Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Senin, 28 September 2020

Ucapkan Kalimat Ini 30 Malaikat Berebut Mencatat

 Ucapkan Kalimat Ini 30 Malaikat Berebut Mencatat

 

 

Kalimat ini luar biasa. Singkat, namun keutamaannya sangat besar sehingga seketika mengundang puluhan malaikat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan 30 malaikat datang dan berbebut mencatat untuk orang yang membacanya.

Peristiwa itu terjadi ketika Rasulullah dan para sahabat sedang shalat berjamaah. Ketika i’tidal, Rasulullah sebagai imam membaca:

 

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

 

Allah Maha Menengar orang yang memuji-Nya

Umumnya, sahabat akan melanjutkan doa Rasulullah tersebut dengan ucapan

 

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

 

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu

Namun, ada salah seorang sahabat yang membaca doa:

 

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

 

Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagi-Mu. Aku memuji-Mu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah

Ketika shalat telah selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, “siapa yang membaca doa tadi?”

Seorang sahabat menjawab, “Saya, ya Rasulullah”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas bersabda:

 

رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا ، أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ

 

“Aku melihat lebih dari 30 malaikat saling berebut siapa di antara mereka yang mencatatnya terlebih dahulu”

Hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari ini menjelaskan betapa luar biasa keutamaan doa tersebut. Maka doa itu pun menjadi salah satu alternatif doa i’tidal yang perlu dibaca makmum setelah imam mengucapkan “sami’allahu liman hamidah.”

Mungkin ada yang bertanya, mengapa Rasulullah bisa tahu ada puluhan malaikat yang berebut mencatat padahal beliau sedang menjadi imam yang posisinya paling depan? Itulah mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dalam hadits yang lain kita mendapatkan penjelasan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bisa melihat orang yang berada di belakangnya, dengan izin Allah.

 

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى . وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

 

“Dari Anas, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, ”Luruskanlah shaf kalian, aku melihat kalian dari belakang punggungku.” Lantas salah seorang di antara kami melekatkan pundaknya pada pundak temannya, lalu kakinya pada kaki temannya.” (HR. Bukhari)

 

Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/Bersamadakwah]

Oleh Muchlisin BK

https://bersamadakwah.net

 

Zikir yang disukai Allah SWT dan amalan para Malaikat

 Zikir yang disukai Allah SWT dan amalan para Malaikat

 

Zikir berasal daripada bahasa Arab yang bermaksud ingat atau sebut. Zikir lebih merujuk kepada ingat kepada Allah atau menyebut nama-nama Allah ianya juga sebahagian ibadat dan orang Islam yang melakukannya mendapat pahala.

Setiap kali selesai menunaikan solat, tunggu seketika. Jika tiada urusan penting, luangkan sedikit masa untuk berzikir .Jika terlalu sibuk atau mempunyai urusan, kita masih boleh mengamalkannya sambil bergegas berjalan untuk melaksanakan tanggungjawab itu.

Amalan zikir yang disukai Allah S.W.T adalah "Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar" .

Allah berfirman dalam al-Quran: ”Hai orang-orang yang beriman! berzikirlah (mengingat) kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

(al-Ahzaab: 41-42).

Hadith yang membicarakan keutamaan zikir "Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar"

1 - Rasulullah saw. bersabda, "Lazimkan membaca subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akhbar, kerana semua itu dapat menghapuskan dosa sebagaimana gugurnya daun dari pohon".

(Hadith Riwayat Ibnu Majah)

2 - Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah s.a.w. berkata : "Membaca Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar lebih aku sukai daripada seisi dunia."

(Hadith Riwayat Muslim)

3 - Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Ada empat ucapan yang paling disukai oleh Allah: (1) Subhanallah, (2) Alhamdulillah, (3) Laa ilaaha illallah, dan (4) Allahu Akbar. Tidak berdosa bagimu dengan mana saja kamu memulai”

(Hadith Riwayat. Muslim no. 2137).

4 - Dari Abu Hurairah, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Sesungguhnya membaca “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar)” adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari."

(Hadith Riwayat. Muslim no. 2695).

Al Munawi rahimahullah mengatakan, “Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya.” Dari sini menunjukkan bahwa keempat kalimah tersebut lebih baik daripada dunia seisinya.

5 - Dari Ummi Hani' binti Abu Thalib dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, saya sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa saya lakukan dengan duduk."

 Beliau bersabda: "Bertasbihlah kepada Allah seratus kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Isma'il. Bertahmidlah kepada Allah seratus kali karena itu sama dengan seratus kuda berpelana yang memakai kekang di mulutnya, yang kamu bawa di jalan Allah. Bertakbirlah kepada Allah dengan seratus takbir karena ia sama dengan seratus unta yang menggunakan tali pengekang dan penurut.

Bertahlillah kepada Allah seratus kali." Ibnu Khalaf berkata; saya mengira beliau bersabda: "Kerana ia memenuhi di antara langit dan bumi, dan pada hari ini tidaklah amalan seseorang itu diangkat kecuali akan didatangkan dengan semisal yang kamu lakukan itu."

(Hadith Riwayat. Ahmad 6/344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shilsilah Ash Shohihah no. 1316)

6 - Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang di muka bumi ini mengucapkan: Laa ilaha illallah, wallahu akbar, subhanallah, wal hamdulillah, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah, melainkan dosa-dosanya akan dihapus walaupun sebanyak buih di lautan.”

(Hadith Riwayat. Ahmad 2/158, sanadnya hasan)

7 - Dari Ibnu Mas'ud, ia berkata, Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam bersabda, "Aku pernah bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisra`kan, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku kepada umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa Surga debunya harum, airnya segar, dan surga tersebut adalah datar, tanamannya adalah kalimat: Subhaanallaahi wal hamdu lillaahi laa ilaaha illaahu wallaahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar).”

(Hadith Riwayat. Tirmidzi no. 3462. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

8 - Dari Abu Sa'id Al Khudri dan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan: subhanallah (Maha suci Allah) dan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) dan laa ilaaha illa allah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah) dan Allahu akbar (Allah maha besar).

Barangsiapa mengucapkan subhaanallah, maka Allah akan menulis dua puluh kebaikan baginya dan menggugurkan dua puluh dosa darinya, dan barangsiapa mengucapkan Allahu Akbar, maka Allah akan menulis seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan laa Ilaaha illallah, maka akan seperti itu juga, dan barangsiapa mengucapkan alhamdulillahi Rabbil 'aalamiin dari relung hatinya maka Allah akan menulis tiga puluh kebaikan untuknya dan digugurkan tiga puluh dosa darinya."(Hadith Riwayat. Ahmad 2/302. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya shahih)

Semoga Allah S.W.T memberi kita kekuatan untuk istiqomah mengamalkan zikir “Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar” dalam kehidupan seharian kita. Insha Allah.

Justeru ,sama - samalah kita jadikan zikir di atas satu amalan rutin harian kita ,mudah - mudahan kehidupan seharian kita diberkati Allah S.W.T .

Written By Md Ruzai

https://mdruzai.blogspot.com

 

Sabtu, 26 September 2020

Cara Yang Benar Untuk Meruqyah Anak Kecil

 Cara Yang Benar Untuk Meruqyah Anak Kecil

 

Pertanyaan

Saya mempunyai anak perempuan yang umurnya 1 tahun lebih, setelah saya membaca dzikir pagi dan petang saya tiupkan kepadanya, apakah yang demikian dibolehkan ?, apakah cara ini adalah cara yang benar untuk meruqyah anak kecil ?

Teks Jawaban

Alhamdulillah.

Cara yang benar untuk meruqyah anak kecil untuk menjaga dan melindunginya adalah sebagaimana Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- melakukannya kepada kedua cucunya Hasan dan Husain –radhiyallahu ‘anhuma-.

Bukhori (3371) telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- berkata:

 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ : إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ : أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ 

 

“Biasanya Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- membaca (doa perlindungan) untuk Hasan dan Husain dan bersabda: “Sungguh ayah kalian berdua membaca (doa perlindungan) dengan kalimat ini kepada Ismail dan Ishak: “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua syetan dan binatang yang berbisa dan dari setiap ‘ain yang menimpanya (mata yang mencelanya)”.

Ibnu Hajar berkata di dalam Fathul Baari (6/410):

Sabda beliau: “Al Hammah” adalah bentuk mufrad dari Hawam artinya binatang yang berbisa

Sabda beliau: “Wa min kulli ‘aini lammah”, Al Khithobi berkata: “Maksudnya dalah setiap penyakit  dan bencana yang menimpa manusia dari kegilaan dan kerusakan akalnya.

Disunnahkan juga untuk meruqyah anak-anak dengan membacakan dua surat perlindungan dan mengusap tubuh mereka pada saat membacakannya, atau dengan membaca keduanya di antara dua telapak tangan lalu ditiupkan pada keduanya dengan sedikit ludah untuk mengusapkannya kepada anak yang bisa dijangkau oleh tangan, atau dengan membacakannya pada air lalu mengusapkannya kepada mereka atau untuk memandikan mereka dengannya, karena Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah membiasakan diri dan orang lain dengannya.

Dari Abu Sa’id Al Khudri –radhiyallahu ‘anhu- berkata:

 

  كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ ، فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا

رواه الترمذي ( 2058 ) ، وصححه الألباني في صحيح الترمذي

 

“Bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- berlindung (dari gangguan) jin dan ‘ain manusia sampai turun dua surat perlindungan (Al Falaq dan An Nas), pada saat keduanya diturunkan maka beliau mengamalkannya dan meninggalkan yang lainnya”. (HR. Tirmidzi: 2058 dan dishahihkan oleh Albani di dalam Shahih Tirmidzi)

Meniupkan dengan diikuti sedikit ludah diambil dari petunjuk Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebelum tidurnya, bahwa beliau membaca kedua (surat tersebut) pada kedua telapak tangannya lalu meniupkannya pada keduanya lalu beliau mengusapkannya pada seluruh tubuhnya yang suci. Pada saat beliau sakit maka ‘Aisyah melakukan hal yang sama kepada beliau yang menunjukkan bahwa untuk anak kecil bisa dilakukan oleh ibunya dengan meniupkan bacaan kedua surat perlindungan dan mengusapkannya kepadanya.

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berkata:

 

  كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِـ " قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ " وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعاً ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ : فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ

رواه البخاري (5748(

 

“Biasanya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada saat pergi ke tempat tidurnya beliau meniupkan pada kedua telapak tangannya dengan bacaan “Qul Huwallahu Ahad” dan kedua surat perlindungan (Al Falaq dan An Nas) semuanya. Kemudian beliau mengusapkan keduanya pada wajah dan semua yang dijangkau oleh tangan. Aisyah berkata: “Pada saat beliau mengeluhkan sakit, maka beliau meminta saya untuk melakukan hal yang sama”. (HR. Bukhori: 5748)

Adapun dzikir pagi dan petang, maka sepanjang pengetahuan kami tidak ada petunjuk bahwa beliau (Aisyah) tidak membaca pada kedua ujung hari dengan niatan untuk ruqyah, maka kami menyarankan untuk tidak anda lanjutkan dan mencukupkan diri dengan apa yang telah diterapkan oleh Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.

 

Wallahu A’lam

https://islamqa.info/id/answers

 

Cara Meruqyah Anak Kecil Agar Terhindar Dari Marabahaya Terutama Gangguan Jin Dan 'Ain

 Cara Meruqyah Anak Kecil Agar Terhindar Dari Marabahaya Terutama Gangguan Jin Dan 'Ain

 

 

Ringkasan Cara Meruqyah Anak Kecil

1) Bacakan doa perlindungan di bawah ini terutama saat anak-anak antum mau keluar dari rumah. Ini doanya:

 

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ.

 

 A'udzu bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithanin wa haammatin, wa min kulli ‘ainin laammah

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan, binatang yang berbisa, dan dari pengaruh 'ain yang buruk".

2) Bacakan dua surah benteng diri (Al Falaq dan An Naas), boleh juga ditambahkan surah Al Ikhlash pada anak kita seraya mengusap tubuh anak kita saat membaca surah tersebut.

3) Baca Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Naas, lalu tiupkan dengan sedikit ludah pada telapak tangan kita, kemudian usapkan keseluruh tubuh anak kita yang bisa dijangkau dari ujung kepala sampai kaki.

Ketiga ringkasan di atas ana rangkumkan dari penjelasan yang didapat pada situs Islamqa. Saat ditanya cara yang benar dalam meruqyah anak kecil yang selengkapnya ana terjemahkan di bawah berikut ini:

 

الحمد لله

الطريقة الصحيحة لرقية الطفل الصغير لحفظه وتحصينه هي ما كان النبي صلى الله عليه وسلم يفعله بابنيه الحسن والحسين رضي الله عنهما. فقد روى البخاري (3371) عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ: إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ:

 

Segala puji bagi Allah. Cara yang benar untuk meruqyah anak kecil dalam rangka menjaga dan melindunginya adalah sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kedua cucunya Hasan dan Husain radhiallahu ‘anhuma. Bukhari no.3371 telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma  berkata: “Biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (doa perlindungan) untuk Hasan dan Husain dan bersabda: “Sungguh ayah kalian berdua membaca (doa perlindungan) untuk Isma’il dan Ishaq dengan doa berikut:

 

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

 

A'udzu bikalimaatillahit taammah min kulli syaithanin wa haammatin, wa min kulli ‘ainin laammah

"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan, binatang yang berbisa, dan dari pengaruh 'ain yang buruk".

 

قال ابن حجر في "فتح الباري" (6/410): قوله: "وهامّة": واحدة الهوام ذوات السموم . قوله: "ومن كل عين لامة": قال الخطابي: المراد به كل داء وآفة تلم بالإنسان من جنون وخبل " انتهى باختصار

 

Ibnu Hajar rahimahullah berkata di dalam Fathul Baari VI:410: "Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Al Haammah adalah bentuk tunggal dari hawam yang artinya binatang yang berbisa, sementara sabda beliau: “Wa min kulli ‘ainin laammah”, maka Al Khithabi rahimahullah berkata: “Maksudnya adalah setiap penyakit dan bencana yang menimpa manusia yang berupa kegilaan maupun kerusakan akalnya“.

 

ويستحب كذلك في رقية الأولاد قراءة المعوذتين عليهما ، ومسح أجسامهم أثناء القراءة ، أو قراءتهما بين الكفين ثم النفث فيهما بريق خفيف لتمسح أبدانهم بما تصل إليه اليد ، أو قراءتهما في الماء ومسحهم أو تغسيلهم به ، فقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يُعَوِّذُ نفسه وغيره بهما.

 

Disunnahkan juga untuk meruqyah anak-anak dengan membacakan dua surah perlindungan (Al Falaq dan An Naas) dan mengusap tubuh mereka pada saat membacakannya, atau dengan membaca dua surah tersebut, yang posisi kedua telapak tangan kita terbuka (saat membaca ayat tersebut), lalu ditiupkan pada keduanya dengan sedikit ludah untuk mengusapkannya kepada anak yang bisa dijangkau oleh tangan. Atau dengan membaca surah bentengi diri itu (Al Falaq dan An Naas) pada air, lalu mengusapkannya kepada mereka atau memandikan mereka dengannya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membiasakan diri baik untuk dirinya maupun orang lain.

 

فعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : ( كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ ، فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا ) رواه الترمذي ( 2058 ) ، وصححه

 

Dari Abu Sa’id al Khudri radhiallahu ‘anhu berkata: “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung (dari gangguan) jin dan ‘ain manusia sampai turun dua surah perlindungan. Pada saat keduanya diturunkan, maka beliau mengamalkannya dengan kedua surah tersebut dan meninggalkan yang lainnya”. [HR. Tirmidzi no.2058 dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih Tirmidzi]

 

والنفث بالريق مع المعوذتين مأخوذ من هدي النبي صلى الله عليه وسلم قبيل النوم ، فقد كان يقرأ بهما في كفيه وينفث ثم يمسح جسده الطاهر بهما ، فلما مرض كانت عائشة تفعل ذلك له ، مما يدل على أن الصغير يمكن أن تنفث له أمه بالمعوذتين وتمسح بهما عنه .

 

Meniupkan dengan diikuti sedikit ludah diambil dari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidurnya, bahwa beliau membaca kedua (surah tersebut) pada kedua telapak tangannya lalu meniupkannya pada keduanya lalu beliau mengusapkannya pada seluruh tubuhnya yang suci. Pada saat beliau sakit maka ‘Aisyah radhiallahu ‘anha melakukan hal yang sama kepada beliau. Ini menunjukkan bahwa untuk anak kecil bisa dilakukan oleh ibunya (atau ayahnya -pent) dengan meniupkan bacaan kedua surat perlindungan dan mengusapkannya kepadanya.

 

فعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِـ " قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ " وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعاً ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ : فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ ) رواه البخاري (5748) .

 

 Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat pergi menuju tempat tidurnya, beliau meniupkan pada kedua telapak tangannya dengan bacaan “Qul huwallahu ahad” dan kedua surat perlindungan (Al Falaq dan An Naas) semuanya. Kemudian beliau mengusapkan keduanya pada wajah dan semua yang dijangkau oleh tangan". 'Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Pada saat beliau mengeluhkan sakit, maka beliau meminta saya yang melakukan hal seperti itu". [HSR. Bukhari no.5748]

 

أما أذكار الصباح والمساء ، فلم يرد ـ فيما نعلم ـ أنها تقرأ على الآخرين بقصد الرقية ، فلا ننصحك بالاستمرار بها ، واقتصر على ما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم ففيه الكفاية ، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم . والله أعلم

 

Adapun dzikir pagi dan petang, maka sepanjang pengetahuan kami, tidak ada petunjuk bahwa ‘Aisyah radhiallahu ‘anha membaca dzikir pagi dan petang tersebut dengan niat ruqyah, maka kami tidak merekomendasikan anda untuk melanjutkan hal itu (membaca dzikir pagi dan petang sebagai ruqyah yang dibacakan pada anak-anak kecil -pent), dan hendaklah mencukupkan diri dengan apa yang telah diterapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu A'lam.

 

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘alaa Muhammadin.

🔰 @Manhaj_salaf1

Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah

http://www.dakwahmanhajsalaf.com

 

BACAAN RUQYAH UNTUK ORANG YANG SAKIT SESUAI SUNNAH NABI

 BACAAN RUQYAH UNTUK ORANG YANG SAKIT SESUAI SUNNAH NABI

 

Pertanyaan:

Izin bertanya ustadz..

Doa apa saja yg kita baca untuk memohon kesembuhan dari sakit yg di alami?

Jazaakumullahu khair wa baarakallahu fiikum.

Dijawab oleh :

Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.

Berikut ini adalah bacaan berdasarkan Sunnah Nabi untuk orang yang sakit semoga Allah memberikan kesembuhan.

Untuk orang perempuan yang sakit, bacaannya dengan mengganti dhomir menjadi ‘ki’ sedangkan bagi orang laki dibaca ‘ka’. Boleh juga dibaca dengan disukun.

Berikut ini adalah bacaan-bacaan untuk orang sakit jika yang sakit adalah orang perempuan.

1. Membacakan surat dan ayat apa dari alQuran sebagai ruqyah (pengobatan) bagi orang yang sakit. Seluruh ayat dalam alQuran adalah penyembuh.

 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآَنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

 

"Dan Kami turunkan dari al-Quran berupa penyembuh dan rahmat bagi orang yang beriman…."

 (Q.S al-Isra’: 82).

2. Memperbanyak bacaan alFatihah di dekat orang yang sakit.

Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

 

وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ

 

"Tidakkah engkau tahu bahwa alFatihah adalah ruqyah?"

(H.R al-Bukhari dan Muslim).

3. Bacaan yang dibaca 7 kali di sisi orang yang sakit:

 

أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكِ

 

(H.R Abu Dawud, atTirmidzi, Ahmad).

4. Dibaca sekali di sisi orang yang sakit:

 

بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكِ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكِ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ أَوْ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكِ بِسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكِ

 

🍃 (H.R Ibnu Majah dan Ahmad).

5. Dibaca sekali di sisi orang yang sakit dengan diikuti mengusapkan tangan ke tubuh orang yang sakit:

 

أَذْهِبْ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ وَاشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا

 

(H.R al-Bukhari dan Muslim).

6. Jika orang yang sakit mengeluhkan bagian tubuh tertentu yang sakit, maka dibacakan bismillah 3 kali, kemudian letakkan tangan orang yang meruqyah ke bagian tubuh penderita yang sakit dengan membaca sebanyak 7 kali:

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

 

🍃 (H.R Muslim).

=======================

http://telegram.me/alistiqomah

https://www.atsar.id

 

Kamis, 24 September 2020

Dua Kalimat Ringan Tapi Sangat Dicintai Allah dan Berat Pada Timbangan

Dua Kalimat Ringan Tapi Sangat Dicintai Allah dan Berat Pada Timbangan

 

سُبْحَانَ اللَّهِ وبِحَمْدِهِ - سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

 

Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim

"Maha Suci Allah dan segala puji untuk-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."

Sumber Zikir

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

 

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ : سُبْحَانَ اللَّهِ ، وبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

 

"Dua kalimat yang ringan diucapkan lisan, berat ditimbangan, dan dicintai oleh Al-Rahman (Allah): Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim." (HR. Muttafaq 'Alaih)

Keterangan

Tiga sifat yang disematkan pada zikir di atas. Pertama, disifati dengan "Ringan diucapkan lisan" karena ia mudah dan tidak berat. Sangat ringan diucapkan oleh lisan karena sedikitnya jumlah hurufnya. Huruf-hurufnya juga terdiri dari huruf-huruf yang memiliki tempat keluar yang mudah. Tidak ada huruf yang berat diucapkan. Sehingga ringan diucapkan.

Kedua, disifati dengan "berat ditimbangan", yakni benar-benar berat saat ditimbang di akhirat karena banyaknya pahala yang diberikan kepada orang yang mengucapkannya. Nilai kebaikannya dilipatgandakan bagi yang mau menzikirkannya.

Ketiga, disifati dengan "sangat dicintai oleh Al-Rahman", yakni kedua kalimat zikir tersebut sangat dicintai oleh Allah. Tentunya, orang yang mengucapkannya juga dicintai oleh-Nya. Berarti dua kalimat zikir ini merupakan salah satu sebab turunnya cinta Allah kepada hamba.

Dipilihnya nama Allah "Al-Rahman"  menunjukkan, bahwa hadits ini menerangkan luasnya rahmat Allah kepada hamba-Nya. Dia membalas amal yang sedikit dengan pahala yang besar.

Makna Subhaanallaahi Wa Bihamdihi: Menyucikan Allah Ta'ala dari semua yang tidak pantas untuk-Nya, seperti aib dan kekurangan. Berkonsekuensi, meniadakan sekutu (pathner), pasangan hidup, anak dan semua yang tidak layak disandarkan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Bahwa Dia Maha sempurna dari semua sisi.

Digandengkannya tasbih dengan pujian menunjukkan kesempurnaan karunia dan pemberian-Nya kepada semua makhluk-Nya. Juga menunjukkan kesempurnaan hikmah, pengetahuan, dan sifat-sifat-Nya yang lain.

Subhanallah al-Adzim berarti Allah pemilik keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Tidak ada sesuatu yang kekuasaan, kemampuan, kebijaksanaan, pengetahuan yang lebih agung daripada Allah. Dia maka agung dengan Dzat dan sifat-sifat-Nya.

Dua kalimat zikir di atas mengandung maqam raja' (pengharapan) dan khauf (Takut). Raja' terdapat pada sifat pujian yang berupa sanjungan baik atas apa yang Dia perbuat dan sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang disandang-Nya. Sedangkan khauf diperoleh dari makna keagungan, kebesaran, keperkasaan, kekuasaan. Wallahu Ta'ala A'lam.

Penutup

Wahai saudaraku, sesudah mengetahui besarnya pahala dan makna yang terkandung dari dua kalimat zikir ini maka hendaknya kita senantiasa merutinkannya. kita senantiasa membacanya dalam keseharian kita. Karena zikir ini tidak banyak menyita waktu dan tenaga kita. Tidak pula kita harus berkeringat dan mengeluarkan harta yang banyak untuk mengamalkannya.

Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan memberatkan timbangan kebaikan kita diakhirat sehingga akan termasuk orang yang bahagia. "Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan." (QS. Al-Mukminun: 102)

"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan." (QS. Al-Qaari'ah: 6-7)

Subhaanallaahi Wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim akan menyebabkan kita mendapatkan kecintaan Allah. Siapa yang dicintai oleh Allah, maka Allah akan menjaganya dan memberi petunjuk kepada anggota tubuhnya untuk berbuat yang mendatangkan ridha-Nya dan menghindari perkara-perkara yang bisa mendatangkan murka-Nya. Siapa yang dicintai oleh Allah, maka dihapuskan kesalahannya, diampuni dosanya, dan diberi keberkahan dalam hidupnya. Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]

Oleh: Badrul Tamam

https://www.voa-islam.com

 

Dzikir Paling Disukai dan Dipilihkan Allah untuk Para Malaikat

 Dzikir Paling Disukai dan Dipilihkan Allah untuk Para Malaikat

 

 

Dzikir merupakan amalan utama dalam Islam. Dzikir ialah cara paling mudah dan mujarab untuk menjalin komunikasi dengan Allah Ta’ala. Dzikir adalah ekspresi cinta seorang hamba kepada Rabb yang telah menciptakan, mengurus, dan mencukupi semua kebutuhannya.

Dari Abu Darda, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah, Imam al-Hakim, dan Imam at-Tirmidzi dengan derajat Shahih,

 

الا انبؤكم بخيراعمالكم وازكاهاعندمليككم، وارفعهافي درجاتكم، وخيرلكم من انفاق الذهب والورق، وخيرمن ان تلقوا عدوكم فتضربوااعناقهم؟ قالو: بلى، قال: ذكرالله تعلى

 

Alaa unabbi-ukum bikhairin a’malikum wa-azkaha ‘inda maliikikum, wa arfa’aha fii darajaatikum, wa khaira lakum min infaaqi adz-dzahabi wa al-waraqi, wa khaira min an talqau ‘aduwwakum fa tadhribuu a’naaqahum? Qaaluu: Balaa. Qaala: Dzikrullahi Ta’ala.

“Tidakkah kalian ingin kuberitahu tentang sebaik-baik amalan yang paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi menyertai derajat kalian, lebih baik dari menafkahkan emas dan perak, juga lebih baik dari musuh yang membunuh (di antara kalian), lalu kalian membunuhnya?”

Para sahabat menjawab, “Tentu saja, ya Rasulullah.”

Kata Nabi, “Berdzikirlah kepada Allah Ta’ala.”

Di antara kalimat-kalimat dzikir itu, ada satu kalimat yang disebutkan sebagai kalimat paling disukai Allah Ta’ala. Lebih istimewanya lagi, kalimat tersebut dipilih oleh-Nya untuk malaikat-malaikat-Nya.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Abu Dzar al-Ghifari yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam at-Tirmidzi, Imam Ahmad bin Hanbal dengan derajat Hasan shahih.

 

قلت يارسول الله! اي الكلام احب الى الله تعلى؟ قال: ما اصطفى الله تعلى لملاءكته: سبحان ربي وبحمده

 

Qultu: Ya Rasulullah, ayyu al-kalaami ahabbu ilaa Allahi Ta’ala? Qaala: Maa ashthafa Allahu Ta’ala li malaaikatihi: Subhana Rabbii wa bihamdihi.

“Wahai Rasulullah,” tanya Abu Dzar, “bacaan apakah yang paling disukai Allah Ta’ala?”

Rasulullah bersabda, “(Ialah) bacaan yang dipilihkan oleh Allah Ta’ala untuk para malaikat, yaitu bacaan ‘Subhana Rabbi wa bihamdihi’ (Mahasuci Tuhanku dan segala puji bagi-Nya).”

Semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan kepada kita untuk senantiasa membasahi lidah dengan dzikir, pikiran yang senantiasa menadabburi ciptaan-ciptaan-Nya, dan hati yang khusyuk beribadah kepada-Nya, serta fisik yang senantiasa beramal dalam menaati-Nya. Aamiin. [Pirman/BersamaDakwah]

Oleh Pirman Bahagia

https://bersamadakwah.net