Kantor Sekretariat Rumah Sajada

Alamat : Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman D.I. Yogyakarta

Tampak Depan PAPP Rumah Sajada

Komplek Kantor dan Asrama Putri Wirokraman RT 04 RW 13 Sidokarto Godean Sleman

Pendopo Rumah Sajada

Komplek Asrama Putra Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putri Rumah Sajada

Komplek Asarama Putri Wirokraman Sidokarto Godean Sleman

Asrama Putra

Alamat : Sorolaten Sidokarto Godean Sleman

Selasa, 02 Agustus 2022

6 Ciri ciri Suami yang Dirindukan Surga dan 13 Ciri ciri Istri yang Dirindukan Surga

6 Ciri ciri Suami yang Dirindukan Surga dan 13 Ciri ciri Istri yang Dirindukan Surga

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setiap suami dan istri pastinya ingin masuk ke dalam surga, berikut kami paparkan ciri-ciri suami yang dirindukan surga dan ciri-ciri istri yang dirindukan surga.

Setiap pasangan suami istri mendambakan kehidupan yang enak di dunia dan kekal di akhirat.

Jika perlu, bereuni di surga bersama keluarga besar kita.

Ibnu Taymiyyah berkata, “Sesungguhnya di dunia ini terdapat Surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan memasuki Surga akhirat.”

Allah Subhanahu Wata’ala pernah bernaji dalam Al-Quran Surat Yasin 55-58. “Sesungguhnya penghuni Surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di Surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”

Para suami, sebagai kepala keluarga, bisa memboyong anak dan istrinya menuju Surga.

Tapi ada syaratnya.

Inilah ini ciri-ciri suami yang dirindukan surga dan bisa mengajak istri, anak dan keluarga reuni di Surga.

1. Mus'syaroh bil makruf (mempergauli dengan makruf).

Rasulullah mengatakan, "Sebaik-baik kalian para suami adalah orng yang paling baik pada kelaurganya dan saya adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku" (HR Tarmizi dan Ibnu Hibban).

2. Berwasiat yang baik kepada istri

Berilah pesan yang baik kepada istri, terakhir laksanakan pesan Nabi Muhammad SAW agar para suami bisa bersikap makruf kepada istri.

"Ketahuilah, berwasiatlah tentang kebaikan terhadap para wanita (para istri) karena mereka hanyalah tawanan di sisi (di tangan ) kalian, kalian tidak menguasai dari mereka sedikitpun kecuali hanya itu, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji yang nyata. Bila mereka melakukan hal itu, kurunglah mereka di tempat tidurnya dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. Namun, bila mereka menaati kalian, tidak ada jalan bagi kalian untuk menyakitinya. (HR Tarmizi).

3. Melihat kebaikan, bukan kekurangannya.

Siapapun di dunia ini tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Janganlah suami memarahi istri jika tidak senang perangai istri, lihatlah kebaikannya yang lain.

Banyak suami yang kurang suka istri cerewet, tetapi banyak kelebihan dan cerewetnya istri sholehah justeru melahirkan anak-anak sholehah.

4. Penuhi hak dan kebutuhan sehari-hari istri

Mu'awiyah bin Haidah bertanya: Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang dari kami terhadap suaminya? Rasulullah menjawab : "Engkau beri makan istrimu bila engkau makan dan sengkau beri pakaian bila engkau berpakaian. Jangan engkau pukul wajahnya, jangan engkau jelekkan dan jangan engkau kurung kecuali di dalam rumah". (HR Abu Daud).

5. Selalu berupaya baik pada istri

Sabda Rasulullah : "Paling sempurnanya orang-orang beriman yakni orang yang baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik pada istrinya". (HR Tarmizi)

Dalam kitab Raudhatul Muttaqin, Syeikh Hasan Al Basri mengatakan, hakikat ahsanul khuluq adalah betul-betul mencurahkan kebaikannya pada istri dan tidak pernah menyakiti istri baik melalui ucapan, muka atau dengan gerak-geriknya.

6. Tidak pelit dan memberi belanja terbaik pada istri dan keluarga

Dari Abu Hurairah ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda : "Dinar (harta) yang kamu berlanjakan di jalan Allah dan dinar yang kamu berikan kepada seorang budak wanita dan dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin serta dinar yang nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar ganjaran pahalanya adalah yang kamu nafkahkan kepada keluargamu". (HR Muslim)

"Dinar yang paling utama yang dibelanjakan oleh seseorang adalah dinar yang dinafkahkan untuk keluarganya dan dinar yang dibelanjakan oleh seseorang untuk tunggangannya dalam jihad di jalan Allah azza wajalla dan dinar yang diinfakkan oleh seseorang untuk teman-temannya di jalan Allah SWT. (HR Muslim)

"Seseorang diaggap melakukan dosa jika dia menyia-nyiakan orang yang wajib dinafkahi (anak/istri)". HR Ahmad)

Semoga kita mampu menjadi suami yang dirindukan surga. (sumber:instagram adab.suami.istri)

Ciri-ciri Istri Dirindukan Surga

Wanita sholehah adalah wanita yang diidamkan lelaki dan istri yang dirindukan surga dan ada empat ciri-ciri istri yang dirindukan surga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

Surga, siapa yang tidak ingin masuk Surga, tentu tidak ada, khusus untuk seorang istri, ada empat ciri-ciri istri yang dirindukan Surga.

Saat Rasulullah SAW Isra' Mi'raj, beliau diperkenankan oleh Allah SWT melihat Surga, beliau melihat banyak penghuni Surga adalah wanita.

Ketika beliau diperkenankan melihat Neraka, ternyata lebih banyak penghuni Neraka adalah wanita.

Sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW kenapa itu bisa terjadi?

Rasulullah SAW menjelaskan kepada sahabat, ada dua sebabnya kenapa wanita banyak masuk neraka :

1. Wanita tidak bisa tahan mulutnya untuk menyebut kejelekan orang.

2. Dia tidak taat dan tidak mensyukuri suaminya.

Lantas, siapa wanita yang dirindukan Surga, ada empat cirinya:

1. Wanita yang memelihara sholatnya

Sholat yang dimaksud dalah sholat wajib lima waktu, namun sebagai seorang hamba seorang istri juga disunnahkan melaksanakan sholat sunnah, baik sholat malam maupun sholat rwatib.

2. Wanita yang memelihara puasanya

Puasa yang dimaksud adalah puasa Ramadhan dan termasuk puasa sunnah.

Puasa, selain baik untuk kesehatan lambung, juga bagus untuk menjaga tubuh istri tetap ideal.

3. Wanita yang mentaati suaminya

Mentaati suami maksudnya, tidak semua permintaan suami ditaati, hanya yang sesuai dengan syariat Islam saja, namun ketika sudah bertentangan dan syariat Islam, tidak perlu diikuti.

4. Wanita yang menjaga harga dirinya

Satu di antara cara istri menjaga harga dirinya adalah dengan menutup auratnya, karena aurat perempuan adalah harga dirinya.

Menutup aurat ini tidak saja dengan menutup seluruh badan dengan pakaian, namun juga tidak memakai pakaian yang ketat hingga memperlihatkan bentuk tubuhnya.

Pakailah pakaian yang menutup aurat dan longgar dan bahannya dari yang tidak najis.

Jika wanita sudah memiliki ciri yang empat itu, wanita dipersilahkan masuk Surga dari pintu mana yang ia suka.

Untuk mencapai yang 4 tersebut, wanita yang dirindukan Surga harus melaksanakan 13 amalan yakni:

1. Menjaga sholat 5 waktu

Sholat lima waktu adalah kewajiban, baik wanita maupun laki-laki. Orang islam wajib melaksanakan sholat lima waktu. Dan amalan sholat inilah yang kelak akan dihisab pertama di hari akhir. Dari hadist diatas, cukup jelas bahwa wanita menjadi makhluk yang dirindukan Surga apabila sholat lima waktu selalu dilakukan dengan hati yang ikhlas.

2. Berpuasa di bulan Ramadhan

Berpuasa juga merupakan satu dari rukun Islam. Berpuasa wajib bagi laki-laki dan juga wanita. Walaupun wanita mungkin tidak bisa menjalani ibadah puasa secara penuh di bulan Ramadhan, namun mereka masih diberi kesempatan di luar Ramadhan untuk membayar hutang puasa tersebut. Itulah salah satu keutamaan untuk wanita dalam berpuasa.

3. Menghindari zina

Zina adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Zina adalah sebuah dosa besar. Wanita yang berzina akan sulit untuk masuk Surga. Sebaliknya, wanita yang bisa menghindari zina adalah ciri dari wanita yang dirindukan Surga.

4. Taat pada suami

Suami yang agamanya bagus akan selalu menuntun keluarganya untuk menuju kebaikan. Wanita yang baik dan dirindukan Surga adalah wanita yang bisa mengikuti dan taat dengan suami tersebut. Jika sudah taat pada ajaran suami, tentu saja tidak akan sulit bagi wanita untuk masuk Surga.

Selain keempat kriteria yang disebutkan oleh Rasulullah tersebut, ada beberapa kriteria wanita yang dirindukan Surga yang tertulis juga dalam Al Qur’an dan beberapa hadist lainnya, diantaranya:

5. Wanita yang sabar

Dalam surat Al Ahzab (33): 35, Allah berfirman: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar , laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut ( nama ) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Dai ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang Allah sebutkan untuk mereka yang ingin mendapat ampunan dan pahala yang besar, salah satunya laki-laki dan wanita yang sabar. Dari penjelasan tersebut, sudah jelas bahwa sabar akan menghantarkan kita pada ampunan Allah. Dan dari ampunan itulah kita akan bisa mendapatkan rahmat-Nya berupa Surga.

6. Mendidik anak perempuan dengan baik

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa diuji dengan anak-anak perempuan dengan sesuatu, kemudian dia tetap berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut bisa menjadi penghalang baginya dari api Neraka.”

Dari hadist tersebut, mendidik anak perempuan dengan sebaik-baiknya adalah penghalang bagi seseorang untuk masuk Neraka. Terutama ibu yang adalah wanita.

7. Sabar menerima penyakit

Penyakit adalah sebuah cobaan yang akan bisa mengangkat derajad kita asalkan kita mau bersabar. Baik laki-laki maupun wanita, bisa bersabar dalam menerima penyakit tentu akan ada ganjaran yang besar dari Allah. Hal ini diperkuat dengan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Atha’ bin Abi Rabbah ra, yang berbunyi:

Ibnu Abbas ra. pernah bercerita kepadaku , “Ada seorang wanita yang datang ke Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Nabi, aku menderita penyakit sejenis ayan, bila penyakit itu kumat aku tidak sadar sampai membuka auratku, berdoalah kepada Allah agar menyembuhkanku.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Bila kamu mau bersabar maka bagimu Surga, tetapi bila tidak maka aku bisa mendoakanmu kepada Allah.’ Wanita tadi menjawab . ‘Baiklah aku bersabar, tetapi doakan agar aku tak sampai membuka aurat.’ Maka, Rasulullah SAW pun mendo’akannya.”

8. Selalu mencari ridha suami

Mencari ridha suami adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah untuk para wanita. Dan inilah salah satu karakteristik wanita yang selalu dirindukan Surga. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita penghuni Surga adalah wanita yang selalu bisa meminta ridha suaminya (meminta maaf) saat suaminya sedang marah atau saat ia sedang marah kepada suaminya.

9. Tidak pernah menyakiti orang lain

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa wanita yang hanya mampu sholat lima waktu dan bersedekah dengan sepotong keju namun tidak pernah menyakiti hati siapapun itu adalah penghuni Surga. Tidak demikian dengan wanita yang rajin beribadah siang dan malam namun sering menyakiti tetangganya dengan lisan. Maka wanita yang seperti ini adalah penghuni Neraka.

10. Menyayangi binatang

Binatang jugalah makhluk ciptaan Allah. Wanita yang bisa menyayangi binatang dan tidak berbuat aniaya terhadap binatang, pasti mendapat ganjaran tersendiri dari Allah SWT. Dan ganjaran tersebut adalah Surga. Seperti sebuah kisah tentang seorang wanita yang memberi minum anjing yang sedang kehausan. Maka wanita tersebut taubatnya diterima oleh Allah.

11. Amar ma’ruf nahi munkar

Dalam surah at – Taubah (9): 71, Allah menjelaskan bahwa siapa saja yang menjadi penolong bagi orang lain dengan menyuruh mengerjakan hal yang ma’ruf serta mencegah yang munkar, baik laku-laku maupun wanita, mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Dari penjelasan tersebut, wanita yang amar ma’ruf dan nahi munkar adalah calon penghuni Surga.

12. Melahirkan keturunan

Wanita yang melahirkan dan bisa mendidik anak-anaknya hingga menjadi anak-anak yang salih dan salihah akan diberikan kedudukan istimewa di dalam Islam. Begitulah penjelasan Rasulullah SAW. Bahkan, wanita yang meninggal ketika sedang melahirkan akan dianggap sebagai mati syahid dan mendapat balasan Surga.

13. Berbakti kepada kedua orang tua

Orang tua adalah dua orang yang wajib untuk dihormati. Baik laki-laki maupun wanita wajib berbakti kepada orang tuanya. Dalam Islam, berbakti kepada orang tua adalah amalah yang fardu kifayah. Wanita yang berhasil berbuat baik dan berbakti pada orang tua tentulah menjadi wanita penghuni Surga yang ridihai oleh Allah.

 

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri

https://pekanbaru.tribunnews.com

 

 

7 Sifat Sifat Penghuni Surga Menurut Al Quran

7 Sifat Sifat Penghuni Surga Menurut Al Quran

 

Pada artikel sebelumnya, Ragam Istilah dan Gambaran Surga dalam Al-Qur’an, telah dijelaskan tentang istilah surga dan gambarannya dalam Al-Qur’an. Selanjutnya, harus kita ketahui bahwa ketika Al-Qur’an menerangkan tentang surga dan kenikmatannya, ia juga menerangkan sifat-sifat penghuni surga. Mereka inilah yang akan mendiami surga sesuai janji dan ketetapan Allah swt.

Dalam Al-Qur’an penghuni surga disebut dengan ashab al-jannah atau ahl al-Jannah. Terminologi ini sering digunakan Al-Qur’an untuk menyebut sifat-sifat penghuni surga, yakni mereka yang berhak mendiami surga dan menikmati berbagai kenikmatannya. Dari sini juga dapat dipahami adanya isyarat perintah secara implisit agar seorang muslim meneladani sifat tersebut.

Berdasarkan penelusuran penulis, setidaknya ada 13 ayat yang secara tegas menyebut istilah ashab al-jannah; 12 kali berbicara mengenai sifat-sifat penghuni surga dan 1 kali tentang kisah pemilik kebun. Secara umum, 12 ayat itu menjelaskan 3 hal, yakni: sifat-sifat penghuni surga, kondisi mereka di dalamnya dan perbedaan mereka dengan para penghuni neraka.

Dari 12 ayat tersebut – yakni surah al-Baqarah [2] ayat 82; surah al-A’raf [7] ayat 42, 44, 46 dan 50; surah Yunus [10] ayat 26; surah Hud [11] ayat 23; surah al-Furqan [25] ayat 24; surah Yasin [36] ayat 55; surah al-Ahqaf [46] ayat 14 dan 16; serta surah al-Hasyr [59] ayat 20 – serta beberapa ayat lain berkenaan surga, penulis menemukan penjelasan sifat-sifat penghuni surga, sebagai berikut:

1. Beriman dan Beramal Saleh

Sifat penghuni surga yang pertama adalah beriman dan beramal saleh. Mereka itulah orang-orang yang akan menghuni surga dan kekal di dalamnya. Ha ini disebutkan dalam surah al-A’raf [7] ayat 42 yang berbunyi:

 

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَآ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٤٢

 

“Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan kebajikan, Kami tidak akan membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya. Mereka itulah penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-A’raf [7] ayat 42).

2. Muhsin

Sifat penghuni surga yang kedua adalah muhsin atau orang yang baik dan berbuat kebaikan. Hal ini diterangkan dalam surah Yunus [10] ayat 26 yang berbunyi:

 

۞ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٢٦

 

“Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus [10] ayat 26).

3. Merendahkan diri kepada Allah swt

Sifat penghuni surga yang ketiga adalah merendahkan diri kepada Allah swt. Sifat ini disebutkan dalam surah Hud [11] ayat 23 yang berbunyi:

 

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَاَخْبَتُوْٓا اِلٰى رَبِّهِمْۙ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٢٣

 

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan merendahkan diri kepada Tuhan, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Hud [11] ayat 23).

4. Bertobat Dari Kesalahan

Sifat penghuni surga yang keempat adalah bertobat dari segala kesalahan. Melalui pertobatan tersebut, Allah swt dengan rahmat-Nya akan mengampuni semua kesalahan dan dosa-dosa. Hal ini disyaratkan dalam surah al-Ahqaf [46] ayat 16 yang berbunyi:

 

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّاٰتِهِمْ فِيْٓ اَصْحٰبِ الْجَنَّةِۗ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ١٦

 

“Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal baiknya yang telah mereka kerjakan dan (orang-orang) yang Kami maafkan kesalahan-kesalahannya, (mereka akan menjadi) penghuni-penghuni surga. Itu janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS. Al-Ahqaf [46] ayat 16).

Sifat ini pernah disebutkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya al-Fawa’id. Beliau mengatakan bahwa di antara sifat yang dimiliki para penghuni surga adalah mereka merupakan orang-orang awwab, yakni orang-orang yang kembali kepada Allah swt dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari keterlenaan terhadap dunia menjadi terjaga dari dunia dan berbagai keburukannya.

5. Istikamah

Sifat penghuni surga yang kelima adalah Istikamah, yakni orang-orang yang konsisten dalam kebaikan dan senantiasa mengupayakannya. Hal ini Allah firmankan dalam surah al-Ahqaf [46] ayat 13-14 yang berbunyi:

 

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ ١٣ اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۚ جَزَاۤءً ۢبِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ١٤

 

“Sesungguhnya orang-orang yang  berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian mereka tetap istikamah tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf [46] ayat 13-14).

6. Sabar dan Tawakal

Sifat penghuni surga yang keenam ialah sabar dan tawakal terhadap berbagai masalah yang dihadapi seraya berusaha menyelesaikannya. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah – sering – mengeluh terhadap takdir Allah swt dan senantiasa menghadapi dengan lapang dada apa yang ada di depan mereka, baik nikmat maupun cobaan. Hal ini disebutkan dalam surah al-Ankabut [29] ayat 58-59 yang berbunyi:

 

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِّنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ نِعْمَ اَجْرُ الْعٰمِلِيْنَۖ ٥٨ الَّذِيْنَ صَبَرُوْا وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ٥٩

 

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi (di dalam surga), yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang yang berbuat kebajikan, (yaitu) orang-orang yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.” (QS. Al-Ankabut [29] ayat 58-59).

7. Ikhlas (Mukhlis)

Sifat penghuni surga yang ketujuh ialah ikhlas, yakni orang-orang yang mengesakan Allah swt dan hanya mengharap rida-Nya dalam beramal, baik ibadah ritual maupun ibadah sosial. Dalam konteks ini, Allah swt adalah satu-satunya tujuan utama dalam hidup mereka, sedangkan hal lain seperti harta, tahta, pasangan dan anak adalah wasilah penghubung dengan-Nya.

Allah swt berfirman dalam surah as-Saffat [37] ayat 40-43 yang berbunyi:

 

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ٤٠ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ ٤١ فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ ٤٢ فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ ٤٣

 

“Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa), mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan, (yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan, di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.” (QS. As-Saffat [37] ayat 40-43).

Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa penghuni surga setidaknya memiliki tujuh sifat, yakni beriman dan beramal saleh, muhsin, merendahkan diri di hadapan Allah swt, bertobat dari kesalahan, istikamah, sabar dan tawakal serta ikhlas dalam setiap perbuatan. Sifat-sifat ini disebutkan oleh Al-Qur’an berfungsi sebagai isyarat halus bagi kita agar berlaku demikian jika ingin masuk surga. Wallahu a’lam.

 

Muhammad Rafi

https://tafsiralquran.id

 

4 Golongan Orang yang Dirindukan Surga

4 Golongan Orang yang Dirindukan Surga

 

Jakarta - Surga merupakan balasan bagi orang-orang yang beriman. Setidaknya, ada 4 golongan orang yang dirindukan surga.

Allah SWT menciptakan surga dengan tangan-Nya sendiri. Dikutip dari buku bertajuk Surga yang Allah Janjikan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, Allah SWT telah memilih salah satu surga sebagai tempat-Nya yang diistimewakan. Letaknya berdekatan dengan singgasana Allah ('Arsy).

Dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Anas ibn Malik, Rasulullah SAW bersabda: "Allah SWT membangun surga Firdaus dengan tangan-Nya. Allah SWT membebaskannya dari semua orang musyrik dan semua peminum arak yang mabuk." (HR. Baihaqi).

Abdullah ibn Umar berkata, "Allah SWT menciptakan empat hal dengan tangan-Nya: singgasana ('Arsy), pena (qalam), surga Adn, Adam, lantas Allah mengatakan kepada semua makhluk 'Jadilah' maka semua itu menjadi." (Lihat Abu Syeikh dalam kitab Al-Uzhmah, 215).

Lantas, siapa orang-orang yang bisa masuk dalam surga-Nya?

Dalam sebuah hadits yang berasal dari Ibnu Abbas ra, dikatakan bahwa ada 4 golongan manusia yang dirindukan oleh surga. Nabi Muhammad SAW bersabda:

 

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ

 

Artinya: "Surga merindukan empat golongan: orang yang membaca Al Quran, menjaga lisan (ucapan), memberi makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Dilansir dari situs Kemenag Gorontalo, berikut penjelasan dari masing-masing golongan orang yang dirindukan surga.

1. Orang yang gemar membaca Al Quran (Taalil Qur'an)

Golongan pertama adalah orang-orang yang lisannya senantiasa digunakan untuk membaca kalam Allah SWT setiap waktu dan kesempatan yang ada. Bahkan, saat lapang maupun sempit.

Selain dirindukan oleh surga, orang yang rajin membaca Al Quran hatinya akan menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rad ayat 28 sebagai berikut:

 

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

 

Artiya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Rad: 28).

Berdasarkan ayat di atas, dengan mengingat Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang maka hati akan menjadi tenang. Jika dimaknai lebih dalam, Al Quran adalah obat hati bagi manusia agar hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Isra ayat 82 sebagai berikut:

 

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

 

Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. Al Isra: 82).

2. Orang yang selalu menjaga lisannya dari berkata kotor, mencaci-maki, dan menghujat (Wa Haafidzii lisan).

Golongan kedua ini termasuk orang-orang yang beriman. Disebutkan dalam sebuah hadits Nabi SAW yang berasal dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

 

Artinya: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir hendaklah dia berkata yang baik, atau diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir menghormati tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menjelaskan, ada 14 macam bahaya lidah, salah satunya adalah perkataan yang tidak bermanfaat yang dapat membuat hati kasar.

3. Orang yang memberi makan terhadap orang yang kelaparan (Wa Muth'mimul Jii'an)

Golongan ketiga adalah orang yang senantiasa membantu orang yang membutuhkan. Allah SWT akan membalas kebaikan yang dilakukan oleh hambanya. Bahkan, kelak di hari kiamat Allah SWT akan memberikan makan dari buah-buahan surga.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

"Siapa pun mukmin memberikan makan mukmin yang kelaparan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga. Siapa pun mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya minum dari minuman surga. Siapapun mukmin yang memberikan pakaian mukmin lainnya supaya tidak telanjang, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya pakaian dari perhiasan surga." (HR. Tirmidzi).

4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan (Wa Shooimiina Fi Syahri Ramadhan)

Golongan keempat adalah orang yang senantiasa menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Maka, bersyukurlah bagi mereka yang senantiasa melaksanakan puasa Ramadhan. Kehadiran mereka dirindukan oleh surga.

Allah SWT juga telah menyediakan pintu surga bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits yang berasal dari Sahl ra. Rasulullah SAW bersabda:

 

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

 

Artinya: "Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain mereka. Lalu dikatakan, 'Dimana orang-orang yang berpuasa?' Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, (pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi." (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Kristina - detikNews

https://news.detik.com

 

Senin, 01 Agustus 2022

5 Ciri Wanita yang Dirindukan Surga Menurut Al Quran

5 Ciri Wanita yang Dirindukan Surga Menurut Al Quran

 

LINGKAR MADIUN - Allah Subhanahu Wa Ta'ala menjanjikan syurga kepada hamba-hambanya yang patuh terhadap perintahnya. Siapa saja yang akan masuk ke dalam surga, semuanya adalah rahasia Allah subhanahuwata'ala.

Rajin beribadah juga bukan menjadi jaminan untuk bisa masuk ke dalam surga akan tetapi mempertahankan keimanan adalah syarat mutlak untuk masuk ke dalam surga Allah subhanahu wa taala.

Dalam Alquran telah memberikan ciri-ciri khusus bagi wanita yang akan menikmati surga, berikut ulasannya:

1. Wanita yang bisa menjalankan perintah Allah dan taat kepada suami.

Seorang wanita yang taat kepada Allah dengan mengerjakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya ditambah dengan ketaatan yang tinggi kepada suami. Allah janjikan akan untuk memasuki surga melewati pintu manapun yang mereka inginkan.

2. Wanita yang penyabar.

Wanita yang sabar terhadap segala cobaan yang ia alami akan mengantarkannya kepada ampunan Allah subhanahu wa ta'ala sehingga ia akan mendapatkan pahala yang besar dan rahmat dari Allah untuk masuk ke dalam surga.

3. Wanita yang betah dirumah dan izin dengan suami ketika ingin keluar rumah.

Golongan wanita selanjutnya yang dirindu surga adalah wanita yang betah dirumah dan meminta izin kepada suami jika ingin keluar dari rumahnya. Hal ini sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran:

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan rasul-nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." (Alquran surat al-ahzab ayat 33)

4. Wanita yang selalu berprasangka baik.

Berprasangka buruk kepada siapa saja adalah perbuatan yang akan menimbulkan ketidak harmonisan dan dosa oleh karena itu maka hendaknya untuk selalu berhusnudzon kepada siapapun.

5. Wanita yang menjaga aib suami dan keluarganya.

Masalah memang selalu datang kapan saja tapi tidak seharusnya kita mengumbar aib-nya kepada siapapun. Wanita yang berhasil menjaga aib dan berbuat baik kepada suami dan orang tua tentu akan

Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri wanita yang dirindu surga, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi para wanita untuk melakukan hal-hal yang sudah dijelaskan diatas. Amin ya robbal alamin wallahualam bishowab.****

 

Editor: Khoirul Ma’ruf

Aisyah Rahmatul Fajrin

https://lingkarmadiun.pikiran-rakyat.com

 

7 Kriteria Wanita yang Dirindukan Surga

7 Kriteria Wanita yang Dirindukan Surga

 

Menjadi penghuni surga adalah keinginan setiap manusia. Sebab, siapa sih yang tidak menginginkan keindahan, kenikmatan, dan kebaikan yang abadi di akhirat nanti? Ya, kan?

Dalam hal ini, Allah SWT memang menjanjikan surga kepada hamba-Nya yang taat terhadap perintah-Nya. Tidak menentang apa yang seharusnya, melakukan perbuatan-perbuatan baik, dan ibadah yang rajin. Jika kita mempertahankan keimanan, surga akan mudah didapat, inshaallah.

Untuk wanita, rupanya Allah SWT telah memberikan ciri-ciri kepada hambanya-Nya yang akan menikmati surga di akhirat kelak. Dalam suatu hadist pula, ada yang menyebutkan kalau kaum wanita adalah penghuni surga yang paling sedikit.

"Dari Imran bin Husain, bahwa Rasulullah pernah menyatakan ‘sesungguhnya penghuni surga yang paling sedikit adalah kaum wantia’. Dalam kisah isra’ mi’rajnya Nabi juga dijelaskan bahwa Nabi banyak melihat kaum wanita di neraka." (HR Muslim)

Dilansir dari berbagai sumber pada Sabtu (29/8/2020), ada ciri-ciri wanita yang sangat dirindukan surga. Berikut ciri-cirinya.

1. Menjaga salat lima waktu

Menjalankan salat lima waktu adalah wajib hukumnya bagi umat Muslim. Memang sih, menjalankan salat fardhu tidak menjamin seseorang masuk surga. Tapi, ini adalah salah satu amalan yang bisa melancarkan setiap langkah menuju surga.

"Jika seorang wanita selalu menjaga salat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina), dan taat kepada suaminya, maka dikatakan pada wanita tersebut, 'Masuklah ke surga melalui pintu mana pun yang engkau suka'." (HR Ahmad, sahih)

2. Melindungi kemaluannya dari zina

Sesuai dengan hadist sebelumnya, selain menjalankan salat fardhu, wanita juga harus menjaga kemaluannya dari perbuatan zina sebelum dirinya menikah.

3. Sabar

Salah satu sifat manusia yang bisa mendapatkan ampunan dan pahala yang besar, yakni sabar. Bahkan, dengan bersabar inshaallah kita bisa mendapatkan rahmat-Nya berupa surga.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 35 yang artinya:

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."

4. Taat kepada suami

Wanita yang dapat menjadi penghuni surga salah satu mereka yang bisa mengikuti dan taat dengan suami. Jika sudah taat kepada suami, inshaallah tidak akan sulit untuk masuk surga karena sudah tugasnya sebagai suami untuk menuntun keluarganya menuju kebaikan.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 34 yang artinya:

"...Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."

5. Selalu izin kepada suami jika keluar rumah

Seorang wanita akan rentan melakukan tabarruj jika sudah sering keluar rumah. Karena itulah, Allah SWT lebih memerintahkan seorang istri untuk lebih banyak di rumah dan izin ketika hendak keluar rumah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 33 yang artinya:

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

6. Selalu berprasangka baik

Berprasangka buruk kepada siapa saja adalah perbuatan yang akan menimbulkan ketidakharmonisan dan dosa. Baik wanita yang sudah bersuami atau belum, sebaiknya untuk selalu huznudzan kepada siapa pun.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

7. Menjaga aib suami dan keluarga

Masalah memang selalu datang kapan saja, tapi tak seharusnya kita mengumbar aib kepada siapa pun, baik yang sudah memiliki suami ataupun belum. Wanita yang berhasil menjaga aib dan berbuat baik kepada suami dan orangtua tentu akan menjadi wanita penghuni surga Allah SWT.

Itulah tujuh ciri-ciri wanita yang dirindukan surga. Jadi, khususnya wanita ayo kita sama-sama berjuang untuk meraih tempat penuh kenikmatan di akhirat kelak.

https://kumparan.com

 

4 Ciri Wanita yang Dirindukan Surga

4 Ciri Wanita yang Dirindukan Surga

 

KENDARI, TELISIK.ID - Setiap mahluk yang bernyawa pasti akan meninggal, sebab dunia adalah tempat sementara, sedang akhirat adalah tempat kembali yang abadi.

Tidak heran jika semua umat Islam pasti merindukan surga. Makanya, salah satu doa yang tidak pernah luput setiap hari adalah meminta keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Keselamatan di akhirat berarti meminta untuk dimasukkam ke surga dan dijauhkan dari neraka.

Rasulullah SAW bersabda: “Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam bintu Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah bintu Khuwailid, dan Asiyah.” (HR. Hakim).

Lantas, bagaimana menjadi wanita yang tidak hanya merindukan surga tetapi bisa menjadi wanita yang dirindukan surga? Berikut ulasannya seperti yang dikutip dari ayahbunda.my.id:

1. Wanita yang Bertakwa

Takwa merupakan kunci utama setelah setiap muslim beriman yang menyebabkan seseorang memasuki surganya Allah SWT. Allah SWT berfirman:

“Siapa saja yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki ataupun perempuan, sementara ia seorang mukmin, mereka pasti akan masuk ke dalam surga, dan mereka tidak akan dianiaya sedikit pun.” (QS an-Nisâ’ [4]: 124).

Takwa adalah menjalankan setiap perintah Allah (syariat Islam) dan menjauhi semua larangannya. Singkatnya, bertakwa berarti ia menjadi pribadi yang taat pada syariat Islam secara menyeluruh sebagai bentuk dari keimanan.

Takwa yang mengantarkan seorang wanita menjadi muslimah yang sempurna. Hal ini akan terwujud dalam menjalankan syariat mulai dari pakaian, akhlak hingga dalam aktivitas keseharian yang lainnya.

Takwa sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Taimiyah:

Takwa adalah seseorang beramal ketaatan pada Allah atas cahaya (petunjuk) dari Allah karena mengharap rahmat-Nya dan ia meninggalkan maksiat karena cahaya (petunjuk) dari Allah karena takut akan siksa-Nya.

2. Wanita yang Berbakti Kepada Orang Tua

Setiap kita adalah anak dari orang tua kita. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak memiliki orang tua, kecuali Nabi Adam dan Hawa.

Allah SWT memerintahkan kita untuk berbakti pada kedua orang tua sebagaimana dalam firman-Nya:

“Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua (ibu-bapak).” (QS. An Nisaa’: 36).

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita betapa besarnya pahala bagi siapa saja yang berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama kepada ibunya. Sebagaimana yang Rasulullah SAW kabarkan:

Dari Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: “Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?” Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam: “Salat tepat pada waktunya”, Saya bertanya: “Kemudian apa lagi?” Bersabada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya lagi: “Lalu apa lagi?” Maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Berjihad di jalan Allah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Wanita yang Taat Pada Suami

Saat seorang wanita sudah menikah, tentu ketaatan sempurna juga bergantung pada ketaatannya dengan pemimpin keluarga, yakni suami.

Sebab setelah menikah, surganya seorang istri berada pada rida suaminya. Allah SWT berjanji melalui lisan Nabi-Nya, bahwa wanita yang taat pada suaminya akan dihadiahi surga.

Tentu perlu digarisbawahi, bahwa suami yang wajib ditaati hanyalah para suami yang menjunjung tinggi syariat Islam, bukan suami yang justru menjerumuskan dalam dosa.

Oleh sebab itu, jika suami memerintahkan istri suatu perintah yang bertentangan dengan Islam, maka wajib bagi istri untuk menolaknya.

“Seorang wanita yang mengerjakan salat 5 waktu, berpuasa wajib sebulan, memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya maka pasti dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Abu Nu’aim).

Maka jika seorang suami marah, atau istri berbuat salah, seorang istri yang dirindukan surga dia akan mendekat kepada suaminya dan meminta rida darinya. Sungguh indah apa yang disampaikan oleh baginda Rasulullah SAW:

”Ingatlah, aku akan memberitahu kalian, istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang, banyak anak, dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya; yang jika suaminya marah, ia segera datang hingga berada di pelukan suaminya, kemudian berkata, “aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau rida.” (HR. al-Baihaqi).

4. Ibu yang Baik Pada Anaknya

Jika sudah menikah, maka wanita yang baik dan dirindukan surga ialah mereka yang berhasil menjadi ibu yang baik.

Ia bersama suaminya bahu membahu untuk merawat amanah dari Allah yaitu buah hati, menjaganya, mengasuhnya dan juga mendidiknya.

Sehingga terbentuklah anak-anak yang saleh dan salehah. Karena tidak bisa dipungkiri, orang-orang hebat itu lahir dari ibu yang hebat.

Ketika menafsirkan ayat, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim [66]: 6)

Imam Ali bin Abi Thalib ra berkata:

“Didiklah mereka dan berilah pelajaran yang cukup untuk menghadapi hari esok mereka.”

Ibnu Abbas ra ketika menafsirkan ayat di atas mengatakan:

“Laksanakan amal, ta’at kepada Allah dan tinggalkan maksiat serta suruhlah anakmu selalu mengingat Allah, niscaya akan menyelamatkanmu dari Neraka.” (C)

 

Fitrah Nugraha

Reporter: Fitrah Nugraha

Editor: Haerani Hambali

https://telisik.id