Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Kamis, 03 Desember 2020

Amalan Amalan Sepele yang Besar Pahalanya

 Amalan Amalan Sepele yang Besar Pahalanya

 

 Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam atas Rasulullah.

Sesungguhnya diantara besarnya keutamaan Allah, Dia melipat gandakan pahala, menerima taubat hambaNya, mencintai ahli taubat, mencintai do’a orang-orang yang bermunajat padaNya, dan memaafkan orang-orang yang berbuat dosa jika jujur taubatnya dan tidak berterus-terusan dalam dosa sedang mereka mengetahui.

Diantara bentuk kemuliaanNya, Dia ta’ala memberikan pahala yang begitu besar atas amalan sepele yang kita kerjakan. Hal ini tidak lain merupakan bentuk kecintaaNya kepada orang-orang yang beriman dan pemuliaan atas mereka. Amalan-amalan tersebut akan menambah keimanan orang-orang yang beriman dan membuat mereka senantiasa berlomba dalam kebaikan dan semakin haus akan hal-hal yang dicintaiNya, serta atas apa-apa yang dibalas dengannya kebaikan dan dihapuskan kejelekan.

Sungguh beruntung orang-orang yang menjaga amalan yang Allah janjikan pahala yang besar tersebut dan sebaliknya rugi besar bagi yang menyia-nyiakannya. Oleh karena itu, manusia yang paling bersemangat mengerjakan amalan-amalan tersebut adalah para Sahabat radhiyallahu anhum. Mereka jugalah yang paling bersemangat bertanya tentang amalan-amalan tersebut. Mereka sangat bersedih jika terlambat menerima kabar atau ilmu tentang amalan tersebut. Contohnya sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwasanya Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma dahulu biasanya setelah selesai ikut mensholati  jenazah langsung pergi. Tatkala sampai kepadanya sabda Rasulullah, “Barangsiapa mengikuti jenazah sampai dikuburkan maka baginya dua qirath. Maka Ibnu Umar pun berkata, Sungguh kita telah menyia-yiakan qirath-qirath yang banyak.” Berkata Al Hafidz Ibnu hajar mengomentari perkataan Ibnu Umar, “Hal ini menunjukkan keutamaan Ibnu Umar atas semangatnya menuntut ilmu dan sedih atas terlewatnya amalan shalih dari dirinya.”[Fathul Baari 3/233]. Jika demikian halnya Ibnu Umar yang mana beliau begitu semangat dan benar-benar berusaha mengikuti sunnah, lalu bagaimana dengan diri kita yang begitu banyak kekurangan?

Bagimu wahai orang-orang yang haus akan kebaikan kami akan sebutkan beberapa dalil diantara begitu banyaknya dalil tentang amalan-amalan yang memiliki ganjaran yang begitu besar, tentunya bagi yang mengerjakannya dengan ikhlas. Diantara amalan-amalan sepele yang begitu besar pahalanya yaitu:

          Mengikuti adzan muadzin

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Jika kalian mendengan muadzin maka ucapkan seperti yang dia ucapkan lalu bersholawatlah atasku, sesunggunnya barangsiapa bersholawat atasku sekali maka Allah bersholawat atasnya sepuluh kali. Lalu mohonlah Allah bagiku wasilah karena sesungguhnya dia adalah kedudukan  di Surga yang tidak diberikan kecuali bagi seorang hamba dari hambaNya dan saya berharap sayalah hamba tersebut. Barangsiapa memintakan untukku wasilah maka dia berhak atas syafaatku.” [HR Muslim]

Dan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan saat mendengar panggilan (adzan): Allahuma robbi haadzihid dakwatit taammati washolaatul qaaimah aati muhammadanil wasiilata walfadhiilata wab’atshu maqaamam mahmuudal ladzii wa’attahu, maka ia berhak mendapat syafaatku di hari kiamat.” [HR Bukhari]

          Membaca ayat Kursi seusai tiap sholat dan menjelang tidur

Adapun dalil membacanya seusai tiap sholat adalah sabda Rasulullah, “Barangsiapa membaca ayat kursi setiap seusai sholat maka tidak ada penghalang atara dia dan surga kecuali kematian.” [HR Nasa’I dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu].

Adapun tentang pembacaannya sebelum tidur berdasar sabda Rasulullah, “… maka senantiasa baginya perlindungan dari Allah, tidak akan mendekatinya syaithon sampai subuh.” [HR Bukhari]

          Membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah tiap malam.

Dari Abu Mas’ud al-Anshory radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah maka keduanya telah mencukupinya.” (HR Bukhari dan Muslim).  Sabda Rasulullah “Kafataahu (keduanya mencukupi)” sebagian ahli ilmu mengatakan maksudnya adalah “Mencukupinya mendapatkan pahala qiyamul lain dengan al Qur’an (penuh)”. Sebagian mengatakan “Menjaganya dari kejelekan dan hal-hal yang tidak disukai”. Dikatakan juga bahwa maksudnya adalah “mencukupinya dalam masalah keimanan karena di dalamnya terkandung keimanan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, dan para Rasul, serta terkandung juga do’a dan munajat kepadaNya, dan kandungan yang lainnya.” Berkata al Hafidz Ibnu Hajar, “Memungkinkan juga menggunakan seluruh makna yang disebutkan tadi.”-Selesai ucapan beliau-.

          Sholawat atas Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bershalawat atasku sekali maka Allah bershalawat atasnya sepuluh kali.” [HR Muslim dari sahabat Abu Hurairah]. Dalam riwayat Imam Ahmad dan Nasa’I ada tambahan dari Anas bin Malik secara marfu’, “Dan dihapus baginya sepuluh kejelekan dan dinaikkan baginya sepuluh derajat.” Dan dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa bershalawat atasku sepuluh kali di waktu pagi dan sepuluh kali di waktu sore maka ia mendapakan syafaatku di hari kiamat kelak.” [HR Thabrani]

Betapa banyak kaum muslimin yang menyepelekan hal ini. Mereka tidak memberi perhatian untuk bersholawat atas Nabi saat nama beliau disebut. Padahal shalawat atas Nabi ini selain memiliki ganjaran yang sangat besar, orang yang menyepelekannya pun disifati dengan sifat yang tidak terpuji. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassallam, “Seorang yang bakhil adalah seseorang yang jika namaku disebut dia tidak bershalawat atasku.” [HR Ahmad, Tirmidzi dan Nasa’i]

          Puasa hari Arafah dan Asyura

Puasa hari Arafah menghapus dosa setahun yang telah lampau dan yang akan datang. Rasulullah bersabda, “Puasa hari Arafah maka saya berharap itu menghapus dosa setahun yang lampau dan setahun yang akan datang.” [HR Muslim]. Adapun puasa hari Asyura maka dia menghapus dosa setahun yang telah berlalu. Rasulullah bersabda, “Puasa hari Asyura’ saya berharap dia menghapus dosa setahun sebelumnya.”[HR Muslim]

          Memohonkan ampunan untuk kaum mukminin

Dari Ubadah bin Shamith radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa memohonkan ampun bagi kaum mukminin laki-laki dan perempuan maka Allah menulis baginya untuk setiap seorang mukmin laki-laki dan perempuan satu kebaikan.” [HR Thabrani dihasankan syaikh Albani]

          Ucapan “Subhaanallahu Wabihamdi 100X”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mengucapkan “Subhanallahu wabihamdi” 100 x dalam sehari maka dihapuskan darinya kesalahan-kesalahan meskipun sebanyak buih lautan.” [HR Bukhari dan Muslim]

          Takziah untuk ahli mayit atau orang yang kena musibah

Dari Amr bin Hazm radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Tidaklah seorang muslim mentakziai saudaranya karena suatu musibah kecuali Allah akan memakaikannya pakaian kehormatan di hari kiamat.” [HR Ibnu Majah dishahihkan Albani]

          Menyalami sesama muslim

Dari sahabat Hudzaifah radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin jika bertemu mukmin yang lalu mengucapkan salam dan menyalaminya maka berguguranlah dosa keduanya sebagaimana bergugurrannya daun dari pohon.” [Diriwayatkan Thabrani dalam Ausath dan dia memiliki penguat. Disahihkan oleh syaikh Albani]

          Menjenguk orang sakit

Dari Tsauban radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang sakit maka dia senantiasa berada di khurfatil jannah sampai ia kembali.” Rasulullah ditanya, “Apa itu khurfatil jannah?” Maka beliau menjawab,”Kebunnya yang buahnya siap dipetik.” [HR Muslim]

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain di waktu pagi kecuali 70 ribu malaikat bersholawat atasnya sampai sore, dan jika menjenguk di waktu sore maka 70 ribu malaikat bersholawat padanya sampai waktu pagi dan baginya khurfatil jannah”[HR Tirmidzi]

          Berjalan memenuhi keperluan saudara muslim

Janganlah ragu-ragu memenuhi kebutuhan saudara sesama muslim sedangkan kita mampu untuk itu. Sesungguhnya didalamnya ada pahala yang sangat agung, sebagaimana ditekankan dalam sabda Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, “Bawasanya saya berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu keperluan lebih saya cintai daripada beriktikaf di masjid ini (masjid Nabawi) selama sebulan.”[HR Thabrani dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma].

Perlu diketahui bahwa dalam lafadz hadist ini, termasuk didalamnya pahala sholat dari orang yang beriktikaf tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa sholat di masjid Nabawi lebih utama seribu kali dari masjid selainnya kecuali masjidil Haram.

          Mandi Jum’at, Berangkat Awal, Berjalan saat ke Masjid dan Diam saat Khutbah

Dari Aus bin Aus radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa mandi di hari Jum’at dan bersungguh-sungguh padanya, lalu berpagi-pagi dan bersungguh-sungguh padanya, dan jalan kali bukan berkendaraan, lalu mendekat imam dan mendengarkan serta diam dan tidak bicara sia-sia, baginya setiap langkah antara rumah dan masjid diberi pahala amalan setahun, pahala puasa dan sholatnya.”[HR Ahmad, Ashhabu Sunnah, Ibnu Hibbah, Hakim dan dishahihkan Albani]

          Membaca surat Al Kahfi di hari Jum’at

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi di hari Jum’at maka dipancarkan baginya cahaya diantara dua Jum’at.” [HR Hakim dan Baihaqy]

 

Dan dalam riwayat yang lainnya dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca surat Al Kahfi dihari Jum’at maka dipancarkan baginya cahaya antara dirinya dan baitul Atiq.” [Kedua hadist diatas dishahihkan syaikh Albani]

          Duduk setelah sholat Subuh sampai terbit matahari lalu sholat dua rekaat

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, “Barangsiapa sholat Subuh secara berjama’ah lalu duduk dan berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari lalu sholat dua rekaat maka baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna dan sempurna.” [HR Tirmidzi dishahihkan Ibnu Baz dan Albani]

          Sholat atas Jenazah

Untuk hal ini sudah banyak yang bersemangat untuk melaksanakannya. Tetapi alangkah baiknya jika mengantar sampai dikuburkan. Betapa sepelenya amalan ini tetapi begitu besar pahalannya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa menyaksikan jenazah sampai ia disholata maka baginya satu qirath. Barangsiapa mengikutinya sampai dikuburkan maka baginya dua qirath.” Rasulullah ditanya, “Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” [HR Bukhari]

          Menangguhkan pinjaman bagi seorang yang kesulitan atau meringankannya

Dari Abu Yassar radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, “Barangsiapa menangguhkan (pinjaman) bagi seorang yang kesulitan (untuk melunasi) atau membebaskan (hutangnya) maka Allah akan menaunginya di hari kiamat dibawah naungan Arsy-Nya, di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.” [HR Muslim dan Tirmidzi dengan lafadh yang mirip]

Dari Buraidah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda, “Barangsiapa memberi tangguh atas seorang yang kesulitan (melunasi hutangnya) maka baginya setiap hari ada pahala sedekah semisalnya sampai jatuh tempo. Jika telah jatuh tempo dan memberi tangguh lagi maka baginya tiap hari ada pahala sedekah dua kali semisalnya.” [HR Ahmad, Baihaqy dan Hakim, dishahihkan syaikh Albani]

Didalam urusan ini ada pahala yang besar lainnya karena besarnya maslahat karenanya. Di dalamnya ada pembebasan seorang muslim dari kesulitan yang dialaminya. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan di dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan di hari kiamat.” [HR Muslim]

Berkata sebagian ulama “Tanfisi AlKurbah: maksudnya meringankannya. Dan Tafrijiha: maksudnya menghilangkan keseluruhannya.”

Diantara maslahat lainya yaitu membuatnya bahagia. Rasulullah bersabda, “Seutama-utama amal adalah mendatangkan bagi seorang muslim kebahagiaan.” [HR Baihaqy dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu]

Ya Allah buatlah kami mencintai keimanan dan hiasilah keimanan itu dalam hati kami. Dan buatlah kami benci dengan kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan dan jadikanlah kami orang-orang yang mendapat petunjuk.

Ya Allah tambahkanlah bagi kami ilmu dan kecintaan bagimu.

Diterjemahkan dari ringkasan  juz tujuh dari kitab “Khutbah Mimbariyah” oleh fadhilatusy syaikh Dr. AbdulAziz bin Muhammad bin Abdillah as Sadhan hafidzahullah.

Abu Zakariya Sutrisno

Syaikh Dr. Abdulaziz bin Muhammad As Sadhan

Artikel: www.ukhuwahislamiah.com

 

Rabu, 02 Desember 2020

Cukup Diucapkan Amalan Ringan Ini Pahalanya Berlimpah

 Cukup Diucapkan  Amalan Ringan Ini Pahalanya Berlimpah

 

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan ini, serta kesibukan yang mewarnainya, jangan lupa isi waktu yang berharga ini dengan kebaikan, salah satunya dengan amalan atau zikir lisan. Foto ilustrasi/ist

Muslimah, banyak amalan ringan yang mudah kita lakukan dalam aktivitas sehari-hari, ternyata memiliki pahala luar biasa dan berlimpah. Kabar gembira tersebut, akan banyak dijumpai dalam kitab-kitab bertemakan fadhail ‘amal.

Sebagai contoh, Atsar min Alfi Thariq ilaa al-Jannah karya Amin Al-Anshari, Alfu Hasanatin wa Hasanatin fil Yaumi wal Lailati karya Majdi Fathi Ali Kahil, Fadhilah Amal karya Ubaid Al-Sindy dan sebagainya. Di dalamnya akan ditemukan banyak amalan-amalan “kecil” namun besar kebaikan yang didapat tatkala mengamalkannya. Di antara amalan tersebut adalah amalan lisan atau zikir lisan.

Secara bahasa, zikir diartikan mengingat,sedangkan secara istilah ada yang mengatakan zikir adalah segala sesuatu, baik pikiran, hati, ucapan dan perbuatan yang semata terpaut (mengingat) kepada Allah Ta’ala. Sehingga kemudian ada yang menyebut dengan istilah, zikir hati, zikir lisan dan zikir perbuatan.

Tentang zikir lisan, didalamnya banyak mengandung keutamaan. Antara lain dalam hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata,.“Suatu hari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam melewati sebuah gunung yang disebut dengan gunung Jamadan, kemudian beliau berkata, “Akan melihat gunung ini ‘sabaqal mufradun’.”Kemudian mereka bertanya, “Apa yang dimaksud dengan al-Mufradun, wahai Rasulullah?” Ia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang banyak zikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Dia Allah berfirman: “Aku bersama prasangka hambaKu, dan Aku Bersamanya ketika ia mengingatKu, jika ia mengingat/menyebutku dalam kesendirian, maka Aku Mengingatnya dalam DzatKu, jika ia mengingatKu, ditempat yang ramai, maka Aku mengingatnya ditempat yang lebih ramai (para malaikat-malaikat suci).” (Shahih Bukhari)

Disarikan dari berbagai sumber, inilah beberapa amalan lisan yang ringan dilakukan, tetapi memiliki pahal berlimpah, antara lain :

1. Laa ilaaha illallah, Alhamdulillah

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seutama-utama zikir adalah Laa ilaaha illallah dan sebaik-baik doa adalah alhamdulllah.” (Shahihul Jami’)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, “Aku bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling bahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat?” Kemudian Rasulullah menjawab, “Aku sudah menduga bahwa tidak ada seorang pun yang paling awal bertanya tentang hal ini kecuali engkau, wahai Abu Hurairah. Sebab aku tahu engkau adalah orang yang paling haus tentang hadits. Orang yang paling bahagia dengan syafaatku di hari Kiamat adalah dia yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan sepenuh keikhlasan dari dalam hatinya atau dalam jiwanya.” (HR. Bukhari)

2. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir

Dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa mengucapkan tidak ada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu sepuluh kali, maka dia seperti membebaskan empat budak dari keturunan Ismail.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, lahu al-mulku wa lahu al-hamdu wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang bertasbih kepada Allah (setiap) setelah salat 33 kali, memuji Allah 33 kali, mengagungkan Allah 33 kali. Maka jumlah tersebut ada 99, dan beliau berkata, sempurnakan menjadi 100 kali (dengan membaca) tidak ada ilah yang haq selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu, dihapuskan kesalahan-kesalahannya meski sebanyak buih di lautan (ghufirat khatayahu wa in kaanat mitslu zabadil bahri).” (HR. Muslim)

4. Subhanallah wabihamdihi, Subhanallahil ‘azhim

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

 

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

 

“Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan dan dicintai Ar-Rahman: maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, maha suci Allah yang maha agung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu wallahu akbar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh aku mengucapkan subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallahu wallahu akbar lebih aku sukai dari segala yang matahari terbit di atasnya (ahabbu ilayya mimmaa thala’at ‘alaihi asy-syams).” (HR. Muslim)

6. Laa haula wala quwwata illa billah

Abu Musa radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya sebagai berikut, “Ucapkanlah, Laa haula wala quwwata illa billah atau tiada daya dan kekuatan kecuali karena Allah. Karena ia adalah sebagian dari harta karun Syurga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Muslimah, sangat merugi jika lisan yang Allah Ta’ala sudah anugerahkan kepada hamba-Nya kemudian hanya menjadi hiasan, bahkan banyak mengeluarkan kesia-siaan tanpa keluar darinya kebaikan-kebaikan. Untuk itu, di tengah hiruk-pikuk kehidupan ini, serta kesibukan yang mewarnainya, jangan lupa isi waktu yang berharga ini dengan kebaikan, salah satunya dengan amalan atau zikir lisan tadi.

 

Wallahu A'lam

Widaningsih

https://kalam.sindonews.com

 

 

17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar 2

 17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar  2

 

Nabi shallallahu alahi wa sallam memerintahkan umatnya agar menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal saleh. Foto/Ist

Untuk meraih keutamaan Ramadhan, ada baiknya kita mengerjakan amalan saleh meskipun sedikit namun berkesinambungan (istiqamah). Berikut lanjutan 17 amalan yang mudah dan ringan, namun memiliki pahala besar di sisi Allah berdasarkan Hadis Nabi. [Baca Juga: 40 Hadis Amalan Ringan Berpahala Besar (1)]

10). Salat Sunnah 2 Rakaat Sebelum Subuh.

Dari Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya." (Shahih, HR. Muslim)

11). Membaca Shalawat Atas Nabi.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca Shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali." (Shahih, HR. Muslim)

Dalam riwayat lain: "Barangsiapa yang membaca shalawat untukku sekali, maka Allah akan memberikan shalawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan sepuluh kesalahan, dan diangkat sepuluh derajat." (Shahiih, HR. An-Nasaa'i)

12). Menjawab Adzan dan Membaca Doa Setelah Adzan.

Dari Jabir bin 'Abdillah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do'a: 'Allahumma Rabba hadzihid da'watittammah washshalatil qaa'imah, ati muhammadanil wasilata wal fadhilah wab'ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa'adtahu (Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya). maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat." (Shahih, HR. Al-Bukhari)

13). Membaca Dzikir Setiap Pagi dan Sore.

Di antara dzikir yang disyariatkan adalah membaca: "Subhanallah wa bihamdihi". Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa di waktu pagi dan sore membaca: 'Subahanallah wa bihamdihi' seratus kali maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari Kiamat dengan membawa pahala yang lebih baik dari pahala yang dia bawa, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih banyak." (HR. Muslim)

14) Mengajak Orang Lain untuk Melakukan Kebaikan.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak orang lain untuk melakukan kesesatan dan maksiat maka dia mendapat dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun." (Shahih, HR. Muslim)

15). Membaca Istighfar.

Dari 'Abdullah bin 'Abbas, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang rajin beristighfar maka Allah akan berikan jalan keluar setiap ada kesulitan, Allah berikan penyelesaian setiap mengalami masalah, dan Allah berikan rezeki yang tidak disangka-sangka." (Hasan Lighairihi, HR. Abu Dawud)

16). Puasa 3 Hari Setiap Bulan (Ayyamul Bidh).

Rasulullah SAW bersabda: "Puasa tiga hari setiap bulan, nilainya sama dengan puasa selama sepanjang tahun." (HR. Al-Bukhari, dan Muslim)

17). Membaca Ayat Kursi Ba'da Salat.

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa membaca ayat Kursi setiap selesai salat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian." (HR. An-Nasai)

.Demikian 17 amalan ringan yang memiliki pahala besar. Selain amalan di atas masih banyak lagi amalan lainnya yang bernilai pahala besar. Semoga Allah memudahkan kita untuk bisa mengamalkannya.

Rusman H Siregar

https://kalam.sindonews.com

 

17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar 1

17 Amalan Ringan yang Memiliki Pahala Besar  1

 

KHAZANAH ISLAM - Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam memerintahkan umatnya agar menghidupkan bulan Ramadhan dengan amal saleh. Nabi berpesan bahwa celaka orang yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.

Untuk meraih keutamaan Ramadhan, ada baiknya kita mengerjakan amalan saleh meskipun sedikit dan ringan namun berkesinambungan (istiqamah). Berikut 17 amalan yang mudah dan ringan, namun memiliki pahala besar di sisi Allah berdasarkan hadis Nabi.

1). Membaca "Subhaanallahi wa Bihamdihi Subhaanallaahil 'Adzim".

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan, dan berat ditimbangan: (yaitu bacaan) "subhaanallahi wa bihamdihi subhaanallaahil 'adzim" artinya Mahasuci Allah dan dengan memujiNya, Mahasuci Allah Yang Mahaagung. (Sahih, HR Al-Bukhari)

2). Wudhu dengan Sempurna dan Membaca Doa.

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

 

"Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’ (Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.) kecuali Allah akan bukakan untuknya delapan pintu langit yang bisa dia masuki dari pintu-pintu mana saja." (HR Muslim)

3). Menghadiri Salat Jumat di Awal Waktu dengan Memperhatikan Adabnya.

Dari Aus bin Aus Ats-Tsaqafi, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membasuh (kepalanya) dan mencuci (seluruh tubuhnya) di hari Jumat (mandi besar), lalu berangkat ke masjid pagi-pagi, dan dia mendapatkan khutbah dari awal, dia berjalan dan tidak naik kendaraan, dia (duduk) mendekat ke khatib, konsentrasi mendengarkan khutbah dan tidak berbicara maka setiap langkahnya (dinilai) sebagaimana pahala puasa dan salat malam selama setahun." (Shahiih, HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban)

4). Salat Dhuha 2 Rakaat.

Dari Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap ruas tulang kalian wajib disedekahi, setiap tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah, amar ma’ruf nahi munkar bernilai sedekah, dan semua kewajiban sedekah itu bisa ditutupi dengan dua rakaat salat dhuha." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

5). Berzikir dan Menunggu Syuruq di Masjid Setelah Salat Shubuh.

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang salat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian salat 2 rakaat (shalat sunnah Syuruq) maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna."

(Hasan, HR. At-Tirmidzi)

6). Membaca Al-Qur'an.

Dari Abdullah bin Mas'ud, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali lipat…." (Shahih, HR. At-Tirmidzi, At-Thabrani)

7). Membaca Zikir Ketika Masuk Pasar atau Tempat Keramaian.

Dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: 'Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khairu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir' (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah seluruh kerajaan. Dan milik-Nyalah seluruh pujian, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahahidup dan tidak mati, di TanganNyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu) maka Allah catat untuknya sejuta kebaikan, Allah hapuskan sejuta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat." (Hasan, HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim)

8). Salat Berjamaah di Masjid.

Dari Abu Umamah, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang keluar dalam keadaan suci, menuju masjid untuk melaksanakan salat berjama'ah maka pahalanya seperti pahala orang yang sedang haji dalam keadaan ihram." (Hasan: HR. Abu Dawud)

9). Berzikir Saat Terbangun dari Tidur.

Dari Ubadah bin Shaamit, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang terbangun ketika tidur malam kemudian dia membaca: "Laa

ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir. Alhamdulillah, wa subhanallah, wa laa ilaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billah" (tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata tiada sekutu bagiNya, milikNyalah seluruh kerajaan, milik-Nyalah segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji milik Allah, Mahasuci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah) kemudian dia beristighfar atau berdoa maka akan dikabulkan. Jika dia berwudhu kemudian salat dua rakaat maka salatnya diterima." (HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud).

https://unpak.ac.id

 

Selasa, 01 Desember 2020

Empat Amalan yang Sering Diremehkan, Simak Pengaruhnya Bagi Hidup Kita

 Empat Amalan yang Sering Diremehkan, Simak Pengaruhnya Bagi Hidup Kita


RINGTIMES BANYUWANGI – Setiap muslim hendaknya memperhatikan amalan-amalan wajib maupun sunnah, baik itu amalan kecil maupun besar yang akan membawa manfaat bagi kehidupan kita di dunia maupun di akhirat kelak.

Namun terkadang, amalan-amalan kecil acapkali kita tinggalkan karena dianggap hal sepele. Pada kenyataannya, amalan-amalan yang sering kita diremehkan itu memiliki pengaruh besar dalam kehidupan kita.

Seperti yang di jelaskan oleh Syekh Ali Jaber di Chanel Youtube @Masjid Daarut Tauhid. Ia menjelaskan enam amalan penting yang sering diremehkan.

Berikut enam amalan penting seperti yang dijelaskan Syekh Ali Jaber;

1. Membaca Alquran

Alasan tidak bisa membaca dan tidak mengetahui artinya sehingga banyak orang yang tidak membaca Alquran.

“Seperti yang dijanjikan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Setiap satu huruf 10 kebaikan, bukan setiap amal. Semua hitungannya dengan amal, Salat lima waktu dapat amal, Salat duha dapat pahalanya, Salat qiyamul lail ada pahalanya, sunnah fajar sesudah adzan sebelum Salat itu pahalanya sama dengan dunia dan seisinya”.

2. Doa Adzan

Merupakan panggilan Allah, dalam sehari kita mendengarkan adzan 5 kali, namun seringkali kita menjumpai beberapa orang yang sangat sibuk dengan Hpnya dan pekerjaanya.

Barang siapa kata Rasulullah SAW mengikuti perkataan muadzin, karena ketika mengucap kita harus bergerak menuju masjid untuk datang terhadap panggilan Allah.

Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari, selepas itu kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian kita ucap doa Adzan.

Jadi, jangan sampai ketika mendengar adzan kita sia-siakan doa tersebur, meski hanya sederhana dan pasti semua orang menghafalnya. Karena jika kita mengikuti perkataan muadzin, kita akan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di akhirat nanti.

3. Jangan Tinggalkan Sunnah Qobliyah Subuh

Meski kita malas ketika menjalankan sunnah qobliyah ba’diyah, dan malas saat menjalankan sunnah-sunnah, minimal jangan tinggalkan sunnah Subuh karena pahalanya lebih besar dari pada dunia dan isinya.

Seperti kata Rasulullah dalam hadist yang shahih, meskipun kita telat bangun atau bahkan kesiangan saat akan menjalankan Salat Subuh, boleh mengambil air wudhu dan melaksanakan sunnahnya, kemudian Subuhnya tetapi jangan terlalu sering.

 4. Ayat Kursi

Jangan sampai kita meninggalkan Ayat Kursi seusai sholat wajib maupun sebelum tidur.

Ketika kita membaca Ayat Kursi selepas Salat wajib, kita akan mendapatkan pahala yakni mampu membawa kita ke Surga tanpa halangan apapun kecuali menunggu mati. ***

Sophia Tri Rahayu

https://ringtimesbanyuwangi.pikiran-rakyat.com

 

Shalawat Para Malaikat Bagi Orang Yang Duduk Di Masjid Setelah Melaksanakan Shalat

 Shalawat Para Malaikat Bagi Orang Yang Duduk Di Masjid Setelah Melaksanakan Shalat

 

Di antara orang-orang yang berbahagia dengan shalawat para Malaikat kepada mereka adalah orang-orang yang tetap duduk di masjid setelah melaksanakan shalat.

Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut adalah:

1. Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

اَلْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِيْ مُصَلاَّهُ الَّذِي صَلَّى فِيْهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

 

‘Para Malaikat akan selalu bershalawat kepada salah seorang di antara kalian selama ia berada di masjid dimana ia melakukan shalat, hal ini selama ia wudhu’nya belum batal [1], (para Malaikat) berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia, ya Allah, sayangilah ia.’”[2]

2. Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan pula dari Abu ‘Abdirrahman, ia berkata: “Aku mendengar ‘Ali berkata: ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

 إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا جَلَسَ فِيْ مُصَلاَّهُ بَعْدَ الصَّلاَةِ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ، وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. وَإِنْ جَلَسَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

 

‘Sesungguhnya jika seorang hamba duduk di masjid setelah melaksanakan shalat, maka para Malaikat akan bershalawat untuknya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” [3]

3. Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari ‘Atha’ bin as-Sa-ib, ia berkata: “Aku mendatangi ‘Abdurrahman as-Sulami, pada waktu itu beliau telah melakukan shalat Fajar dan sedang duduk di dalam majelis, aku berkata kepadanya: ‘Seandainya engkau pergi ke tempat tidur, tentu hal tersebut akan lebih baik bagimu.’ Beliau berkata: ‘Aku mendengar ‘Ali berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

 مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ ثُمَّ جَلَسَ فِيْ مُصَلاَّهُ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ، وَمَنْ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلاَئِكَةُ وَصَلاَتُهُمْ عَلَيْهِ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ.

 

“Barangsiapa yang melakukan shalat Fajar, lalu ia duduk di masjid, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, dan shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ Dan jika ia duduk untuk menunggu shalat, maka para Malaikat akan bershalawat kepadanya, shalawat mereka kepadanya adalah dengan berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’” [4]

Syaikh Ahmad ‘Abdurrahman al-Banna memberikan bab pada hadits di atas dengan judul: “Bab Keutamaan Duduknya Orang yang Telah Melaksanakan Shalat di Masjid.” [5]

Beliau rahimahullah menta’liq (memberikan komentar) terhadap apa-apa yang berhubungan dengan bab ini, beliau berkata: “Hadits dalam bab ini menunjukkan bahwa orang yang telah melaksanakan shalat dianjurkan untuk duduk di tempat shalatnya untuk menunggu shalat yang berikutnya. Hal itu jika ia tidak sibuk dengan urusan dunia yang sangat diperlukan atau melaksanakan sebagian dzikir, karena para Malaikat mendo’akannya agar mendapatkan ampunan dan rahmat selama ia berada pada tempat shalatnya selama wudhu’nya belum batal, sebagaimana diterangkan di dalam hadits-hadits lainnya.” [6]

Lalu beliau mengisyaratkan sebuah pertanyaan dan dijawab oleh beliau sendiri. Beliau berkata: “Jika ada yang bertanya: ‘Apakah hal ini umum untuk semua shalat atau khusus untuk shalat Shubuh saja seperti yang tampak di dalam hadits?’ Maka menurutku hal ini umum pada setiap shalat dengan dalil semua hadits yang telah kami sebutkan dengan redaksi yang umum untuk semua shalat. Sedangkan menyebutkan waktu Shubuh dan ‘Isya’ hanyalah sebuah penekanan agar diperhatikan, ini adalah sebuah ungkapan umum setelah ungkapan khusus sebagaimana yang terungkap di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

 حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

 

Peliharalah segala shalat(mu), dan (peliharalah) shalat Wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.’ [Al-Baqarah: 238]

 Wallaahu a’lam.” [7]

https://almanhaj.or.id

 

8 Amalan Kecil Ini Datangkan Pahala yang Dahsyat

 8 Amalan Kecil Ini Datangkan Pahala yang Dahsyat

 

KITA mungkin tidak sadar bahwa amalan-amalan kecil yang sebenarnya mudah sekali untuk dilakukan, tetapi kita tidak menganggapnya penting. Padahal amalan-amalan kecil berikut ini ternyata pahalanya dahsyat. Apa saja amalan kecil tersebut?

1.Mendoakan orang lain mendapatkan pahala sebanyak orang yang didoakan.

Melakukan amalan tanpa melakukannya dengan susah payah tapi mendapatkan pahala besar adalah hal yang sangat mustahil. Mendapatkan pahala besar tanpa mengeluarkan biaya, keringat dan tenaga. Salah satu amalan yang dapat dilaksanakan adalah mendoakan orang lain.

“Barang siapa yang mendoakan mu’min laki-laki atau pun perempuan   niscaya Allah akan memberi pahala kebaikan dari setiap mu’min laki-laki dan perempuan  yang didoakannya,” (HR.al-Thabrani dan di anggap hasan oleh Albani).

2. Dahsyatnya Dzikir

Apakah ada kekayan yang lebih tinggi nilainya daripada dunia dan seisinya? Dzikir adalah salah satunya. Amalan ini ringan dan membutuhkan waktu yang singkat tapi dapat mengalahkan nilai kekayan dunia dan seisinya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Aku membaca: Subhaanallah wal hamdulillah walaailaaha illallahu wallahu akbar (maha suci allah, segala  puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhaq diibadahi selain Allah dan Allah maha besar). Bacaan itu lebih aku sukai daripada mendapat kekayaan sebanyak apa yang dibawah sinar matahari.” (HR. Muslim).

3. Doa Masuk Pasar Untuk Mendapatkan 3 Juta Keutamaan

Hendaklah diantara  kalian mengucapkan doa sebelum masuk kedalam pasar. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang masuk kedalam pasar dengan membaca, (Tiada tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dialah yang memilii kerajaan dan pujian, yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati, ditangan-Nya segala kebaikan  dan dia maha kuasa atas segala sesuatu), niscaya Allah akan membrikan kepadanya seribu-seribu (sejuta) kebaikan dan menghapus seribu-seribu (sejuta) keburukan serta diangkat kedudukannya seribu-seribu (sejuta) derajat. Dalam riwayat lain dikatakan: Niscaya Allah akan membangunkan rumah di dalam syurga,”(HR.Tirmidzi dan Albani menganggapnya hasan).

4. Memberi Kelonggaran bagi yang Berhutang akan Mendapatkan Pahala Sedekah Dua Kali Lipat

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang memberi tempo kepada seorang belum mampu membayar hutang maka setiap hari ia memiliki sedekah sampai hutang itu jatuh tempo. Jika jatuh tempo dan orang itu belum mampu membayar hutangnya kemudian ia memberi kelonggaran lagi, maka setiap hari ia bersedekah dua kali lipat dari harta yang dipinjamkannya,” (HR Hakim dan disepakati oleh Al-Bani).

5. Menjenguk Orang Sakit Didoakan oleh 70.000 Malaikat

Wasiat Asy-Syahid Dr. Abdullah Azzam

“Tiada seorang muslim yang menjenguk seorang muslim pada waktu pagi melainkan dia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga sore hari. Dan ia menjenguk pada sore hari maka ia didoakan oleh 70.000 malaikat hingga pagi harinya. Dan akan mendapatkan jaminan buah-buahan yang siap dipetik di dalam surga,” (HR. Tirmidzi dan dia berkata hasan dianggap shahih oleh Al-Bani).

“Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda: ”haq seorang muslim terhadap muslim lainnya ada enam. Dikatakan kepada beliau, apa itu Yaa Rasulullah?? Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: ”engkau hendaknya memberi salam ketika bertemu kepadanya, menghadirinya undangannya, memberi nasihat ketika ia meminta, mendoakannya ketika ia bersin jika ia memuji Allah, dan menjenguknya ketika ia sakit, dan engkau selenggarakan jenazahnya jika ia meninggal dunia,” (HR. Muslim).

6. Membaca Satu Huruf dari Al-Qur’an Mendapat Sepuluh Pahala

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al-qur’an maka ia mendapat satu kebaikan dan setiap kebaikan mempunyai sepuluh kelipatan pahala. Aku tidak mengatakan Aliflaammim itu satu huruf, tapi aliif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf,”(HR. Tirmidzi).

7. Belajar di Masjid atau Membaca Al-Qur’an Pahalanya Lebih Besar daripada Mendapat Unta Dua Ekor

Rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam bersabda:

“Siapakah diantara kalian yang pergi buthaah atau al-‘aqiiq kemudian ia pulang dengan membawa dua ekor unta yang bagus-bagus tanpa berbuat dosa atau memutuskan tali persaudaraan? Kami menjawab, “kami semua menginginkan“. Rasulullah shalallahu ‘alihi wasallam bersabda: ”Mengapa kamu tidak pergi ke masjid kemudian kamu belajar di sana atau membaca dua ayat dari kitab Allah subhaanahu wa ta’ala maka itu lebih baik daripada dua ekor unta dan bila belajar atau membaca tiga atau empat ayat maka lebih baik dari tiga atau empat unta dan selanjutnya setiap hitungan sama dengan hitungan  unta.”(HR. Muslim dan Ahmad).

8. Muadzin atau Tukang Adzan Mendapat Pahala Sebanyak Orang Sholat Bersamanya

“Muadzin (tukan adzan) itu akan diampuni dosa-dosanya sesuai dengan panjangnya suara adzan dan pahala seperti orang-orang yang shalat bersamanya,”(HR.Al-Thabrani Dihahihkan ole al-Bani).

“Sesungguhya hamba Allah pilihan adalah orang yang memperhatikan matahari, bulan, bintang ,dan bayangan,untuk mengingat alloh ‘azza  wajalla, ”(As-shilsilah as-Shohihah: vi/1299). []

https://www.islampos.com