Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Jumat, 06 Agustus 2021

5 Keutamaan Istighfar

5 Keutamaan Istighfar

 

5 Keutamaan Istighfar, dari Pembuka Pintu Rezeki hingga Taubat/Foto: iStock

Jakarta - Istighfar atau Astaghfirullah al-'Adzim merupakan salah satu kalimat istimewa dalam Islam. Kalimat ini memiliki keutamaan serta manfaat bagi yang terus melafalkannya. Nah, apa saja?

Kalimat istighfar berdasarkan Hadist Riwayat Muslim Nomor 591 adalah "Astagfirullah... Astagfirullah" yang artinya "Aku memohon ampun kepada Allah. Aku memohon ampun kepada Allah."

1. Pintu Rezeki

Mengamalkan kalimat istighfar dapat membuka pintu rezeki seseorang. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Nuh (10-12) yang artinya:

"Maka aku katakan kepada mereka 'mohon ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."

2. Turunkan Hujan

Selain dapat membuka pintu rezeki, Allah SWT juga berjanji akan mengirimkan hujan kepada umatnya yang mengucap istighfar sebagai kalimat taubat. Dengan hujan, Allah SWT menyuburkan berbagai jenis tanaman dan kebun sebagai makanan.

3. Taubat

Keutamaan istighfar kepada Allah SWT lainnya adalah menggugurkan dosa dalam taubat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam Hadist Riwayat Bukhari nomor 6307 yang artinya:

"Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali."

4. Rasa Malas

Rasa malas bisa datang pada siapa saja. Hal ini tentu dapat menghalangi kegiatan seseorang, misalnya dalam beribadah.

Namun, mengucap istighfar dapat menghilangkan rasa malas tersebut. Dalam Hadist Riwayat Muslim nomor 2702, Nabi Muhammad SAW juga bersabda yang artinya:

"Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak 100 kali."

5. Dimudahkan Urusannya

Keutamaan istighfar juga dijanjikan Allah SWT, dapat memberikan jalan keluar dari segala masalah hidup yang terjadi. Kalimat istighfar pun bisa menambah rezeki seseorang.

Dalam Hadist Riwayat Ahmad dari Ibnu Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya:

"Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya, dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka."

Puti Yasmin

https://news.detik.com

 

5 Manfaat Istighfar Apabila Dilakukan Setiap Hari, Ingatkan Kembali pada Allah

5 Manfaat Istighfar Apabila Dilakukan Setiap Hari, Ingatkan Kembali pada Allah

 

Merdeka.com - Dalam kehidupan seorang Muslim, yang penting adalah mendapatkan keridhaan Allah. Di antara hal-hal yang menghentikan kita dari mendapatkan keridhaan Allah adalah dosa. Dan di situlah fungsi istighfar.Untuk Baca Alquran Klik di Sini.

Istighfar (atau mencari pengampunan), adalah hadiah bagi kita sebagai Muslim. Ini adalah cara kita untuk kembali kepada Tuhan kita setiap kali kita melangkah keluar dari batasan yang telah Dia tetapkan bagi kita.

Istighfar (Astaghfirullah) adalah pintu gerbang kelegaan dan kebahagiaan. Setiap kali Anda dalam kesulitan mulai membacanya dan Insya Allah itu akan membawa Anda keluar dari kecemasan Anda dan akan menempatkan Anda dalam situasi damai dan akan memberi Anda kebahagiaan.

Berikut manfaat istighfar apabila dilakukan setiap hari:

Meredakan Hati Anda dari Kekhawatiran

Hati yang sadar terganggu setiap kali melakukan dosa akan merasakan kecemasan. Mungkin Anda menyinggung seseorang dan percakapan itu sangat membebani pikiran Anda.

Dengan Istighfar, ada kemungkinan Anda akan merasa lebih baik. Ada kemungkinan bahwa setelah meminta pengampunan, setidaknya Anda sudah berusaha untuk memperbaiki kesalahan Anda pada Allah (ta'ala).

Diketahui bahwa Rasulullah sering mengucapkan Istighfar. Dia meminta maaf setidaknya tujuh puluh kali sehari.

Bagi kita semua, ini adalah model perilaku dan inilah doa yang dapat kita jadikan bagian dari hidup kita.

'Abdullah bin' Amr meriwayatkan dari Abu Bakar As-Siddiq bahwa ia berkata:

"Wahai Rasulullah, ajari aku permohonan yang bisa saya doakan dalam Shalat." Dia Muhammad SAW berkata: "Katakan: 'Ya Allah, aku telah banyak berbuat salah pada diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Jadi maafkan aku dengan pengampunan dari-Mu, dan kasihanilah aku, sesungguhnya, Engkaulah Maha Pengampun, Maha Penyayang (Allāhumma innī ẓalamtu nafsī ẓulman kathīran wa lā yaghfirudh-dhunūba illā anta faghfirlī maghfiratan min 'indika warḥam-ra m rāmḥ ra.)”

"Allahumma innaka 'afuwwun, tuhibbul-'afwa, fa'fu' anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau mencintai pengampunan; jadi maafkan aku)." ( Riyad us-Saliheen )

Ada banyak doa yang bisa kita buat untuk meminta pengampunan, bahkan sesuatu yang ringan di lidah seperti mengatakan "astaghfiruLlah" adalah cara yang bagus untuk mencari pengampunan.

Yang paling penting adalah bahwa sebagai Muslim, kita mengerti bahwa kita mungkin berdosa dan bahwa kita telah diberikan karunia Istighfar sebagai cara untuk kembali kepada Tuhan kita.

Membawa Kita Lebih Dekat dengan Allah (taala)

Rasa takut dan malu yang kita rasakan setiap kali kita melakukan dosa adalah hal yang baik. Ini adalah tanda bahwa Anda sadar akan Allah (ta'ala) meskipun Anda telah berbuat salah.

Sering kali, ketika perasaan ini menyertai dosa, itu bisa mendorong kita untuk mencari pengampunan. Anda merasa sangat buruk dengan apa pun yang telah Anda lakukan sehingga Anda mengarahkan wajah Anda kepada Allah (ta'ala) dan meminta Dia untuk memaafkan Anda.

Proses meminta pengampunan adalah apa yang membawa Anda lebih dekat kepada Allah (ta'ala). Ini membantu Anda untuk mengenali Supremasi-Nya dan Anda merasa perlu untuk mencari pengampunan-Nya.

Sering kali, orang juga mendapatkan dorongan untuk melakukan perbuatan baik setelah mereka melakukan sesuatu yang buruk. Ini membantu untuk membawa Anda lebih dekat kepada Allah (ta'ala).

Tidak Menenggelamkan Kita dalam Dosa

Dosa menggerogoti perbuatan baik kita, dan semakin berat mereka pada skala perbuatan kita, semakin tinggi peluang seseorang untuk dihukum di akhirat.

Bagian dari apa yang membalikkan keseimbangan ini dalam skala adalah pertobatan yang tulus kepada Allah (ta'ala). Itu adalah pengakuan atas kesalahan kita dan janji yang tulus untuk berusaha menjauhi dosa.

Utusan Allah () berkata, “Allah, Yang Mahabesar, telah berkata: 'Wahai putra Adam, aku memaafkanmu selama kamu berdoa kepada-Ku dan berharap untuk pengampunan-Ku, dosa apa pun yang telah kamu lakukan. Wahai putra Adam, aku tidak peduli jika dosamu mencapai puncak langit, maka kamu memohon pengampunanku, aku akan memaafkanmu." ( Tirmidzi )

Seringkali, Shaytaan mencoba meyakinkan kita bahwa dosa kita begitu besar sehingga tidak bisa diampuni. Jadi, dia akan mencoba membuat Anda tenggelam dalam dosa.

Jangan jatuh untuk ini. Ingat bahwa yang harus Anda lakukan adalah dengan tulus melakukan istighfar dan jika Allah menghendaki, Anda akan bebas dari dosa.

Nabi () berkata: " Kabar gembira kepada mereka yang menemukan banyak mencari pengampunan dalam catatan perbuatan mereka." ( Sunan Ibn Majah )

Menambah Kekuatan Kita

Al-Qur'an mengatakan, “ . . . meminta pengampunan Tuhanmu dan kemudian bertobat kepada-Nya. Dia akan mengirim [hujan dari] langit ke atasmu saat hujan dan menambah kekuatanmu [menambahkan] pada kekuatanmu. ”[Quran 11:52]

Dunia ini terikat untuk membuat kita lemah dan bingung. Istighfar memiliki kekuatan untuk memberi seseorang kekuatan dan kesabaran secara mental, emosional dan spiritual.

Bahagia dan Mendapatkan Rizqi

Muslim yang selalu melakukan Istighfar akan bahagia dalam hidupnya karena ada kesenangan dan rizq yang akan datang kepadanya.

Hidup akan menjadi lebih mudah dan dia akan menyambut setiap hari dengan kebahagiaan. Istighfar membuka pintu rezeki. Nabi (SAW) berkata, "Siapa pun yang selalu dalam keadaan bertobat, maka Allah akan memberikan sukacita kesedihan, dan kelapangan kesempitannya dan memberinya rizq dari arah yang tidak terduga." (Ibn Majah)

[amd]

https://www.merdeka.com

 

Kamis, 05 Agustus 2021

Meminta kepada Allah

 Meminta kepada Allah

 

Manusia adalah makhluk sosial. Pada saat yang sama, ia juga makhluk spiritual. Artinya, selain membutuhkan orang lain, ia juga membutuh kan sesuatu yang sifatnya gaib bahkan Mahagaib untuk membantunya keluar dari kesulitan hidup.

Hal ini karena tidak setiap kebutuhan mampu dipenuhi oleh orang lain. Manusia memiliki kemampuan yang terbatas. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa diselesaikannya sendiri, bahkan ketika ia sudah meminta bantuan dan pertolong an kepada orang lain yang dirasa punya kemampuan lebih.

Pada titik terlemah dan terendahnya, ketika manusia merasa sepertinya jalan tampak sudah buntu atau ia begitu kesulitan menemukan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya, sisi batin atau spiritualnya pun ber sua ra, mencari-cari kekuatan gaib yang yang mampu mem bantunya. Orang yang beriman niscaya segera me mo hon dan meminta kepada Allah agar sudi membantu nya.

Nabi pernah berpesan kepada Ibnu Abbas, saat ber a da di atas unta, membonceng di belakangnya, "Wahai anak muda, jika engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah." (HR at-Tirmidzi). Meminta dalam bahasa Arab disebut dengan doa. Orang yang berdoa kepada Allah sejatinya tengah meminta sesuatu kepada-Nya. Namun, doa mesti diiringi dengan usaha. Ini disebut dengan tawakal.

Ibnul Qayyim dalam kitab ar-Ruh fil Kalam 'ala Arwahil Amwat wal Ahya' mengatakan, "Tawakal merupakan amal dan bentuk ubudiyah hati (penghambaan kepada Allah) dengan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah, percaya terhadap- Nya, berlindung hanya kepada-Nya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya, berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikannya segala kecukupan bagi dirinya, dengan tetap melaksanakan sebab-sebab serta usaha keras untuk dapat memperolehnya."

Meminta kepada Allah, tetapi tidak berusaha keras untuk memperolehnya, bukanlah tawakal me lain kan sikap manja. Sehingga kemungkinan besar akan diabaikan Allah. Allah tidak suka orang yang ma las. Bagaimana ia mendapatkan yang diinginkan? Se perti dikatakan di awal, manusia adalah makhluk sosial sekaligus spiritual. Keduanya mesti berjalan bersama an. Bersosial namun melupakan spiritualitasnya, sehingga tidak meminta kepada Allah, sama dengan melupakan dan mengabaikan-Nya serta menjauhi-Nya.

Orang yang seperti itu berarti adalah orang yang sombong, merasa segala hal bisa diselesaikan sendiri, cukup bersandar kepada manusia atau ilmu pengeta huannya. Padahal, manusia adalah makhluk yang ke mam puannya terbatas. Begitu pula dengan pengeta huan nya. Sepandai-pandainya manusia, ia tidak akan mam pu memastikan apa yang terjadi esok hari. Ia hanya bisa meramal dan memperkirakan. Itu pun banyak yang me leset. Manusia tidak bisa dijadikan sebagai sandaran uta ma dan satu-satunya. Allahlah yang mestinya men jadi sandaran utama (ash-Shamad), sehingga dengan kedekatan dengan Allah, Allah pun akan memberi jalan dari berbagai masalah dan kesulitan yang dihadapinya.

Allah berfirman, "Dan barang siapa yang bertawakal ke pada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (ke per luan)nya." (QS ath-Thalaq [65]: 3). Nabi juga bersabda, "Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarsebenarnya tawakal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang." (HR at-Tirmidzi). Abu Hatim ar-Razi mengatakan, di sini Nabi berbica ra tentang tawakal, dan ini merupakan faktor terbesar yang bisa mendatangkan rezeki. Wallahu a'lam. ¦

https://republika.co.id

 

Surga Menanti Ini 5 Keutamaan Beristighfar

Surga Menanti  Ini 5 Keutamaan Beristighfar

 

Kesalahan seringkali terjadi di kehidupan manusia. Untuk itu, dalam Islam sebagai manusia yang kerap membuat kesalahan harus mengucapkan kalimat istighfar, yakni Astaghfirullah al'adzim.

Mengucapkan Astaghfirullah al'adzim adalah salah satu bentuk memohon ampun kepada Allah SWT dengan apa yang telah dilakukan oleh umat Islam, selain berdoa. Hal ini jelas dianjurkan dari pada harus berkata kasar yang sering manusia lakukan atau dengar.

Dilansir dari berbagai sumber pada Jumat (7/8/2020), ada berbagai keutamaan jika kita mengucapkan Astaghfirullah al'adzim saat menyadari kesalahan yang dilakukan.

1. Dosa akan diampuni

Mereka yang menerapkan untuk selalu mengucapkan Astaghfirullah al'adzim ketika melakukan kesalahan, inshaallah akan diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Muzzammil ayat 20 yang artinya:

"Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

2. Sebagai pintu rezeki

Hal kedua jika mengamalkan kalimat istighar, rupanya dapat membuka pintu rezeki seseorang sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang makmur.

Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10-12 yang artinya:

"Maka aku katakan kepada mereka 'mohon ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai."

3. Bertambahnya kekuatan

Dengan menerapkan kalimat istighfar, jelas akan memberikan energi atau kekuatan lebih untuk berusaha kembali memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Allah SWT berfirman dalam QS. Hud ayat 52 yang artinya:

"Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa."

4. Diberi kenikmatan

Mereka yang menyadari kesalahan dan langsung mengucapkan Astaghfirullah al'adzim, inshaallah juga akan diberikan kenikmatan terus menerus oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Hud ayat 3 yang artinya:

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat."

5. Mendapatkan balasan surga

Mengucapkan kalimat Astaghfirullah al'adzim berarti tandanya mereka ingat kepada Allah SWT dan langsung memohon ampun atas kesalahan yang diperbuat. Maka, balasan yang mereka dapat adalah surga.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 135-136 yang artinya:

"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan suatu perbuatan keji atau menganiaya dirinya sendiri, mereka ingat akan Allah SWT, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosanya selain Allah SWT ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya adalah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai. Sedang mereka kekal didalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal."

Nah, itulah keutamaan jika kalian mengucapkan Astaghfirullah al'adzim dan selalu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka inshaallah mereka akan mendapatkan balasan terbaik di akhirat kelak. Aamin.

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle

https://kumparan.com

 

Doa Meminta Pertolongan Kepada Allah dari Segala Hal

Doa Meminta Pertolongan Kepada Allah dari Segala Hal

 

Doa Meminta Pertolongan

Manusia adalah makhluk Allah yang sangat lemah. Apabila kita mau melihat makhluk Allah yang lain, baik itu makhluk hidup maupun yang tidak hidup, maka kita akan mendapati betapa besar dan kuatnya makhluk tersebut.

Gunung-gunung yang sangat besar dan kokoh, lautan yang begitu luas, langit yang ditinggikan tanpa adanya tiang, dan bumi yang terhampar seluas mata memandang menunjukkan betapa luar biasanya makhluk Allah.

Seandainya gunung-gunung memuntahkan isi perutnya dan bumi menggoncangkan badannya niscaya manusia hanya bisa lari ketakutan. Itulah menunjukkan betapa lemahnya manusia. Allah ta’ala berfirman :

 

وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا

 

. . . ,dan manusia itu diciptakan bersifat lemah (Q.S An-Nisa’ : 28)

Namun, betapa sombongnya manusia di bumi ini apabila mereka ditimpa musibah tetapi tidak mau meminta pertolongan kepada Allah. Padahal kesombongan itu akan menjadikan manusia sebagai penghuni neraka jahannam.

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

 

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Q.S Ghafir : 60)

Ayat tersebut dengan tegas bahwa Allah memerintahkan kepada kita untuk berdoa kepadanya. Dan doa adalah bagian dari ibadah kepada Allah.

Allah mengatakan dalam ayat tersebut bahwa barang siapa yang sombong sehingga ia tidak mau berdoa dan beribadah kepada-Nya maka ia akan dimasukkan kedalam neraka Jahannam dalam keadaan hina.

Maka sepantasnya kita sebagai manusia hendaklah meminta pertolongan kepada Allah dalam segala urusan.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada ibnu Abbas :

 

وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

 

. . . ,ketika engkau meminta pertolongan, maka mintalah pada Allah . . . (HR. Tirmidzi no. 2516)

Berikut ini doa meminta pertolongan kepada Allah yang diambil dari kitab-Nya dan yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam kepada kita :

Doa Meminta Pertolongan Agar Diselamatkan dari Kaum Kafir

DOA PERTAMA :

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Robbanaghfirlanaa dzunubanaa wa isroofanaa fii amrinaa wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin.

“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

(Q.S Ali Imran ayat 147)

DOA KEDUA :

رَبِّ انصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

 

Robbinshurnii ‘alal qoumil mufsidiin

“Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

(Q.S Al-Ankabuut ayat 30)

DOA KETIGA :

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Robbanaa afrigh ‘alainaa shobron wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qoumil kaafiriin

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”

(Q.S Al-Baqoroh ayat 250)

Doa Meminta Pertolongan dari Segala Hal dan Meminta Petunjuk

DOA PERTAMA :

رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرْ هُدَايَ إِلَيَّ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي لَكَ شَاكِرًا، لَكَ ذَاكِرًا، لَكَ رَاهِبًا، لَكَ مِطْوَاعًا إِلَيْكَ، مُخْبِتًا، أَوْ مُنِيبًا، رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي، وَاغْسِلْ حَوْبَتِي، وَأَجِبْ دَعْوَتِي، وَثَبِّتْ حُجَّتِي، وَاهْدِ قَلْبِي، وَسَدِّدْ لِسَانِي، وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ قَلْبِي

 

Robbi a’inni walaa tu’in ‘alayya, wanshurnii walaa tanshur ‘alayya, wamkur lii walaa tamkur ‘alayya,

wahdinii wa yassir hudaaya ilayya, wanshurnii ‘alaa man baghoo ‘alayya,

allaahummaj’alnii laka syaakiron, laka dzaakiron, laka roohiban, laka muthii’an ilaika, mukhbitan, au muniiban,

robbi taqobbal taubatii, waghsil haubatii, wa ajib da’watii, wa tsabbit hujjatii, wahdi qolbii, wa saddid lisanii, waslul sakhiimata qolbii

Wahai Rabbku bantulah aku dan janganlah Engkau bantu untuk memberatkanku, tolonglah aku dan janganlah Engkau menolong untuk memusuhiku, dan lakukanlah tipu daya untuk (menyelamatkan)ku dan janganlah Engkau membuat tipu daya untuk mencelakakanku,

tunjukkanlah aku dan mudahkanlah petunjukku itu kepadaku, dan tolonglah aku untuk mengalahkan orang yang berbuat lalim kepadaku.

Ya Allah, jadikanlah aku orang yang bersyukur, berdzikir, takut, dan taat kepada-Mu, dan jadikanlah orang yang tunduk atau bertaubat.

Wahai Rabbku, terimalah taubatku, hilangkanlah kegelisahanku/bersihkanlah dosaku, kabulkanlah doaku, teguhkanlah hujjahku, tunjukkanlah hatiku, luruskanlah lisanku, dan cabutlah kedengkian hatiku.

(HR. Abu Dawud no. 1510)

DOA KEDUA :

رَبِّ أَعِنِّي وَلَا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلَا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلَا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الهُدَى لِي، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا، لَكَ ذَكَّارًا، لَكَ رَهَّابًا، لَكَ مِطْوَاعًا، لَكَ مُخْبِتًا، إِلَيْكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا، رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي، وَاغْسِلْ حَوْبَتِي، وَأَجِبْ دَعْوَتِي، وَثَبِّتْ حُجَّتِي، وَسَدِّدْ لِسَانِي، وَاهْدِ قَلْبِي، وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ صَدْرِي

 

Robbi a’inni walaa tu’in ‘alayya, wanshurnii walaa tanshur ‘alayya, wamkur lii walaa tamkur ‘alayya,

wahdinii wa yassiril hudaa lii, wanshurnii ‘alaa man baghoo ‘alayya,

rabbij’alnii laka syaakiron, laka dzaakiron, laka rohhaban, laka muthii’an, laka mukhbitan, ilaika awwaahan muniiban,

robbi taqobbal taubatii, waghsil haubatii, wa ajib da’watii, wa tsabbit hujjatii, wa saddid lisanii, wahdi qolbii,waslul sakhiimata shodrii

Wahai Rabbku bantulah aku dan janganlah Engkau bantu untuk memberatkanku, tolonglah aku dan janganlah Engkau menolong untuk memusuhiku, dan lakukanlah tipu daya untuk (menyelamatkan)ku dan janganlah Engkau membuat tipu daya untuk mencelakakanku,

tunjukkanlah aku dan mudahkanlah petunjuk itu untukku, dan tolonglah aku untuk mengalahkan orang yang berbuat lalim kepadaku.

Wahai Rabbku, jadikanlah aku orang yang bersyukur, berdzikir, takut, taat kepada-Mu, orang yang tunduk pada-Mu, bertaubat kepada-Mu.

Wahai Rabbku, terimalah taubatku, hilangkanlah kegelisahanku/bersihkanlah dosaku, kabulkanlah doaku, teguhkanlah hujjahku, luruskanlah lisanku, tunjukkanlah hatiku, dan cabutlah kedengkian hatiku.

(HR. Tirmidzi no. 3551)

Berdoa Meminta Pertolongan Agar Bisa Bersyukur, Berdzikir, dan Memperbaiki Ibadah

DOA PERTAMA :

رَبِّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 

Rabbi a’inni ‘ala dzikrika wasyukrika wa husni ‘ibadatik.

Wahai Rabbku tolonglah aku agar bisa meningat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu.

(HR. Nasai no. 1303)

DOA KEDUA :

اللهُمَّ أَعِنَّا عَلَى شُكْرِكَ، وَذِكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 

Allaahumma a’innaa ‘ala syukrika, wa dzikrika, wa husni ibaadatika

Ya Allah, tolonglah aku agar bisa bersyukur pada-Mu, mengingat-Mu, dan memperbaiki ibadah kepada-Mu.

(HR. Ahmad no. 7983)

Oleh : Adam Rizkala

https://www.nasehatquran.com

 

Rabu, 04 Agustus 2021

Inilah Amalan Paling Tinggi Derajatnya

Inilah Amalan Paling Tinggi Derajatnya

 

 

REPUBLIKA.CO.ID, Alquran dan sunah Nabi SAW yang banyak menjelaskan macam-macam amal ibadah dengan kedudukan dan keutamaan yang berbeda-beda. Ada yang wajib, sunah, yang asas, dan yang cabang. Selain itu, ada pula yang berfungsi sebagai rukun dan syarat sah ibadah, ada juga yang lebih tinggi kedudukannya dari ibadah yang lain.

Berkaitan dengan ini, para sahabat sering bertanya kepada Rasul SAW tentang amalan yang paling utama dan dianjurkan dalam Islam. Misalnya, pertanyaan Abdullah bin Masud ra tentang amalan yang paling disukai Allah. Rasul menjawab, “Shalat pada waktunya, berbuat baik kepada ibu bapak, dan jihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).

“Maukah aku ingatkan kalian dengan suatu amalan yang paling baik; amalan yang paling suci pada apa yang kalian miliki, paling tinggi derajatnya; lebih baik dan utama bagi kamu sekalian daripada menginfakkan emas; lebih baik bagi kamu sekalian daripada kalian berhadap-hadapan dengan musuh, kalian pukul lehernya dan mereka pun memukul leher kalian?” Para sahabat menjawab, “Tentu kami mau, ya Rasulullah.” Lalu Nabi bersabda, "Mengingat Allah.” (HR Tirmidzi).

Jika disimpulkan, perbuatan yang dapat digolongkan dalam amalan paling super adalah mengucapkan kalimat tauhid, menjaga rukun iman dan Islam, berzikir (mengingat Allah), bersedekah dengan harta yang dicintainya, shalat pada waktunya, berbuat baik kepada orang tua, dan berjihad di jalan Allah (dengan maknanya yang sangat luas).

Di samping itu, masih ada amal perbuatan yang patut digolongkan dalam amalan yang paling super (terbaik), yaitu menciptakan kedamaian. Bahkan, kedudukan amalan ini lebih utama daripada derajat ibadah shalat, puasa, dan zakat.

“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang suatu amalan yang lebih utama daripada derajat shalat, puasa, dan sedekah? Yaitu, menciptakan kedamaian (merukunkan) antara manusia sebab kerusakan hubungan di antara manusia adalah pembinasa agama.” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban). Wallahu'alam.

Red: Endah Hapsari

https://www.republika.co.id

 

Ini 10 Keutamaan Istighfar

 Ini 10 Keutamaan Istighfar

 

Kita sebagai manusia sudah pasti banyak sekali dilumuri oleh dosa dan khilaf, Rasulullah mencontohkan kepada kita untuk bertaubat dan beristighfar kepada kita setiap waktunya.

Sungguh dahsyat sebuah istighfar. Ia mampu mendatangkan banyak keutamaan dan manfaat, di antaranya:

1. Diampuni dosanya. Seperti firman Allah dalam QS Al Muzzammil [73]: 20, “Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Sebab, setiap dosa meninggalkan noda hitam pada hati dan noda hitam itu bisa lenyap dengan istighfar.

2. Menjadi penyebab turunnya hujan yang menghilangkan kekeringan dan menyebabkan kesuburan tanah.

3. Dilapangkan rezeki dan harta sehingga hidupnya makmur dan sejahtera.

4. Diberi kemudahan mendapatkan anak dan keturunan.

Tiga keutamaan terakhir ditegaskan Allah dalam ayat di atas, “Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”

5. Ditambah kekuatannya. Firman Allah, “Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa,'” (QS Hud [11]: 52).

6. Dimudahkan segala urusannya. Sabda Rasulullah, “Barangsiapa membiasakan diri untuk beristighfar, Allah akan memberikan jalan keluar baginya dari setiap kesulitan, akan memberikan kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,” (HR Abu Daud no. 1520 dan Ibnu Majah no. 3951, dan di-dha’if-kan oleh Albani).

7. Diberi kenikmatan yang baik terus-menerus. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat,” (QS Hud [11]: 3).

8. Menolak bala dan bencana. Firman-Nya, “Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun,” (QS Al Anfaal [8]: 33).

9. Penyebab turunnya rahmat Allah. Allah berfirman, “Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat,” (QS An Naml [27]: 46).

10. Dihapus kejelekannya dan diangkat derajatnya. Allah berfirman, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS An-Nisa’ [4]: 110).

Demikianlah korelasi antara istighfar dengan kemakmuran, kesejahteraan, kemudahan dan kebahagiaan hidup. Ini merupakan sunnatullah.

Munculnya beragam bencana, malapetaka, dan krisis multidimensi adalah akibat lalai, dosa, dan menjauh dari Allah berikut ajaran-ajaran-Nya, serta enggan beristighfar, Pantaslah jika istighfar kita posisikan sebagai salah satu solusi dari semua permasalahan.

Para pembaca Islampos yang dirahmati oleh Allah Swt, mudah-mudahan kita semua dapat beristiqomah untuk mengamalkan amalan dzikir setiap hari nya sehingga dihapuskan dosa yang ada pada diri kita. Aamiin Allahumma Aamiin.[]

Redaktur Ari Cahya Pujianto 

 

https://www.islampos.com