuan membaca Al-Qur’an hanya sekedar membaca dan melewati ayat-ayatnya saja serta mengkhatamakan bacaannya sebanyak sepuluh atau dua puluh kali. Bukan ini maksudnya.

Maksud dan tujuan utama adalah mengambil manfaat dari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Membaca Al-Qur’an merupakan sarana dan jalan untuk mengamalkan Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an sendiri adalah sebuah amal shalih, namun kita tidak mengkhusukan hanya membaca Al-Qur’an dan berhenti di sana. Lebih dari itu, kita harus merenungi makna dan mengamalkannya, sehingga kita bisa menjadi hamba yang mengambil manfaat dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

 

“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi no. 2915. Dinilai shahih oleh Al-Albani).

Adapun orang-orang yang hanya membaca Al-Qur’an dan tidak mengamalkannya, maka Al-Qur’an itu akan menuntutnya pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

 

“Al-Qur’an itu akan menjadi hujjah yang membelamu atau yang akan menuntutmu” (HR. Muslim no. 223).

Al-Qur’an menjadi hujjah yang membela kita, jika kita mengamalkan kandungannya. Al-Qur’an akan menuntut kita, jika kita tidak mengamalkannya. Sesungguhnya Al-Qur’an akan menjadi musuh pada hari kiamat bagi orang-orang yang membaca dan menghafalnya saja, namun menyelisihi dan tidak mengamalkannya.

Al-Qur’an bisa jadi berada di depan kita, menunjukkan kita kepada jalan kebaikan dan menuntun kita menuju surga. Al-Qur’an juga bisa jadi berada di belakang kita yang akan menarik kita ke dalam neraka.

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ

 

“Dan Al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Qur’an (kepadanya)” (QS. Al-An’am [6]: 19).

Al-Qur’an adalah hujjah dan peringatan. Tidak ada alasan bagi seorang pun setelah Al-Qur’an diturunkan, karena di dalamnya Allah Ta’ala telah menjelaskan manakah yang benar (haq) dan manakah yang salah (bathil). Allah Ta’ala telah menjelaskan manakah yang merupakan petunjuk (hidayah) dan manakah kesesatan. Barangsiapa yang mengamalkannya, merekalah orang-orang yang berbahagia, namun barangsiapa yang menyelisihinya, merekalah orang-orang yang celaka.

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

 

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (QS. Thaaha [20]: 124).

 

***

Catatan kaki:

[1]    Disarikan dari kitab Majaalisu Syahri Ramadhan Al-Mubaarak, karya Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al-Fauzan, hal. 32-33 (cet. Daar Al-‘Ashimah, tahun 1422).

 

Penulis: Muhammad Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D

Artikel: Muslim.or.id

https://muslim.or.id

 

Diwasiatkan Rasul kepada Aisyah, Inilah 4 Amalan Sebelum Tidur

Diwasiatkan Rasul kepada Aisyah, Inilah 4 Amalan Sebelum Tidur

 

Oase.id - Tidur merupakan waktu beristirahat dari segala perbuatan. Terlebih lagi di malam hari. Allah menciptakan malam agar umatnya dapat istirahat, dan siang untuk mencari rezeki. Tetapi Rasulullah pernah berkata kepada Aisyah, bahwa Aisyah dianjurkan untuk melakukan 4 hal sebelum tidur, yaitu:

1.    Mengkhatamkan Al-Quran

2.    Membaca Selawat

3.    Memohonkan ampunan untuk seluruh kaum muslimin

4.    Melakukan ibadah haji dan umrah

Keempat perkara ini sangat tidak mungkin jika harus dilakukan menjelang tidur. Tetapi ibadah ini dianjurkan bukan untuk memberatkan umatnya, karena Nabi memberikan jalan pintas yang sangat bermanfaat agar semua umatnya dapat mengamalkan. Sebagaimana sabda Rasulullah yang berbunyi:

 

روي عن النبي صلى الله عليه وسلم انه قال لعائشة رضي الله عنها: يا عائشة لا تنامي حتى تعملي أربعه أشياء: حتى تختمي القران وحتى تجعلي الأنبياء لك شفعاء يوم القيامة، وحتى تجعلي المسلمين راضين عنك، وحتى تجعلي لك حجة وعمرة

فدخل صلى الله عليه وسلم، فبقيت على الفراش حتى أتم الصلاة، فلما أتمها قالت: يا رسول الله، فداك أبي وأمي، أمرتني أربعه أشياء لا اقدر في هذه الساعة أن افعلها فتبسم رسول الله

وقال: إذا قرأت قل هو الله احد ثلاثا فكأنك ختمت القران، وإذا صليت علي وعلى الأنبياء من قبلي فقد صرنا لك شفعاء يوم القيامة، وإذا استغفرت للمؤمنين فكلهم راضون عنك، وإذا قلت : سبحان الله والحمد لله ولا اله إلا الله والله اكبر فقد حججت واعتمرت.

Artinya:

"Diriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau berkata kepada Sayidah Aisyah, ‘Wahai Aisyah, janganlah kamu tidur sebelum melakukan empat hal; sebelum mengkhatamkan Al-Quran, sebelum membuat para nabi memberi syafaat kepadamu kelak di hari kiamat, sebelum membuat seluruh kaum muslimin rida kepadamu dan sebelum melakukan ibadah haji dan umrah.”

“Setelah berkata demikian, Nabi kemudian melanjutkan salat malamnya dan Sayidah Aisyah sendiri berada di tempat tidur seraya menunggu Nabi menyempurnakan salatnya. Setelah Nabi menyempurnakan salatnya, Sayidah Aisyah langsung bertanya: Wahai Rasulullah, demi bapak dan ibuku, engkau perintahkan aku melakukan empat perkara yang saat ini tidak mampu aku melakukannya.”

“Mendengar pertanyaan Aisyah ini, Nabi lalu tersenyum dan beliau menjelaskan: Jika kamu membaca Surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, maka pahalanya sama dengan mengkhatamkan Al-Quran. Jika kamu membaca selawat kepadaku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberikan syafaat kepadamu di hari kiamat kelak. Jika kamu memohonkan ampunan untuk seluruh kaum muslimin, maka mereka semua akan rida kepadamu. Dan jika kamu membaca ‘Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illahu wallahu akbar,’ maka kamu telah melakukan haji dan umrah."

Meskipun sebenarnya Rasulullah sangat senang jika semua amalan ini bisa dilakukan kapan pun, bukan hanya menjelang tidur saja. Dan 4 perkara yang diperintahkan kepada Aisyah sangat baik untuk diamalkan oleh seluruh umat muslim.

 

Octri Amelia Suryani

https://m.oase.id

 

6 Bekal Wajib Menuntut Ilmu dan Pengalaman Imam Syafii

6 Bekal Wajib Menuntut Ilmu dan Pengalaman Imam Syafii

 

Terdapat enam bekal wajib menuntut ilmu dalam Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Salah satu kitab yang populer tentang pendidikan dan adab di lingkungan pesantren adalah kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syekh Az-Zarnuji. 

Kitab tersebut berisi nadzam (syair dan doa) tentang bagaimana seseorang dapat menuntut ilmu dengan diiringi adab. Salah satu bunyi petikan nadzam kitab tersebut yakni: 

 

  أَخي لَن تَنالَ العِلمَ إِلّا بِسِتَّةٍ سَأُنبيكَ عَن تَفصيلِها بِبَيانِ ذَكاءٌ وَحِرصٌ وَاِجتِهادٌ وَبُلغَةٌ وَصُحبَةُ أُستاذٍ وَطولُ زَمانِ

 

“Akhi Ala la tanalul ilma illa bi sittatin, sa-unabbiuka ‘an-tafshili’iha bibayanin. Dzaka-in wa hirtsin wa-sthibarin wa bulghatin. Wa irsyadi ustazin wa thuli zamanin.” 

Yang artinya: “Syarat mendapatkan ilmu itu ada enam. (Yakni) cerdas (sehat akal), rakus yaitu rakus dalam menyerap ilmu-ilmu, bersungguh-sungguh, cukupnya modal (harta, kemampuan, dan usaha yang keras), guru yang mengajarkan, dan waktu yang lama.”

Di dalam dunia pesantren, keenam elemen tadi wajib dimiliki para santri. Alasannya agar segala ilmu yang dipelajari santri tidak hanya ilmu instan yang dikhawatirkan berujung pada kesombongan dan merasa sudah paling pintar.

Di dalam Islam sendiri, perintah untuk menuntut ilmu telah digaungkan dengan keras. Yakni perintah untuk menuntut ilmu dari kandungan hingga liang lahat, artinya betatapun lamanya seseorang telah menempuh pendidikan formal di instansi apapun, sejatinya aktivitas menuntut ilmu dapat dilakukan di manapun dan kapanpun. Tak hanya itu, ilmu yang mulai pun harus dibarengi dengan tidak menjalankan aktivitas yang merugikan.

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Imam Syafii bercerita:

 

شَكَوتُ إِلى وَكيعٍ سوءَ حِفظي فَأَرشَدَني إِلى تَركِ المَعاصي وَأَخبَرَني بِأَنَّ العِلمَ نورٌ وَنورُ اللَهِ لا يُهدى لِعاصي

 

“Syakautu ila Waki’i su-a hifzhi, fa-arsyadani ila tarkil-ma’ashi, wa akhbarani bi-anna-ilma nurun. Wa nurullahi la yuhda li-ashi.” 

Artinya: “Aku (Imam Syafii) pernah mengadukan kepada Imam Waki’i (guru beliau) tentang jelek (sulitnya) hafalanku. Lalu beliau mengatakan kepadaku untuk meninggalkan maksiat. Imam Waki’i berkata, sebab ilmu adalah caaya, dan cahaya Allah tidaklah diberikan kepada para ahli maksiat.”

Rep: Imas Damayanti/ Red: Nashih Nashrullah

https://www.republika.co.id

 

Selasa, 25 Januari 2022

Doa yang Dipanjatkan Setelah Salat Subuh untuk Kemudahan Rejeki

Doa yang Dipanjatkan Setelah Salat Subuh untuk Kemudahan Rejeki

 

Liputan6.com, Jakarta Bacaan doa diberi kemudahan dalam rezeki banyak dilafalkan oleh Umat Islam. Dalam agama Islam memang diajarkan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT. Selain itu, doa juga merupakan bagian dari ibadah.

Dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa adalah ibadah.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Tak heran, doa mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan seorang muslim. Segala sesuatu yang dicapai tentu ada campur tangan dari doa yang sering kali dipanjatkan.

Mengutip dari perkataan dari Ibnul Qoyyim rahimahullah, "Doa adalah sebab terkuat bagi seseorang agar bisa selamat dari hal yang tidak ia sukai dan sebab utama meraih hal yang diinginkan."

Lantas bagaimana bacaan doa diberi kemudahan meminta rezeki? Simak ulasan informasinya berikut ini.

Banyak umat Islam yang sudah melafalkan bacaan doa diberi kemudahan rezeki. Akan tetapi, masih banyak juga yang belum mengerti bagaimana doa diberi kemudahan rezeki dijabah oleh Allah SWT.

Perlu diingat, jika ingin doa diberi kemudahan rezeki dijabah maka hadirkan pula hati kalian saat berdoa. Bukan hanya itu saja, umat Islam juga harus menggunakan doa yang ma'tsur (dituntunkan) dan menghindari segala sesuatu yang mampu menghalangi terkabulnya doa. Seperti mengonsumsi makanan yang diharamkan oleh Allah SWT.

Melansir dari laman Rumah Syo, terdapat bacaan doa diberi kemudahan rezeki yang diucapkan setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan salat Shubuh setelah salam,

 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

 

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, dan Ahmad).

Bulan Baru, Pakai Produk Eiger Terbaru!

Dari hadits ‘Ali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa diberi kemudahan rezeki sebagai berikut,

 

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

 

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya:“Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi).

Istighfar

Istighfar kepada Allah SWT memang akan membawa keutamaan besar dalam hidup seorang muslim. Salah satu manfaat dari istighfar telah Allah SWT dalam firmannya,

 

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

 

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12).

Perbanyak Sedekah

Allah SWT berfirman,

 

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

“Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

 

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR. Muslim).

Bertakwa pada Allah SWTAllah SWT berfirman dalam hal ini,

 

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا , وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

 

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).

Silaturahmi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

 

“Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bersabar

Dalam hal ini, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,

 

ما من مؤمن ولا فاجر إلا وقد كتب الله تعالى له رزقه من الحلال فان صبر حتى يأتيه آتاه الله تعالى وإن جزع فتناول شيئا من الحرام نقصه الله من رزقه الحلال

 

“Seorang mukmin dan seorang fajir (yang gemar maksiat) sudah ditetapkan rezeki baginya dari yang halal. Jika ia mau bersabar hingga rezeki itu diberi, niscaya Allah akan memberinya. Namun jika ia tidak sabar lantas ia tempuh cara yang haram, niscaya Allah akan mengurangi jatah rezeki halal untuknya.” (Hilyah Al-Auliya’, 1: 326).

Haji dan Umrah

Selain untuk mengamalkan rukun Islam, haji, dan umrah, dapat menjadi amalan untuk membuka pintu rezeki. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

 

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak.” (HR. An-Nasai, Tirmidzi, Ahmad).

 

(Tantiya Nimas Nuraini/Merdeka.com)

https://www.liputan6.com