Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Sabtu, 06 Januari 2018

15 Amalan Penghapus Dosa Besar Menurut Islam

15 Amalan Penghapus Dosa Besar Menurut Islam

Sebagai manusia, pasti kita tidak akan luput dari kesalahan dan dosa. Setiap hari pasti ada saja kekhilafan yang kita lakukan yang menimbulkan bertambahnya dosa-dosa kita. Hal ini membuat dosa kita setiap hari pasti semakin banyak, jika kita tidak melakukan apa-apa untuk menghapusnya. Bahkan, mungkin di antara banyaknya dosa yang kita lakukan ada di antaranya yang termasuk dosa besar, dimana dosa besar ini tentu lebih sulit untuk menghapusnya.

Menyadari hal ini, kita harus berusaha untuk terus berbuat baik dan menjalankan perintah Allah sekaligus menjauhi larangannya, serta senantiasa berusaha menghapus dosa-dosa kita yang telah lalu, baik dosa besar dan dosa kecil. Berikut ini akan dibahas 17 amalan penghapus dosa besar yang bisa kita lakukan sebagai bentuk usaha kita menjadi manusia yang terbaik amalannya.

Selalu bertaubat

Meski kita tahu bahwa kita sering khilaf berbuat salah dan dosa, jangan sampai kita merasa putus asa dan berdiam diri dari memohon ampunan kepada Allah. Dalam firman Allah di surat Az Zumar ayat 53, “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Baca juga: Taubatan Nasuha)

Berhenti melakukan perbuatan dosa besar

Setelah bertobat, tentu kita harus saat itu juga berjanji dan bersungguh-sungguh berhenti melakukan perbuatan yang mengakibatkan dosa besar. Dengan cara ini kita berusaha meminimalisir bertambahnya dosa-dosa besar dalam hitungan amal kita.

Dalam al Quran surat an Nisa ayat 145-146, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubah dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka, mereka itu adalah bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”.

Istighfar

Dalam hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Muslim, “Jika seorang hamba berbuat dosa, lalu ia berkata: Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa, ampunilah aku. Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku.” Kemudian ia berbuat dosa lainnya, lantas ia pun mengatakan pada Rabbnya, “Wahai Rabbku, aku betul-betul telah berbuat dosa lainnya, ampunilah aku.” Rabbnya menjawab, “Hamba-Ku telah mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang Maha Mengampuni dosa dan menhukumi setiap dosa. Aku telah mengampuni hamba-Ku. Lakukanlah sesukamu (maksudnya: selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu, pen).” Kemudian ia pun melakukan dosa lain yang ketiga atau keempat”. (Baca juga: Zikir Harian Nabi Muhammad SAW)

Dari hadis di atas, maka hendaknya kita selalu memohon ampun kepada Allah dan menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang berdosa. Meski begitu, kita harus berusaha untuk menjaga diri untuk tidak lagi mengulangi dosa yang sama.

Berbuat amal kebaikan

Dengan kita berbuat amal kebaikan, tentu kita akan menambah hitungan pahala sebagai bekal kita di akhirat kelak. Selain itu, ternyata amal kebaikan juga bisa menjadi pelebur dosa-dosa kita yang telah lalu. Hal ini tertuang dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada baagian permulaaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Huud : 114)

Do’a orang beriman satu sama lain, seperti pada sholat jenazah

Dari ‘Aisyah dan Anas bin Malik, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang mayit dishalati oleh sekelompok kaum muslimin yang jumlahnya hingga 100 orang, maka mereka semua akan memberikan syafa’at pada mayit tersebut” (HR. Muslim no. 947 dan An Nasai no. 1991).

Selain itu, pada hadis lainnya, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu ia dishalati (dengan shalat jenazah) oleh 40 orang di mana mereka tidak berbuat syirik kepada Allah dengan sesuatu apa pun melainkan orang yang dishalati tadi akan mendapatkan syafa’at dari mereka”.

Dari dua hadis di atas, kita harus memahami bahwa ampunan bagi orang mukmin yang bertakwa tidak hanya berlaku untuk dosa-dosa kecil yang dia lakukan. Melainkan, dosa-dosa besarnya pun juga akan diampuni oleh Allah. Dari hadis itu juga kita bisa mengetahui bahwa doa bisa menjadi sebab datangnya ampunan bagi orang yang meninggal.

Amalan kebaikan untuk orang yang meninggal

Amalan baik yang diniatkan dilakukan untuk seseorang yang sudah meninggal juga bisa menjadi sebab datangnya ampunan untuk orang yang sudah meninggal tersebut. Contohnya adalah sedekah, memerdekakan budak, serta naik haji untuk orang yang sudah meninggal.

Dalam hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang puasa, maka ahli warisnya yang nanti mempuasakan dirinya”.

Memohon Syafaat Nabi Muhammad shallallahu ‘ alaihi wa sallam

Dalam hadis mutawatir (yaitu hadis dengan jalur riwayat yang banyak), terdapat sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang syafa’at, “Syafa’atku untuk pelaku dosa besar dari umatku”. Selain itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Separuh dari umatku akan dipilih untuk masuk surga atau akan diberi syafa’at. Maka aku pun memilih agar umatku diberi syafa’at kareana itu tentu lebih umum dan lebih banyak. Apakah syafa’at itu hanya untuk orang bertakwa? Tidak. Syafa’at itu untuk mereka yang terjerumus dalam dosa (besar)”.

Sabar dalam menghadapi musibah dunia

Musibah yang kita alami di dunia bisa menjadi sebab dari terhapusnya dosa-dosa kita, termasuk dosa besar. Musibah itu bisa berupa sakit, kehilangan seseorang, hingga cobaan lain yang mungkin terasa berat untuk kita tanggung. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih (karena sesuatu yang hilang), kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya”. Oleh karena itu, hendaklah kita bersabar saat ditimpa musibah di dunia, karena hal itu bisa menjadi penghapus dosa-dosa yang pernah kita lakukan. (Baca juga: Keutamaan Sabar Dalam Islam)

Perbanyak Sedekah

Sedekah adalah menyisihkan sebagian dari rezeki yang kita terima untuk diberikan kepada orang lain yang membutuhkan dengan tujuan meringankan kesusahannya. Tidak hanya itu, sedekah juga bisa berupa pembelanjaan harta kita untuk kepentingan dakwah dan syiar agama Islam. Hal ini tidak wajib, namun sangat besar pahalanya di sisi Allah.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api”. Tidak hanya di dalam hadis, di al Quran juga terdapat ayat yang berisi tentang keutamaan bersedekah, yaitu dalam surat al Hadid ayat 18 yang berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dlipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak”.

Menjaga wudhu

Wudhu dan menjaga wudhu merupakan salah satu amalan penghapus dosa, termasuk dosa besar. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan sholatnya, jalannya menuju masjid adalah amalan tambahan” (HR. Muslim dan Nasa’i). (Baca juga: Keutamaan Menjaga Wudhu)

Sholat

Sholat merupakan ibadah yang menjadi tiang agama kita. Sebagai seorang muslim kita memiliki kewajiban untuk menunaikan sholat 5 waktu setiap harinya. Ternyata, sholat juga merupakan penebus dosa seorang manusia. Bisa diumpamakan bagi seorang muslim yang melakukan sholat 5 waktu sehari semalam adalah seperti seseorang yang di depannya mengalir sungai dan ia mandi sebanyak lima kali sehari. Artinya, tidak ada kotoran yang tersisa padanya. “Begitulah perumpamaan sholat 5 waktu. Dengan sholat itu Allah akan melebur kesalahan-kesalahan (hamba-Nya),” sabda Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam dalam riwayat Bukhari dan Muslim. (Baca juga: Keutamaan Sholat Berjama’ah)

Puasa

Puasa, selain bisa mecegah kita dari melakukan perbuatan-perbuatan dosa, juga bisa menjadi amalan yang membuat dosa-dosa kita diampuni. Dalam hadis riwayat Bukhari Muslim, Nabi Muhammad shallallahi ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah
Tentu, alangkah lebih baiknya jika kita juga mengamalkan puasa-puasa sunah yang dianjurkan, seperti puasa ayyamul bidh, yaitu puasa sebanyak 3 hari setiap pertengahan bulan hijriah. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad bahwa Rasulullah saw bersabda, “Dari setiap bulan tiga hari, siapa saja yang mampu melaksanakannya, maka (pahala) setiap harinya bisa melebur sepuluh kali kesalahan dan dia bersih dari dosa seperti air membersihkan pakaian”.

Ikhlas dalam beramal

Terdapat sebuah kisah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, tentang seorang wanita pezina yang diampuni dosanya karena dia membantu seekor anjing yang kehausan untuk minum dari sepatunya. Dalam riwayat itu Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut-pen) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu”. (Baca juga: Cara Membuat Hati Ikhlas)

Dalam kisah itu tercermin bahwa wanita pezina tersebut berbuat baik dengan ikhlas tanpa mengharap balasan ataupun ucapan terima kasih dari anjing yang ditolongnya. Maka keikhlasan ini pun bisa menjadi penghapus dosa besar yang telah dia lakukan.

Selalu menjaga tauhid

Artinya, kita selalu meniatkan diri untuk beribadah dan melakukan semua amal baik hanya karena Allah semata. Sama halnya dengan menjauhi perbuatan buruk hanya karena takut akan murka Allah. Dengan menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan kita, akan terhapus juga dosa-dosa yang pernah kita lakukan, termasuk dosa besar. (Baca juga: Ilmu Tauhid Islam)

Sebagai contohnya ada pada kisah Umar bin Khatab radhiallahu anhu. Belia adalah tokoh yang sebelum masuk Islam merupakan penentang ajaran Islam yang paling keras dan terkenal. Bahkan, beliau pernah mengubur putrinya hidup-hidup. Namun, setelah beliau masuk Islam, bertaubat dan menjunjung tauhid, terhapuslah segala dosanya. Bahkan, beliau termasuk orang yang mulia di sisi Allah, sesudah Abu Bakar radhiallahu anhu.

Membaca lafadz ringan namun berat di timbangan amal

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa membaca: Subhanallahi Wabihamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan”. Maka, banyak-banyaklah membaca lafadz dzikir satu ini, di saat apapun dan dimana pun, kecuali di tempat seperti kamar mandi, toilet atau tempat najis lainnya.

Wallahu a’lam bishawab.




Inilah 7 Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup


Inilah 7 Amalan yang Bisa Menghapus Dosa Seumur Hidup

Tumpukan dosa yang menggumpal bukan berarti tak bisa dihapus. Beragam kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas mampu meleburnya.

Selama dosa tersebut bukanlah dosa besar yang menyebabkan kekafiran. Sebab kekafiran hanya bisa diganti dengan kembali dalam pelukan Islam. Berikut ini adalah 7 amalan yang dapat menghapuskan dosa:

1. Taubat

Kesalahan bisa dilakukan siapa saja. Tak terkecuali ahli ibadah sekalipun. Karenanya, orang yang terbaik bukan mereka yang tak pernah terjerembab dalam kekeliruan. Tapi, mereka yang selalu menyadari kesalahannya, lalu bertaubat. Dan tidak menunda taubatnya walau sedetik pun.

“Langsung bertaubat dari dosa,” tutur Imam Ibnul Qayyim, “merupakan keharusan yang tak bisa ditunda-tunda. Jika taubat ditunda, ia akan memunculkan maksiat lain akibat penundaan itu.”

Begitu pentingnya taubat karena ia adalah gerbang segala ampunan. Ia adalah wujud pengakuan hamba atas dosanya, dan jembatan pengakuan Allah bagi ampunan-Nya. Taubatlah yang menjadi kunci kebaikan untuk menghapus dosa kesalahan seorang hamba. Allah Ta’ala berfirman,


إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal shalih, maka kejahatan mereka diganti dengan kebaikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Furqan: 70).

2. Sedekah

Setelah gerbang ampunan terbuka, ibadah berikutnya yang bisa melebur dosa adalah sedekah. Baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Allah berfirman,

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu) maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagi kamu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Baqarah: 271).

Rasulullah Saw bersabda, “… sedekah itu mematikan (melebur) kesalahan dan takwa itu membunuh kesalahan seperti air memadamkan api.” (HR. Thabrani).

Sedekah berasal dari kata shadaqa yang berarti benar. Orang yang suka bersedekah adalah orang yang benar pengakuan imannya.

Menurut terminologi syariah, pengertian sedekah sama dengan pengertian infak, baik hukum maupun ketentuan-ketentuan umum lainnya. Hanya saja, jika infak cenderung berkaitan dengan materi, sedekah memiliki arti lebih luas.

Sedekah menyangkut juga hal yang bersifat non-materi. Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah Saw menyatakan bahwa jika tidak mampu bersedekah dengan harta, maka membaca tasbih, membaca takbir, tahmid, tahlil, berhubungan suami-istri, atau melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar termasuk sedekah.

Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah Saw menyebutkan bahwa tersenyum kepada saudara yang lain itu sedekah.

3. Jihad

Ibadah lainnya yang masih berkaitan langsung dengan harta dan pahalanya mampu melebur dosa adalah jihad. Jihad di jalan Allah yang dilakukan dengan ikhlas dapat melebur dosa. Baik yang dilakukan dengan harta maupun jiwa.

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ () يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan ke dalam surga …” (QS. ash-Shaff: 11-12).

Karenanya, para sahabat Rasulullah saw selalu berlomba menyambut seruan jihad. Kendati mereka sudah menginfakkan harta, tapi itu tak membuat mereka puas untuk tidak ikut berjuang di jalan Allah. Bagi mereka, syahid di jalan Allah adalah kunci utama untuk mendapatkan ampunan Allah.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Orang yang mati syahid akan diampuni dosanya pada percikan darah yang pertama, dan akan dikawinkan dengan dua bidadari dan akan memberi syafaat tujuh puluh dari anggota keluarganya …,” (H.r. Thabrani).

4. Wudhu

Bagi mereka yang tidak sempat berjihad bukan berarti pintu melebur dosa tertutup. Ibadah sehari-hari yang kita lakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntutan Rasulullah saw, juga bisa menghapus dosa.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini, maka dosa-dosanya yang terdahulu akan diampuni. Sedangkan shalatnya, jalannya menuju masjid adalah amalan tambahan,” (H.r. Muslim dan Nasa’i).”

5. Sholat

Selain itu, shalat merupakan kaffarah (penebus) dosa dan kesalahan seorang hamba. Perumpamaan orang yang melakukan shalat lima waktu sehari semalam ibarat orang yang di depan rumahnya mengalir sungai dan ia mandi lima kali sehari. Tak akan ada kotoran yang tersisa.

“Begitulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat itu Allah akan melebur kesalahan-kesalahan (hamba-Nya),” ujar Rasulullah SAW seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi bahwa Rasulullah saw menegaskan, “Shalat lima waktu, shalat Jum’at menuju Jum’at berikutnya adalah pelebur dosa di antara mereka, selama dosa-dosa besar tidak dilanggar.”

6. Puasa

Ibadah puasa yang dilakukan dengan penuh keimanan dan hanya mengharap ridha Allah pun bisa melebur dosa.

“Sesiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas (mencari pahala karena Allah) maka diampunilah dosanya yang sudah lewat.” (HR. Bukhari Muslim).

Apalagi jika puasa Ramadhan diikuti dengan puasa Syawal enam hari setelahnya. “Sesiapa yang puasa Ramadhan dan mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari ia dilahirkan ibunya,” demikian sabda Rasulullah saw seperti yang diriwayatkan Thabrani dalam Mu’jam al-Ausath-nya.

Puasa ayyamul bidh (tiga hari setiap pertengahan bulan hijriyah) juga bisa menjadi pelebur dosa. Dalam Mu’jam al-Kabir-nya Thabrani meriwayatkan, dari Maimunah binti Sa’ad bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Dari setiap bulan tiga hari, siapa saja yang mampu melaksanakannya, maka (pahala) setiap harinya bisa melebur sepuluh kali kesalahan dan dia bersih dari dosa seperti air membersihkan pakaian.”

7. Haji

Kalau ibadah harian (seperti shalat), bulanan (seperti puasa sunnah), atau tahunan (seperti puasa Ramadhan) mampu melebur dosa, begitu juga dengan ibadah haji yang diwajibkan sekali seumur hidup bagi yang mampu.

Rasulullah saw bersabda, “Sesiapa yang melaksanakan haji, lalu tidak berbicara kotor dan tidak fasik, dia akan kembali (diampuni) dari dosanya sebagai mana ia dilahirkan ibunya,” (HR. Bukhari Muslim).

Begitulah kesempurnaan Islam dan keutamaan umat Nabi Muhammad. Hari-harinya penuh dengan pahala yang mampu melebur dosa kesalahannya.
Semoga dosa-dosa kita dihapus dan diampuni oleh-Nya. Aamiin.

Sumber: insyaallah.org


Jumat, 05 Januari 2018

profil Rumah Sahada


Perbanyaklah Istighfar dan Taubat

Perbanyaklah Istighfar dan Taubat

Istighfar Dapat Menghapus Dosa 70 Tahun Igtifar Apa Menghapus Dosa Zina Doa Istighfar 70 Tahun Dosa Diampuni 1x Istighfar Istifar Penghapus Dosa 70th

Segala puji penuh cinta dan pengagungan hanya milik Allah semata. Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan pengikut beliau yang setia hingga akhir zaman.

Sahabat Al Aghor bin Yasar Al Muzani Radhiallahu anhu meriwayatkan sebuah hadots dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagai berikut,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوهُ فَإِنِّى أَتُوبُ إِلَى اللَّهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Wahai manusia seluruhnya bertaubat dan mohon ampunlah kepada Allah. karena sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari” (HR Ahmad no 18319. Syaikh Al Arnauth berkata tentang hadits ini: sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).

Penjelasan ringkas hadits:

Istighfar maknanya adalah memohon ampunan yaitu pengampunan dari dosa dan menggantinya. Pengampunan Allah terhadap dosa yang dilakukan seorang hamba ada 2 macam

1. Penghapusan Dosa. Allah ta’ala hanya menghapus dosa-dosa yang telah lalu dilakukan oleh seorang hamba, sehingga seolah-olah hamba tersebut tidak pernah melakukan perbuatan berdosa. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa salam: ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapus keburukan yang telal lalu (HR Tirmidzi no 1988, beliau berkata hadits ini Hasan Shahih)

2. Penggantian Dosa. Pada pengampunan dosa jenis ini, Allah ta’ala tidak sebatas menghapus dosa yang telah lalu dilakukan seorang hamba. Akan tetapi Allah juga mengganti dosa yang telah diperbuat dengan kebaikan. Allah ta’ala berfirman: mereka yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih maka akan Allah ganti keburukan merea dengan kebaikan (Al Furqon . 70)

Faidah Hadits:
Hadits ini memberikan banyak faidah dan manfaat kepada kita semua, di antaranya:

1. Wajib bagi setiap orang untuk segera bertaubat dari segala jenis dosa yang telah dilakukan karena dalam hadits ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum seluruh manusia untuk bertaubat. Sebagaimana telah maklum bahwa hukum asal perintah dari Allah dan Rasul-Nya adalah wajib dikerjakan. Hadis ini tidak membatasi perintah bertaubat dan beristighfar hanya bagi kaum muslimin. Akan tetapi bagi seluruh manusia wajib untuk bertaubat dari segala dosa yang telah dikerjakan, baik muslim maupun non muslim, baik orang arab maupun non arab.

2. Ikhlas dalam taubat adalah syarat sah diterimanya taubat seseorang di sisi Allah ta’ala. Maka barangsiapa yang meninggalkan sebuah dosa karena selain Allah, semisal seseorang berhenti membuka aurat agar lelaki yang dia cintai  mau menikahinya maka taubatnya tidak sah, dan para ulama sepakat tentangnya.

3. Hadits ini juga mengajarkan kepada kita agar bersegera dalam taubat dan memperbanyak istighfar.

4. Hadits ini menunjukkan bahwa Allah Maha Pengampun dan Allah mengampuni seluruh dosa bahkan dosa syirik sekalipun selama pelakunya bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya dan dilakukan sebelum ajal menjemput. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Az Zummar: 53)

Sekian apa yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi penulis pribadi dan kaum muslimin seluruhnya. Segala bentuk kesalahan dalam tulisan ini berasal dari diri saya pribadi, adapun kebenaran mutlak berasal dari Allah. Alhamdulillah aladzi bi ni’matihi tatimush shalihaat.

Tulisan ini diringkas dan diterjemahkan dari kitab Bahjatun Nadzhirin Syarah Riyadus Shalihin karya Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly Hafidzhahullahu
Editor: M. A. Tuasikal


Hadits Tentang Istighfar 1 Kali Diampuni 70 Tahun Benarkah Istighfar Bisa Menghapus Dosa Istighfar Satu Kali Di Ampuni Apakah Mengucapkan Istighfar Menghilangkan Dosa Istighfar Penghapus Dosj



Keutamaan Istigfar: menghapus dosa, membuka rezeki

Keutamaan Istigfar: menghapus dosa, membuka rezeki

Istighfar Membuka Rezeki

Istighfar secara bahasa adalah memohon ampun, ketika kita melakukan kesalahan kepada Allah SWT maka kita harus segera mohon ampun kepada Allah SWT dengan membaca istighfar. Sebagai manusia tentunya kita tak pernah luput dari dosa, baik disengaja maupun tidak disengaja. Sepatutnya kita selalu mohon ampun kepada Allah SWT karena dosa-dosa kita. Istighfar seharusnya kita lakukan disetiap saat dan sesering mungkin.

Manusia terlahir dibarengi dengan sifat hawa nafsu, sehingga manusia memiliki kecenderungan untuk lalai dan berbuat dosa. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan dan pernah berbuat dosa. Perbuatan dosa itu bukan hanya untuk dosa besar saja, tapi kita malah cenderung lebih sering melakukan dosa kecil di setiap hari-hari kita. Namun, bukan berarti hawa nafsu itu diciptakan bukan hanya untuk kita menghindarinya, kita juga harus menahan hawa nafsu itu agar kita terhindar dari perbuata sia-sia.

Karena kita tidak bisa menafikkan kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan maka sertailah semua itu dengan kita memohon ampun kepada Allah SWT sesering mungkin. Agar tidak terjadi dosa-dosa yang terus menumpuk, semakin hari semakin besar sehingga bisa mengakibatkan hati kita tertutup dan keras.

Jangan Mengulangi Dosa Kita

Sertailah kehidupan kita dengan selalu beristigfar kepada Allah SWT. Ketika kita beristighfar kita harus memaknainya sebagai jalan pertaubatan dan selalu berusaha tidak mengulangi kesalahan dan selalu memperbaiki diri kepada yang lebih baik.

Rasulullah SAW, walaupun beliau adalah seorang yang ma’shum atau terjaga dari perbuatan dosa, beliau tetap tidak pernah lupa membaca istighfar dalam kesehariannya. ''Sesungguhnya terdapat kesalahan atas kalbuku, sehingga aku membaca istighfar sebanyak seratus kali dalam sehari.'' (HR Muslim).

Sungguh malu kita umat Rasulullah SAW yang penuh dosa tidak beristighfar seperti Nabi kita. Nabi SAW yang sudah dijaga dari segala dosa masih mau beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT. Sedangkan kita?

Meski kita sering beristighfar belum tentu istighfar itu mengandung makna yang berarti jika kita masih melakukan perbuatan dosa yang lalu, dan tidak ada efek bertaubat setelah kita beristighfar. Disinilah pentingnya kita beristighfar dengan diiringi dengan bertaubat.

Ketika kita selalu berusaha untuk memperbaiki kualitas hidup kita melalui istighfar, kualitas dunia kita juga akan ikut terangkat dengan ijin Allah SWT.

Memberikan Rezeki Kepada Kita

Dengan istighfar sesungguhnya kita sedang memantaskan diri untuk menerima rezeki dari Allah SWT, bahkan rezeki yang tak disangka-sangka akan mendatangi kita, seperti Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:

“Barang siapa memperbanyak istighfar, maka Allah S.W.T  akan menghapuskan segala kedukaannya, menyelesaikan segala masalahnya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.” (HR. Ahmad)

Ketika kita bertaubat sesungguhnya kita sedang membersihkan hati kita dari kotoran hati. Ketika kita beristighfar hati kita akan membersih sehingga kita akan mudah melakukan kebaikan, dan salah satu kebaikan adalah mencari rezeki. Rezeki akan lebih mudah mengalir apabila kita ada dalam kondisi bersih, sehingga hati yang bersih akan mendorong kita untuk meraih rezeki yang baik dan halal. Sedangkan rezeki yang halal itu turun dari keberkahan Allah SWT.

''Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.'' (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Saat kita beristighfar Allah SWT akan memberikan kepada kita rasa aman, tenang, dan nyaman dalam hati kita. Karena Allah SWT telah berjanji dalam Firmannya,

"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat". (Huud:3)

Imam al-Qurthubi menyatakan dalam tafsirnya tentang buah dari istighfar, “Inilah buah istighfar dan taubat, yakni Allah SWT akan memberikan kenikmatan kepada kalian dengan berbagai menfaat berupa kelapangan rezeki dan kemakmuaran hidup serta Dia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukan-Nya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian.”

Oleh karena itu ketika kita tersendat-sendat dalam rezeki kita, kita sangat dianjurkan untuk beristighfar dan bertaubat kepada Allah SWT, seperti pesan Nabi SAW dalam sabdanya: “Barang siapa merasa diperlambat atau tersendat-sendat rezekinya, hendaknya ia beristighfar kepada Allah.” (HR. Baihai dan Ar-Rabi’i)

Istighfar Menghapus Dosa

Perumpamaan dosa adalah kayu, maka istighfar adalah apinya. Istighfar menghapus dosa seperti perumpamaan kaya yang dibakar. Bagaimana istighfar mampu membakar dosa kita, yaitu jika kita beristighfar dan di barengi dengan taubat.

 Allah berfirman: "Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(An-Nisa :110)

Selayaknya kita harus mengiringi istighfar kita dengan taubat kepada Allah SWT. Hakikat taubat adalah kembali tunduk kepada Allah SWT dari perbuatan maksiat dan berbuat dosa. Oleh Imam Ghazali taubat dibagi menjadi tiga macam, pertama, taubat, yauitu kembali dari kemaksiatan pada ketaatan. Kedua, firar, yaitu lari dari kemaksiatan pada ketaatan. Ketiga, inabat, yaitu bertaubat berulang kali sekalipun tidak berdosa.

Tapi realita yang terjadi, banyak orang yang masih menganut filosofi Indonesia, taubat sambel. Ketika kita sudah beristighfar dan bertaubat, tapi beberapa hari lagi kembali bermaksiat, itu namanya taubat sambel. Harus kita hindari sejauh mungkin. Walau Allah SWT maha pengampun, tetapi janganlah kita mempermainkan ampunannya.

Dalam hadis, Nabi SAW bersabda: “Malaikat kanan adalah pemimpin malaikat kiri. Ketika seorang hamba berbuat kebaikan, maka ia menulisnya dengan sepuluh yang semisalnya. Dan ketika ia berbuat kejelekan, lalu malaikat kiri hendak menuliskan dosa untuknya, maka berkatalah malaikat kanan kepadanya, ‘Tahanlah!’. Maka ia pun menahannya sampai enam saat. Jika ia beristighfar kepada Allah darinya, maka tidaklah ditulis sesuatu pun untuknya. Dan jika ia tidak beristighfar pada Allah, maka ditulislah baginya satu kesalahan.” (HR. Thabrani)

Begitu sayangnya Allah SWT kepada hambanya, maka seharusnya kita sering beristighfar mangakui segala dosa kita sbagai hamba Allah SWT.



Kamis, 04 Januari 2018

Bacaan Sayyidul Istighfar dan Segudang Manfaatnya

Bacaan Sayyidul Istighfar dan Segudang Manfaatnya

 Istighfar adalah bacaan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Umat Islam dianjurkan untuk sering mengucapkan bacaan ini. Sebagai tanda pengakuan atas kelemahan yang dimiliki manusia sekaligus selalu berharap atas ampunan Allah SWT.

Bacaan istighfar yang singkat adalah astaghfirullah. Tapi selain itu ada yang dinamakan Sayyidul istigfar. Inilah the king of istighfar atau secara sederhana dapat diartikan sebagai istighfar yang paling utama. Apakah Anda tahu bacaan sayyidul istighfar ini?

Berikut ini bacaan sayyidul istighfar yang baik untuk sering kamu baca.

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta”

Artinya: ”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau” (HR. Bukhari no. 6306)
Membaca sayyidul istighfar memiliki banyak manfaat. Berikut beberapa di antaranya.
Masuk Surga

Rumah di Surga
abumuhammadblog.wordpress.com

Dalam hadits yang merupakan lanjutan dari hadits di atas, Rasulullah bersabda

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا ، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِىَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهْوَ مُوقِنٌ بِهَا ، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهْوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Artinya: “Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.”

Ya, surga dijanjikan bagi orang yang membaca sayyidul istighfar ini baik di siang hari maupun malam hari.

Diampuni Dosa

Membaca Dzikir atau Mengingat Allah

Istighfar adalah bacaan yang berharap agar kita diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT atas kesalahan dan khilaf yang terjadi. Bacaan ini menandakan betapa kecilnya kita di hadapan Allah. Kita, manusia, adalah tempatnya khilaf dan salah. Dengan membaca istighfar, kita berharap dosa-dosa kita itu diampuni.

Bentuk Syukur atas Nikmat Allah

Dalam bacaan sayyidul istighfar tersebut juga terdapat pengakuan atas nikmat yang diberikan Allah SWT pada kita. Membaca istighfar ini juga merupakan bentuk wujud syukur manusia pada Allah ta’ala.

Dicintai Allah

Tangan menengadah bersyukur

Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222).

Ya, Allah senang terhadap orang yang yang beristighfar dan memohon ampun pada Allah. Sebab dalam istighfar itu terkandung makna bahwa manusia ingin menjadi lebih baik. Dengan mengakui kesalahan yang telah terjadi dan berniat untuk tidak lagi mengulanginya.
Mencegah Azab

Berdoa Sebelum Makan

Firman Allah seperti termaktub dalam QS. Al-Anfal ayat 33: ”Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”

Keutamaan orang yang memohon ampun pada Allah SWT adalah dapat terhindar dari azab. Sebab Allah tidak akan mengazab umatnya yang bertaubat dan memohon ampun.
Memperlancar Rizki

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

Dosa-dosa yang kita lakukan bisa menjadi penghambat kelancaran rizki kita. Oleh karenanya, dengan membaca istighfar dan memohon ampun pada Allah, semoga dosa-dosa yang kita lakukan itu dapat dihapuskan.

Membersihkan Hati

Istighfar dapat membersihkan hati kita. Banyak hal yang dapat menyebabkan hati kita menjadi kotor. Dengan beristighfar diharapkan hati kita bisa menjadi bersih.

Seperti dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
Ketenangan Batin

Istighfar adalah bentuk pengakuan atas segala dosa dan kesalahan yang kita perbuat. Hanya dengan memohon ampunan-Nya, batin kita bisa menjadi tenang.

Nah, itulah beberapa keutamaan dari beristighfar. Membaca sayyidul istighfar ini perlu kita biasakan setiap hari, supaya kita bisa menjadi orang yang beruntung karena diampuninya dosa kita oleh Allah SWT.




Rabu, 03 Januari 2018

Ayat dan Hadits yang Menggembirakan Orang Sakit

Ayat dan Hadits yang Menggembirakan Orang Sakit

“Dan berikanlah post gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

Sahabat Ummi, sedang sakit atau memiliki keluarga, sahabat, karib kerabat yang sedang sakit? Hiburlah dengan ayat dan hadits yang menjelaskan tentang luar biasanya diuji dengan sakit, seperti berikut ini:

1. Cobaan besar = Pahala besar
“sesungguhnya pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang ridho (menerimanya) maka Allah akan meridhoinya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” HR. At-Tirmidzi no. 2396, dihasankan oleh Al-Imam Al-Albani  dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi

"Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum pasti Dia menguji mereka. Maka siapa yang ridha (terhadapnya) maka baginya keridhaan Allah, dan siapa yang marah (terhadapnya) maka baginya kemurkaan Allah." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

2. Sakit = Dihapuskannya dosa-dosa
"Tidaklah seorang mukmin dan mukminan tertimpa musibah pada dirinya, anaknya dan hartanya sehingga ia berjumpa Allah Ta'ala tidak membawa satu kesalahanpun." (HR. Al-Tirmidzi. Beliau berkata: hadits hasan shahih)

“Tidaklah seorang muslim yang tertimpa gangguan berupa penyakit atau semacamnya, kecuali Allah akan menggugurkan bersama dengannya dosa-dosanya, sebagaimana pohon yang menggugurkan dedaunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,”(HR Ath-Thabarani).
“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

3. Setiap penyakit pasti ada obatnya
 “Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari).

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” [QS Asy Syu’ara: 80]
Di surat Al An’am (ayat: 17), “Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”

4. Orang yang sehat akan iri dengan orang yang diuji penyakit
"Orang-orang yang sehat saat melihat pahala yang diberikan kepada ahlul bala' (banyak dapat musibah) nanti di hari kiamat berkeinginan kalau saja kulit-kulit mereka dipotong dengan gunting saat di dunia." (HR. al-Tirmidzi dan dihassankan Syaikh Al-Albani)

5. Para Nabi dan orang beriman, berbahagia ketika diberi ujian
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “…dan sesungguhnya salah seorang mereka benar-benar merasa gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang mereka merasa senang karena memperoleh kelapangan.” (HR Ibnu Majah dan Al Hakim, beliau berkata, “Shahih menurut syarat Muslim.” Disepakati oleh Adz Dzahabi)

6. Sakit = Tanda Allah Cinta
“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang hamba, maka Allah menyegerakan siksaan  baginya di dunia” HR. At-Tirmidziy no.2396 dari Anas bin Malik, lihat Ash-Shahiihah no.1220

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka,” (QS. 9:111)

“Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. 12:87)

Semoga postingan mengenai ayat dan hadits yang menggembirakan orang sakit ini bermanfaat. In syaa Allah setiap penyakit akan Allah sembuhkan, selama kita berharap hanya pada-Nya dan senantiasa memohon pada Allah.
  Ditulis Oleh Administrator  Dibaca 187778 Kali]